Jika biasanya seseorang dijodohkan dengan orang berbeda levelnya, maka berbeda dengan Seorang pewaris Dari Keluarga Kingston. Aorion kingston di Jodohkan dengan seorang wanita yang jati dirinya disembunyikan, namun wanita tersebut adalah seorang Anak dari Triliuner di London. Alona Queen Hanzel.
Keduanya di jodohkan karna ikatan persahabatan antara keluarga Kingston dan Hanzel.
Dapatkan keduanya menerima perjodohan ini..? hubungan yang dipenuhi dengan begitu banyak intrik dan juga pertumpahan darah.
Ataukah masing-masing dari mereka memiliki takdir yang lain..?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Christ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
It's Show time, King & Queen
...ENJOY...
.......
.......
.......
.......
.......
...Hari yang di janjikan pun tiba......
Keluarga inti dari Adam Kingston dan Abraham Hanzel akan saling bertemu untuk mempertemukan putra dan putri mereka.
Kedua keluarga itu sedang dalam perjalanan menuju AQUEENA HOTEL'.
Disinilah kedua keluarga tersebut akan bertemu. Di hotel milik Queen, atas permintaan gadis itu akhirnya kedua keluarga itu menyetujui tempat pertemuan mereka. Sebuah private room mewah telah di siapkan.
Ruangan itu dihiasi dengan begitu banyak bunga Lily putih favorit gadis itu. Terlihat juga disana sebuah meja yang telah tertata dengan rapi.
Queen bahkan meminta pada koki andalan hotelnya untuk menjamu tamu-tamunya malam ini dengan sebaik mungkin. Queen sengaja menyiapkan semuanya dengan begitu sempurna untuk menyambut keluarga calon tunangannya.
Cih.. calon tunangan apanya! cibir Queen dalam hati..
Bukan tanpa alasan Queen melakukan semua persiapan itu. Seakan ia telah menanti-nanti pertemuan itu sejak lama. Meskipun sebenarnya tidaklah demikian, menurut Queen, jika ingin menonton pertunjukan yang menyenangkan tidak ada salahnya memfasilitasi semuanya dengan baik.
...❄️...
Waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam, Adam Kingston dan keluarga nya pun telah sampai di tempat yang di janjikan, dan telah mengisi tempat yang telah di siapkan khusus oleh Queen. Tidak lama kemudian disusul dengan kehadiran Abraham Hanzel dan putranya, Kevin Hanzel, Kakak Queen satu-satunya..
"Lama tidak berjumpa kawan" Kedua sahabat itu saling berpelukan dan bercengkrama dengan hangat.
''Ku harap kau baik-baik saja disana. Kau sudah lama tidak kembali kesini.'' Adam berucap kepada kawan lamanya.
''Seperti yang kau lihat, selain bertambah tua, semuanya baik-baik saja.'' sahut Abraham. Lalu keduanya tertawa tanpa beban.
''Hana, lama tak melihat mu.'' Abraham juga menyapa calon besannya. ''Dengan mu juga, Ab..'' sahut Hana. ''Kenalkan, ini putri bungsu kami, Jessy.''
''Hai, nak.'' Abraham juga menjabat tangan putri bungsu kawan lamanya.
''Kalian masih ingat putraku bukan, Kevin.'' Kini giliran Abraham yang memperkenalkan anggota keluarganya.
Adam dan Hana, sama-sama mengalihkan pandangan mereka kepada putra sulung Abraham. ''Tentu saja kami ingat. Pria kecil yang dulunya sangat luar biasa, bahkan ku rasa saat ini sudah tak ada tandingannya.'' puji Adam.
''Selamat malam, Uncle, Aunty.'' sapa Kevin.
Abraham memperhatikan sekali lagi, namun tak ada kehadiran pria yang akan menjadi calon menantunya.
"Dimana putra mu, calon menantuku?" tanya Abraham.
''Dia sedang dalam perjalan kemari.'' sahut Adam singkat. Ia merasa sedikit resah, karena putra
nya itu sempat mengatakan bahwa ia menolak untuk datang menemui calon tunangannya.
''Baiklah kita akan menunggu mereka.- putri ku juga sedang dalam perjalanan kemari.'' Abraham tersenyum. "Kevin, hubungi adik mu.'' Abraham memberi perintah.
