NovelToon NovelToon
Hubungan Terlarang

Hubungan Terlarang

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Beda Usia / CEO / Selingkuh / Cinta Terlarang / Cintapertama
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda SB

Ketika cinta harus dipisahkan oleh perjodohan orangtua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda SB, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tak rela

"Kamu gila Mas!" maki Leya, setelah Angkasa melepaskan tautan bibir mereka. "Kamu asar gak sih! Aku ini calon anak tirimu loh!" bibir Leya dengan mudah mengatakannya. Tetapi jangan ditanya hatinya yang sudah pasti makin terluka.

"Selamanya kamu hanya boleh jadi kekasihku!" sahut Angkasa. Pria itu kembali memeluk Harleya, menenggelamkan dirinya dari aroma tubuh bercampur parfum yang selalu mampu menenangkan nya.

Pemberontak Leya mengendur. Ternyata sekuat apapun ia mencoba untuk melawan. Tetap rasa cintanya untuk Angkasa, mampu mengalahkan semuanya.

"Aku gak mau jadi ayah tirimu, Leya. Aku hanya mau jadi suamimu!" Angkasa menyatukan kening mereka. Tak terasa, bulir air mata mulai mengalir dari sudutnya.

"Tapi takdir tidak mengizinkan kita, Mas!" Leya mengangkat kepala. Ia bisa melihat luka Dimata Angkasa yang sama besarnya dengan dirinya.

Angkasa menggeleng. Ia tidak bisa terima semua ini. "Ayo kita lari sayang? Kita bangun keluarga bahagia kita sendiri?" ucap Angkasa. Dikala rasa frustasi yang tidak mendapatkan jalan keluar... justru jalan pintas yang sering kali terpikirkan.

Namun, jalan pintas yang sering dianggap sebagai opsi terbaik. kadangkala jangan pintas itu, justru memiliki lubang menganga yang tersamarkan. enggak orang terlena untuk melakukannya, tetapi justru akan menyesal ketika sudah menjalaninya.

Leya menggeleng keras."aku nggak mau, Mas!"

"Kenapa sayang?"

"Karena hal itu bukan menyelesaikan masalah, tapi hanya akan menambah masalah. Kamu tahu kan! bagaimana kehidupanku di keluarga ini? kalau aku lari bersamamu? yang ada mereka hanya semakin membenciku?" Leya takut, iya benar-benar sangat takut menambah kadar kebencian di mata keluarganya.

"Maafkan Mas sayang?"

Lea menangis. menangis yang cukup keras namun tetap tanpa suara. angkasa dengan sikap memeluk kekasihnya, memberikan dadanya sebagai tempat yang nyaman untuk gadisnya menangis sampai puas.

Kekasih? ya, Angkasa akan selalu menganggap Leya sebagai kekasihnya. Karena pemutusan hubungan sepihak yang dilakukan oleh Leya kemarin, sama sekali tidak ia anggap dan bahkan tidak pernah terjadi dalam hidupnya.

"Aku sangat mencintaimu, Mas? tapi aku juga harus merelakanmu?" ucap Leya diantara isak tangisnya.

Angkasa memeluk semakin erat. Ia juga sangat mencintai Harleya, tapi di satu sisi Ia juga tidak bisa menolak keinginan ibunya. Apalagi katanya ini permintaan terakhir, yang bisa saja membuat dirinya menyesal seumur hidup. Jika tidak mengabulkannya.

"Mari berpisah Mas?" lagi, untuk yang kesekian kalinya Leya memutuskan hubungan mereka.

"Enggak sayang! aku nggak mau!" Angkasa tetap menolak. Meski di luar sana, kedua orang tuanya sedang membahas perihal tanggal pernikahannya bersama Sukma.

"Lalu kamu maunya apa, Mas? mau tetap seperti ini? mau aku jadi kekasihmu sekaligus anak tirimu? Gak Mas! Aku gak mau. Aku nggak mau terjebak dalam kisah cinta yang rumit. Aku hanya ingin menjalani hubungan yang tenang, damai, lalu menikah dan hidup bahagia!"

Angkasa bungkam. Egonya dengan tegas mengatakan bahwa Leya harus tetap menjadi kekasihnya. Tetapi akal sehatnya mengingatkan, jika ia juga tidak bisa memberikan masa depan yang pasti untuk gadis itu, jika mereka terus bersama.

Serumit itukah kisah cinta mereka?

Sebesar itukah batu penghalang di antara mereka?

Dan... diantara beribu banyaknya masalah yang ada di dunia ini? mengapa masalah yang menghampiri justru perjodohan antara ibu dan kekasihnya.

"Leya kamu di dalam? Kok lama sekali?" panggilan Sukma, membuat mereka yang sejak tadi saling menatap tanpa bicara terkejut.

