NovelToon NovelToon
Fy Unig

Fy Unig

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mengubah Takdir
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di mata tetangga apartemennya di Los Angeles, Faelynn Yosephine (26) hanyalah "perawan tua" pengangguran.

Namun, di balik pintu kamar, ia adalah penulis novel romantis papan atas yang memikat jutaan pembaca.

Dunia tenangnya terusik saat Kingsley Emerson (29 tahun), seorang agen elit CIA yang menyamar sebagai diplomat, mulai mengirim pesan misterius dengan nama akun Son_Roger.

Kingsley, yang baru saja kembali dari misi berdarah di luar negeri, terobsesi dengan detail taktik dalam tulisan Faelynn yang terlalu akurat.

Berawal dari debat teknis hingga gombalan tak terduga, Kingsley mulai memasuki hidup Faelynn, membawa bahaya nyata yang selama ini hanya Faelynn tulis di Novelnya.
.
.
Happy reading dear 🌷

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

Faelynn menatap layar ponselnya yang kini gelap dengan pandangan kosong. Mengetahui bahwa pria di balik akun Son_Roger adalah seorang agen rahasia sungguhan—lengkap dengan deretan kartu identitas palsu yang bisa membuatnya lenyap dalam semalam—bukanlah hal yang romantis baginya. Itu adalah sebuah ancaman.

Di dalam otak Faelynn yang terbiasa merangkai plot konspirasi, spekulasi mulai liar berhamburan. Kenapa sekarang? Kenapa dia? Ia mulai curiga pada setiap orang yang berpapasan dengannya di lorong apartemen. Apakah kurir paket yang lewat tadi benar-benar kurir? Atau apakah tetangga di lantai tiga yang sering pulang larut malam itu sebenarnya pengedar narkoba yang sedang dipantau oleh Kingsley?

"Tidak mungkin ini kebetulan," gumamnya pelan sembari menarik selimut.

Faelynn adalah wanita dengan tingkat imajinasi yang melampaui batas normal. Itulah alasan mengapa hingga usia 26 tahun, tidak ada satu pun pria yang mampu mengisi posisi Ibner. Baginya, laki-laki di dunia nyata terlalu cacat, penuh kebohongan, dan mudah meninggalkan. Di dalam novel-novelnya, ia menciptakan sosok pria sempurna: pelindung, setia, dan tak terkalahkan. Namun di dunia nyata? Ia hanya melihat pengkhianatan yang dibungkus janji manis. Ia tidak butuh pria yang akan membuatnya hancur untuk kedua kalinya.

"Fae! Ayo keluar sebentar, siram tanaman di balkon! Ibu mau menyiapkan makan siang!" teriakan Melinda dari dapur memecah lamunannya.

Faelynn menghela napas, meletakkan ponselnya di atas nakas—memutuskan untuk tidak akan pernah menyentuh pesan dari agen itu lagi. Ia keluar kamar, menyambar botol penyiram, dan melangkah ke balkon kecil apartemen mereka.

Apartemen ini sudah ia bayar lunas untuk dua bulan ke depan dari hasil royaltinya yang meledak. Diam-diam, Faelynn memiliki sebuah buku tabungan khusus. Isinya adalah mimpi terbesarnya: membelikan Melinda ibunya sebuah rumah mungil dengan halaman luas, jauh dari mata sinis para tetangga apartemen. Namun, setiap kali ia mengecek saldonya, angka itu masih terasa kurang. Harga properti di Los Angeles tidak pernah ramah bagi seorang penulis tunggal.

...****************...

Satu minggu berlalu tanpa satu pun balasan dari Faelynn. Di kediaman keluarga Emerson, Kingsley sedang duduk di kursi kerjanya yang menghadap ke taman. Ia baru saja menggunakan akses pribadinya untuk menarik kembali profil lengkap Faelynn. Kali ini, ia lebih detail memperhatikan data fisiknya.

Ia membuka sebuah foto profil Faelynn yang terbaru. Gadis itu memiliki mata bulat yang jernih, seolah menyimpan seribu cerita, dan pipi yang sedikit chubby—memberikan kesan imut namun tegas di saat yang bersamaan.

Kingsley menggulir data hingga ke bagian fisik. "Tinggi badan... 160 sentimeter?"

Kingsley terdiam sejenak, lalu tawa kecilnya pecah di ruangan yang sunyi itu. Ia berdiri, mencoba membayangkan setinggi apa gadis itu jika berdiri di sampingnya yang memiliki tinggi hampir 190 sentimeter.

"What? Benar-benar 160? Dia akan terlihat seperti perempuan pendek di sampingku," gumamnya sembari terkekeh. Bayangan gadis mungil yang galak dan cuek itu entah mengapa terasa sangat menghibur di tengah kebosanannya.

Liburannya di kota asal tinggal menyisa satu bulan lagi. Setelah itu, ia harus kembali ke apartemen operasionalnya di pusat kota dan mulai masuk bekerja di kantor pusat. Ia sedang menunggu surat penugasan lapangan berikutnya. Apakah ia akan tetap di negara ini, atau dikirim ke belahan dunia lain yang penuh konflik? Kingsley sendiri belum tahu.

Namun, ada satu hal yang ia yakini: sebelum ia dikirim ke misi mana pun, ia harus bertemu dengan penulis mungil berkaki pendek yang berani mengabaikannya selama satu minggu ini.

Kingsley menutup laptopnya, senyum miring masih tersisa di wajahnya. "Nikmati ketenanganmu selagi bisa, Faelynn. Karena bulan depan, aku yang akan mendatangimu."

