Di hari pernikahannya, seharusnya Leticia menikahi pria yang dicintainya, bukan pria yang terkenal memiliki sifat begitu kejam dan menyeramkan.
Dan Leticia baru menyadari, kalau semua ini permainan dari Ibu dan adik kembarnya yang sejak awal sudah memaksanya untuk memakai penutup mata saat pernikahan berlangsung.
Leticia harus menikahi calon suami sang adik kembar, dan adiknya… Leila menikahi pria yang sangat dicintai oleh Leticia.
Awalnya Letcia ingin mengajukan surat perceraian kepada Maximillan, tetapi pria itu tidak mau dan memaksanya untuk tetap mempertahankan pernikahan yang dari awal sudah salah.
Dan Leticia baru tahu kalau suaminya adalah seorang mafia kejam yang sangat posesif.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MTMH18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 06
“A-aku masih ada urusan penting,” ucap Octa, sebelum melarikan diri dari pertanyaan Calistha.
“Mommy sangat bangga kepadaku! Menantu kesayangan Mommy memang sangat hebat!” Calistha memuji Leticia yang sudah berani melawan Octa dan tidak membiarkan orang lain menginjak-injak harga dirinya.
“Nanti Mommy akan menambah hadiahmu, sebuah resort yang ada di Kota B!”
Kedua mata hijau Leticia kini terihat membulat sempurna, hadiah kali ini adalah hadiah yang begitu mahal dan ia tidak pantas menerimanya.
“Ayo kita pilih tas yang kau sukai!” Calistha menarik tangan menantunya untuk memilih tas yang baru saja dikeluarkan dari gudang, tas yang baru datang dan barangnya hanya ada tiga di dunia.
“Mommy, apa hadiah ini tidak terlalu berlebihan? Aku merasa sungkan untuk menerima…”
“Tidak ada kata berlebihan untuk menyenangkan hati menantu kesayangan Mommy, lagipula kau adalah menantu pertama di keluarga Leander… jadi kau harus mendapatkan semua barang yang terbaik,” Calistha memotong ucapan sang menantu.
Leticia merasa begitu terharu mendengarnya. “Terima kasih banyak, Mommy.”
“Sama-sama Sayang,” balas Calistha sambil mengecup kening menantunya.
Calistha sudah menganggap Leticia sebagai putrinya sendiri, karena putri kandungnya sedang sibuk dengan dunianya sendiri dan jarang memiliki waktu bersama Calistha.
“Mommy hampir lupa mengatakan kalau Max memiliki adik perempuan yang menjadi seorang musisi dan penyanyi,” kata Calistha.
“Benarkah? Siapa namanya, Mom?” Tanya Leticia yang memang jarang menonton televisi atau membaca berita terkini yang sedang diperbincangkan oleh orang-orang sekitar.
Leticia saja baru mengetahui siapa mertuanya, karena dulu pernah menonton film yang diperankan oleh Calistha dan itu juga sudah sangat lama.
“Namanya Veleria Zara Leander, dan dia selalu sibuk dengan dunianya. Nanti kalau Vele libur, Mommy akan mengajaknya untuk bertemu denganmu,” Calistha menjelaskannya dengan penuh semangat.
Leticia bisa melihat rasa kasih sayang di mata biru sang mertua, Calistha begitu menyayangi Vele.
“Mommy malah banyak bercerita, sekarang kita pilih tas yang kamu suka dan setelah dari sini kita cari makan dulu… sebelum nanti membeli perhiasan dan ponsel baru untukmu,” Calistha kembali fokus kepada tas-tas di depannya.
Dan Leticia menjatuhkan pilihannya pada tas kecil yang diperkirakan harganya paling marah dari tas-tas yang lain.
Namun saat mengetahui harganya, Leticia ingin mengubah pilihannya… tetapi Calistha langsung menyuruh pemilik toko untuk membungkus tas yang sudah dipilih oleh sang menantu.
“Masih satu, kamu harus membeli tiga atau lima tas lagi!” Kata Calistha yang kembali menyuruh menantunya untuk memilih tas yang lain.
“Mommy saja yang pilihkan, aku kurang paham tentang tas seperti ini,” ucap Leticia yang tidak ingin memilih tas lagi, karena takut harganya sangat mahal seperti tadi.
“Baiklah, kalau begitu kita membeli sepuluh tas lagi!” Seru Calistha yang terlihat begitu bersemangat.
Dan Leticia hanya bisa pasrah, karena ternyata pilihan mertuanya jauh lebih mahal.
Sedangkan di tempat Max, pria itu baru keluar dari ruangan khusus untuk menyiksa pengkhianat maupun musuh yang tertangkap oleh orang-orangnya.
