Perjodohan mempertemukan mereka, menyatukan keduanya yang berbeda satu sama lain dan kebobrokan Naya membuat semuanya lebih cepat dari yang seharusnya. Kenakalannya membuat sang ayah sakit kepala dan menyerah pada putrinya, kemudian menyerahkannya kepada Marcel sosok pria yang cukup sempurna untuk lanjut mendidik Naya.
"Naya belajar dengan baik, besok ada kuis di mata kuliah, Saya!"
"Iya, Mas!"
"Tapi jangan terlalu begadang, nanti Kamu bisa sakit!"
"Iya, Mas ...."
"Jangan terlalu banyak makan makanan manis. Ingat Kamu sudah manis dan yang terlalu manis bisa membuat gigimu sakit!"
"Iya, Mas."
"Besok setelah mata kuliah terakhir, langsung pulang ke rumah dan berhenti keluyuran!"
Iya dan iya mas, selalu menjadi jawaban Naya. Hampir tidak pernah melawan perkataan suaminya, tapi apa? Sayangnya Dia juga hampir tidak pernah mematuhinya. Kata iya yang keluar dari bibirnya seolah tak berarti apa-apa dan Marcel cukup pusing dibuatnya.
Lantas bagaimana kelanjutan ceritanya?
Simak selengkapnya hanya ada di My Perfect Husband oleh Saiyaarasaiyaara
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saiyaarasaiyaara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 5
Naya sesegukan di dalam kamarnya, gadis itu tampak mengenaskan saat ini. Dia benar-benar tidak terima diperlakukan demikian dan benci dengan peraturan.
Namun dihadapan Marcel, apalah dia? Pria itu pasti tak akan segan dengannya dan beberapa saat lalu dia bahkan sudah merampas minuman boba favoritnya, keduanya sekaligus dengan boba yang seharusnya merayu bundanya. Suaminya itu bahkan sampai keenakan meminumnya dan Naya bahkan masih ingat wajah songong juga menjengkelkan miliknya.
Sungguh lagi-lagi dia sangat tidak terima, tapi sekali lagi dia bisa apa?
"Naya!!"
Sial, bahkan sekarang sepertinya pria itu belum puas menyiksanya.
Suara gedoran terdengar keras berasal dari balik pintu kamarnya.
"Keluar!" teriak Marcel menjerit kesal dari luar kamar.
"Kemari Kamu, Naya. Jangan membuat Saya bertambah marah. Naya!!" amuk Marcel sambil menggedor pintu kamar Naya.
Mendengar hal itu pun membuat Naya yang kalut bertambah kalut, tapi dia tidak punya pilihan selain menghadapinya.
Sebelum Marcel bertambah mengamuk, Naya pun membuka pintu kamarnya setelah sebelumnya dia mempersiapkan diri.
"Apa-apa ini?!" Marcel berkacak pinggang sambil menyerahkan buku binder kuliah yang biasa Naya gunakan untuk mencatat materi kuliahnya.
Sontak saja Naya yang melihatnya mundur perlahan dan menggigit bibirnya takut. Sial, Suaminya itu ternyata menggeledah tas kuliahnya yang beberapa saat lalu dirampasnya kasar dan sekarang buku catatan kuliahnya juga diperiksa.
Naya benar-benar habis saat ini. Pasalnya selain buku kuliah, buku itu juga dijadikan tempat untuk melupakan emosinya kalau kesal, dengan cara menempel foto Marcel di sana dan seolah dukun yang menyantet, Naya menusuk gambar wajah Marcel juga mencoret-coret dan mengatai dengan kata-kata yang buruk.
Suami setan, Marcel Iblis, Marcel siluman, pria bajingan dan sebagainya. Akan tetapi masalahnya sekarang, Marcel sudah melihatnya.
"Berani-beraninya Kamu dan satu lagi foto siapa yang yang jadi wallpaper ponselmu? Siapa laki-laki itu?" geram Marcel dengan begitu marah.
Melihat hal itu Naya sangat ketakutan sekali. Wajahnya memucat dan dia terlihat sangat gelisah.
"Maaf," ungkapnya dengan gemetar sambil kembali mundur untuk menghindari Marcel.
Sayangnya mundur semakin mundur malah membuatnya makin terpojok dan saat ini dia malah terperangkap diantara tembok dan tubuh Marcel yang semakin menghimpitnya.
