Xiang seorang gadis tunarungu, yang memiliki nasib sepanjang hidupnya, ibunya meninggal dari dia bayi. Lalu ayahnya menikah lagi dengan janda beranak dua.
Sejak kecil dia disiksa ibu tirinya dan kakak tirinya, Xiang dilarang sekolah oleh ibu tirinya. Dia selalu iri saat melihat anak sekolah bercanda dengan teman mereka.
Suatu hari Xiang pulang dari pasar, dia melihat seekor kucing berdiri ditengah jalan, Xiang yang bermaksud meminggirkan kucing itu agar tidak tertabrak mobil. Tapi saat mau mengambil kucing itu, truk besar berjalan kearahnya. Mobil itu sudah meng klakson beberapa kali dan orang yang ada dipinggir jalan berteriak menyuruhnya untuk minggir tapi dia tidak dengar.
Akhirnya kecelakaan itu terjadi Xiang meninggal ditempat dengan memeluk kucing yang telah dia selamatkan, tiba-tiba dia membuka matanya. Kaki dan tangannya terikat dan dia ada di sebuah gubuk yang isinya jerami. Xiang pun binggung sebenarnya dia ada dimana.
Apa yang terjadi pada Xiang?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anastasia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Xiang mengutarakan mimpinya kepada raja Yu.
Keesokan harinya dirumah kakek Li, Xiang merasa hari ini harus memberi pelajaran pada raja Yu.
Seperti biasa raja Yu datang lagi kerumah kakek Li, tapi sekarang Xiang tidak lagi menghindarinya malah ingin melawannya.
Di dapur Xiang yang sedang memasak untuk kakek Li, dia mendengar dari kejauhan kalau ada suara kereta berhenti didepan rumah mereka.
“Raja genit sudah datang! “ Seru Xiang dengan marah.
Seperti biasanya kakek Li menyambut raja Yu dengan ramah.
“Sepertinya hari ini yang mulia datang lebih awal? “Ucap kakek Li dengan tersenyum.
“Benar guru, semua urusan kota sudah teratasi dan sebentar lagi penganti pemimpin kota yang baru akan datang”Jawab raja Yu.
“Sebaiknya kita makan dulu, cucu saya hari ini sedang masak sesuatu yang istimewa “Ucap kakek Li.
Tiba-tiba Xiang datang membawakan makanan untuk kakek Li di meja makan.
“Kakek makanannya sudah siap! “Teriak Xiang dengan keras.
“Iya.. “Jawab kakek Li.
“Maafkan bocah nakal ini yang mulia, biasanya gadis ini lembut”Ucap kakek Li. “Apa gadis nakal ini masih kesal karena masalah kemarin? “Pikir kakek Li.
“Tidak apa-apa guru”Ucap raja Yu.
Mereka berdua pun berjalan keluar, disana Xiang sedang menunggu mereka.
Saat makan Xiang melihat raja Yu dengan tatapan marah, raja Yu menjadi salah tingkah dengan tatapan Xiang.
“Sepertinya aku sudah membuatnya kesal”Pikir raja Yu.
“Yang mulia boleh saya bertanya? “Ucap Xiang.
“Silahkan nona! “Seru raja Yu.
“Apa maksud kedatangan yang mulia sebenarnya kemari? “Tanya Xiang dengan tegas.
“Tentu saja untuk bertemu guru Li “Jawab raja Yu.
“Jadi anda benar-benar tidak memiliki maksud lain? “Tanya Xiang.
“Tidak.. “Ucap raja Yu, sambil minum. Raja Yu menjawabnya dengan menghindari tatapan Xiang.
Xiang yang pandai menilai orang ini bohong atau tidak, dia bisa menebaknya.
“Dia bohong, saat berbohong ayahku selalu menghindari pandangan nya pada ku”Pikir Xiang.
“Kakek aku ingin bicara berdua dengan yang mulia”Ucap Xiang.
“Tapi nak! “Ucap kakek Li.
“Tidak apa-apa, guru aku lebih suka gadis yang terus terang seperti nona Xiang”Ucap raja Yu sambil memandang Xiang.
“Dia bilang suka gadis seperti Xiang, hatiku jadi tenang ada pria yang bisa melindungi gadis nakal itu “Pikir kakek Li dengan tersenyum.
“Baik, ayo Ye lu kita maksud kedalam! “Seru kakek Li.
Saat akan pergi kakek Li lupa dengan kedua pelayan yang ada disisi raja Yu.
“Kalian berdua sebaiknya ikut aku bantu kami pindahkan barang ke ruang belajar ku”Ucap kakek Li.
“Tapi kami disini untuk melindungi yang mulia”Ucap Shi.
