NovelToon NovelToon
Perfect Husband

Perfect Husband

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / CEO
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: MissTheolland_Reihan

Hani tidak menyangka dia akan menikah di saat karirnya sedang bagus-bagusnya dengan Alex — seorang CEO yang tanpa sengaja dia temui di Paris.

Pertemuan mereka awalnya tidak bermakna, tetapi anehnya Alex melamarnya begitu sampai di Indonesia.

Awalnya Hani menolak tetapi karena umurnya sudah menginjak 27 tahun, kedua orangtuanya menyetujui lamaran Alex Dan dimulailah kehidupan pernikahan yang penuh keanehan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MissTheolland_Reihan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PH | 7

Hani merasa jantungnya berdetak kencang dan tubuhnya terasa memanas. Dia mengipas wajahnya dengan tangannya. Dia tidak yakin dengan apa yang terjadi, hanya saja dia tahu itu karena dia kejadian tadi. Saat Alex menahannya saat hampir terjatuh dan wajah mereka sangat dekat hingga dia bisa merasakan napas Alex menyapa kulit wajahnya.

“Sadar, Hani!” Teriaknya pada dirinya sendiri. Dia merasa sudah gila sekarang. “Oke Hani, bertingkah biasa saja. Jangan berlebihan,” ucapnya lalu pergi menemui Alex lagi.

Alex sedang terduduk di salah satu kursi besi di taman itu. Pria itu terlihat menikmati pemandangan di depannya. Begitu melihat Hani mendekat, dia berdiri dari duduknya, “Udah?”

Hani menjawab dengan anggukan kepala, “Ayo ke tempat lain,” ajak Hani sedikit canggung.

Saat berniat pergi, seseorang memanggil membuat Hani dan Alex menoleh ke arah sumber suara.

“Permisi. Kalian orang Indonesia, kan?” tanya seorang pria yang pasti orang Indonesia, karena bahasa Indonesianya sangat fasih, “Aku mendengar kalian berbahasa Indonesia sebelumnya,” tambah pria itu.

“Ya, kenapa?” tanya Alex ramah.

Pria itu melirik perempuan di sebelahnya, “Kami sedang honeymoon di sini. Bolehkan Anda mengambil foto kami berdua? Kami kesulitan meminta bantuan karena terkendala bahasa,” jelas pria itu, “Tolong, Mas,” ucap pria itu lagi.

Alex tersenyum lalu menerima kamera pria itu. Pria itu beserta istrinya langsung membuat pose yang cukup romantis, seperti berpelukan, bergandengan, hingga berciuman. Alex merasa tidak masalah karena mereka berdua mereka adalah suami-istri.

“Kau sepertinya senang mengambil foto mereka. Tapi kau bersungut-sungut saat mengambil fotoku,” cibir Hani mendekati Alex.

“Karena posemu membosankan,” balas Alex seraya melihat hasil fotonya. Dia sangat puas dengan hasilnya.

Pasangan suami-istri itu mendekat lalu berterima kasih. “Sepertinya kalian pasangan juga. Sini aku ambilkan foto kalian berdua,” tawar pria itu.

“Tidak usah,” tolak Hani dengan cepat.

Tapi berbeda dengan Alex, dia menyerahkan kamera milik Hani pada pria itu lalu menarik lengan Hani. “Apa yang kau lakukan?” protes Hani.

“Tenanglah, Sayang. Ini hanya foto,” ucap Alex santai. Dia langsung merangkul Hani dan pria itu langsung mengambil foto mereka.

Merasa canggung, Hani menatap Alex yang lebih tinggi darinya. Dia tersenyum kecil lalu balas memeluk pinggang Alex.

Setelah beberapa foto, pasangan suami-istri itu berpanitan pergi. Begitu juga Alex dan Hani, mereka pergi mencari tempat lain.

Tak terasa matahari sudah hampir terbenam. Mereka memilih beristirahat di l tepi sungai Seine untuk menikmati matahari terbenam.

Alex memejam matanya seraya menghiraup napas dalam-dalam, lalu menghembuskannya perlahan, “Aku suka berada di sini bersamamu,” ucap Alex tiba-tiba. Itu spontan membuat Hani menatap pria itu heran.

