NovelToon NovelToon
Rebith: Gadis Beracun Kesayangan Bos Mafia.

Rebith: Gadis Beracun Kesayangan Bos Mafia.

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mafia / Balas Dendam
Popularitas:11.4k
Nilai: 5
Nama Author: FT.Zira

Dikhianati... Kemudian dibunuh...

Siapa sangka, kematian menjadi awal bagi Lea La Bertha- seorang ahli racun- mengetahui kebenaran yang selama ini ditutupi sang kekasih.

Kehidupan kedua yang ia dapatkan membuat dirinya memilih jalan berbeda dengan bergabung dalam lingkaran dunia mafia.

"Jika aku memintamu membunuh seseorang, apa kau akan melakukannya?" Angkasa.

"Jadikan aku sebagai tangan kananmu. Maka, aku akan lakukan semua perintahmu tanpa terkecuali," Lea.

Dengan ingatan dari kehidupan sebelumnya yang ia bawa, Lea bertekad mengubah takdirnya. Tetapi ia tidak pernah menyangka, perubahan itu justru membuka rahasia besar dari kedua orang tuanya yang sudah tiada.

Lalu, bagaimana jika cinta hadir diantara mereka? Akankah Lea percaya pada 'Cinta'?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FT.Zira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

7. Ketika Otak Bucin Sudah Mati.

"Apa yang kamu pakai ini, Lea?"

Sania mencengkram kedua bahu Lea, menariknya berdiri dan mengabaikan Thalia yang hampir saja terjatuh dari kursi akibat ulahnya.

"Kenapa kamu berpakaian seperti ini?" Sania menurunkan hoodie dari kepala Lea, melepaskan topi yang Lea pakai dan nyaris dilemparkan jika saja Lea tidak bergerak cepat merebut topinya kembali.

"Kalau kamu masih sakit, kamu tidak perlu ke kampus, istirahat saja di rumah. Aku mendatangi rumahmu berulang kali, tapi pintu rumahmu selalu terkunci dan kamu juga tidak di rumah. Kamu kemana saja?"

Lea diam, menatap wanita di depannya dengan tatapan datar. Kilasan kehidupan sebelumnya tentang bagaimana sikap Sania terhadapnya berputar di pelupuk mata. Selama ini Sania dan Samuel memainkan peran malaikat mereka dengan sangat baik, menggunakan cara halus namun menghancurkan impian serta hidupnya secara perlahan.

Tapi kali ini, jangan harap mereka bisa melakukannya lagi.

Ia tahu Sania datang ke rumahnya beberapa kali, tetapi ia mengunci diri di ruang rahasia mendiang kedua orang tuanya sepanjang hari, dan keluar menemui pamannya saat malam untuk mendengar lebih banyak tentang apa yang belum ia ketahui

"Aku memakai apa hari ini, apa urusan denganmu?" Lea balik bertanya, menatap datar.

"Kamu ..."

Sania menatap heran, mengamati penampilan Lea dari atas sampai bawah. Jawaban itu jelas bukan jawaban yang ia inginkan. Ia mengharapkan Lea meminta maaf dan memberikan alasan kenapa berpenampilan layaknya pria hari ini.

"Kepalamu pasti terbentur saat kamu tenggelam dua hari lalu," ucap Sania memijit pelipisnya. "Duduklah, kita pergi membeli pakaian setelah kelas hari ini selesai."

Sania berbalik tanpa menunggu jawaban, duduk di kursinya sendiri dan mengeluarkan ponsel dari saku celananya untuk mengirimkan pesan pada seseorang.

"Jemput kami saat kamu pulang bekerja hari ini. Lea berubah aneh." -send.

Lea menatap Sania dengan senyum samar. Ia tahu, Sania pasti akan 'mengadu'. Dan saat kelasnya selesai sore nanti, satu benalu lain akan datang.

Ia kembali duduk, mengikuti kelas layaknya seorang pelajar meski usia serta otak aslinya saat ini melebihi itu.

Pertanyaan, ujian, dan semua yang berkaitan dengan mata kuliah, Lea menanganinya dengan begitu mudah. Dan ketika hal yang kini membuat Lea 'bosan' itu berakhir, ia segera melangkah keluar meninggalkan gedung universitas tanpa menungggu Sania seperti yang biasa ia lakukan di kehidupan lalu.

"Lea, tunggu!"

