Arabella Pramudita harus terjebak dengan seorang Duda Ganteng yang selama ini mengikuti dan mencintai nya.
"Menikahlah dengan ku sayank, aku akan memberikan apapun yang kamu mau."
"Cihh....aku tidak sudi menikah dengan laki laki seperti kamu."
"Bagaimana kalau kamu hamil??"
Moreno Suryapradika sengaja menjebak seorang gadis kecil yang sudah mencuri hatinya, hanya dengan cara inilah Reno bisa menikahi gadis yang belakangan ini mengobrak abrik jiwa raganya.
Bagaimana Reno sang Duteng menaklukan hati Abel, gadis remaja yang masih sekolah itu??
Ikuti kisah selanjutnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aulina alfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Emosi
Bugh
Pyarr
Reno yang marah langsung meninju kaca meja kerjanya, sontak semua yang ada di atas meja langsung berceceran bersamaan dengan hancurnya kaca kaca yang sebagian menusuk di tangan Reno.
Pria itu cemburu, pria itu emosi, manakala melihat gadis yang di cintai nya di dekati oleh pria lain, apalagi sudah jelas jika yang bersama dengan gadisnya adalah sang mantan pacar.
"Bos ..."
Andre ingin berdiri untuk membersihkan luka yang ada di tangan Reno, tapi pria tu langsung menepis nya dan menyuruh supaya diam saja.
'Segitunya kamu Bos dengan gadis itu.'
"Tidak bisa dipercepat kita di sini nya Ndre?"
"Maaf Bos, kondisi belum stabil, masih ada yang perlu di benahi dulu."
Jawab Andre dengan ketakutan. Sudah lama Andre ikut dengan Reno tetapi baru kali ini melihat Reno marah sampai melukai dirinya sendiri.
"Arhhhhhh........aku gak mau kehilangan Abel, Ndre. Bagaimana aku bisa menjalani hidup ku?"
'Mana aku tau Bos.', ingin rasanya Andre mengucapkan itu, tetapi hanya dipendam di dalam hati saja, takut kalau ia juga akan remuk seperti kaca di atas meja.
Reno seakan akan curhat dengan Andre, pria itu sekarang terlihat begitu menyedihkan, padahal ia hanya melihat Abel ngobrol dengan pria lain, dan itu juga tidak sendiri. Ada satu lagi teman gadis yang berusia sama dengan Abel yang di yakini adalah sahabat Abel. Tetapi, tetapi saja, yang namanya cemburu sudah merasuk di pikiran ya begitu, mau ada teman nya, atau sendiri juga tetap cemburu, apabila melihat seseorang yang diincarnya di dekati oleh lawan jenis
Lagi pula, Abel tidak merespon pria itu bahkan cenderung sudah menolaknya, tetapi kenapa Reno jadi secemas ini?
Memang benar , kalau Reno sudah terkena virus bucin dan juga cinta gila, yang membuat is seperti orang gila, tidak lihat saja umurnya yang sudah kepala tiga.
Andre yang melihat Bosnya sudah agak baikan, lalu berdiri dan mengambil kotak obat, ia memberanikan diri untuk mengobati luka Reno, karena darah yang masih menetes di tangan Reno.
"Saya obatin luka nya dulu Bos."
Reno tidak menggubris, ia masih memikirkan Abel, gadis kecil yang sudah menarik perhatiannya. Ia tidak ingin pulang dari Jepang mendengar kabar kalau Abel sudah menjadi milik orang lain, dan jika itu terjadi, maka ia sendiri yang akan menghancurkan nya.
Tidak perduli dengan siapa yang akan di hadapinya, dan tidak perduli dengan bagaimana perasaan gadis itu, yang jelas Reno sudah mencintai dan tak akan melepaskan nya.
"Bos tenang dulu, kalau Bos seperti ini, itu sama saja akan membuat pekerjaan kita jadi lama, dan tidak akan kembali ke Indonesia secepat nya.", ucap Andre dengan sembari membersihkan luka di tangan Reno dan mengobati nya.
Reno terdiam, rupanya ia memikirkan apa yang dikatakan oleh Andre, dan memang benar, semakin ia tersulut emosi, semakin lama juga pekerjaan di sini dan gak pulang pulang.
Andre meletakkan kembali kotak obat ke dalam tempat nya , ia kemudian melihat ponsel Reno yang tergeletak di lantai. Karena penasaran, pria itu kemudian mengambil ponsel Reno.