“Kau tahu, aku merasa bersyukur bertemu denganmu, Hani,” kata Alex. Untuk pertama kalinya Alex memanggil Hani dengan nama aslinya, bukan dengan kata ‘sayang’. “Aku merasa hidupku lebih menyenangkan bersamamu, Hani.”

“Apa maksudmu, Alex?” tanya Hani ragu.

“Mungkin hari ini adalah pertemuan terakhir kita, Hani. Satu yang mau kutanyakan, apa kau sudah jatuh cinta padaku?” Alex menatap Hani serius.

Hani tertawa kecil, berusaha mencairkan suasana yang tiba-tiba terasa menganehkan, “Apa maksudmu?”

“Seperti kataku kemarin, aku akan membuatmu jatuh cinta padamu hari ini,” Alex kini sepenuhnya menatap Hani, “Jawab aku, Hani. Apa kau sudah jatuh cinta padaku?”

Hani terdiam, tidak bisa berkata apa-apa lagi. Dia menunduk sesaat hingga Alex mengangkat wajahnya dengan lembut, hingga mata mereka kembali bertemu.

“Jawab, Hani. Jawabanmu akan menentukan selanjutkan karena aku harus pergi sekarang.”

Hani menautkan alisnya, “Kemana kau akan pergi?”

Alex menggeleng dengan senyum kecilnya. Melihat itu membuat Hani tiba-tiba merasa sedih.

“Jawab, Hani. Jangan membuatku pergi tanpa mendengar jawabanmu,” tukas Alex.

Rasanya air mata mulai mengelinang di pelupuk matanya. Dia mengangguk kecil, “Iya, Alex. Sepertinya aku sudah jatuh cinta padamu.”

Alex tersenyum lebar lalu mengusap rambut lurus Hani, “Terima kasih sudah jujur. Aku harus pergi, Sayang. Jaga dirimu.”

“Kemana kau, Alex?” tanya Hani dengan suara kecilnya.

Alex menatap Hani, lalu memeluknya, “Hanya pergi. Kuharap ini bukan pertemuan terakhir kita, Hani,” bisiknya lalu melepas pelukannya. Dia menyerahkan kamera Hani yang tadinya menggantung di lehernya.

“Aku pergi. Jaga dirimu, Hani,” ucapnya sebelum akhirnya pergi.

Kini Hani hanya bisa menatap punggung pria itu menjauh. Semakin menjauh hingga akhirnya air mata tidak bisa dibendung lagi. Entah kenapa rasanya sangat sedih menyaksikan kepergian pria itu. Seolah mereka sudah mengenal cukup lama.

Hani menepuk dadanya yang terasa sakit. Dia mengabaikan air mata yang mengalir deras di wajahnya. “Kenapa aku harus jatuh cinta secepat ini padamu, Alex? Kenapa?”

Hani harus mengakui baru kali ini dia jatuh cinta begitu cepat pada seorang pria. Dia harus mengakui juga jika Alex itu sungguh berbeda. Sungguh.

***

1
Agna
yessss
Eviidolarr Eddo
lanjutttt , greget banget sama Chelsea
Maizuki Bintang
bgs
Ayaka Yang
up dong thor
Bunga
udah ditunggu2 ...
lanjut...
Bunga
knp ulat bulu muncul lagi...
selamatkan alex... jangan biarkan bersama ulat bulu... kasian hani
Yani Cuhayanih
kirim chelsea ke RSJ terdekat
Yani Cuhayanih
Aku hadiir .lannjuuutkan
chantri
gk pernah lanjut lgi ya thor...kemana...
yuli ana
up
yuli ana
next
yuli ana
lanjut dong
yuli ana
up
yuli ana
lanjut lg
yuli ana
seru
yuli ana
lanjut
chantri
sudah lama sekali tidak up thor..apa sampai sini saja ceritanya...
chantri
Kok gak up lagi thor...udah berapa bulan lho...kenapa lama thor,semangat ya thor...💪💪💪💪
Ronik Fadillah
9
Fia Rasit
Alex bodoh,di gertak gitu ajj down.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!