NovelToon NovelToon
Iblis Penelan Langit

Iblis Penelan Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi Timur / Fantasi
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: By Magus

Gu Sheng adalah matahari tercerah di Kota Azure, jenius dengan Tulang Dewa yang ditakdirkan menjadi penguasa langit. Namun, di malam ulang tahunnya, matahari itu dipadamkan oleh pengkhianatan yang paling keji. Tunangan yang sangat ia cintai, Mu Ruoxue, merobek dadanya dan mencuri Tulang Dewa-nya untuk diberikan kepada kekasih gelapnya, Lin Tian.

Dibuang ke jurang maut dengan Dantian hancur dan jalur energi terputus, Gu Sheng seharusnya mati. Namun, darahnya membangkitkan Cincin Iblis Penelan Langit, sebuah warisan kuno yang telah tertidur selama sepuluh ribu tahun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon By Magus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Meditasi di Balik Tirai Merah

Episode 7

Keheningan menyelimuti lantai tiga Paviliun Seribu Harta. Di luar, hujan masih turun dengan ritme yang monoton, menghantam genteng kayu cendana dan menciptakan suasana yang semakin terisolasi dari keriuhan Kota Azure di bawah sana. Di dalam ruangan VIP yang luas itu, aroma dupa dari kayu gaharu kuno mengepul tipis dari sebuah tungku perunggu berbentuk naga, memberikan efek menenangkan yang kontras dengan aura haus darah yang dibawa oleh penghuninya.

Gu Sheng duduk bersila di atas permadani sutra tebal yang diletakkan di sudut ruangan. Di punggungnya, pedang Penebas Dosa masih terikat erat, bebannya yang luar biasa membuat permadani di bawahnya sedikit melesak ke dalam lantai kayu yang kokoh.

Mata Gu Sheng terpejam rapat. Di dalam kegelapan batinnya, ia sedang memantau kondisi Dantian-nya yang tidak biasa.

Pusaran hitam di pusat tubuhnya berputar perlahan namun pasti. Setiap putaran menyedot energi spiritual yang ada di udara ruangan itu, menghisapnya masuk ke dalam lubang hitam kecil yang seolah tak berdasar. Namun, pertempuran singkat dengan Lin Tian tadi telah meninggalkan sisa-sisa energi pedang biru yang tajam di dalam jalur meridiannya. Energi itu adalah Qi milik Lin Tian yang belum sepenuhnya murni terurai, seperti duri-duri halus yang menggores dinding pembuluh darahnya dari dalam.

“Jangan biarkan energi itu mengendap, bocah,” suara berat Kaisar Iblis bergema dari dalam Cincin Penelan Langit. “Qi milik pengguna pedang cenderung memiliki sifat 'tajam' dan agresif. Jika kau tidak segera menekannya dengan teknik Penelan, jalur meridianmu akan mengalami retakan mikroskopis yang akan menghambat kemajuanmu di masa depan.”

Gu Sheng menggertakkan giginya. Ia mulai memfokuskan pikirannya, mengarahkan Qi hitamnya yang pekat untuk mengepung sisa-sisa energi biru milik Lin Tian. Rasanya seperti mencoba menjinakkan ribuan jarum panas yang memberontak di dalam dagingnya sendiri. Setiap inci pergerakan energi itu menyebabkan rasa sakit yang membuat dahi Gu Sheng bersimbah keringat dingin.

Ia mulai menarik napas dengan teknik pernapasan kuno yang diajarkan oleh sang kaisar.

Huuuuuu... Sshhhhh...

Setiap tarikan napasnya seolah-olah menyedot paksa energi liar itu menuju pusat Dantian. Di sana, lubang hitam Penelan Langit mulai berputar lebih cepat, menciptakan daya hisap yang mengerikan. Energi biru milik Lin Tian bergejolak, seolah-olah memiliki kesadaran sendiri dan menolak untuk dilahap. Namun, di hadapan hukum kegelapan yang dibawa oleh teknik ini, perlawanan itu sia-sia.

Krrrrr...

Suara gesekan energi di dalam tubuh Gu Sheng terdengar samar di ruangan yang sunyi itu. Perlahan tapi pasti, warna biru cerah dari Qi Lin Tian mulai memudar, ditelan oleh kegelapan pekat milik Gu Sheng. Saat energi itu sepenuhnya terurai, Gu Sheng merasakan aliran kekuatan yang murni menyebar ke seluruh anggota tubuhnya.

Beban di pundaknya terasa sedikit lebih ringan, dan kepadatan Qi di dalam Dantian-nya meningkat beberapa persen. Meskipun ia tidak langsung naik level lagi, pondasi kultivasinya di tingkat keempat Qi Refinement kini menjadi sekeras batu karang.

Di sisi lain ruangan, di atas ranjang sutra yang empuk, Qing Er mulai menunjukkan tanda-tanda kesadaran. Kelopak matanya yang panjang bergetar pelan, dan rona merah mulai kembali ke pipinya yang tadinya pucat pasi. Efek dari Pil Pemulih Jiwa tingkat lima benar-benar luar biasa. Obat itu tidak hanya menyembuhkan luka fisiknya, tetapi juga mulai merekonstruksi energi batinnya yang hampir padam.

