Persahabatan antara Icha dan Azkara harus kandas ditengah jalan? dengan satu kesalahan yang Icha buat hingga membuat hubungan mereka renggang.
Icha memendam rasa sayang dan cinta kepada sang sahabat tapi dia tidak berani mengatakannya itu? dia sadar siapa dirinya dan siapa azkara.
akankan Icha berhasil mengungkapkannya kepada sang sahabat?
akankah Icha akan mundur dan merelakan sang sahabat bahagia! dengan seorang wanita yang menjadi kekasihnya saat ini.
saksikan terus kisah cinta Icha kepada Azkara dan jangan lupa like,coment and subscribe ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marwah ( AliMar ), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7
saking asyiknya melamun dan bermain game,tidak terasa bell masuk pun berbunyi membuyarkan lamunan Icha dan menghentikan acara bermain game onlinenya Azkara.
semua murid berhamburan menuju meja mereka masing-masing,begitu bell masuk berbunyi.dibarengi dengan sang guru sekaligus wali kelas memasuki kelas 3 MIPA 1.
Icha dan Azkara fokus kearah sang guru yang tengah menerangi lanjutan mata pelajaran yang kemarin sempat dibahas,Icha dan Azkara langsung mencatat pelajaran yang ditulis oleh sang guru whiteboard itu.
begitu fokus semua murid mendengarkan dan mencatat apa yang tengah sang guru terangkan dan tulis,tidak ada satu orang pun yang berani berbicara disaat sang guru yang merangkap menjadi wali kelasnya itu mengajar dikelas mereka.
siapa yang tidak kenal sang guru tampan yang masih muda diusianya itu terkenal dengan kekillerannya,membuat semua murid pun tidak berani mengeluarkan suaranya dijam beliau mengajar.tapi tidak dengan Icha dan Azkara yang tidak peduli seberapa killer atau galaknya sang guru,mereka berdua pasti akan mengobrol.
" Cha...loe bosan gak dengan kelas,yang super duper sepi bak kuburan ini." tanya Azkara kepada Icha.
Icha yang merasa Azkara tengah berbicara dengan dirinya menautkan kedua alisnya.
" maksud loe...sepi Kaya kuburan gimana,orang dikelas ini ramai banyak orang." jawab Icha membalas ucapan Azkara sambil menengok Kekanan dan kekiri.
" bukan kelasnya dodol...yang gue maksud suaranya sepi kaya kuburan,coba loe lihat saja sendiri.ada tidak yang mengeluarkan suaranya selain kita berdua yang berbicara." ucap azkara gemes dengan tingkah sahabatnya yang lemot itu.
" oh...ngomong dong dari tadi." jawab Icha dengan watadosnya itu.
ingin sekali Azkara mencekik sahabatnya itu saat ini juga,yang tidak tahu akan sikon kelasnya yang sunyi anyep kaya kuburan.
" serah loe sajalah....gue pusing nanggapi orang kaya loe." ucap azkara pasrah dan frustasi dengan tingkah dari sahabatnya itu.
" loe kenapa...sakit." jawab Icha polos.
" iya...gue sakit dengan tingkah loe yang Lola." ucap azkara sinis.
" lah...emangnya salah gue apa coba,sampai loe nyalahin gue segala." jawab Icha sengit,tak terima disalahkan begitu saja.
" au ah...gelap." ucap azkara tak peduli.
" yeh....****** loe jadi teman." jawab Icha merenggut tak suka dengan jawaban dari sahabatnya itu.
saat tengah serius mencatat apa yang sang guru tulis didepan sana,mereka dikejutkan dengan sebuah ketukan pintu yang berasal dari luar sana.
tokk....
tokk.....
tokk...
pak Rangga yang tengah menulis pelajaran di papan tulis,sejenak menghentikan dari acara menulisnya dan menuju keluar kelas.
clek....
" iya....ada keperluan apa ya,hingga anda mendatangi kelas saya ini." ucap pak Rangga kepada guru yang mengantarkan murid baru dikelasnya itu.