“Sudahlah, sebaiknya kalian berdua membantu guru Li. Kami juga mau bicara berdua saja”Ucap raja Yu.
“Baik yang mulia! “Seru mereka berdua.
Akhirnya mereka berempat pun pergi dari sana meninggalkan Xiang dengan raja Yu.
“Sebaiknya kita bicara dikebun belakang saja yang mulia”Ucap Xiang.
“Baiklah “Ucap raja Yu.
Mereka berdua pun berjalan pelan-pelan, raja Yu mulai mencari informasi tentang Xiang.
“Sejak kapan kamu tinggal dengan guru Li?, Setahuku guru Li tidak punya keluarga. Dia selalu ditemani dengan Ye lu pelayan setia nya”Ucap raja Yu.
“Kakek yang menolong ku saat aku dikejar oleh para pembunuh “Jawab Xiang. “Aku berterima kasih sama kebaikan kakek, walaupun dia tidak tahu asal usul ku dia mau menolong ku dan menganggap aku seperti keluarganya sendiri”Ucap Xiang.
“Apa kamu tidak mau tahu siapa keluarga mu?, aku juga bisa bantu mencarikan nya untuk mu”Ucap raja Yu.
“Terima kasih atas kebaikan yang mulia, tapi aku sudah bahagia hidup bersama kakek disini “Ucap Xiang. “Bagaimana kamu cari keluarga ku?, bagi mereka aku sudah tidak ada di dunia ini “Pikir Xiang.
“Sepertinya dia benar-benar tidak ingat siapa dirinya “Pikir raja Yu.
Tiba-tiba Xiang menghentikan langkah kaki nya.
“Yang mulia, maaf jika apa yang aku tanya kan ini lancang”Ucap Xiang.
“Tanya kan saja! “Seru raja Yu.
Mereka berdua saling berhadapan, dengan mengumpulkan keberanian nya dia pun mengutarakan isi hati nya.
“Yang mulia, aku minta anda jangan tertarik padaku. Aku benar-benar tidak mau jadi selir maupun menikah dengan siapapun “Ucap Xiang dengan tegas.
Raja Yu merasa terkejut dengan ucapan Xiang.
“Apa maksud mu? “Tanya raja Yu.
“Bukankah yang mulia sering datang kemari punya tujuan lain selain menemui kakek”Ucap Xiang.
“Haha, jadi ini yang kamu ingin sampaikan”Ucap raja Yu dengan tertawa.
“Sedikit pun aku tidak tertarik padamu, dan aku kesini murni hanya berkunjung untuk mengobrol dengan guru Li karena sebentar lagi aku akan kembali ke ibukota”Ucap raja Yu.
“Jadi kakek yang punya pikiran seperti itu!, tunggu dia bilang tidak tertarik pada ku. Kenapa aku merasa seperti terhina?, atau jangan-jangan dia suka dengan sejenisnya “Pikir Xiang. Xiang pun terdiam dalam pikiran nya.
“Nona Xiang..! “Panggil raja Yu berulang kali.
“Maaf yang mulia, saya sedikit melamun “Ucap Xiang dengan tersenyum.
“Apa yang kamu lamun kan? “Tanya raja Yu.
Mereka berdua akhirnya melanjutkan perjalanan mereka sambil mengobrol.
“Kakek salah paham dengan yang mulia, dia kira yang mulia tertarik pada ku dan mau memperistri aku. Tahu gak yang mulia kemarin saya sempat marah sama kakek yang ingin sekali menikahkan aku “Ucap Xiang.
“Guru Li pasti sayang sama kamu, sampai mempunyai pikiran seperti itu “Ucap raja Yu.
“Saya tahu maksud baik kakek tapi saya tidak mau menikah, menikah pasti tapi tidak sekarang karena saya punya mimpi sendiri untuk masa depan saya “Ucap Xiang dengan tegas.
“Apa mimpi mu? “Tanya raja Yu.
“Jadi pejabat seperti kakek dan menjadi satu-satunya pejabat wanita pertama dinegeri ini”Ucap Xiang.
“Haha, kamu pasti bercanda negeri ini melarang perempuan untuk ikut urusan negara, wanita di istana kebanyakan dari mereka menjadi datang, selir untuk jadi pejabat itu benar-benar mustahil”Ucap raja Yu dengan tertawa.
“Peraturan yang membuat kaisar bukan maka kaisar juga yang bisa merubahnya, saya hanya butuh kesempatan untuk membuktikannya “Ucap Xiang. “Jadi, karena yang mulia orang yang paling dekat dengan kaisar maka aku mohon untuk memberikan kesempatan karena aku juga bisa bersaing dengan para pelajar pria dinegeri ini “Ucap Xiang.