Teriakan lantang Thalia membuat langkah Lea terhenti di gerbang utama, tinggal beberapa langkah lagi mencapai mobil hitam metalik yang terparkir. Markus sudah menunggu.

"Ada apa?" tanya Lea setelah berbalik.

"Kamu langsung pulang? Tidak menunggu lelakimu?" tanya Thalia.

"Kau mau ikut?" bukan jawaban yang Lea berikan, tapi pertanyaan.

"Kemana?" tanya Thalia.

"Sarang preman," Lea menjawab asal, menunjuk mobil hitam metalik yang sudah menunggu.

"Itu kan bukan mobil Samuel," ucap Thalia segera menahan pergelangan tangan Lea yang akan mendekat.

"Memang bukan," Lea menjawab santai. "Ikut, ayo. Tidak, aku tinggal," lanjutnya membalikan badan dan melanjutkan langkah.

Thalia membelalakan mata, segera menyambar tangan sahabatnya. "Ikut."

Lea tersenyum tipis, langkahnya semakin dekat dengan mobil hitam yang menunggu, namun tubuhnya ditarik mundur oleh seseorang tepat saat ia akan membuka pintu mobil.

"Apa yang kau pikir akan kau lakukan, Lea?" dia bertanya dengan suara serak penuh tekanan, mencengkram kuat pergelangan tangan Lea.

Tatapan mereka bertemu. Sudut bibir Lea sedikit terangkat. Samuel Elgantara, kini berdiri menjulang di depannya.

"Apa-apaan pakaianmu?!" geram Samuel, menoleh singkat ke arah mobil yang akan Lea masuki, beralih pada Thalia, lalu kembali pada wajah Lea.

"Kau mau kemana? Dengan siapa?" tanya Samuel dingin.

"Pertama ..." Lea menarik tangannya dari cengkraman Samuel. "Ini kampus, bukan catwalk. Dan aku memakai pakaian pantas, bukan telanjang."

"Kedua ..." Lea melanjutkan, mundur selangkah seolah sedang menghindari virus. "Kemana aku akan pergi itu bukan urusanmu. Dengan siapa? Yang jelas bukan denganmu."

Alis Samuel menukik. Biasanya, Lea akan segera meminta maaf jika membuat dirinya kesal, memohon untuk didengarkan saat Lea memberi penjelasan, tetapi wanita di depannya ini ...menantang balik.

"Berhenti bermain-main!" rahang Samuel mengeras, kembali mencengkram pergelangan tangan Lea. "Sekarang, kau ikut aku."

"Maaf." Lea menepis cepat tangan pria di depannya, memberikan tatapan tegas. "Aku menolak."

"Kau ..."

Samuel mengepalkan kedua tangannya, berusaha meredam emosi yang mulai bergolak karena tidak biasa menghadapi sosok Lea yang berbalik melawan. Ia mengharapkan Lea menurut seperti hari-hari sebelumnya.

Ia datang menjemput Lea dan Sania usai bekerja, menghabiskan waktu bersama dengan memanjakan wanita itu, dan Lea akan melakukan apa yang ia minta. Tapi sekarang ...berubah total.

Tangan Samuel kembali terulur, namun kali ini tangan itu gagal mengapai tangan Lea saat tiba-tiba pria berbadan besar berdiri menjulang tepat di depannya, menghalangi dirinya mendekati Lea.

"Kau siapa?" Samuel mundur selangkah, wajahnya sedikit tengadah, merasa terintimidasi saat Markus menatapnya dingin.

"Nona, silakan masuk mobil, saya yang akan mengurus ini," ucap Markus tanpa mengalihkan pandangan dari Samuel.

"Jangan membuat keributan," Lea memperingatkan.

"Saya mengerti, Nona," jawab Markus.

Lea membalikkan badan, membuka pintu mobil bagian belakang dan meminta Thalia masuk.

"Lea. Tunggu!" seru Samuel tanpa bisa mendekat. "Ada apa denganmu? Kamu berubah menjadi aneh sejak tenggelam dua hari lalu."

Lea menoleh, tersenyum sinis. "Aku bukan berubah aneh, Sam. Tapi, otak bucinku sudah mati tenggelam di danau dua hari lalu."

.

.

.

"Kamu tenggelam? Kapan? Kenapa aku tidak tahu?" cecar Thalia saat mobil yang mereka tumpangi melaju meninggalkan area kampus.