''Baik Ayah.''
Tidak lama kemudian, orang yang di nantikan pun tiba.
Ceklek. Pintu ruangan itu terbukan, dan muncul lah, AORION KINGSTON, putra sulung dari Adam Kingston.
"Itu dia putra ku.." seru Adam, merasa lega.
Adam tersenyum sambil menunjuk ke arah putranya yang sedang berjalan menuju meja yang mereka tempati. Ini adalah kali pertamanya Aorion masuk ke dalam hotel tersebut. Saat mengetahui tempat pertemuan keluarga tersebut, otak Aorion langsung memutar kembali ingatan sebelumnya, saat ia bertemu dengan pemilik hotel tersebut.
Apakah ini suatu kebetulan..?
Saat melihat ruangan tersebut, Aorion bersiul dalam hati. Keluarga pihak wanita ternyata memiliki selera yang bagus. Dan hotel ini pun tidak mengecewakan.
Saat melihat orang-orang yang duduk di sana yang juga sedang memperhatikan dirinya, Aorion mengerutkan kening. Abraham Hanzel. Aorion sangat mengenal pria paruh baya itu. Panutannya dalam berbisnis.
Apakah ia akan di jodohkan dengan salah satu dari keluarga Hanzel? tapi siapa? Anak, itu tidak mungkin. Aorion sangat tahu jika Abraham Hanzel tidak mempunyai seorang putri. Lalu siapa?
Apakah aku akan di jodohkan dengan salah seorang kerabatnya?
"Well, maaf atas keterlambatan ku. " ucapnya menampilkan senyuman tampan khas Aorion. Abraham memperhatikan untuk menilai calon menantunya.
"Tidak apa-apa nak, seorang pekerja keras memang sudah biasa terlambat." Abraham menanggapi ucapan Aorion dengan cepat.
"Perkenalkan, ini Putra pertama ku, Kevin Hanzel." Abraham memperkenalkan putranya. Bakal calon ipar Aorion nantinya.
Tak ada kecanggungan disana, karena mereka bahkan pernah saling bertemu sebelumnya sebagai seorang mitra bisnis. Karena Aorion juga merupakan seseorang yang selalu berbaik sangka pada siapapun yang mungkin saja akan menguntungkan dirinya di masa depan.
Ia sama sekali tak curiga jika sebelumnya Kevin sedang menyelidiki bagaimana diri Aorion yang sebenarnya.
Meneliti sejenak, Aorion belum menemukan Wanita yang akan menjadi calon tunangan nya. Baguslah jika wanita itu tidak ada. Pikir nya dalam hati. Apa sebaiknya ia berbasa-basi..?
"Aku tau ini tidak sopan, tapi dimana Wanita yang akan menjadi Calon tunangan ku? Apa dia menolak perjodohan ini Uncle?" Aorion sengaja bertanya tanpa menyembunyikan maksud sebenarnya.
Abraham diam. Ia melirik kepada putranya;
"Adik ku akan segera turun kemari." Jawab Kevin menggantikan Ayahnya.
Adik?
Hanya berselang beberapa menit setelah Aorion menanyakan keberadaan wanita yang akan di tunangkan dengannya, pintu ruangan itu terbuaka.
Queen tersenyum dengan begitu mempesona. Ia sengaja sedikit berhias untuk menojolkan nilai dirinya.
Ia berjalan ke arah meja tempat dimana orang-orang berkumpul.
Sebenarnya, Queen hanya mengenakan dress sederhana dengan rambut terurai dan disisir rapi. Ia berjalan pelan menampakkan keanggunannya yang sesungguhnya. Bukan berniat menggoda.
Wanita itu? pemilik Hotel. Ujar Aorion dalam hati.
Hal seperti ini memang biasa dalam dunia perhotelan, jika ada tamu penting, maka pemilik hotel akan beramah-tamah sebentar untuk menunjukan rasa terima kasih karena telah menjadikan hotelnya sebagai tempat pertemuan,
Abraham yang melihat kehadiran putrinya pun, berdiri untuk menyambut Queen.
''Ayah, selamat datang di hotelku.'' sambut Queen memeluk ayahnya. ''Hotelmu sangat indah Lilie.'' Abraham tersenyum, senang.
