NovelToon NovelToon
Selamat Tinggal Orang Yg Kusayang

Selamat Tinggal Orang Yg Kusayang

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Penyesalan Suami / Dunia Masa Depan
Popularitas:803
Nilai: 5
Nama Author: Arsih Mom

"Bukan berarti apa yang dekat dengan kita adalah yang terbaik, bisa jadi kebaikan itu ada jauh dari kita ataupun tidak terlihat"
Aku pergi karena sangat menyayangi kalian, suatu saat nanti jika masih ada kesempatan aku akan menjemput kalian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arsih Mom, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tinggal Bayangan

Dengan kesibukan masing-masing, perlahan hati Nur bisa kembali seperti hatinya yang dulu. Haya dan Indro pun kembali menjadi lebih bahagia karena Nur sudah terlihat menjalani hidup seperti biasa. Anak gadis yang tumbuh dengan penuh perhatian dan kasih sayang keluarga kecilnya. 

"Mas, aku sangat bersyukur melihat anak-anak begitu gembira disetiap waktunya."

"Aku juga, tidak terasa mereka sudah tumbuh semakin besar. Bahkan Nur sudah menjadi remaja yang begitu cantik."

Kebahagiaan terlihat menyelimuti keluarga Indro setiap harinya. 

Hingga suatu hari terjadilah peristiwa yang merupakan mimpi buruk bagi keluarga nya bahkan bagi tetangga terdekatnya. 

'BLUK.. DUAARRRR!"

Suara yang terdengar begitu keras dan begitu tiba-tiba di saat semua warga masih tertidur dengan lelap nya. 

Ledakan dari arus pendek listrik salah satu tetangga dan menyambar tabung gas membuat api menjalar dengan cepatnya. 

"Kebakaran.... Bangun, bangun ada kebakaran!"

Teriakan warga yang sayup terdengar ditelinga Haya membuatnya panik dan membangunkan Indro. 

"Mas.. bangun Mas, ada yang teriak kebakaran!"

Indro yang masih belum sadar karena masih ngantuknya, Dia memaksakan diri untuk bangkit. 

"Anak kita.. Nur dan Antoni! Selamatkan mereka.. !"

Indro berlari meninggalkan Haya di kamarnya karena sangat khawatir dengan kondisi anak-anak nya. 

Tapi apa di kata api yang cepat sekali menjalar dan sudah berada di depan kamar Nur dan Antoni. Haya yang melihat keadaan itu pun menjadi panik dan teriak histeris. 

"Mas... Mas Indro ayo keluar, api sudah semakin besar!"

Teriakan Haya sama sekali tidak digubris dengan Indro, Dia dengan sekuat tenaga mendobrak kamar Antoni. Karena yang lebih dekat dan belum begitu membahayakan adalah kamarnya. 

"Haya kamu cepat keluar dulu, aku akan menyelamatkan anak-anak!"

Indro mendorong tubuh Haya agar keluar dari rumah. 

Begitu pintu kamar Antoni sudah terbuka, Indro menemukan anak lelakinya yang ketakutan dan sembunyi di ujung kamar. 

"Ant... Antoni ayo cepat keluar!"

Karena begitu takutnya dan panik, Antoni tidak mengikuti perintah ayahnya. Dan terjadilah drama Indro yang terus membujuk anak nya untuk keluar. 

Melihat api yang semakin menjalar dan Nur juga belum diselamatkan, Indro akhirnya memaksa Antoni dan menariknya keluar. Hanya dengan satu tarikan Indro dapat mengeluarkan Antoni dari kamar dan membawanya keluar bergabung dengan warga lain. Suasana dini hari yang begitu mencekam dengan teriakan histeris dan tangisan warga yang saling bergantian membuat suasana menjadi semakin tidak terkondisikan  lagi. 

"Mas, di mana Nur, apa Dia baik-baik saja?"

