NovelToon NovelToon
Mencintaimu Menyakitkan

Mencintaimu Menyakitkan

Status: tamat
Genre:Patahhati / Lari Saat Hamil / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Indriani Sonaris

Aiden yang telah terbiasa menikmati rasa sakit karena mencintai Agneta. Ia sudah menutup hati untuk wanita manapun. Menjadi sosok yang dingin dan begitu tak tersentuh.
Sejak Agneta memilih Davero, ia memilih pergi menjauh meninggalkan Indonesia. Dan mulai menetap di Negara A tepatnya di kota N dan mulai merintis kariernya di sana.
Tetapi takdir mempertemukan dirinya dengan masalalunya. Masalalu yang merupakan kesalahannya...
Catherin....
Akankah Catherin meluluhkan hati Aiden, dan menggantikan posisi Agneta di dalam hatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indriani Sonaris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 6

Aidenbaru saja sampai

di klab malam milik Harry. Ia selalu datang saat ada waktu luang supaya rasa

hampa itu tidak semakin menyesakkan dirinya.

                “Mr. Aiden,” seru Lala

yang datang menyambut Aiden.

                Wanita cantik itu tak

pernah lelah mendekati Aiden walau sering sekali di tolak dan di abaikan oleh

Aiden.Seperti biasa Aiden hanya meliriknya sekilas dan berjalan menuju meja

bartender.

                “Aku senang melihatmu

datang,” seru Lala langsung bergelayut manja di lengan Aiden.

                “Lala, pergilah!”

                “Kenapa kamu terus

saja mengusirku? Apa aku sangat menjijikan di matamu?” tanya Lala yang merasa

tersinggung dan sakit hati.

                “Tidak, bukan seperti

itu. Aku hanya ingin sendirian,” seru Aiden dan kembali berjalan meninggalkan

Lala yang terlihat kesal.

                “Sebenarnya wanita

seperti apa yang di inginkan Aiden. Kenapa dia terus menerus menolakku,” gumam

Lala memperhatikan punggung lebar milik Aiden.

                Aiden duduk di meja

bartender dan Louis langsung menyapanya.

                “Seperti biasanya,”

seru Aiden.

                “Oke.”

                Louis dengan cepat

memberikan segelas cairan cokelat dengan es batu didalam gelas kecil.

                “Mukamu terlihat lesu,

ada apa?” tanya Louis seraya mengelap beberapa gelas yang sudah ia bersihkan.

                “Aku baik-baik saja,”

jawab Aiden.

                “Wajahmu tidak

mengatakan hal itu. Dan hari apa sekarang? Tumben kamu datang di hari kerja.”

                “Ck, kamu sungguh

cerewet,” seru Aiden meneguk minuman didalam gelasnya.

                Louis kembali sibuk

dengan pekerjaannya menyiapkan beberapa minuman untuk para pelanggan.

                “Louis, kenapa aku

begitu kesal dan marah,” gumamnya membuat Louis menoleh ke arahnya.

                “Sudah jelas sekali di

wajahmu tertulis kamu sedang ada masalah. Baiklah katakan saja ada apa?” tanya

Louis.

                “Sejujurnya aku

sedikit trauma akan perasaan cinta. Tapi melihat dia bersama pria lain kenapa

aku merasa kesal dan marah?” serunya seakan tak paham.

                “Berarti kamu memiliki

perasaan cinta pada wanita itu. Itu namanya kamu sedang cemburu,” seru Louis.

                “Tapi dia wanita yang

aku anggap sebagai temanku.”

                “Memangnya kalau

teman, tidak bisa menjadi pasangan? Ayolah Aiden, jangan bodoh,” seru Louis.

                Aiden terdiam, tetapi

ia masih tidak yakin kalau itu perasaan cinta. Di tambah lagi ia memiliki

trauma akan cinta. Rasa sakit itu masih membekas didalam hatinya walau ia sudah

melupakan Agneta sepenuhnya.

---

                Kala sibuk dengan

pikirannya ia melihat seseorang yang ia kenali baru saja datang ke dalam klab

itu.

                “Robert?” gumamnya.

                Robert terlihat datang

dengan seorang wanita cantik dengan pakaian seksi, mereka saling merangkul satu

sama lainnya dan terlihat begitu mesra.

                “Sialan!” Aiden merasa

amarahnya tersulut dan rasanya ia ingin mematahkan kedua tangan dan kaki

Robert.

                “Hei kamu mau ke mana?”

seru Louis melihat Aiden beranjak dari duduknya.

                “Aku harus memberi

seseorang pelajaran.”

                Setelah mengatakan

itu, Aiden beranjak dari duduknya dan berjalan mendekati Robert.

