NovelToon NovelToon
Trio Detektif : Kasus Dingin

Trio Detektif : Kasus Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Anak Genius / Komedi
Popularitas:39.6k
Nilai: 5
Nama Author: Hana Reeves

Tim gabut generasi delapan dan tim gabut generasi sembilan


Sambungan GD 2, GD 3 dan The Buwono Family.
Tiga sepupu yang satu sekolah dan satu kelas di SMP PRC, dikenal memiliki jiwa kepo tinggi. Seperti hal para ayah mereka, Sheva Sasono, Kenzie Buwono dan Zane Sihasale, sering tidak sengaja terlibat ( melibatkan diri ) dalam kasus kriminal. Bersama tim ayah mereka, ketiganya saling bahu membahu memecahkan misteri.

Generasi ke delapan klan Pratomo
Generasi ke sembilan klan Pratomo

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kepala ME Yang Baru

Mamat

"Dok Daisssyy! Bagaimana Elina?" tanya Mamat saat melihat Boss kesayangannya datang.

"Ya begitulah... Elina sudah minta maaf sama Jay. Jay juga tahu Elina cuma bereaksi otomatis," jawab Daisy.

"Dok, ada kabar. Ada calon pengganti kepala ME buat gantiin dokter Lulu." Mamat langsung memasang wajah tukang gosip.

Setelah dokter Wayan pensiun empat tahun lalu, banyak pihak yang ingin Daisy naik jabatan sebagai kepala ME. Sayangnya, Daisy masih menjadi warga negara Italia dan dia tidak mau melepaskan kewarganegaraan itu. Vicenzo melarang Daisy melepaskan kewarganegaraannya karena berhubungan dengan aset-asetnya di Turin.

Dokter Lucky juga tidak mengizinkan Daisy melepaskan kewarganegaraannya karena kedua anaknya bisa memiliki dual kewarganegaraan. Nanti kalau mereka sudah dewasa, bisa memilih mau jadi warga +62 atau warga Italiano.

Akhirnya dokter Lulu yang menjadi kepala ME Bhayangkara dan sayangnya, sering clash dengan Daisy, Mamat dan dokter Ginanjar yang sudah resmi menjadi dokter forensik. Beberapa kali kasus kriminal berantakan dan semua orang komplain. Dokter Lulu lalu dinonaktifkan, lalu ME Bhayangkara dipegang oleh dokter Surya sebagai direktur sementara.

"Lalu? Sekarang siapa yang jadi calon pemimpin ME? Dok Surya bagus kok dibanding dok Lulu yang blunder melulu," tanya Daisy.

"Katanya dokter lulusan UI dan University of Dundee."

Daisy tersenyum. "Dundee bagus. Terbaik malah ... Kita lihat saja nanti ya Mat. Jadi kasus yang kemarin bagaimana?"

***

Ruang Kerja Divisi Kasus Dingin Polda Metro Jaya Jakarta

"Korban adalah seorang pria, perkiraan usia antara 25-30 tahun. Namanya Akbar Maulana dan profesinya adalah seorang kurator museum di museum-museum area Jawa Barat," lapor Sanji ke tim kasus dingin.

"Umur semuda itu sudah menjadi kurator?" tanya Kombes Fariz. "Wow!"

"Apakah darah yang ditemukan di gudang SMP XXX sama dengan darah korban?" tanya Kombes Steven.

"Sama. Jadi bisa disimpulkan, korban memang diletakkan di sana sebelum dipindah dan ketahuan oleh Kenzie dan Zane. Hanya saja, aku dan tim tidak menemukan ... belum menemukan bukti jelas apakah dia dibunuh di sana atau dibunuh di tempat lain baru dibawa di gudang itu," jawab Sanji.

"Menurut kamu?" tanya AKBP Teguh.

"Dia dibunuh di tempat lain. Baru dibawa kesana. Aku tidak tahu motifnya apa dia dibawa ke gudang itu."

Semua tim kasus dingin saling berpandangan.

"Oke. Ros dan Casey serta Gaban, kalian ke rumah orang tua si Akbar Maulana. Cari tahu, latar belakang dia dan bagiamana kedua orang tuanya. Aku dan Teguh biar ke sekolah itu menemui kepala sekolah nya. Steven dan Cristiano, kalian ke museum tempat Akbar kerja. Fariz bukan RM dan Sharivan, kamu di sini jaga kandang. Siapa tahu ada kabar dari ME. Ayo berangkat!"