"Dua hari lalu," jawab Lea. "Dan jangan tanyakan apapun tentang hal itu, aku tidak ingin membahasnya. Yang terpenting saat ini adalah aku baik-baik saja," sambungnya cepat sebelum Thalia sempat berkomentar.

"Lalu, sekarang kita mau ke mana? Dia siapa?" Thalia bertanya lagi sambil menunjuk Markus yang sedang mengemudi.

"Akan aku ceritakan itu nanti. Sekarang, kamu cukup diam dan ikuti saja apa yang aku katakan. Kamu percaya padaku kan?" tanya Lea.

Thalia tidak segera menjawab. Tapi ia bisa merasakan perubahan besar dalam diri sahabatnya. Bahkan, di depan gerbang kampus Lea menolak Samuel mentah-mentah, dan ia bersyukur karenanya.

"Aku percaya padamu, Lea. Selalu."

Lea tersenyum penuh arti. Mobil yang mereka tumpangi akhirnya berhenti di tempat sepi.

Sementara di dalam bangunan yang menjadi arena pertarungan bebas bawah tanah, Donantello tengah duduk di sofa ruangannya, menunggu.

Satu tangannya mengangkat gelas crystal berisi whisky favoritnya, menenggaknya, lalu meletakkan gelas kosong ke meja dengan satu hentakan kasar. Dan ketika suara ketukan pintu terdengar diikuti sosok Lea yang muncul sesaat setelah pintu dibuka, ekspresi dingin di wajahnya seketika berubah.

"Kau tidak sendirian?" sambut Donantello tersenyum tipis.

"Dia sahabatku, Thalia," ucap Lea memperkenalkan, lalu mendudukkan tubuhnya di sofa.

Thalia mengangguk sopan, menyapa singkat sebelum turut duduk di samping sahabatnya.

"Jadi ...apakah dia yang kau maksud akan ikut belajar beladiri bersamamu?" tanya Donantello.

"Benar," jawab Lea tanpa ragu.

Thalia ingin protes, tetapi tidak berani menoleh ke arah sahabatnya saat pria dewasa di depannya memberikan tatapan seolah ingin mengulitinya hidup-hidup. Yang bisa ia lakukan hanyalah tersenyum kaku sambil merutuki sahabatnya di dalam hati.

"Awas kamu, Lea."

. . . .

. . . .

To be continued...

1
Zenun
Aku baru tahu ada pembaca ganti-ganti akun🤔. Tujuannya buat apakah si pembaca🤔
dimsum mbluber1
duh pdhl novel mu ok loh thor jgn hiatus yaaa
smangaat
Patrick Khan
semangat berkarya kak zi.. aku padamu😍😍😍
🌸UmmiMasPutro🌸
kok gt sih editor nga, aq baca cuma pake akun ini aja loh.
Zhu Yun💫
Aku baca cuma pakai akun ini... kok bisa dapat begitu ya... apa benar karena gara-gara ada yang ganti aku bacanya kalau begitu kak ?
Zhu Yun💫
Orang tuanya sudah jaga-jaga rupanya biar Lea aman 😁
Zhu Yun💫
bopong.. terus mandiin sekalian sana 🤣🤣
Zhu Yun💫
Yakin tidak berkhianat tuh 🤧🤧🤧
Zhu Yun💫
Siap-siap dipotong nggak tuh dirimu Vit 🤣🤣
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
roman2nya koq jd ga enak y. jgn ampe dihapus dah.
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul, hanya karena ulah yg tak bertanggung jawab.
total 2 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
klo di fb kayal. buzzer gt ya jatuhnya? lagian koq pd hobi bgt ganti2 akun. aq pernah ganti hp tapi akunku tetap.
Zenun
Sepertinya Lea banyak tahu soal Angkasa, setelah hidup kembali
Zenun
karena Lea beracun
🌸UmmiMasPutro🌸
masih penuh teka teki
Dewi Payang
Sekarang udah beda dong, jadi gak usah PD ya😂
Dewi Payang
Angkasa masih penasaran🤭
Dewi Payang
Hati²... tegangan liatriknya tinggi🤭
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
dengan*
Patrick Khan
lanjut
j4v4n3s w0m3n
lanjut ahhhh seruuu jgn lama kak upnya🤭👍
j4v4n3s w0m3n: hahhahahhaa
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!