"Adam, Hana, perkenalkan Ini putri ku, ALONA QUEEN HANZEL. Sekaligus, Pemilik AQUEENA HOTEL. Dan Calon istri nak Aorion." Abraham memperkenal putrinya dengan bangga.
Sementara Queen hanya tersenyum seadanya. Ia bisa melihat guratan tipis di kening Aorion saat ayahnya bicara. Sial. Hanya melihat Aorion saja, sudah membuat Queen sangat kesal.
"Kak Queen.'' Jesy berseru, bangkit dari duduknya, ia berjalan dan menghampiri Queen kemudian memeluk gadis itu. Sementara Queen hanya terdiam atas perlakuan yang baru saja ia terima.
"Kau tidak melupakan aku bukan?" Tanya Jessy dengan riang. Queen tidak yakin pada ingatannya namun ia masih sedikit,-
Saat David berdehem singkat, Queen pun mendapatkan kembali ingatannya. "Ah, kau gadis itu." ucap Queen setelah ingatannya akan Jesy muncul. ''Jessy, senang melihat mu lagi. Kau baik-baik sajakan?" Queen merasa aman karena terhindar dari situasi canggung tersebut.
Semua yang duduk di meja itu hanya memperhatikan adegan di antara keduanya dengan bertanya-tanya. Tak terkecuali Aorion.
"Aku senang jika kau yang akan menjadi kaka ipar ku.." gadis itu berkata dengan bahagia mengungkapkan isi hatinya, sambil melirik kepada keluarganya yang duduk diseberang meja.
"Jessy jaga sikap mu !" Aorion berkata dengan suara sedikit meninggi. Aorion tidak menyangka bahwa wanita yang ditemuinya malam itu adalah putri seorang Hanzel.
Tapi mengapa keberadaannya disembunyikan? dan setelah sekian lama menutup rapat hal tersebut, mengapa Abraham mempublikasikan keberadaan putri yang selama ini sudah dirahasiakan.
"Kenapa...?" sahut Jessy, bersikap masa bodoh.
"Mom apa kau ingat cerita yang aku kisahkan, saat aku hampir di culik? Kak David dan kak Queen lah yang menolong ku.'' cerita Jessy singkat.
''Kau hampir di culik?" Beo Abraham. ''Benar uncle. Jika tidak ada kak David dan kak Queen, aku tidak tau bagaimana nasib ku saat ini. Dan belum tentu juga aku bisa bertemu dengan calon kakak ipar ku, yang ternyata adalah malaikat penolong ku ini.'' sekali lagi Jessy membanggakan Queen dengan senang.
''Ayah rasa, tidak perlu memperkenalkan kalian lagi bukan?'' Abraham tersenyum. ''Duduklah di samping Aorion, sayang.'' ujar Abraham, membuat Queen mengerutkan keningnya, namun menurut juga.
''Kau bukan anak haram kan?" bisik Aorion, membuat Queen di kemarahan. Aorion memang bukan lah manusia yang bisa menjaga mulutnya.
''Aww.'' Aorion meringis. Queen tidak menjawab pertanyaan dengan mulut, tapi dengan kakinya. Beruntunglah ia mengenakan hills yang tumitnya runcing, ia bisa menggunakannya untuk memberi pelajaran kepada pria bermulut kotor di sebelahnya.
''Ada apa son?" tanya Adam saat mendengar putranya meringis. ''Aku tidak apa-apa Dad, hanya saja ku rasa Hotel ini ada makhluk halusnya.'' sahut Aorion.
''Jangan konyol, ada-ada saja.'' ujar Adam lagi.
''Aku akan membalas mu.'' bisik Aorion. Sementara Queen tak menghiraukan pria itu.
Semua keluarga merasa senang atas pertemuan tersebut. Kecuali Aorion dan Queen. Kedua nya banyak terdiam, malas menanggapi perbincangan yang sedang berlangsung.
Saat makan malam sedang berlangsung, pintu kembali terbuka.
"Selamat malam semuanya.'' Seorang wanita dengan style yang glamoure memasuki ruangan. Itu Kekasih Aorion.
Huh..akhirnya!! Queen tersenyum senang. Sejak tadi ia sudah resah menunggu, kapan pertunjukan akan dimulai.
''Sayang maaf, aku terlambat.'' Sonya mendekati Aorion, dan mencium pipinya. Sementara semua orang yang ada disitu bertanya-tanya sambil memperhatikan.