Gu Sheng membuka matanya, kilatan merah darah di pupilnya meredup perlahan, kembali ke warna hitam yang dalam namun dingin. Ia bangkit berdiri dan berjalan perlahan menuju ranjang Qing Er. Langkah kakinya sangat ringan, hampir tidak mengeluarkan suara di atas lantai kayu.

Ia menatap wajah gadis itu dengan tatapan yang sulit diartikan. Di dunia yang kejam ini, Qing Er adalah satu-satunya pengingat akan kemanusiaannya yang tersisa.

"Tuan... Muda...?" suara Qing Er terdengar sangat lirih, seperti bisikan angin.

Gu Sheng duduk di pinggir ranjang, tangannya yang kasar menyentuh dahi Qing Er yang kini terasa hangat namun stabil. "Jangan bergerak dulu, Qing Er. Kau baru saja melewati gerbang maut. Pil itu sedang bekerja di dalam tubuhmu. Fokuslah pada pernapasanmu."

Qing Er menatap langit-langit ruangan yang didekorasi dengan lukisan awan dan naga, lalu matanya beralih ke arah Gu Sheng. "Tempat ini... sangat indah. Apakah kita sudah di surga, Tuan Muda? Apakah... Anda juga ikut mati bersama saya?"

Gu Sheng tersenyum tipis, sebuah senyum yang jarang sekali terlihat. "Surga tidak menginginkan orang seperti aku, Qing Er. Dan neraka terlalu takut untuk menerimaku kembali. Kita masih di Kota Azure, di bawah perlindungan Paviliun Seribu Harta."

Mendengar nama Kota Azure, tubuh Qing Er sedikit menegang. Ingatan tentang siksaan cambukan Gu Lie kembali melintas di benaknya. "Keluarga Mu... Lin Tian... mereka akan mencari Anda, Tuan Muda. Anda harus pergi..."

"Biarkan mereka mencari," potong Gu Sheng dengan nada dingin. "Aku tidak lagi takut pada mereka. Justru merekalah yang harus takut setiap kali mereka menutup mata. Istirahatlah. Di sini kau aman. Tidak akan ada satu pun orang yang bisa menyentuhmu selama aku masih bernapas."

Tiba-tiba, pintu ruangan VIP diketuk perlahan.

Tok... Tok... Tok...

"Tuan Muda Gu, apakah aku boleh masuk?" suara merdu Su Mei terdengar dari balik pintu, membawa aroma mawar yang samar-samar menembus celah kayu.

Gu Sheng berdiri, wajahnya kembali menjadi topeng es yang tanpa ekspresi. Masuk.

Pintu terbuka, dan Su Mei melangkah masuk dengan anggun. Kali ini ia telah berganti pakaian menjadi jubah sutra ungu transparan yang memperlihatkan bahunya yang putih mulus. Di tangannya, ia membawa sebuah baki perak berisi mangkuk porselen yang mengepulkan uap harum.

"Aku membawakan bubur herbal dari Tanaman Akar Umur Panjang untuk pelayan setiamu," ucap Su Mei sambil melirik Qing Er dengan senyum ramah yang penuh selidik. Sebagai wanita yang cerdik, ia segera menyadari betapa pentingnya gadis pelayan ini bagi Gu Sheng.

Su Mei meletakkan baki itu di meja samping ranjang, lalu ia menatap Gu Sheng dengan tatapan menggoda. "Berita tentang kejadian di kediaman Keluarga Gu sudah mulai menyebar ke telinga para penguasa kota, Tuan Muda Gu. Walikota telah mengeluarkan perintah blokade di gerbang utama. Mereka menyebutmu sebagai buronan tingkat tinggi yang mempraktekkan ilmu hitam."

Gu Sheng tidak terkejut. "Hanya itu yang bisa mereka lakukan? Menggonggong dari balik tembok kota?"

Su Mei tertawa kecil, suara tawanya terdengar seperti denting logam yang merdu. "Tentu tidak hanya itu. Lin Tian dikabarkan sangat marah. Ia telah mengirimkan surat ke Sekte Pedang Langit untuk meminta bantuan dari para kakak seperguruannya. Kabarnya, salah satu murid inti akan tiba sebelum turnamen dimulai."

Mendengar kata Murid Inti, mata Gu Sheng sedikit menyipit. Murid inti sekte besar biasanya berada di tahap Spirit Sea. Itu adalah lawan yang jauh lebih berbahaya dibandingkan Lin Tian.

“Menarik,” gumam Kaisar Iblis di dalam kepala Gu Sheng. “Energi dari praktisi Spirit Sea akan menjadi nutrisi yang sangat lezat untuk Dantian-mu. Semakin kuat mereka, semakin cepat kau bisa tumbuh.”

