Aleena Michel Vander
Adalah bos mafia, pemimpin besar (Ketua/pendiri) dari semua kalangan geng mafia yang ada di belanda.
Excel Emanuel
Adalah seorang pengacara yang cukup hebat, karena sudah memenangkan beberapa kali sidang. Bekerja di Firma hukum petrus.
Mereka selalu bekerja sama dalam menyelesaikan urusan masalah atau kasus yang muncul.
Akan kan mereka dapat menyelesaikan kasus tersebut? Atau tidak dapat sama sekali?
Ikutin terus kisahnya...
Selamat membaca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lia Herliani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
07.
3 hari kemudian
Gedung petrus, ruang excel
Mereka sedang mengerjakan bekerjaanya masing masing. Sekarang chris sudah kembali bekerja, karena kemarin baru keluar dari rumah sakit.
Excel dan alee sebenarnya sudah melarang chris untuk tidak bekerja dulu, akan tetapi chris memaksanya untuk bekerja, karena katanya bosan kalau terus berdiam diri.
Ponsel alee tiba tiba berbunyi menandakan panggilan masuk. Dan melihat ternyata nama lucas yang tertera di ponselnya, lalu alee langsung mengangkatnya.
"Bagaimana?" alee. "Aku kirim datanya lewat email sekarang" lucas. "Baik, terima kasih sudah membantuku" alee. "Itu memang tugasku" lucas. "Aku tutup teleponnya, salam buat cisca" alee. "Nanti aku salamkan padanya" lucas.
Panggilan berakhir.
Sedangkan excel dan chris hanya diam melihat dan tak sengaja mendengar percakapan alee dari awal sampai akhir. Kemudian alee membuka emailnya, ketika ada email masuk dari lucas.
Lalu membacanya dengan serius dan teliti, sampai tak 10 menit alee selesai. "Hanya orang orang sampah yang tak berguna" alee, melihat beberapa foto.
Excel dan chris saling berpandangan ketika mendengar alee berbicara itu. "Siapa yang di maksud?" batin mereka.
Kemudian memasukan kembali ponselnya ke dalam tas setelah selesai dan berdiri. "Aku harus pergi dulu" alee. "Pergi ke mana?" excel. "Menemui orang" alee.
"Orang? Siapa?" excel. "Orang orang yang menabrak dan membuat kalian kecelakaan" alee. "APA!! Bagaimana bisa?" chris. "Itu tidak penting, aku harus segera pergi" alee.
"Sebentar" excel. "Apa lagi?" alee. "Kita ikut" excel. "Lebih banyak orang lebih baik" chris. "Kita juga ingin tahu siapa orangnya" excel. Alee melihat mereka.
"Baiklah, kalian boleh ikut. Tapi, apa pun yang kalian lihat nanti di sana, jangan banyak bertanya, komentar, membantah atau apa pun itu. Cukup diam saja" alee.
"Apa maksudmu?" chris. "Baik" excel. "Ayo pergi" alee. Mereka mengangguk dan pergi bersama menuju tempat di mana orang orang itu berada.
Tempat perjudian
Mereka sampai dan turun dari mobil masing masing, lalu melihat sekeliling tempat tersebut.
"Ayo masuk ke dalam" alee. "Kau yakin, mereka ada di sini?" chris. "Iya, kalau kau tidak mau masuk, kau bisa menunggu di luar" alee. "Tidak, Aku ikut masuk" chris.
"Kalian harus ingat ucapanku tadi" alee serius. Melihat alee, mereka hanya bisa mengangguk dan menuruti perintahnya. Setelah itu mereka masuk ke dalam bersama.
Ketika di dalam, mereka melihat banyak orang yang sedang melakukan judi, taruhan atau apalah itu. Mulai dari kalangan muda sampai tua, semua berkumpul. Bukan hanya pria saja, tapi perempuan juga ada.
Mereka duduk di sebelah pojok. "Yang mana orangnya?" excel. "Pakai kemeja hitam, putih, merah. Di meja ke 3 dari belakang" alee.
Kemudian excel dan chris mengalihkan pandangannya untuk mencari orang orang yang di maksud alee. Di sana, di meja ke 3 orang orang yang menabraknya sedang berjudi dengan orang lain.
Mereka menunggu dan memperhatikan 3 orang tersebut, hingga suara gebrakan meja dari arah 3 orang yang sedang mereka lihat.
"Sial, kita kalah" orang pertama. "Kita terus terusan kalah" orang kedua. "Aku ke toilet sebentar" orang ketiga. "Ikut" mereka. Kemudian mereka pergi menuju arah toilet.
Melihat targetnya pergi, alee langsung berdiri dan menyusulnya. Dan otomatis excel dan chris juga pergi, melihat alee mengikuti targetnya.
Sekarang mereka berdiri di depan toilet pria. "Kau yakin, akan masuk ke dalam?" excel, sedikit khawatir. Bagaimana pun alee itu perempuan. Alee mengangguk.
"Tapi, bagaimana kalau terjadi sesuatu denganmu?" excel. "Tidak akan terjadi sesuatu. Kalian jaga di sini, jangan sampai ada orang yang masuk" alee. "Baiklah" mereka.