“Maksud mu, kamu mau aku jadi perantara untuk menyampaikan agar kaisar memperbolehkan wanita ikut dalam ujian negara seperti itu “Ucap raja Yu.
Xiang menjawabnya hanya menganggukkan kepalanya saja.
“Beraninya kamu!, kamu anggap aku ini pesurumu apa?. Jangan mimpi! “Ucap raja Yu, dengan menyentil dahi Xiang dengan lembut.
“Yang mulia dengarkan dulu penjelasan ku, didunia ini banyak wanita hebat tapi mereka tidak diberikan kesempatan untuk membuktikan bahwa mereka berguna untuk negara. Dan biarkan aku berikan kesempatan itu untuk membuktikan diriku bahwa aku mampu melawan mereka “Ucap Xiang.
“Gadis nakal!, hentikan omong kosong mu. Sebaiknya kamu hidup disini dengan tenang jangan punya pikiran untuk jadi pejabat”Ucap raja Yu.
“Yang mulia, orang bilang kamu orang yang adil, bijaksana mana buktinya anda saja tidak mau menanggapi ucapan serius dari saya “Ucap Xiang dengan marah.
Raja Yu yang berjalan didepan Xiang, langsung berhenti. Xiang pun berjalan mendekat kearah raja Yu.
“Kata orang anda pemimpin yang baik, cinta dengan rakyatnya maka sekarang buktikan padaku. Apa yang mulia tidak mau mewujudkan mimpi dari rakyatnya untuk memberikan kesempatan untuk ku”Ucap Xiang dengan tegas.
Raja Yu hanya terdiam seribu bahasa. Dan Xiang pun pergi meninggalkan nya sendiri.
Dikejauhan raja Yu melihat Xiang dari belakang. Dan memikirkan semua yang diucapkan Xiang.
“Gadis nakal ini ambisimu atau kamu punya maksud lain “Pikir raja Yu.
Tak beberapa lama setelah raja Yu berbicara dengan Xiang, Xiang dengan kesalnya masuk ke kamarnya dan raja Yu memutuskan pergi dari rumah kakek Li. Tapi sebelum pergi raja Yu menyampaikan sesuatu pada kakek Li.
“Guru bisakah aku meminta Xiang membantuku menjadi asisten ku dalam menangani urusan negara mulai besok “Ucap raja Yu.
“Sepertinya raja Yu tahu keinginan dari gadis nakal itu”Ucap kakek Li.
“Dia sudah menyampaikan dan sekarang aku akan berikan dia kesempatan itu”Ucap raja Yu.
“Baik yang mulia dan saya ucapkan terimakasih”Ucap kakek Li.
Akhirnya raja Yu dan kedua pelayan pergi dari rumah kakek Li. Disepanjang perjalanan Shi menjadi kesal sendiri, setelah raja Yu menceritakan apa yang mereka bicarakan.
"Seharusnya anda beri hukuman bukan malah menjadikan dia sebagai tangan kanan anda, apa anda tidak senang dengan kami? " Ucap Shi.
"Shi jangan seperti itu tidak sopan pada yang mulia" Ucap Fu.
"Maaf yang mulia! " Seru Shi.
"Tidak apa-apa, kalian bukan saja tangan kanan ku tapi sudah aku anggap sebagai saudara ku sendiri. Aku menjadi Xiang sebagai asisten ku karena agar kita lebih mudah mengawasi gerakannya, dan satu hal lagi agar Shi tidak salah paham aku tidak menghukumnya memang apa yang diucapkan Xiang benar tidak ada yang salah jadi mana mungkin aku menghukum orang yang benar" Ucap raja Yu.
"Maaf yang mulia, telah meragukan keputusan anda" Ucap Shi.
Raja Yu sendiri tidak tahu apa yang membuatnya seperti ini.
"Aku juga tidak tahu, apa yang terjadi pada ku?, sepertinya aku sendiri meragukan keputusan ku" Suara hati raja Yu.
Sepanjang perjalanan ke kediamannya raja Yu hanya terdiam, dia tidak bisa berkata-kata pada Xiang saat Xiang mengutarakan mimpinya.
menurut q cerita nya bagus dan gk begitu pasaran..
cuma Thor, typo dan penggunaan tanda baca nya bnyk yg kurang tepat..
kadang ada kata2 yg terbalik2, jadi kalo gk dipahami bisa bingung bacanya..
kalo bisa direvisinya deh Thor, biar banyak pembaca nya..
sayang Thor, soalnya cerita nya bagus..
typo nya bertebaran Thor..