"Katakan sekali lagi?!" geram Marcel pelan, tapi masih sangat terdengar tegas.
"Maafkan Na-Naya, ... ti-tidak se-sengaja. Itu ulah teman---"
"Diam!"
Naya meneguk ludahnya kasar dan habislah dia sekarang. Habis ditangan orang yang paling dibenci olehnya.
~000~
Sampai malam tiba, walaupun sudah habis menghukum Naya, Marcel nyatanya belum puas. Sebagaimana Naya tak pernah puas berbuat sesuatu sesukanya, sembrono, nakal, pembuat onar dan sulit dinasehati. Demikian Marcel yang mempunyai karakter sebaliknya, suka mengatur, menasehati dan disiplin. Dia takkan berhenti sampai Naya istrinya menyadari kesalahannya.
"Jangan begitu Mas. Aku membutuhkan ponsel untuk mengerjakan tugas kuliahku dan uang untuk makan juga membayar print makalah tugas ku," kata Naya beralasan dengan sedikit merengek.
Marcel yang masih terlihat marah dan juga saat ini sedang menyantap makan malamnya berhenti. Pria itu menelan makanan dalam mulutnya dengan kasar kemudian meneguk air di dalam gelas dihadapannya dengan kasar dan berbicara setelahnya.
"Saya juga butuh Kamu jadi istri yang baik, menyediakan kebutuhan Saya dengan ikhlas tanpa dipaksa dahulu dan bagian paling Saya butuhkan Kamu berhenti berulah dan mendengarkan Saya," jawab Marcel tidak mau kalah.
Naya terlihat menahan nafas menatap Marcel dengan kesal. Kalau saja sekarang bukan pria didepannya ini tempatnya bergantung, mungkin dia takkan segan untuk melakukan perlawanan.
'Kau kira Aku robot, eh atau jangan-jangan pembantu! Sial ini orang tukang atur naujubilah!' batin Naya menjerit kesal.
"Kenapa diam, kehabisan kata hah?!" sinis Marcel melayangkan tuduhannya.
Membuat Naya semakin kesal dan menggigit bibir sebentar.
"Mas tapi, tap-tapi ... kalau begini terus nanti nilai kuliahku menurun, IP, dan IPK-ku jelek sampai harus mengulang semester, bagaimana?" rengek Naya membujuk.
Mari terlihat menghela nafasnya panjang tapi kemudian dia mengangguk dan membuat Naya senang sesaat. Ya, sesaat sebelum kemungkinan kembali terlihat kecewa.
"Tiap mau kemana, mulai sekarang Saya sendiri yang akan antar dan jemput kamu. Kalau tidak ada Saya kamu baru boleh pergi dengan sopir, dan masih tidak boleh menggunakan mobil sendiri. Untuk urusan makan siang, Kamu bisa masak dan membawa bekal atau setidaknya minta ke Saya ke ruangan. Masalah fotocopy dan print tugas, jangan banyak alasan Naya di rumah ini ada mesin print di kampus juga tepatnya di ruangan Saya!" kata Marcel cukup jelas sampai Naya tak bisa berkutik.
'Benar-benar suami sialan, urusan menghukum dia selalu banyak cara!' dengus Naya sambil membatin kesal.
Gadis itu menjadi terdiam mendorong piring makanannya kemudian berdiri menahan amarahnya. Menatap suaminya dengan tak habis pikir sebelum kemudian berlari meninggalkannya karena marah.
"Naya kemana Kamu! Habiskan makananmu dan berhenti memancing amarah Saya!" geram Marcel menyusul Naya.
Bahkan mau mengambek pun Marcel tak membiarkannya. Selang sedetik pria yang merupakan dosen merangkap juga jadi suaminya itu benar-benar keterlaluan dalam setiap aturannya.
~000~
⚠Perhatian ⚠⚠
•Bagian yang tidak ada papan, "Happy Reading/To Be Continued" itu artinya belum direvisi.
•Jangan nekat baca atau tanggung sendiri risikonya.
Yang ingin kepoin penulis atau saling follow, boleh nih kunjungi akun media sosialnya.
ig : Saiyaa_ra
fb : Saiyaarasaiyaara.
bingung .bknnya Marcel LG keluar kota? ko tiba2 udah nongol aja kapan baliknya
Kurangnya komunikasi antara pasangan dan gak jujur dgn perasaan sendiri ke pasangan,Bisa bikin hubungan tambah panas dan akhirnya pertengkaran..