"Setelah aku selesai, aku akan memanggil kalian" alee. "Baiklah" mereka. Kemudian alee masuk ke dalam toilet pria.
Toilet
Alee melihat 3 orang targetnya sedang mencuci tangannya. "Uang haram pasti akan hilang di meja perjudian" alee tiba tiba, membuat ke 3 pria itu melihat ke arahnya.
"Hei, kenapa kau masuk ke dalam toilet pria?" orang pertama. "Apa maksud perkataanmu tadi? Kau membicarakan kita?" orang kedua. "Kalian yang menabrak pengacara excel dan asistennya juga membunuh peneliti itu kan?" alee.
Mereka terkejut, karena perempuan di depannya mengetahuinya.
"Siapa kau?" orang pertama. "Aku? Aku orang yang sedang mencari kalian" alee, menunjuk dirinya sendiri.
"Habisi dia" orang kedua. Kemudian mereka maju menyerang alee. "Kalian yang minta" alee, balas menyerang mereka. Akhirnya perkelahian terjadi di dalam toilet.
Alee melawan mereka dengan memukul, menendang, meninju, segala jurus alee keluarkan. Sampai akhirnya satu persatu tumbang hingga pingsan, mereka kalah.
"Cih, hanya segitu" alee, melihat targetnya. Lalu memanggil excel dan chris untuk masuk. Saat setelah mereka masuk, mereka terkejut melihat targetnya tergelatak pingsan dengan babak belur.
"Astaga!!" chris terkejut. "Kau yang melakukannya?" excel tidak percaya. "Cepat bawa mereka ke mobil" alee, selesai mencuci tangannya. "Baik" mereka.
****
Gedung tak terpakai
Ke 3 orang tersebut duduk terikat di kursi dan mereka sudah sadar dari pingsannya.
"Ini pistol dari amerika serikat, Colt M1911A1. Bagaimana bisa kalian mempunyai senjata seperti ini?" alee, memainkan pintolnya. Excel dan chris hanya melihat apa yang sedang di lakukan alee.
"Kau.. hati hati dengan pistolnya" excel. "Iya, itu berbahaya" chris. Sedangkan alee mengabaikan perkataan mereka.
"Katakan, siapa yang menyuruh kalian untuk menabrak pengacara excel dan asistennya juga membunuh peneliti itu?" alee. Mereka diam, tidak menjawab.
"Hal yang ku benci adalah selain tidak mau mengaku.. juga membuang waktu" alee. "Cepat katakan, siapa yang menyuruh kalian" chris, emosi. "Baiklah, kalau kalian tidak mau mengaku" alee, menarik pintolnya.
Dorr.. dorr..
Suara tembakan berbunyi, akibat alee yang menembakan pistolnya ke bawah kaki mereka. Membuat semua orang terkejut, begitu juga excel dan chris.
Suasana menjadi tegang, setelah alee menembakan pintolnya. "Cepat katakan! Dia sedang tidak bercanda!" chris, sedikit panik. "Iya, kalau kalian mengaku, kita akan mengampuni kalian" excel. Tapi tetap tidak menjawab.
"Ini kesempatan terakhir, siapa yang menyuruh kalian?" alee dingin, juga auranya sedikit bahaya. Excel dan chris bisa merasakannya. "Kalian tanggung resikonya" alee.
Dorr..
Alee menembak salah satu dari 3 orang tersebut, hingga darah keluar dari dadanya dan orang itu sudah tidak bernyawa lagi. Membuat semuanya terkejut kembali atas perbuatan alee.
"Kalian pikir aku tidak akan berani menembak kalian? Pistol ada untuk membunuh" alee dingin. "Kau.. kenapa benar benar melakukannya?" chris. Alee hanya melihat sekilas ke arah chris dengan wajah dinginnya.
"Bagaimana kalau mereka melaporkan yang terjadi barusan" chris. "Maka... harus di bunuh juga" alee tersenyum. Mereka yang melihat senyuman alee, terlihat mengerikan dan merinding.
Alee bersiap siap menembak kembali, akan tetapi berhenti. "Ba.. baik kita akan memberitahu kalian" salah satu dari mereka, akhirnya mau mengaku. "Jadi siapa yang menyuruh kalian?" alee.
"Itu.. pengacara rey" orang itu. "Apa!! Pengacara rey!!" chris. "Iya, dia yang memberi perintah untuk membereskan kalian dan peneliti itu" orang itu. "Kurang ngajar, ternyara dia" chris marah. "Tenang dulu, jangan marah" excel, sama marah tapi di tahan.
"Aku akan membiarkan kalian hidup. Namun, ikuti perintahku mulai sekarang" alee. "Baik" mereka. "Aku butuh informasi tentang gudang bahan obat farmasi voller dan pengacara rey" alee. "Baik" mereka.
"Jangan sampai kalian berani untuk lari dariku. Kalau sampai itu terjadi, aku pasti akan menemukan di mana kalian berada dan tanggung resikonya nanti" alee. "Ba.. baik mengerti" mereka.
"Besok pagi harus sudah ada informasinya dan kirim ke pengacara excel, firma hukum petrus" alee. "Baik" mereka.
Bersambung...