Kingsley melangkah menuruni tangga mansion yang megah dengan langkah yang disengaja diringankan agar tidak memicu nyeri pada rusuknya. Di ruang keluarga, ia melihat pemandangan yang selalu berhasil melunakkan sisi kerasnya sebagai seorang agen lapangan.

Adiknya, Nazela, sedang duduk di sofa beludru sambil menyuapi Daisy, putri kecilnya yang berusia tiga tahun. Daisy memiliki mata yang jernih dan tawa yang mirip sekali dengan almarhum suaminya. Kingsley bersandar di pilar ruangan, mengamati interaksi hangat itu dengan tatapan penuh perlindungan.

Namun, perhatian Kingsley teralihkan saat Nazela menjulurkan tangannya untuk memberikan potongan buah apel pada Daisy. Jemari adiknya terlihat polos.

"Kemana cincinmu, Nazela?" tanya Kingsley dengan suara berat namun tenang.

Nazela tersentak kecil, lalu menoleh ke arah kakaknya sambil tersenyum tipis, mencoba menyembunyikan tangannya di balik paha. "Oh... ini hilang, Kak. Entah jatuh di mana, aku lupa melepasnya saat sedang merangkai bunga di toko kemarin."

Kingsley berjalan mendekat, lalu berjongkok di depan adiknya agar mata mereka sejajar. "Kenapa tidak membeli yang baru? Kau punya penghasilan dari toko."

Nazela menghela napas, mengusap kepala Daisy yang sedang asyik mengunyah. "Uangnya lebih baik ditabung untuk Daisy, Kak. Aku harus menyiapkan banyak hal sebelum dia masuk sekolah nanti. Pendidikan Terbaik, aku tidak mau dia kekurangan apa pun."

Mendengar itu, hati Kingsley terasa seperti diremas. Adiknya terlalu mandiri, terlalu banyak berkorban. Padahal, alasan Kingsley membangun toko bunga Petals & Prose adalah agar Nazela tidak perlu mencemaskan satu sen pun dalam hidupnya. Meski Nazela selalu mengirimkan laporan laba dan mentransfer seluruh keuntungan bersih ke rekening Kingsley setiap bulan, Kingsley tidak pernah menyentuh uang itu. Baginya, itu adalah hak penuh adiknya, meskipun Nazela bersikeras bahwa itu adalah milik "bos" pemilik modal.

"Daisy adalah tanggung jawabku, Nazela. Kau tahu itu," ucap Kingsley tegas.

Tanpa menunggu jawaban, Kingsley langsung merogoh saku celananya dan mengeluarkan ponsel. Ia tidak mencari informasi intelijen kali ini. Ia menekan nomor salah satu kenalan lamanya, seorang pemilik butik perhiasan kelas atas yang sering melayani kebutuhan diplomat.

"Halo, Victor? Bisa bawa beberapa model cincin berlian terbaru ke rumahku dalam satu jam? Ya, yang paling elegan. Aku tunggu."

Nazela terbelalak. "Kak! Tidak perlu sampai begitu!"

Kingsley hanya menaruh ponselnya kembali ke saku dan mencium kening Daisy yang mulai merangkak ke pelukannya. "Adikku tidak boleh memiliki jari yang kosong hanya karena mencemaskan biaya sekolah yang bahkan belum dimulai. Biarkan kakakmu yang 'diplomat' ini sesekali menghamburkan uangnya untuk hal yang benar."

Sambil membelai rambut Daisy, pikiran Kingsley kembali melayang pada Faelynn. Dua wanita di depannya adalah prioritas hidupnya, namun ada satu wanita mungil di apartemen lantai empat sana yang tanpa sadar telah menjadi teka-teki yang harus ia pecahkan.

Jika ia bisa memberikan segalanya untuk adiknya, maka ia juga ingin tahu apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh Faelynn Yosephine agar wanita itu berhenti membangun dinding tinggi di sekeliling hatinya.

Satu Jam Kemudian

Di kamar pribadinya, Kingsley kembali membuka laptop. Ia melihat rincian transfer dari Nazela yang masuk pagi tadi—jumlah yang cukup besar untuk ukuran bisnis toko bunga. Ia menghela napas, lalu melakukan transfer balik seluruh jumlah itu ke rekening tabungan pendidikan Daisy, ditambah dengan bonus yang ia dapat dari misi terakhirnya.

Baginya, keluarga adalah segalanya. Dan entah mengapa, nama Faelynn mulai terasa seperti bagian dari "urusan keluarga" yang harus segera ia selesaikan.

"Satu bulan lagi," gumam Kingsley sambil menatap kalender di layar. "Satu bulan lagi, Faelynn. Dan aku akan melihat sendiri seberapa pendek tinggi badanmu yang sebenarnya saat berdiri di depanku."

1
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto: sama2👌👍
total 2 replies
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
ren_iren
kembalikan king dan faelynn😂
Ros 🍂: maafkan author Buntu 😭🤣🙏🏼
total 1 replies
Ridwani
👍👍👍
ren_iren
dan tetiba king and faelyn berubah jd gadis angkat jemuran... dirimu kak, ada2 aja.... 😂😂😂
Ros 🍂: Nanti saya revisi kak, biar masuk cerita nya, Makasih Kak 🫶🙏🥰
total 3 replies
winpar
lnjut thorrr
Ros 🍂: siap kak🫶
total 1 replies
Ridwani
👍👍👍👍
Ros 🍂: ma'aciww kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!