NovelToon NovelToon
SISTEM PANGERAN AUTO PILOT

SISTEM PANGERAN AUTO PILOT

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Sistem
Popularitas:483
Nilai: 5
Nama Author: Khusus Game

"Saat pedang musuh hampir mencabut nyawaku, sebuah suara mekanis mengambil alih kendali tubuhku dan mengubahku menjadi mesin pembunuh yang sempurna."

​​Jacob adalah pangeran kedua kerajaan Helios yang selalu berlindung di balik punggung kakaknya, George. Namun, sebuah pengkhianatan di medan perang membuat George lumpuh dan pasukan mereka terbantai. Di tengah keputusasaan, sebuah Sistem Auto Pilot aktif di dalam kesadaran Jacob. Sistem ini tidak memberikan misi atau hadiah cuma-cuma, melainkan mengambil alih kendali saraf otot Jacob untuk melakukan gerakan bertarung yang mustahil dilakukan manusia biasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khusus Game, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6: Tarian Maut Bunga Mawar

​Tiga sosok berjubah hitam itu mendarat tanpa suara di atas tanah becek perkemahan, memancarkan niat membunuh yang sangat pekat di depan tenda Jacob. Mereka adalah para eksekutor dari organisasi mawar merah yang dikirim khusus untuk membawa pulang kepala Natali atau memastikan tidak ada saksi yang tersisa.

​Natali melesat maju dengan kecepatan yang bahkan sulit ditangkap oleh mata manusia biasa. Dia tidak lagi ragu atau takut, karena rasa sakit yang biasanya menyiksa lehernya kini telah berganti menjadi aliran energi hangat yang sangat stabil.

​{Tontonan ini jauh lebih menarik daripada sekadar laporan militer di atas kertas.}

​[Analisa Panca Indra: Musuh menggunakan formasi segitiga maut. Titik buta mereka ada pada saat pergantian posisi di detik ketiga. Pengguna disarankan untuk memberikan instruksi serangan pada Natali.]

​"Natali! Serang kaki kiri pembunuh di sebelah kananmu sekarang juga!" teriak Jacob dengan suara yang menggelegar di tengah kegelapan malam.

​Dua belati perak Natali berkilat di bawah cahaya bulan saat dia melakukan putaran tubuh yang sangat ekstrem. Tanpa bertanya sedikit pun, dia mengikuti perintah Jacob dan menebas urat tumit salah satu pembunuh tersebut hingga terdengar suara putusnya otot yang sangat nyaring.

​"Mati kau, pengkhianat!" teriak pembunuh yang terluka itu sambil mencoba mengayunkan pedang pendeknya dengan membabi buta.

​Suara logam yang beradu terdengar memekakkan telinga saat Natali menangkis serangan tersebut dengan satu belati, sementara belati lainnya dia tancapkan tepat ke arah jantung lawan. Gerakannya sangat bersih dan efisien, seolah dia sedang menari di atas panggung kematian yang sudah dia siapkan sendiri.

​Natali berputar lagi dan menghindar dari lemparan pisau beracun yang mengincar matanya. Dia menggunakan punggung pembunuh yang sudah tewas sebagai pijakan untuk melompat tinggi dan menerjang pembunuh kedua dari arah atas.

​Salah satu pembunuh lainnya mencoba mendekati Jacob untuk menjadikannya sandera, namun Jacob hanya berdiri diam dengan senyum tipis yang meremehkan.

​"Jangan biarkan dia mendekat, Natali. Jubahnya sangat menggangguku," ucap Jacob dengan nada bicara yang sangat santai.

​Tubuh pembunuh itu mendadak kaku saat sebuah belati perak menembus tengkorak kepalanya dari arah belakang. Natali telah bergerak lebih cepat dari bayangan dan menyelesaikan tugasnya dengan sangat sempurna tanpa menyisakan satu pun musuh yang masih bernapas.

​Jacob melangkah keluar dari bayangan tenda dan mendekati tumpukan mayat tersebut dengan ekspresi yang sangat datar.

​{Dia jauh lebih berguna daripada seribu prajurit elit yang hanya tahu cara berteriak.}

​"Kerja yang sangat luar biasa untuk seseorang yang baru saja kehilangan segalanya, Natali," puji Jacob sambil menyeka sedikit percikan darah di pipi wanita tersebut.

​Natali menoleh dengan tatapan yang kini dipenuhi oleh pengabdian yang sangat mutlak. Dia berlutut di depan Jacob dan mencium ujung sepatu pangeran muda itu sebagai tanda penyerahan diri yang sepenuhnya.

​"Saya adalah bayanganmu sekarang, Tuanku. Siapa pun yang berani menyentuh sehelai rambutmu akan berakhir di neraka yang paling dalam," bisik Natali dengan suara yang penuh dengan kesetiaan yang buta.

​||||||||||||||

​Raja Ferdinand tiba di lokasi kejadian dengan wajah yang masih dipenuhi oleh kecemasan. Dia menatap tiga mayat pembunuh elit itu dengan tatapan yang sangat tidak percaya, karena dia tahu betapa sulitnya menjatuhkan anggota organisasi mawar merah.

​"Apa yang sebenarnya terjadi di sini, Jacob? Bagaimana mungkin wanita ini bisa menghabisi mereka secepat itu?" tanya Raja Ferdinand dengan suara yang sedikit bergetar.

​"Musuh sudah mulai bergerak, Ayah. Ini adalah bukti bahwa keberadaan kita di sini sudah diketahui oleh pihak ketiga yang lebih berbahaya daripada sekadar pasukan Scolar," jawab Jacob sambil menunjuk ke arah tato mawar di leher Natali yang masih bersinar merah.