"I-ya Ma. Ini udah mau keluar kok!" sahut Leya dari dalam.

Angkasa menggeleng. Ia masih ingin berdua, nun Leya menolak.

"Mari lupakan satu sama lain Mas? kita memang saling cinta. tapi kita tidak berani menentang keinginan orangtua!" Leya melepaskan tangan Angkasa yang melingkar di pinggangnya.

"Aku gak mau, Leya!" Angkasa masih tetap menolak.

"Aku yakin kita bisa kok. Kita hanya butuh waktu untuk membiasakan diri!"

Harleya merapikan riasan dan pakaiannya. Setelah itu, ia ingin keluar dari dalam mandi. Tetapi Angkasa mencekal pergelangan tangannya dan kembali menautkan bibir mereka.

Kali ini Leya tidak menolak. Justru ia membalas dalam intensitas yang sama. Karena bagi Leya, ini ciuman terakhir dan ciuman perpisahan bagi hubungan mereka.

"Aku keluar dulu!" kata Leya, tanpa menatap Angkasa yang masih tidak merelakan kandasnya hubungan mereka.

Ketika pintu kamar kembali tertutup. Angkasa menutup mata, bulir bening kembali menetes. Ternyata, ia bisa berada dititik ini. Titik dimana ia bisa mencintai seorang wanita terlalu dalam. Tetapi juga bisa menangis karena kehilangannya.

---

"Kamu dari mana saja?" tanya Anna, ketika angkasa kembali bergabung bersama mereka.

"Tadi ada panggilan dadakan dari Andi!" jawab Angkasa, kembali duduk dengan tenang. Namun tidak setenang hati dan matanya yang terus tertuju ke Harleya.

"Tadi kami sudah memutuskan, acara pernikahan kalian diadakan tanggal 10 bulan ini!" kata Persimon, bukan untuk bertanya melainkan hanya sekedar memberitahu.

"Oke! tapi aku hanya mau acara sederhana. Tidak ada pesta dan tidak ada tamu yang diundang. Cukup pihak keluarga saja!" ujar Angkasa. tidak ingin mengadakan acara pernikahan yang mewah. Karena pernikahan ini bukan keinginannya.

"Nggak bisa gitu dong! kita ini keluarga besar, pernikahan kamu dan Sukma harus diselenggarakan dengan mewah dan meriah. Semua kolega bisnis kita juga harus diundang!" Persimon menolak mentah-mentah permintaan putranya. "lagi pula apa kamu tidak kasihan dengan Sukma? pernikahan pertamanya hanya diadakan kecil-kecilan. Lalu pernikahannya yang kedua juga seperti itu?"

"Kalau Papa masih menginginkan aku menikahinya, maka itulah syaratku. Jika tidak mau... lupakan saja perjodohan ini!"

Persimon murka, wajahnya merah menahan amarah. Andai saat ini mereka ada di rumah keluarga Felix. mungkin Persimon sudah melayangkan pukulan telak untuk putranya.

"Kamu....!" Persimon sudah menunjuk wajah putranya. Tetapi suara Sukma menyela.

"Acara sederhana saja juga tidak masalah kok Om! Yang penting akad nikahnya lancar, rumah tanggaku dengan Angkasa sakinah, mawadah dan warahmah!" ucap Sukma, terlihat sedikit rona merah di pipinya.

"Lihatkan! Sukma itu sangat baik dan pengertian!" ucap Persimon lagi, tapi Angkasa sudah tidak berminat untuk buka suara.

Makan malam kembali berlanjut. Mereka semakin larut dalam obrolan tentang persiapan pernikahan yang akan berlangsung dalam beberapa hari lagi. Tetapi dua diantara mereka hanya diam, tanpa suara. Siapa lagi kalau bukan Leya dan Angkasa. Karena mereka sedang menahan perasaan sakit, akibat cinta yang terpaksa kandas.

"Ma, aku ke kamar dulu ya? mau ngerjain tugas!" pamit Harleya. Tak kuat ia lebih lama lagi berada di ruangan itu.

"Ya sudah. Kalau sudah selesai langsung istirahat!" sahut Sukma.

"Iya Ma," Leya mengangguk.

Sebelum beranjak ia juga berpamitan dengan yang lainnya. Tak terkecuali Angkasa, yang dengan terpaksa mengiyakan. Padahal ia ingin lebih lama lagi Leya berada disana. Karena keberadaannya, satu-satunya alasan yang membuatnya bertahan dalam obrolan pernikahan yang sebenarnya membuatnya muak.

1
Jhesika Cika
bagus cta ny
Dew666
👑👑👑
Dew666
💜💜💜
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!