" saya kemari hanya ingin,mengantarkan murid baru dikelas anda." ucap guru pria itu yang mengantarkan siswi baru.
" oh...terima kasih banyak,sudah mau repot-repot mengantarkan murid baru kekelas saya ini." ucap pak rangga.
" sama-sama pak...kalau begitu saya permisi undur diri,mari pak." ucap guru pria itu,meninggalkan pak Rangga dengan siswi baru itu.
"ya sudah.. kamu masuklah kedalam." titah pak Rangga kepada siswi baru itu.
pak Rangga masuk terlebih dahulu diikuti oleh seorang siswi cantik dibelakangnya itu yang tengah mengekori dirinya saat ini.
" baiklah... anak-anak,mohon perhatiannya sebentar.hari ini kelas kita kedatangan murid baru,silahkan perkenalkan dirimu." ucap pak Rangga kepada siswi baru.
Mitha sang siswi baru menggangukan kepalanya.
" perkenalkan....nama gue Mitha Keysa Nugroho,gue pindahan dari Yogya dan gue pindah kesini ikut bokap yang dipindahkan tugas kerjanya.terimakasih." ucap Mitha singkat,padat dan jelas.
semua murid melongo dengan perkenalan dari murid baru itu.
"baiklah mitha....perkenalkan nama bapak adalah Rangga guru kimia sekaligus wali kelasnya dikelas MIPA ini." jawab pak Rangga tak kalah dinginnya.
" kalau gitu...apakah saya boleh duduk sekarang." ucap Mitha dingin.
" kamu boleh duduk....dibelakang meja milik Azkara." jawab pak Rangga sambil menunjuk meja kosong dijajaran ketiga itu.
Mitha mengganguk dan sambil berlalu menuju kemejanya itu.
tidak sadarkan dia bahwa dari tadi ada sepasang mata yang tengah memperhatikan dirinya tanpa berkedip sedikitpun,siapa lagi kalau bukan azkara.orang yang tadi memperhatikan Mitha berkenalan didepan kelas sana.
" Cha...loe pindah kebelakang sekarang." ujar Azkara menyuruh Icha untuk berpindah tempat.
" maksud loe..apa nyuruh gue pindah tempat kebelakang." jawab Icha bingung dengan tingkah sahabatnya itu,yang menyuruh dirinya pindah.
" biar tuh cewek...duduk disini dekat dengan gue,dan loe Pindah kebelakang biasakan."ucap azkara yang masih kekeh pengen sahabatnya itu berpindah tempat.
" big no....ngapai gue harus pindah tempat segala,toh dia juga masih bisa duduk dimeja kosong belakang meja kita." jawab Icha kekeh dengan pendiriannya itu.
" ck...loe gak asik,Cha jadi teman." ucap azkara sinis.
" bodo amat...emang gue pikirin." jawab Icha acuh.
" gak friend...loe jadi teman,gak suka apa lihat gue senang sedikit." ucap azkara dengan nada sedikit marahnya itu.
" maksud loe...gue gak friend gimana." jawab Icha yang juga ikutan marah dengan ucapan sang sahabat.
" tahulah...terserah loe,gue pusing malas debat." ucap azkara yang juga malas berdebat dengan sahabatnya itu.
" aneh...loe jadi orang." jawab Icha dengan kesalnya.
azkara hanya bisa mendumel dalam hati,kenapa sahabatnya itu tidak bisa mengerti dirinya sedikitpun saat ini.tak tahukah sahabatnya itu,kalau dia saat ini tengah falling in love sama anak baru yang begitu sangat cantik itu.
berbeda dengan Icha yang kembali melanjutkan mencatat semua yang ada dipapan tulis dengan serius,dia tidak memperhatikan wajah sang sahabat yang begitu muram saat ini.bagi dia belajar no.1 dan urusan mood sahabat no 2.
aku sengaja gak buat,selalu berfokus ke Icha dan azkara,tapi kesemuanya.
para kelima Anak demit,raja dan ratu Kunti demit dan kisah cinta antara Icha dan pak rangga,agar sedikit berbeda aja