Su Mei berjalan mendekati Gu Sheng, berdiri sangat dekat hingga Gu Sheng bisa mencium aroma parfumnya yang memabukkan. "Kau berada dalam situasi yang sangat berbahaya, Gu Sheng. Tapi Paviliun Seribu Harta adalah tempat yang netral. Selama kau berada di sini, tidak ada yang berani menyerangmu secara terbuka."

Su Mei menyentuh dada Gu Sheng dengan jari-jarinya yang lentik, tepat di atas lokasi luka lamanya. "Namun, perlindungan ini tidak gratis. Aku telah menyiapkan Ruang Pelatihan Gravitasi di bawah paviliun untukmu. Tempat itu memiliki tekanan sepuluh kali lipat dari normal, sangat cocok untuk pengguna pedang sepertimu. Aku ingin kau menjadi sekuat mungkin sebelum turnamen dimulai."

Gu Sheng menatap mata Su Mei yang penuh dengan ambisi. "Kau benar-benar bertaruh besar padaku, Su Mei. Apa kau tidak takut jika aku kalah, Keluarga Mu akan menghancurkan bisnismu?"

Su Mei mendekatkan bibirnya ke telinga Gu Sheng, membisikkan kata-kata yang membuat suasana di ruangan itu semakin panas. "Aku adalah seorang pedagang, Gu Sheng. Semakin besar risikonya, semakin besar pula keuntungannya. Dan perasaanku mengatakan... kau bukanlah jenis pria yang akan membiarkan musuhmu menang. Lagipula, jika kau menang... aku ingin hadiah yang lebih dari sekadar kontrak dagang."

Gu Sheng menangkap pergelangan tangan Su Mei, genggamannya cukup kuat untuk membuat wanita itu sedikit meringis namun juga merasa tertantang.

"Hadiah apa?" tanya Gu Sheng dingin.

Su Mei menatapnya dengan pandangan penuh gairah dan kelicikan. "Aku ingin kau mengambilku sebagai wanitamu, dan menjadikanku satu-satunya orang yang mengelola seluruh harta jarahan dari musuh-musuh yang kau bantai."

Gu Sheng melepaskan tangan Su Mei dengan kasar. "Kita lihat saja nanti, Teratai Merah. Sekarang, tunjukkan padaku di mana ruang pelatihan itu. Aku tidak punya waktu untuk membuang energi dengan pembicaraan kosong."

Su Mei tersenyum penuh kemenangan. Ia tahu, meskipun Gu Sheng bersikap dingin, ia telah berhasil menanamkan benih ketergantungan di hati pemuda itu.

"Ikuti aku, Iblis kecilku," ucap Su Mei sambil berbalik, jubah ungunya melambai tertiup angin dari jendela yang terbuka.

Gu Sheng melirik Qing Er sekali lagi. "Qing Er, makanlah bubur itu dan jangan keluar dari kamar ini. Aku akan kembali setelah sesi latihanku selesai."

"Baik, Tuan Muda... berhati-hatilah," jawab Qing Er dengan mata yang penuh kekhawatiran.

Gu Sheng mengikuti Su Mei menuruni tangga rahasia yang menuju ke bagian terdalam Paviliun Seribu Harta. Di sana, di bawah tanah yang lembap dan dingin, sebuah pintu besi raksasa dengan segel energi yang kuat menunggu untuk dibuka.

Langkah pertama menuju penguasaan pedang yang lebih dalam dan kultivasi yang lebih brutal baru saja dimulai. Di dalam ruangan gravitasi itu, Gu Sheng akan menempa dirinya kembali menjadi senjata pembunuh yang jauh lebih mengerikan dari sebelumnya.

Setiap tetes keringat yang jatuh di sana akan menjadi air mata darah bagi musuh-musuhnya di kemudian hari.

1
Fajar Fathur rizky
cepat bantai sekte pedang langit dengan cara paling kejam thor bikin leluhur sekte itu memohon ampunan bunuh dia aja jangan libatkan sektenya bikin mcnya tidak peduli bantai sekte itu serap kultivasi mereka naikin ranah kultivasi habis itu bantai klan lin dan klan zhou
M Agus Salim: terima kasih untuk masukannya, semua masih proses hehe 😅
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
bantai keluarganya zhou rou bikin mereka semua mengutuk zhou rou karena menganggu mcnya
M Agus Salim: terima kasih untuk masukannya, semua masih dalam proses ia Hehe 😅
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
cepat robek musuhnya thor bantai klan zhao
M Agus Salim: terima kasih untuk masukannya, semua masih dalam proses ia Hehe 😅
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
cepat naikin ranah kultivasi mcnya sampai puncak habis itu bantai lintian dan zhaoru bikin zhaoru dan lintian memohon jangan libatkan keluarganya bikin mcnya tidak perduli thor
M Agus Salim: terima kasih untuk masukannya, semua masih proses hehe 😅🙏
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
bikin mcnya kejam bantai lin tian beserta keluarganya bikin mcnya memasukkan pil itu ke dalam tubuh lintian bikin lintian tidak bisa bereinkarnasi bikin mcnya memakan lintian
M Agus Salim: terima kasih untuk masukannya 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!