​Pangeran muda itu segera mengajak ayahnya masuk kembali ke dalam tenda komando untuk segera memutuskan langkah selanjutnya. Dia tahu bahwa waktu mereka tidak banyak lagi sebelum fajar menyingsing dan patroli Scolar menyadari adanya kekacauan di perbatasan.

​{Malam ini harus menjadi malam terakhir bagi kejayaan benteng itu.}

​[Saran Strategi: Segera kirim Natali menuju pipa minyak utama sementara pasukan pengalih perhatian mulai bergerak menuju gerbang depan. Tingkat keberhasilan serangan ini adalah sembilan puluh delapan persen.]

​"Kita bergerak sekarang, Ayah. Jendral Veldora, siapkan pasukan elit Black Knight untuk melakukan manuver palsu di gerbang utama!" perintah Jacob dengan wibawa yang tidak bisa dibantah oleh siapa pun di ruangan itu.

​Veldora mengangguk mantap dan segera keluar untuk meneriakkan perintah kepada para komandannya. Semangat tempur para prajurit Helios kembali terbakar saat melihat pangeran mereka yang sebelumnya lemah kini memimpin dengan tangan besi.

​"Siapkan panah api sebanyak mungkin. Kita akan menyulut kembang api terbesar yang pernah dilihat oleh kerajaan ini," tambah Jacob sambil menatap ke arah benteng Scolar di kejauhan.

​Pasukan elit mulai bergerak keluar dari perkemahan dengan langkah yang teratur dan senyap. Mereka tahu bahwa nasib kerajaan Helios kini berada di tangan pangeran kedua mereka yang misterius ini.

​Natali berdiri di samping Jacob dengan belati yang sudah kembali ke dalam sarungnya. Dia menatap tuannya itu dengan pandangan yang seolah ingin menelan seluruh keberadaan Jacob ke dalam hatinya.

​"Saya siap berangkat ke titik penyusupan, Tuanku. Berikan perintah terakhirmu sebelum aku meratakan tempat itu," ucap Natali dengan nada suara yang penuh gairah untuk bertempur.

​||||||||||||||

​Jacob memberikan sebuah tabung kecil berisi cairan kimia yang sangat mudah terbakar kepada Natali. Tatapan matanya menunjukkan bahwa dia tidak menerima kegagalan sedikit pun dalam misi yang sangat krusial ini.

​{Tunjukkan pada dunia bahwa tangan kananku adalah malaikat kematian yang nyata.}

​"Pergilah. Buat mereka menyesal karena pernah menyerang kakakku," perintah Jacob dengan suara yang rendah namun penuh tekanan.

​Natali menghilang ke dalam kegelapan hutan dalam hitungan detik, bergerak menuju saluran pembuangan yang sebelumnya telah dipetakan oleh sistem Jacob. Sementara itu, Jendral Veldora mulai memacu kudanya di depan gerbang utama benteng Scolar dengan teriakan yang memecah kesunyian malam.

​"Pasukan pemanah, lepaskan serangan pertama!" teriak Veldora sambil mengangkat kapak raksasanya ke udara.

​Raja Ferdinand menyaksikan dari atas bukit dengan jantung yang berdegup kencang melihat putranya mengendalikan seluruh medan tempur hanya dengan beberapa instruksi singkat. Dia merasa seolah sedang melihat sosok raja sejati yang lahir di tengah badai pengkhianatan.

​Pipa minyak di dalam gudang Scolar mulai bocor hebat karena Natali telah menyulutnya dengan cairan kimia dari Jacob. Natali bergerak dengan sangat lihai di antara langit-langit gudang, menghindari setiap patroli penjaga yang mulai menyadari adanya situasi darurat di ruangan tersebut.

​"Hei! Ada minyak yang merembes ke mana-mana! Cepat lapor ke komandan!" teriak seorang penjaga Scolar dengan wajah yang pucat pasi.

​Satu percikan api kecil dari belati Natali yang beradu dengan batu lantai sudah cukup untuk memicu reaksi berantai yang mengerikan. Api menyambar seluruh pipa minyak utama dalam sekejap, menciptakan tekanan yang melampaui batas ketahanan pipa-pipa tua tersebut.

​Dentuman ledakan yang sangat dahsyat mengguncang seluruh pondasi benteng Scolar hingga tembok-tembok batunya mulai retak. Menara utama benteng itu miring perlahan sebelum akhirnya runtuh menimpa gudang persenjataan musuh di bawahnya.

​Prajurit Scolar berlarian kocar-kacir dengan rasa takut yang luar biasa, mereka berteriak karena mengira sedang diserang oleh sihir penghancur tingkat tinggi. Kekacauan total terjadi di dalam benteng saat sistem pertahanan mereka lumpuh sepenuhnya hanya dalam hitungan menit.

​Natali berdiri tegak di atas atap gudang yang sedang meledak hebat, jubah hitamnya berkibar sementara api merah raksasa membubung tinggi di belakang tubuhnya. Dia menatap ke arah pasukan Helios di kejauhan dengan senyum yang sangat mengerikan, seolah sedang mempersembahkan kehancuran ini sebagai hadiah bagi tuannya.

​Pasukan Helios yang melihat ledakan itu langsung menyerbu maju dengan semangat yang meluap-luap di bawah komando Jendral Veldora. Jacob menarik pedangnya perlahan dan menunjuk ke arah gerbang Scolar yang kini sudah terbuka lebar karena hancur berantakan.

​Kepanikan di benteng Scolar semakin menggila saat para penjaga menyadari bahwa pasukan Helios sudah berada di depan mata mereka. Natali yang berdiri di atas ledakan itu menjadi simbol kehancuran bagi musuh, sementara semua pasukan Jacob sudah siap di posisi masing-masing berdasarkan rencana strategis yang matang.

1
Dania
semangat tor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!