NovelToon NovelToon
Dewa Di Dunia Lain

Dewa Di Dunia Lain

Status: sedang berlangsung
Genre:Pendekar / Petualangan Fantasi-Fantasi Timur / Identitas Tersembunyi / Barat
Popularitas:36.2k
Nilai: 5
Nama Author: Arisky wa

Di dunia ini hanya yang kuatlah yang berkuasa dan yang lemah hanya menjadi pion, oleh sebab itu aku harus menjadi yang terkuat agar bisa membuat seluruh dunia berada di bawah kendali ku

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arisky wa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 7.Situasi Kota

Sesampainya di rumah,mereka di sambut hangat oleh Feng Jia Li , Feng Jia Li segera menyuruh Feng Ying dan Long Fei untuk mandi karena hari sudah gelap.

Feng Ying yang merasa sedikit lelah, jadi langsung tertidur setelah ia mandi, bukan fisik Feng Ying yang lelah namun pikirannya karena ia banyak berpikir tentang langkah selanjutnya yang sedikit rumit.

Beberapa hari yang lalu Long Fei mendapat pesan dari keluarga Naga untuk membawa Feng Ying dan Long Ai berlatih di tempat pelatihan khusus keluarga Naga.

Feng Ying tidak terlalu berminat menerima undangan dari keluarga Naga karena jika ia menerima maka ia akan sepenuhnya berada dibawah aturan keluarga Naga.

Long Fei tidak memaksa Feng Ying untuk menerima undangan tersebut, namun berada untuk Long Ai yang wajib berlatih di bawah bimbingan keluarga Naga.

"Ai'er pasti tidak terlalu senang dengan keputusan ayah, tapi ia tidak bisa membantahnya"

Batin Feng Ying sambil memejamkan matanya.

Setelah dua jam tertidur Feng Ying bangun karena perutnya sangat lapar, ia segera keluar dari kamarnya dan bergegas turun ke dapur,sebelum ia mencapai tangga ia melewati kamar Long Ai, ia melihat kamar adiknya itu terbuka dan long Ai tidak ada di kamarnya.

Feng Ying pun akhirnya kembali berjalan ke dapur dan melihat Feng Jia Li yang sedang menonton TV di lantai satu, Feng Jia Li pun menyapa Feng Ying sambil melihat drama di tv.

"Ibu aku tidak melihat adikku, kemana dia?"

Tanya Feng Ying sambil membuka penutup tempat makan, Feng Jia Li pun menjawab bahwa Long Ai sedang berlatih di halaman belakang.

"Sepertinya aku harus membantu adiku berlatih"

Ucap Feng Ying sambil mengunyah makanan di mulutnya.

"Tadi juga ibu ingin membangunkan mu untuk mengajari adikmu, tapi tidurmu terlihat sangat nyenyak jadi... "

Feng Jia Li tidak menyelesaikan kata-katanya karena drama yang ia tonton sedang berada di adegan seru.

Melihat ibunya kembali fokus menonton tv Feng Ying melanjutkan makannya dan ingin segera membantu adiknya berlatih.

Selang beberapa saat Feng Ying sampai di halaman belakang rumah yang merupakan sebuah arena pertarungan pribadi milik keluarga kecil Long Fei.

Ia melihat Long Ai sedang berlatih jurus-jurus pedang dari keluarga Naga yang Long Fei berikan, terlihat Long Ai sedikit kesusahan dalam berlatih.

"Adik keseimbangan mu terlihat kurang bagus, coba jika posisi kaki mu seperti ini"

Ucap Feng Ying sambil mencontohkan kuda kuda yang benar dari luar Arena.

Long Ai tidak menjawab melainkan langsung mencoba mengikuti arahan Feng Ying, hanya dalam beberapa nasehat saja Long Ai sudah mulai bisa belajar lebih baik.

Feng Ying juga terus membantu adiknya yang manis itu jika melakukan kesalahan atau ada yang Long Ai kurang pahami.

Setelah dua jam berlatih, mulut Long Ai menguap karena mengantuk, melihat itu Feng Ying tertawa kecil dan menyudahi latihan adiknya itu.

"Ai'er istirahat lah, sudah sangat malam untuk berlatih"

Ucap Feng Ying sambil mengelus kepala Long Ai.

"Terimakasih kaka, aku akan pergi ke kamar ku"

Jawab Long Ai sambil memeluk Feng Ying.

Feng Ying pun tersenyum melihat tingkah adiknya itu, meskipun jiwanya berumur ribuan tahun dan pernah menjadi Dewa Iblis Feng Ying tetap memiliki cinta kepada keluarganya.

Melihat adiknya sudah masuk ke dalam rumah, Feng Ying kemudian menatap langit dan mulai mengingat masa lalu di kehidupan pertamanya.