                “Hei!” panggil Aiden

membuat Robert menoleh.

                Bug

                Karena pukulan mendadak itu membuat Robert tidak mampu

menangkis atau menghindarinya. Tubuhnya terdorong ke depan dan hampir

tersungkur.

                “Berengsek!” amuk

Robert membalas memukul Aiden tetapi Aiden berhasil menghindar.

                Mereka berdua akhirnya

terlibat perkelahian, Louis dan keamanan di sana segera memisahkan mereka

berdua.

                “Sialan! Siapa kamu

dan kenapa langsung memukulku!” amuk Robert terlihat emosi.

                “Kau yang sialan! Kau

sudah memiliki tunangan tapi masih berkeliaran dengan wanita lain!” amuk Aiden.

                “Memang apa urusannya

denganmu aku ada tunangan atau tidak?” amuknya.

                “Ada urusannya

denganku! Karena aku tidak ingin Catherin di khianati!”

                “Oh jadi kamu

mengenalnya,” seru Robert. “Apa kamu memata-mataiku untuknya?” ejek Robert.

                “Kau!”

                “Aiden cukup!” Louis

mencengkram kerah baju Aiden dan menariknya menuju bagian belakang klab.

                “Apa kamu sudah gila

membuat keributan di sini? Bagaimana kalau Harry sampai tau?” seru Louis.

                “Dia pria sialan yang

seharusnya aku bunuh!” amuk Aiden tampak kesal.

                “Memang apa

hubungannya denganmu? Come on Aiden, di sini termasuk wajar memiliki hubungan

gelap dengan beberapa wanita. Kenapa kamu begitu naif.” Aiden termangu di

tempat.

                Ada apa dengan

dirinya, biasanya dia tidak perduli dengan apapun. Tetapi kenapa sekarang dia

ikut mengurusi hubungan Catherine dengan pria itu. Apa ini pembelaan untuk

Catherin? Atau demi dirinya yang terluka karena pengkhianatan dan membenci

apapun yang berbau pengkhianatan?

                “Aku akan pulang,”

seru Aiden beranjak pergi meninggalkan Louis yang menatapnya menjauh.

                Catherin baru saja

sampai di kantor. Ia berjalan memasuki lift untuk para petinggi.

                “Hallo,” serunya

mengangkat telpon saat dering handphone terdengar.

                Ia berbicara mengenai

bisnis didalam lift tanpa menyadari keberadaan sosok lain didalam sana.

                “Eh?”

                Tubuh Catherine oleng

saat lift tiba-tiba saja bergetar dan berhenti.

                “Ada apa ini?”

gumamnya memutuskan sambungan telpon.

                “Biar aku periksa,”

seruan itu membuatnya menoleh dan ia baru menyadari adanya sosok lain didalam

lift.

                “Aiden?”

                Aiden menekan tombol

bergambar lonceng dan menghubungi pihak keamanan di sana.

                “Ah!” jerit Catherine

saat lift kembali bergetar dan tubuhnya oleng tetapi tangan kekar Aiden dengan

sigap merengkuh pinggangnya dan membuat tubuh mereka menempel satu sama lain.

                “Sepertinya ada

gangguan, kita tunggu pertolongan sebentar lagi,” ucap Aiden menatap manik mata

Catherin.

                Catherine

menganggukkan kepalanya tanda setuju. Jantungnya berdebar begitu cepat hingga

membuatnya tidak mampu berbuat apapun dan hanya menurut saja.

                “Khem...” saat

kesadarannya kembali, Catherine mendorong dada Aiden dan berjalan mundur.

                AC didalam lift pun

ikut mati, membuat mereka berdua kepanasan dan keringat membasahi mereka. Aiden

melepaskan jas yang ia gunakan dan membuka kancing kemeja putih yang ia

gunakan. Setiap kejadian itu tak luput dari tatapan mata Catherine.

                “Kamu tidak berniat

untuk bertelanjang di hadapanku, bukan?” seru Catherine yang juga merasa

kepanasan dan terpesona oleh tubuh Aiden yang begitu sempurna.

                “Apa kamu menginginkan

itu?” goda Aiden.

                “Apa maksudmu?

Berhentilah berbicara omong kosong,” serunya memalingkan wajahnya seraya

mengikat rambutnya yang tadinya di gerai.

                “Ck, benar-benar

pegawai yang tidak berguna. Kenapa lama sekali,” gerutu Catherine.

                Aiden berdiri dengan

bersandar ke dinding lift. Tatapan matanya masih tertuju pada Catherine yang

mengipasi dirinya dengan tangannya.

                “Apa hubunganmu dengan

Robert serius?” tanya Aiden begitu saja hingga membuat Catherine melihat ke

arahnya. “Atau hanya sekedar hubungan untuk memperkuat bisnis kalian?”