Andre bisa bernafas lega karena ponsel milik Reno hanya retak saja, dan masih bisa dihidupkan. Apa mungkin harga nya mahal membuat si ponsel tahan banting ya?? mungkin. Karena ada harga ada kualitas.
Pria itu membuka video yang dikirimkan oleh anak buah Bos nya yang ada di Indonesia, dan ia menggeleng, manakala melihat dua orang gadis dan seorang pria sedang duduk di taman.
Andre melihat ke arah Reno, pria itu nampak tidak semangat lagi kerjanya. Reno hanya duduk termenung seperti orang lagi patah hati. Padahal jelas jelas belum ada ikatan di antar kedua nya, pacar bukan apalagi istri.
'Sudah tua, galau.'
'Apa mungkin si Bos benar-benar telah memperkusi gadis itu, hingga ia candu dan tidak melepas kan??'
Andre malahan mengingat ingat kejadian satu minggu yang lalu, setelah pria itu makan, kemudian membereskan semua perlengkapan Reno yang mungkin saja ada di kamar itu, karena kamar itu adalah kamar khusus untuk dirinya jika menginap di sini.
Dan memang sudah kebiasaan begitu, karena Reno bukan tipe pria yang mandiri, dan tentu saja apa apa harus dikerjakan oleh sang asisten.
Ketika itu Andre melihat ke arah ranjang yang semalam digunakan oleh Reno dan Abel menginap. Andre seketika menggeleng melihat ada bercak darah yang tertinggal di sprei , ia pun menyimpulkan kalau semalam Bos dan juga Abel sudah melakukan itu itu an.
Dan semakin diperkuat dengan si Bos yang mulai bucin dan tidak melepaskan Abel.
"Bos, Anda lihat ini. Bukannya Nona Abel tidak sendirian di sana, malahan Nona terlihat sedang memikirkan sesuatu."
Reno mengambil ponsel nya, ia kemudian melihat dengan jelas dan teliti.
"Coba Bos dengarkan, apa yang di ucapkan oleh Nona Adel. Aku rasa sebelum teman nya datang , Nona Abel mengucapkan sesuatu."
Sekarang fokusnya bukan dengan siapa Abel di sana, tetapi apa yang Abel katakan itu. Begitu penasaran nya Reno, hingga ia langsung memutar kembali video sebelum teman Abel datang, agar bisa mendengarkan apa yang diucapkan oleh Abel.
Reno memutar volume suaranya, dan ia langsung tersenyum ketika mendengar Abel sedang memikirkan dirinya, yang tentunya memikirkan kejadian Kemarin.
'Noh, langsung jadi gila kan??'
Tambah tersenyum lagi, ketika Abel dengan sengaja mengatakan kalau ia juga ganteng walaupun tua, dan sekarang sedang memikirkan nya karena sudah seminggu tidak ada kabar..
"Apa aku memang ganteng, Ndre??"
Ingin Andre berucap tidak, tetapi akan membuat masalah saja dengan Bos nya yang sedang mood mood an itu.
"Ganteng, kalau tidak mana mungkin Nona Siska mau dengan Anda."
"Breng**sek kamu!!, kenapa mesti Siska si gatel itu?", ucap Reno yang tidak terima dengan pernyataan Andre, apalagi menyangkut nama Siska, wanita yang selama ini mengejar ngejar nya.
"Mona?? Sinta? Fera? Yunia??"
Andre terkekeh geli ketika menyebutkan nama nama wanita yang belakangan ini sudah mengusik hidup Bosnya itu, entah itu wanita hasil pilihan Mamahnya, ataupun karena wanita itu yang datang menawarkan dirinya untuk menjadi istri dari Moreno Suryapradika.
"Sial kamu. Kenapa enggak kamu sebutkan Abel??"
"Aku masih waras Bos, dan Nona Abel juga masih normal."
"Maksud kamu, aku tidak waras dan tidak normal gitu??",
Dengan cepat Andre mengangguk. "Jangan marah dulu." ekspresi wajah Reno yang mendadak tidak bisa bersahabat , membuat Andre ketakutan.
"Bos enggak waras dan bos enggak normal, karena Bos mencintai wanita yang umurnya jauh dibawah Bos, bahkan ia masih sekolah, umurnya saja saja baru tujuh belas tahun, masih bau kencur Bos!!"
gak masuk akal kalau gak tau gimana rasanya jatuh cinta.
yg bener aja Thor,😌
. trimakasih ka.. untuk novel reno sama abel