"Dulu aku dan Riu juga bertingkah laku seperti anak anak saat pertama kali masuk ke dalam Sekte Dewa"

Batin Feng Ying sambil tersenyum.

Ia juga mulai merindukan rekan rekanya saat di Alam Iblis, para Iblis di kehidupan pertamanya menganggap Feng Ying seperti keluarga mereka padahal Feng Ying merupakan seorang Dewa yang kuat.

Setelah selesai mengenang masa lalunya itu Feng Ying juga bergegas masuk ke dalam rumahnya karena hari sudah sangat malam dan ia harus meningkatkan Qi nya karena menurutnya masih sangat lemah.

Keesokan harinya Feng Ying bangun lebih awal dan mulai berkeliling kota karena ini pertama kalinya Kota Bintang di tinggal oleh Walikotanya, ia berharap menemukan sesuatu yang menarik.

Terlihat situasi Kota yang normal, namun di beberapa bagian seperti tempat sempit atau bekas gedung yang terbengkalai ada beberapa pertarungan antar pendekar, Feng Ying kemudian mengamati para pendekar itu.

Seperti yang kuduga dari sifat manusia, mereka juga ada yang baik dan jahat namun mereka sama sama manusia berbeda dengan kami di Alam Atas.

Feng Ying tiba tiba kesal dengan ucapannya sendiri karena ia sekarang juga seorang manusia bukan Dewa lagi.

Feng Ying memang sering mendengar cerita dari Long Fei bahwa ada juga Sekte jahat di Dunia ini, mereka sulit untuk di habisi karena jumlah mereka sangat banyak dan tak sedikit pendekar tingkat langit yang berada di sekte sesat itu.

Long Fei pernah menceritakan pengalamannya saat berhadapan dengan pendekar Bumi sekte sesat, tingkah laku mereka benar-benar berbeda jauh dengan pendekar yang normal, mulai dari keinginan mereka yang sering tidak masuk akal, dan selalu menghalalkan segara cara untuk mencapai tujuan mereka.

Yang paling di benci dari mereka adalah karena sering membunuh tanpa pandang bulu dan belas kasih, biasanya korban pembunuhan sekte sesat ditemukan dalam keadaan sulit di kenali dan mengenaskan.

Feng Ying sendiri pernah merasa begitu terkejut ketika mendengar pembantaian di sebuah gedung, jasad korban yang di temukan dalam keadaan yang tragis, tubuh beberapa korban di potong-potong dan di sambungkan menjadi satu, menurutnya sekte sesat adalah Alam iblis versi Dunia manusia.

Feng Ying kemudian melihat beberapa pendekar sekte sesat yang sedang mempermainkan seorang wanita di sebuah tanah bekas gedung yang terbengkalai setelah ia kembali berkeliling kota.

Bisa di lihat wanita itu juga seorang pendekar namun terdapat beberapa luka di tubuhnya, setelah di amati lebih jauh wanita itu ternyata membawa seorang bayi kecil yang terus menangis.

Dari usianya ia terlihat berusia dua puluh tahunan, melihat sang bayi terus menangis Feng Ying merasa terdorong untuk membantu wanita itu.

Feng Ying kemudian menyelinap di tumpukan besi tak jauh dari tempat pendekar sekte sesat dan wanita itu.

"Harusnya kau tidak melawan kami sejak awal dan menurut saja, kami akan membuat mu merasakan indahnya malam hari ini"

Ucap seorang pendekar sekte sesat sambil menjilat bibirnya.

"Tidak sudi lebih baik aku mati daripada jatuh ke tangan kalian"

Jawab wanita itu sambil mencoba berdiri namun tubuhnya terus gemetaran.

"Lalu bagaimana dengan bayimu nona, apakah kau akan menyerahkan kepada kami agar bisa kami jual, atau kau ingin membunuhnya dengan tanganmu sendiri agar mati bersama mu"

Ucap seorang pendekar yang paling jauh dari wanita itu sambil tertawa keras, dan rekanya mengikutinya.

Wanita itu mulai bimbang dan meneteskan air matanya, tekatnya untuk berjuang sampai akhir pudar ketika melihat bayi di gendongannya itu.

"Maafkan aku anakku.. ibumu ini tidak bisa melindungi mu dengan benar"

Ucap wanita itu sambil menangis, melihat hal itu pendekar sekte sesat mulai tertawa lebih kencang.

"Hmmm kalian memang benar-benar sampah"

Ucap Feng Ying yang membuat tujuh pendekar sesat itu terkejut karena tidak menyadari hawa kehadirannya.

"Anak kecil kembalilah ke tempat asal mu atau kau akan mati di sini"

Ucap salah satu pendekar sesat mencoba mengusir Feng Ying.