''Kenapa kau disini?" Aorion sedikit terkejut dengan keberadaan Sonya. Setahu Aorion kekasihnya itu berada di miami untuk melakukan pemotretan.
''Karena aku merindukanmu, dan anak buahmu bilang kau berada disini. Jadi aku menemuimu.'' sahut Sonya dengan percaya diri.
''Apa-apaan ini Aorion.'' bentak Adam, merasa malu atas perbuatan putranya. Demikian juga Aorion, ia benar-benar tak menduga hal tersebut. Meskipun dirinya juga di untungkan karena hal ini, namun tidak sebelum ia mengetahui jika calon tunangannya adalah seorag dari keluarga Hanzel.
''Dad, aku bisa jelaskan.'' Aorion menyela. ''Maafkan aku,-
''Sayang, kau tidak ingin memperkenalkan aku pada orang tua mu? bukankah kita akan menikah? biarkan aku mengenal mereka.'' sela Sonya.
''Diamlah Sonya!'' perintah Aorion dengan wajah merah padam. Kali ini ia benar-benar merasa malu di hadapan orang tuanya.
''Tapi kau sendiri yang memintaku datang bukan? kau yang bilang ingin meresmikan hubungan kita di hadapan orang tua mu hari ini.'' protes Sonya.
''Aku..? tapi aku tidak-
Queen yang menyaksikan hal tersebut hanya tersenyum menikmati pertunjukan. Kemudian buru-buru menampakkan wajah terkejut. Ia harus ikut ke dalam permainan.
"Kau sudah memiliki kekasih? dan kau juga akan menikahinya? apakah benar begitu nona?" Queen beralih pada Sonya.
''Ya, sure. Seperti yang kau dengar, aku kekasih Aorion, dan kami akan menikah.'' jawab Sonya dengan sebenarnya.
''Uncle, Aunty, apa-apa ini..?" Queen bicara seolah-olah terluka atas perbuatan Aorion. Sial. Aorion bisa menangkap senyuman di balik wajah terkejut Queen.
"Ayah, inikah pria yang ingin kau jodohkan pada putri mu?'' Queen beralih pada Abraham.
Aorion semakin merasa marah saat Queen memojokan dirinya. ''Aku ingin perjodohan ini di batalkan. Aku tidak ingin menikah dengan laki-laki yang secara terbuka memiliki kekasih dan nantinya akan merusak hubungan yang sudah terjalin sejak lama." ujar Queen, memainkan peran nya dengan baik.
''Maafkan aku Aunty, Uncle. Aku tidak bisa menikah dengan putra kalian. Aku juga tidak mungkin menyakiti perasaan wanita yang sedang bahagia ini.'' Queen berucap seakan-akan ia menyesali kejadian tersebut.
''Aku rasa pertemuan ini sudah cukup. Aku harus kembali bekerja. Ayah.. maafkan aku, aku tidak bisa melakukan ini. Aku tidak ingin merusak hubungan orang.'' Ucapnya lalu berbalik pergi meninggalkan meja sambil tersenyum kemenangan.
...Flashback on...
Beberapa hari sebelumnya...
"Bagaimana, Apa paman setuju untuk membatalkan perjodohanmu?" tanya David penasaran, saat Queen kembali ke Mension.
Terlihat wajah Queen yang kusut masih membekas garis kemarahan disana. ''Tidak. Ayah tetap pada pendiriannya.'' jawab Queen merasa kecewa.
"Dav, kau harus membantu ku!" Pintanya setelah mendapatkan sebuah ide cemerlang. Jika ia tidak bisa membatalkan perjodohan tersebut karena Ayahnya, maka Queen akan menggunakan cara Lain. Kekasih pria itu..
"Apa yang bisa ku lakukan untuk mu Queen..?"
"Hubungi Sonya, minta wanita itu datang pada saat pertemuan keluarga nanti. Kita akan menyaksikan tontonan yang menarik." Queen menampakkan senyum Evil.
''Kau yakin itu akan berhasil?"
''Kita tidak akan tau jika tidak mencobanya.''
''Baiklah. Seperti permintaan mu, Lady.''
...Flashback off...
''Aku permisi.'' Aorion meninggalkan Sonya dan semua orang yang ada di meja makan. Ia menghampiri Queen, dan mencegah wanita itu pergi.