                Catherine memalingkan

wajahnya. “Itu bukan urusanmu,” serunya.

                “Robert bukan pria

baik-baik, semalam aku melihatnya dengan seorang wanita. Jangan korbankan

kebahagiaanmu demi sebuah bisnis.”

                “Kau tau apa tentang

kebahagiaanku! Jangan urusi urusanku lagi,” seru Catherine dengan nada dingin.

                “Aku perduli padamu. Jangan

mengorbankan lagi kebahagiaanmu demi bisnis. Robert bukan pria yang baik

untukmu,” seru Aiden.

                “Ha ha ha...” Catherin

tertawa garing dan kini berjalan mendekati Aiden.

                “Lalu pria seperti apa

yang baik untukku?” tanya Catherine.

                “Carilah orang yang

sungguh-sungguh mencintaimu dan kamu mencintainya. Hiduplah bahagia dan

membangun sebuah kehidupan yang bahagia.”

                “Ha ha ha... Jangan

naif Aiden,” kekehnya. “Kau sendiri pun tidak percaya akan hal itu bisa terjadi

dalam kisah nyata. Menikah dengan orang yang di cintai dan hidup bahagia.

Bukankah itu hanya ada didalam novel. Jangan naif,” kekeh Catherine merasa lucu

mendengar seruan Aiden.

                “Bahkan aku tidak

yakin kamu masih percaya akan cinta. Emm atau kamu memintaku  meninggalkan Robert karena kamu membenci

pengkhianatan seperti yang di lakukan wanita yang kamu cintai itu, AGNETA.”

                “Kau!”

                “Kenapa? Tebakanku

benar, bukan?” seru Catherine dengan nada mengejek. “Aku tidak ingin mencampuri

urusanmu dan aku harap kamu juga begitu.”

                “Apa begitu besar kebencianmu

padaku, karena kesalahan di masa lalu?” tanya Aiden.

                “Aku tidak ingin

membahasnya,” ucap Catherine menghindar.

                Aiden menarik lengan

Catherin hingga membuatnya terbentur dengan dada bidang Aiden. Aiden

mencengkram kedua pundak Catherine dan membuat matanya bertemu dengan mata

tajam miliknya.

                “Katakan Catherine,

apa begitu besar rasa kebencianmu padaku?” tanya Aiden menatap dengan intens

manik mata Catherin seakan mencari sesuatu di sana.

                “Memang apa bedanya

antara aku membencimu atau tidak. Toh kita tidak bisa merubah apapun,” seru

Catherin berusaha menghindari tatapan Aiden yang selalu membuat jantungnya

berdebar kencang.

                “Penting bagiku! Aku

ingin kamu kembali menjadi temanku seperti dulu. Aku tidak ingin kehilanganmu

lagi!”

                Deg

                Tatapan Catherine melebar mendengar penuturan Aiden

barusan.

                “Kamu sangat penting

bagiku, Cath.”

1
Siarsazkia Siarsazkia
setelah bertahun ku tunggu akhirnya
Elok Pratiwi
tidak menarik
Amrisa Simatupang
jgn macam macam Aiden,ntar ada mine yg kedua Lo.. nikahi mommy mine dulu
Amrisa Simatupang
ayo mine jgn menyerah... ayo Aiden berjuanglah 🙏😁
Amrisa Simatupang
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
bunda R2
lanjut up lg kak thor,,,udah lama baru up lg😁
bunda R2
👍👍
Amrisa Simatupang
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹😂🌹
Rinnie Hassan Azhoeri
thor ini kenapa di ulang lagi....
maunya sih extra part nya saja thooor....
hehehe maaf yaa....
Susi Yanti
udah , cuma sampai dsn critanya ?
Tulip
Aiden sdh mulai nih mesumnya mau kumat
Tulip
🤣🤣🤣🤣
Tulip
🤣🤣🤣🤣yok kita bentur kepala aiden
Tulip
masak gak tau dg isi hati sendiri aiden... dulu gimana waktu sm agneta terbakar gak lihat agneta sm varo. pengen tak getok tu si aiden
Tulip
e. e. e. masih kok cemburu kan cath kamu anggap sahabat
Tulip
dasar gak peka aiden, masak gak tau alasan cathetrin pergi.
Tulip
merasa ya aiden tersindir. samalah dgmu aiden saat sm cathren menyebutkan nama wanita lain.
Tulip
masak lupa dg kesalahan masa lalu ketika bersama ageta. sungguh terlalu
Tulip
mmmm anknya aiden dg masa lalunya kali ya
faa
bener banget takdir d dunia novel ada d tangan autor😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!