Pandangan wanita itu dan Feng Ying pun bertemu, kemudian wanita itu berteriak kepada Feng Ying untuk meninggalkannya saja.

"Naluri keibuan mu pasti yang membuat mu menyuruh ku pergi bukan, kau sungguh orang baik"

Ucap Feng Ying sambil mengacungkan jempol kepada wanita itu.

"Dasar bocah sia...."

Belum sempat menyelesaikan kata katanya pendekar sesat itu merasakan nafsu membunuh yang kuat dari Feng Ying.

Feng Ying tersenyum lebar menatap beberapa pendekar itu yang berada master tingkat dua dan tiga.

Tanpa bisa mengikuti Gerakan Feng Ying, mereka semua berhasil Feng Ying bunuh dalam satu serangan, dan kepala mereka semua mulai menggelinding dari lehernya.

Melihat kejadian itu, wanita yang Feng Ying tolong sangat terkejut dan karena sudah sangat lemah ia pun akhirnya jatuh pingsan dan sang bayi masih menangis.

Feng Ying kemudian mendekati tubuh wanita yang tergeletak itu kemudian menggendong bayi kecil itu, nafsu membunuh Feng Ying seketika menghilang dan mulai mencoba menenangkan bayi kecil yang masih menangis itu.

Tak lama kemudian bayi kecil itu mulai tenang karena Feng Ying menyalurkan Qi nya untuk membuat bayi itu nyaman dan merasa aman di pelukanya.

"Tak terhitung jumlahnya nyawa yang kubunuh di kehidupan perama ku, namun tidak ada satu anak kecil apa lagi bayi seperti ini yang aku bunuh"

Feng Ying kembali meletakkan bayi kecil itu di sebelah wanita yang pingsan itu, Feng Ying juga melepaskan bajunya untuk menutupi bayi itu agar tidak kedinginan.

Melihat bayi kecil itu sudah benar-benar tenang dan tertidur pulas, Feng Ying tersenyum dan meninggalkan tempat itu, ia juga sudah menghubungi pasukan keamanan yang bertugas untuk datang dengan ponsel milik salah satu pendekar sekte sesat.

Feng Ying mengamati tempat ia menolong wanita tadi, petugas keamanan dengan cepat datang ketempat kejadian tak lama setelah Feng Ying pergi.

Melihat semuanya sudah berada dalam kendali, Feng Ying pergi mencari tempat yang tenang karena pikirannya mulai campur aduk.

Entah beberapa lama Feng Ying menenangkan diri, sampai ia pulang ke rumah saat hari sudah gelap, melihat Feng Ying terlihat lesu Feng Jia Li langsung khawatir, namun Feng Ying mengatakan bahwa ia hanya sedikit kelelahan.

Sebenarnya Feng Ying bertekad di dalam hatinya bahwa ia harus menjadi lebih kuat dan mencapai puncak dunia, Feng Ying juga percaya bahwa ada tingkat yang lebih kuat dari tingkat Langit dan Feng Ying akan mencoba menembus batas itu.

Sesaat setelah Feng Ying masuk ke dalam rumahnya Dua bola api berwarna Hitam dan Putih turun dari langit yang tidak lain Bola Misterius yang membuat Feng Ying reinkarnasi, sebenarnya dari awal Feng Ying sudah di amati oleh kedua bola itu namun ia tidak menyadarinya.

"Putih.. jadi sejak awal ini rencana mu agar manusia bisa lebih kuat dan bisa mengikuti masa depan?"

Tanya Bola Api Hitam.

"Tentu... namun sebelumnya tidak ada manusia yang cocok untuk melakukan hal itu jadi aku sudah mengatur semua hal ini"

Jawab Bola Api Putih

"Selain membuat manusia memiliki sosok yang kuat kau pasti memiliki tujuan lain juga bukan? "

Tanta Bola Api Hitam.

"Perang Tiga Ribu Dunia... aku akan memasukan manusia mengikuti acara besar kita"

Jawab Bola Api Putih

"Wowww kau sungguh gila bukan"

Ucap Bola Api Hitam sambil tertawa.

1
Ardian Tunasmobil
lama gak update thorr
Ardian Tunasmobil
mantabzz
Buang Sengketa
aku gak lanjut ya kk author....gak enak kali bacanya mc n gengnya lebih jahat dr penjahat..hehehe....
Buang Sengketa
baru ini baca tokoh utamanya dan kelompoknya jadi penggerak penjahat membantai manusia biasa..
Ardian Tunasmobil
lanjutt thor... josss
Si paling OP: baik senior
total 1 replies
Si paling OP
untung di ingetin:v
P Febrian
jir anal😅😂
Envoy
keren
Ardian Tunasmobil
josss
Arga Wijaya
up
Handi Adi
ngopi Thor biar dpt ide bagus
Handi Adi
up thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!