"Jaga Antoni, aku akan masuk lagi dan menyelamatkan Nur!"

"Tapi Mas, apinya semakin membesar! Mas... jangan masuk!"

Meskipun teriakan  Haya dan warga yang lain melarang nya masuk, tapi Indro tetap bersikeras untuk menyelamatkan Nur yang masih di dalam dan terjebak ganasnya si jago merah.

Begitu Indro masuk ke dalam rumah ternyata kamar Nur sudah tertutup api dari tiang kayu penyangga rumah yang jatuh dan sudah sebagian termakan api. Sambil mengatur nafas Indro berusaha menerobos masuk dengan mencari jalan di sela-sela kobaran api. Berjuang melawan si jago merah dengan kejaran waktu yang terasa begitu cepat, Indro nekat melompati api yang semakin membesar di depan kamar Nur. Naas nya lagi kamar Nur terkunci dari dalam. 

"Nur... Uhuk... Uhuk... buka Nur pintunya!"

Indro terus menggedor-gedor pintu kamar Nur sambil mendobraknya. Dari dalam kamar Nur masih bisa mendengar suara ayahnya. 

"Ayah... Nur tidak bisa mendekat ke pintu karena ada api yang menghalangi!"

Sesaat Nur teringat kalau kamar nya ada ventilasi kecil di bagian atas yang tembus keluar. 

(Oh.. kenapa aku tidak kepikiran untuk lewat sana) 

Nur berharap dengan menumpuk kursi di atas meja Dia bisa meraih gagang ventilasi dan keluar dari sana.

Suara gaduh dari luar masih terdengar jelas ditelinga Nur, Dia juga tahu kalau ayahnya sedang berusaha keras untuk mendobrak pintu kamarnya itu. 

Dalam waktu yang bersamaan ventilasi udara di kamar Nur sudah bisa terbuka, tapi begitu Indro berhasil membuka kamar Nur ada kayu yang sudah terjalar api menimpa tubuh Indro. 

"Ayah..... tidak ayah....!"

"Ahhhh... cepat Nur keluar, jangan hiraukan ayah!"

Indro berusaha memadamkan api yang menjalar pada baju tidurnya sambil berteriak pada Nur agar cepat keluar. 

"Tidak ayah, Nur akan keluar bersama ayah!"

Dengan terpaksa Indro mendorong Nur yang sudah setengah badannya berada pada ventilasi udara.

Tidak lama terdengar dentuman yang semakin keras lagi. Tabung gas yang mulai meledak semakin menambah kobaran api cukup besar. Bersama dengan dentuman keras yang mengakibatkan ledakan dasyat itu membuat tubuh Nur dan Indro terpental keluar bersama api yang belum bisa padam di bajunya.

Melihat ledakan itu semua warga yang ada di lokasi serempak berteriak kencang dan bersamaan. Seakan akhir dari hidup nya, Haya terlihat shock dan pingsan saat rumahnya sudah berubah menjadi kobaran api dan suami serta anak nya belum keluar.

Petugas pemadam yang sudah berusaha keras berjam-jam memadamkan api juga terlihat begitu lelah. Semakin  terang semakin banyak lagi petugas damkar yang datang berusaha untuk memadamkannya . Bahkan banyak tim medis serta ambulan yang datang pula. 

Tidak menyangka hanya dengan sekejap desa yang awalnya terlihat asri dan sejuk itu berubah menjadi panas dengan bara api yang masih terlihat. Warga sudah mulai dievakuasi setelah api bisa berangsur dipadamkan.

Beberapa pick up dan truk berdatangan untuk membawa warga yang rumahnya habis terbakar. Mereka dibawa kepengungsian untuk diamankan.

"Cepat Bapak dan Ibu naiklah dan ikuti saran Kami!"

Warga yang menjadi korban ada yang sebagian dibawa ke Rumah Sakit dan ada pula yang dibawa ke pengungsian sementara.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!