"Tunggu!'' Aorion menghentikan langkah Queen dengan menahan tangannya.
"Lepaskan tanganmu Tuan Aorion.. " Ucap Queen dengan suara rendah. Sementara David yang melihatnya ingin menghentikan Aorion namun Queen memberikan isyarat untuk tetap diam. David yang mengertipun hanya bisa membiarkannya saja.
"Apa maksud tantanganmu waktu itu? Apakah tentang ini?" Aorion berkata sambil menyipitkan matanya.
''well, Karena perjanjian kita tidak berlaku dan kau tidak bisa membatalkan perjodohan ini. Jadi, aku melakukan dengan cara ku. kau tidak keberatan bukan Tuan AORION KINGSTON..?''
Queen menujukkan senyum kemenangannya. "Lagi pula tidak ada yang salah bukan? gadis itu memang kekasihmu, dan kalau tidak salah kau mengatakan bahwa kau juga mencintainya. Bukankah begitu?" Queen melirik kepada Sonya yang saat ini menatap kesal pada dirinya.
"Kau merencanakan ini?'' Sekarang barulah Aorion mengerti. Ternyata wanita ini juga menolak dirinya. Sial. Harga diri Aorion merasa tercoreng.
''Kau sangat ingin menolak perjodohan ini rupanya." ucap Aorion yang juga menampilkan senyum evilnya , bagi orang yang tidak memahami senyuman tersebut, hanya akan mengira bahwa Aorion sedang tebar pesona, tapi bagi Queen....
''Tetaplah berada disini, dan kau akan melihat hasil perbuatan mu.'' ujar Aorion kembali memegang erat tangan Queen.
''Lepaskan tanganku!'' ringis Queen, namun Aorion semakin erat mencengkeram tangannya.
"Perhatian Semuanya,- ujar Aorion berseru dengan suara lantang.
"Aorion, apa yang kau lakukan?'' tanya Queen karena mencurigai perbuatan Aorion..
''Kau akan melihat buah dari perbuatan mu nona. Tidak baik membuat permainan dan berhenti di pertengahan, sebaiknya kita tuntaskan ini segera.'' Aorion tersenyum.
Semua orang yang ada di tempat itu pun memberikan perhatian pada Aorion.
''Sonya, kembalilah ketempat mu. Kita putus.'' Ujar Aorion dingin. Perasaan Queen mengatakan jika hal buruk akan segera terjadi.
''Apa..? kau bercanda? ini bohongkan? jangan mengatakan hal seperti itu sayang? aku tidak mau" Sonya tidak terima dengan perkataan Aorion.
''Tidak ada yang perlu kita bahas lagi. Keluarlah!'' perintah Aorion, membuat Sonya keluar dengan air mata di wajahnya. ''Kau gila?" Queen mendesis, sambil berusaha melepaskan tangannya.
''Kau akan tahu bahwa aku bisa bersikap lebih gila dari ini.'' sahut Aorion.
''Maafkan atas keselahanku sebelumnya. Aku dengan tulus memohon maaf kepada anda, Uncle, dan juga kepada mu, Kevin. Aku mengakui kesalahan ku.'' ujar Aorion dengan sungguh-sungguh.
''Berikan aku kesempatan, karena aku, Aorion Kingston, dengan senang hati, menerima perjodohan ini.''
...Damn Aorion!!...
.......
.......
.......
.......
.......
dan perasaaan cinta David yg TDK bersambut.
oleh queen.tapi...
selamanya sahabat sejati...tiada yg mengkhianati.semuanya selesai dg baik dan masing masing dpt menerima keputusan nya.
senang lihat queen bersatu dg Rion.
pokoknya ceritamu thort....
membuatku termehek mebel..
syukurlah ternyata bukan.
Hidup memang misteri....
yg penting kita jalani aja semampu kita.
aku suka karyamu thort.
TDK membosankan bcnya.
penuh misteri...ada juga lucunya...🥰🥰🥰
bukan rion
aku curiga...
tapi kenapa dia melindungi qieeen
atau taktiknya aja
ku rasa Romero adalah megguel
ceritamu kerennn thort
cuma aku ngga tau siapa kamu thor...
kurang jelas
rahasia apa di balik pertunangan queen dan Rion...