Ada orang suruhan dari musuh yang berani menyusup ke dalam wilayahnya, tentu saja Max tidak akan tinggal diam dan ia sendiri yang menghancurkan tubuh dari orang-orang yang sudah berani mengusik ketenangannya.
“Bagaimana dengan informasi yang bedebah itu dapatkan?” Tanya Max kepada orang kepercayaannya untuk menjaga markas.
“Saya sudah berhasil merampasnya, dia tidak sempat mengirimkan informasi kita ke markas musuh,” jawab Dez, orang kepercayaan Max.
“Bagus! Kalau ada orang yang terlihat mencurigakan, langsung ditahan di ruangan khusus!” Titah Max yang kini mulai menyesap rokok yang baru saja dibakarnya.
“Lalu, apa saja yang dilakukan istriku di Mansion?” Max menatap ke arah Elion yang juga ada di sana, karena tugas Elion adalah menemani Max dan memberitahu tentang apa saja yang dilakukan oleh Leticia.
Elion sudah mengawasi Leticia sejak pertama kali sang atasan jatuh cinta kepada perempuan itu, tetapi Elion jarang mengawasi secara langsung… ia memiliki anak buah yang selalu membantunya untuk menjalankan tugas-tugas dari Max.
“Nona Leticia sedang pergi berbelanja dengan Nyonya Calistha,” jawab Elion yang membuat Max langsung berdiri dari duduknya.
“Belanja di mana?” Tanya Max yang langsung mematikan rokoknya yang baru saja dibakar itu.
“Di Mall dekat studio Nona Vele,” jawab Elion dengan cepat.
“Kita susul mereka!” Titah Max yang mengira sang mommy memperlakukan istrinya dengan buruk, misalnya menjadikan Leticia sebagai pelayan pribadi untuk membawa barang belanjaan.
“Dez, jaga markas dan laporkan jika ada masalah dalam pengiriman senjata atau pun penyusup lagi!” Max menatap Dez dengan tajam.
“Saya mengerti, Tuan Max,” jawab Dez dengan penuh hormat.
Melihat Max keluar dari ruangannya, semua anggota Leder langsung menunduk hormat kepada sang pemimpin.
Di luar Max dikenal sebagai CEO dingin nan kejam, tetapi di dunia gelap Max di kenal sebagai Millan sang pemimpin pasukan Leder yang sangat terkenal.
Max memiliki dua nama dan hanya orang-orang tertentu yang mengetahui Max dan Millan adalah orang yang sama.
“Apa saja yang dilakukan Mommy? Apa dia menggertak istriku?” Tanya Max kepada Elion yang sedang bearda di depan, duduk di sebelah sopir pribadi sang atasan.
“Tidak, justru Nyonya Calistha membelikan Nona Leticia banyak barang mewah sebagai hadiah pernikahan. Tapi tadi Nona Leticia sempat disudutkan oleh wanita bernama Octavia Senata, wanita itu melayangkan kata-kata tidak pantas kepada Nona Leticia,” jelas Elion yang membuat Max tidak bisa menahan geraman marahnya.
“Tapi Nona Leticia melawannya dengan kata-kata yang lebih menyakitkan, Tuan Max bisa melihatnya sendiri!” Elion menyerahkan Tab di tangannya kepada sang atasan.
Tadi orang-orang Elion merekam kejadian di Mall, sehingga Max bisa melihat dan mendengar apa saja yang dikatakan oleh istrinya.
“Akhirnya Leticia sadar juga kalau dia harus melawan orang-orang yang berani mengusiknya, istriku bukan lagi kelinci pemalu,” Max terkekeh pelan dan terus melihat ekspresi tenang istrinya saat melawan Octa.
“Dan kata-kata yang dikeluarkan dari bibir manisnya, cukup pedas,” Max merasa sangat senang, karena Leticia tengah memujinya di hadapan banyak orang… salah satunya adalah Calistha yang juga menyaksikan semua itu secara langsung.
“Sekarang Leticia masih di Mall?” Tanya Max yang semakin tidak sabar untuk menemui istri cantiknya.
“Nona Leticia sudah dalam perjalanan pulang bersama Nyonya Calistha,” jawab Elion yang baru saja mendapatkan informasi terbaru tentang keberadaan sang nona.
“Bagus, kita langsung pulang ke Mansion!” Titah Max yang bisa lebih leluasa memeluk atau mencium istrinya di Mansion.
“Satu lagi! Aku ingin karier wanita yang bernama Octavia itu hancur dan dia tidak bisa mendapatkan pekerjaan di mana pun!” Perintah Max kepada Elion.
Max tidak akan membiarkan orang yang sudah mengusik istrinya, tetap hidup dengan tenang…
Bersambung!
🌹🌹🌹☺️