***

Medical Examiner RS Bhayangkara

Daisy dan semua tim ME akhirnya mendapatkan nama dokter forensik yang akan menggantikan dokter Surya. Hari itu juga mereka diperkenalkan dokter Adiwilaga Gumilar, seorang dokter forensik yang mengambil master di University of Dundee. Pria berusia sekitar 35 tahun itu tersenyum ke arah semua orang hingga dia melihat Daisy.

"Apakah itu yang namanya dokter Daisy Buwono?" bisik dokter Adiwilaga ke dokter Surya.

"Benar."

"Cantik," puji dokter Adiwilaga.

"Jangan Dok. Dokter Daisy sudah menikah dengan dokter Lucky, dokter bedah Bhayangkara, dan sudah punya dua anak yang menginjak remaja," cegah dokter Surya. "Semua orang disini sayang dokter Daisy. Jadi Anda jangan macam-macam. Apalagi ada pengawalnya, Mamat dan dokter Ginanjar."

"Memang dokter Daisy usia berapa?" tanya dokter Adiwilaga. "Tiga puluh?"

"Empat puluh."

Dokter Adiwilaga terkejut. "Dia tidak terlihat seperti empat puluh!"

***

Daisy merasa tatapan dokter Adiwilaga agak aneh dan dia berpikir akan dipertanyakan tentang tugas serta surat kerja di Medical Examiner. Daisy menoleh ke Mamat.

"Apa dokter Adiwilaga tidak setuju aku kerja disini ya?" bisik Daisy.

"Bagaimana bisa? Dok Daisy sudah lima belas tahun disini dan setiap dua tahun selalu memperbaharui surat kerja di imigrasi," balas Mamat.

"Siapa tahu kan Mat."

***

Usai perkenalan, suasana instalasi forensik RS Bhayangkara lebih sibuk dari biasanya. Kepala Medical Examiner yang baru, Dokter Adiwilaga, melangkah menyusuri lorong dengan jas putih yang masih tampak rapi. Sejak pertama kali bertemu dengan Daisy, dia tidak bisa menyembunyikan ketertarikannya.

Bagi dokter Adiwilaga, Daisy adalah sosok yang tenang, cerdas, dan penuh dedikasi. Sayangnya, ia juga tahu satu fakta yang tidak bisa diabaikan: Daisy telah menikah dan memiliki dua anak. Namun, kenyataan itu tidak membuat perasaannya surut.

"Dokter Daisy, kalau nanti makan siang, bagaimana kalau kita bersama?" tanya dokter Adiwilaga sambil tersenyum.

Daisy membalas dengan sopan. "Maaf, Dok. Saya sudah berjanji makan bersama suami saya."

Belum sempat dokter Adiwilaga menanggapi, muncul Mamat, petugas keamanan yang sudah lama mengenal Daisy.

"Dokter Daisy, ruang autopsi sudah siap. Saya antar, ya."

Mamat berdiri di samping Daisy seolah menjadi tembok hidup. Dokter Adiwilaga hanya bisa tersenyum tipis.

Beberapa menit kemudian, saat dokter Adiwilaga kembali mencoba mengajak Daisy berbincang mengenai penelitian forensik, Dokter Ginanjar datang membawa setumpuk berkas.

"Dok Daisy, laporan toksikologi yang Anda minta sudah selesai. Kita bahas sekarang saja. Kasus yang kemarin di galeri seni. Sanji juga sudah mendapatkan hasil test labnya," ucap dokter Ginanjar dengan raut wajah serius.

Daisy mengangguk. "Terima kasih, Dok. Biar aku bawa ke ruangan aku dan berdiskusi dengan Sanji. Permisi dokter Adiwilaga. Saya harus melakukan cross check dengan tim CSI."

"Oh silakan, Dok Daisy," jawab dokter Adiwilaga dengan terpaksa.

Daisy pun berjalan ke ruangannya dengan diikuti oleh dokter Ginanjar dan Mamat yang mengekor di belakang istri dokter Lucky itu.

Tanpa sadar, dokter Adiwilaga kembali kehilangan kesempatan.

Mamat yang melihat kejadian itu berbisik kepada dokter Ginanjar sambil menahan tawa.

"Dok, bos baru kayaknya lagi cari jalan buat deketin Dokter Daisy."

