Fatimah dan Farrel, dua nama yang kalau disebut bareng, seluruh sekolah pasti langsung heboh. Bukan karena mereka pacaran, tapi karena setiap kali bertemu, pasti berantem. Farrel terkenal sebagai cowok jenius yang santai tapi super jail, tapi herannya jailnya cuma sama Fatimah. Sementara Fatimah dikenal sebagai cewek pintar yang gampang kesal dan nggak tahan lihat tingkah konyolnya.
Mereka dijuluki “Tom & Jerry versi sekolah” selalu ribut. Sampai suatu malam, sebuah kecelakaan tak terduga mengubah segalanya, setelah pertengkaran besar.
Saat sadar di rumah sakit, dunia mereka terbalik — Fatimah terjebak di tubuh Farrel, dan Farrel di tubuh Fatimah.
Dunia seakan berputar terbalik.
Farrel harus belajar jadi cewek yang biasa dandan, sementara Fatimah harus berpura-pura jadi cowok santai yang senyumnya bisa bikin satu sekolah teriak walaupun di saat dengannya kayak monyet. Bisa gak mereka bertahan di tubuh yang salah dan gak sesuai dengan gander mereka? Penasaran yuk baca Guys😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fatimah Cutꪻᶠᵃᵗᶦ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7 Kenapa gue di tubuh Farrel sih?! Pipis gak? Pipis gak?
🧸🦋 Happy Reading 🦋🧸
Sedangkan di ruang pasien lain, seorang cowok tampan dengan wajah kebingungan, meringis menahan sesuatu.
"Shht, gue pengen pipis tapi takut! Gimana dong?! Pipis gak, pipis gak? Tapi kalo gak pipis nanti gue gak tahan terus ngompol di sini kan, malu!" celutuk Fatimah yang di raga Farrel frustasi dan bingung menjambak rambutnya kasar.
"Au ahh! Pipis aja dari pada pipis di sini, mau gue tarok di mana nih muka nanti!" putus Fatimah dengan mengambil infusnya setelah mematikan selang, dan berjalan perlahan ke arah kamar mandi dengan sedikit kesusahan.
"Ugh, akhirnya sampe juga, padahal gak jauh tapi rasanya tubuh gue tenaganya habis ... eh maksudnya tubuh Farrel!" ralat Fatimah sambil menatap cermin di kamar mandi dengan aneh. Merasa kayak lagi bicara sama pantat panci, tapi ini sekarang wajah dia. Mau gak mau dia harus terima sebelum mencari jalan keluar, biar bisa balik ke tubuhnya.
Tiba-tiba wajah Fatimah mengerut bingung, dan panik, "Aduhh, gue takut liat yang gak seharusnya gue liat kalo pipis, hiks kenapa cobaan gue gini amat sih?!" pekiknya frustasi, tak terima tapi gak tau mau gimana.
"Ahh! Gue gak tahan lagi! Pengen pipis! Okeh tarik nafas jangan liat apapun, merem aja..." gumam Fatimah sambil melakukan apa yang di ucapkan. Wajahnya meringis karena merasa aneh, bingung, malu, dan frustasi, pengen makan orang rasanya.
"ASTAGFIRULLAH, GILA ITU APA!?" teriak Fatimah syok karena gak sengaja melihat sesuatu yang baru pertama kali dia lihat. Setelah selesai buru-buru memakai celana dengan wajah memerah dengan mata berkaca-kaca yang tertutup, tangannya terkepal erat.
Dengan tatapan kosong, Fatimah berjalan ke keluar kamar mandi dengan wajah memerah dan tangan gemetaran, tubuhnya lemas tak bertenaga.
Setelah Fatimah sampai di ranjang ia menangis sesenggukan, "Hiks, gue kenapa bisa di tubuh Farrel sih yang gendernya cowok! Apa ini karma karena gue marah-marah mulu sama dia?" lirihnya dengan mata terbelalak.
Terus Fatimah mengelap pipinya yang basah kasar, "Tapi kan dia nyebelin! Wajar dong gue marah, kesel dan pengen jambak dia sampe botak! Gue baru beberapa jam di tubuh dia, tapi udah tertekan bet, hiks ... gue mau balik ke tubuh gue!" gumamnya dengan menarik ingus kuat, sampe gak sadar bahwa tingkahnya tidak wajar bagi siapa yang melihat. Mana ada cowok nangis sebegitunya.
CKLEK!
Fatimah yang tadi masih meratapi nasibnya yang malang menoleh ke sumber suara, ternyata suster masuk untuk menyuntikkan obat ke dalam infusnya.
"Ini obatnya nanti malam jangan lupa di minum ya, Dek," ucap suster lembut sambil ngasih obat beberapa macam, yang di terima baik oleh Fatimah dengan mata yang masih berkaca-kaca, hidung memerah yang sesekali menarik turunkan ingusnya, membuat suster menatapnya menggaga lebar antara pengen ngakak, prihatin dan heran.
"Ini ... pasien kok kayak perempuan ya, wajar sih kalo laki-laki juga bisa nangis, tapi saya baru pernah melihat laki-laki menangis seperti ini. Benar-benar sangat mirip dengan perempuan. Hais, mungkin hanya perasaan saya aja yang kelewat lelah," batin suster itu bingung dan setelah itu tidak mau ikut campur bukan ranahnya juga.
"Saya pamit ya, Dek ... obatnya jangan lupa di minum, biar cepat sembuh," ucap suster tersenyum, sambil keluar dari kamar pasien meninggalkan Fatimah yang tadi berterimakasih sambil mengangguk.
"Huh, okeh Fatimah! Tarik nafas, dan keluarkan dengan pelan."
Mata Fatimah tiba berbinar semangat, "Hmm, gue harus cepat sembuh biar bisa sekolah, terus ketemu Farrel! Gue harus ngomong tentang ini, dan apa dia ada di badan gue juga? Au ahh kita liat aja nanti, moga gue cepet-cepet keluar dari rumah sakit. Gak betah gue lama-lama di sini, gak ada yang jenguk lagi ngenes bet deh!" batin Fatimah berperang, berusaha tenang, mencoba pikir dengan kepala dingin.
🧸🦋 Bersambung 🦋🧸
Begitulah rasanya yaya sebelum ini 🤭
itu pantas bagi kalian... karena kalian telah melakukan kejahatan yang begitu mengerikan/Angry/
Kok bisa g saling cinta punya anak 2 🤭
Sekarang terjadi di kalian 🤭
Mungkin alasan ini jg jiwa Fatimah & Farel ketukar 🤗