Dokter Ginanjar tersenyum tipis. "Kalau urusan pekerjaan, silakan. Tapi kalau sampai mengganggu kehidupan pribadinya, saya tidak akan diam."

Mamat mengangguk mantap.

"Tenang saja, Dok. Selama saya masih jaga di sini, Dokter Daisy tidak akan dibuat tidak nyaman."

Sementara itu, Daisy tetap fokus pada pekerjaannya. Ia memperlakukan dokter Adiwilaga sebagai rekan kerja biasa, menjaga sikap profesional tanpa memberi harapan yang dapat disalahartikan. Adiwilaga pun mulai menyadari bahwa perhatian yang dia berikan tidak mendapat balasan, dan setiap kali ia mencoba mendekat, selalu ada rekan-rekan yang memastikan Daisy dapat bekerja dengan tenang dan nyaman.

***

Yuhuuu up Siang yaaaaaa

Thank you for reading and support author

Don't forget to like vote and gift

Tararengkyu

1
Andriani Rahmi
uang ❎ yang ✅
semangat berkarya mbak Hana...jangan lupa istirahat dan healing..
Hana Reeves: haaaiiissshh keyboard aku 😄😄😄
total 1 replies
Murti Puji Lestari
lha kok nekat tenan tho, kasih mental ala mafioso dok, biar tahu rasa
Murti Puji Lestari
belum tahu saja siapa yang kamu hadapi, dasar jelantah
Ibu² kang Halu🤩
bahh, makin terang benderang aja nih pebinor satu. bolehlah di bongkar aibnya lagi sama dok Lucky atau datangin aja Dylan, kak Hana 😀😀🤗 greget aku tuh sama pebinor satu ini😤😤😤
Murti Puji Lestari
mo makan orang mode on, jangan ganggu 🤣🤣🤣🤣🤣
mama_im
dia kalo nekat deketin daisy siap siap aja semua aib terbongkar 😏😏😏
awesome moment
jotos wae, dok luck. tim hore n utk penindasan dan penganiayaan utk pebinor. klo g ckp dgn dikasih mental yo hrs bin kudu dijotos. qt dukung utk urusan mengamankan pebinor
Hana Reeves: pebinor yg diterima cuma Aa Toro dan Winston 😄
total 1 replies
Teuing Saha🙃
Keknya minta dibanting deh si Jelaga🤣🤣 atau mending dikirimi mbak Lilis aja🤣🤣
Marsiyah Minardi
Haduhhh si Jelaga golek molo tenan iki
Hajar aja lah Dok Lucky 😄😄
Elsa Fanie
lah kok Yo masih golek molo tho Yo Yo ,,,harus d kasih apa lagi ni s jelaga 🤦🤦🤦🤦,Kenzie nti d hukum sama pak lucky LG lho 😁😁💪💪💪trio detektif semoga dapat petunjuk
beybi T.Halim
hadehhhh... enaknya diapain yah si jelaga ini makin lama., sok ganteng sok sibuk,sok dekat sok iyee,hadeuh...tak pites lama lama
Noey Aprilia
Pdhl dktr gabut udh ngsih pringtan,tp knp y tu orng msh ngeyel aja???
udh kthuan aibnya,msih usaha buat jd pebinor.....cckkk....ga tau malu....🙄🙄🙄
Bapau hijau Bapau hijau
hmm novel trio detektif ya...dulu aku ngebayangin bisa masuk ke markas mrk kyknya seru
diyah
pagi2 sudah disuguhi pebinor🤣🤣🤣🤣
Ita Xiaomi
Punya satelit sendiri 😁
Ita Xiaomi
🤣🤣🤣pokoknya My istri gue dah.
Noey Aprilia
Ha...ha....
blm tau dia kl mslh aib mh urusn gmpang,tnggal mnta tlong sm kluarganya....wasalam dehhh.....😛😛😛
Ichy Fitri
lho ya jangan macam2 sama menantu mafia dan menantu Pratomo. apalah aib Yang segitu doang maahh
Faizah Muzdalifah
Kok aku pingin Dylan turun gunung buat suntik mati pakai racunnya Dewi Racun istrinya inspektur megure omnya si Yakuza jadi lupa namanya 😅😅😂😂
Hana Reeves: Dirandra dan Tora
total 1 replies
Ibu² kang Halu🤩
yaa ampunn, my istri gue gak tuhh dok Lucky 🤩🤩
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!