NovelToon NovelToon
NEW SAGA WARISAN PRIMORDIAL

NEW SAGA WARISAN PRIMORDIAL

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Anak Genius
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Abai Shaden

Ribuan tahun setelah Kaisar Primordial Wang Tian menghilang ke dalam keheningan dimensi untuk menjaga keseimbangan alam, silsilah darahnya telah bercabang menjadi klan-klan besar yang menguasai berbagai penjuru dunia.

​Istri pertama, Lin Xuelan, melahirkan garis keturunan Penjaga Samudra. Istri ketiga, Mora, melahirkan klan Bayangan Langit. Istri keempat, Lin Xia (setelah menjadi manusia sepenuhnya), melahirkan garis Pedang Dewa. Namun, cerita kita kali ini bermula dari garis keturunan istri kedua, Sui Ren, Sang Permaisuri Angin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abai Shaden, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 5: Empat Bulan Sunyi dan Simfoni Angin Kematian

Suara siulan tajam dari Pasukan Pemburu Bayangan masih terngiang di kejauhan, namun Wang Jian sudah menyatu dengan kegelapan di bawah akar-akar merah Labirin Akar Berdarah. Baginya, hutan ini bukan lagi tempat yang asing atau menakutkan; setelah beberapa minggu bertahan hidup di sini, hutan ini telah menjadi guru, kawah candradimuka, dan rumah kedua yang jujur. Hutan tidak pernah berbohong—siapa yang kuat akan bertahan, dan siapa yang lengah akan menjadi pupuk bagi pepohonan purba.

Wang Jian menyentuh dadanya, di mana Inti Bintang Bumi tersimpan rapat. Energi gravitasi dari batu itu terus-menerus menekan tulang-tulangnya, sebuah beban konstan yang jika dialami oleh manusia biasa akan menghancurkan organ dalam mereka dalam hitungan jam. Namun bagi Jian, ini adalah "beban latihan" yang sempurna.

Bulan Pertama: Menghilang dari Pandangan Dunia

Pasukan Pemburu Bayangan yang dipimpin oleh seorang kapten bernama Zhuo Fan—seorang praktisi Ranah Pemurnian Qi Bintang 7—bukanlah lawan yang mudah. Mereka memiliki anjing pelacak spiritual yang mampu mencium jejak Qi sekecil apa pun.

Selama bulan pertama, Wang Jian tidak pernah tidur lebih dari dua jam sehari. Ia belajar teknik baru: Manipulasi Suara Lewat Angin. Dengan menggunakan getaran udara, ia mampu menciptakan "bayangan suara".

Suatu malam, saat Zhuo Fan dan anak buahnya mengepung sebuah gua yang mereka kira tempat persembunyian Jian, Jian justru berdiri di atas dahan pohon tinggi, seratus meter di belakang mereka. Ia memetik selembar daun, meniupnya dengan pola tekanan tertentu, dan mengirimkan suara langkah kaki palsu ke arah yang berlawanan.

"Di sana! Dia lari ke arah rawa!" teriak salah satu pemburu.

Zhuo Fan dan pasukannya melesat mengejar angin kosong. Wang Jian menatap mereka dengan tatapan dingin. Ia tidak membunuh mereka—belum. Ia menggunakan mereka sebagai mitra latihan untuk menyempurnakan Langkah Angin Tanpa Jejak. Di akhir bulan pertama, Jian mampu berdiri tepat di belakang Zhuo Fan tanpa sang kapten menyadari keberadaannya.

Ini adalah penghinaan tertinggi bagi seorang pemburu: targetnya ada di sana, tapi dianggap tidak ada.

Bulan Kedua: Penempaan Internal Inti Bintang

Memasuki bulan kedua, Wang Jian memutuskan untuk masuk lebih dalam ke Gua Napas Bumi, sebuah celah di bawah tanah yang memiliki tekanan atmosfer lima kali lipat dari permukaan. Di sinilah ia memulai proses meditasi yang menyakitkan untuk menyerap esensi dari Inti Bintang Bumi.

Ia tidak menelan batu itu. Itu adalah tindakan bodoh yang akan meledakkan tubuhnya. Sebaliknya, ia menggunakan Alkimia Dingin pada tingkat mikroskopis. Ia meletakkan Inti Bintang di antara kedua telapak tangannya, lalu menciptakan pusaran angin yang berputar berlawanan arah (Counter-Rotating Vortex).

Pusaran ini perlahan-lahan mengikis permukaan Inti Bintang, mengubah energi gravitasinya menjadi debu-debu cahaya yang kemudian dihirup oleh Jian melalui pori-porinya.

"Sembilan Putaran Angin... Putaran Ketiga: Pemadatan Massa!" gumamnya.

Setiap butir debu cahaya yang masuk ke dalam tulangnya terasa seperti hantaman palu godam. Struktur tulang bajanya yang sudah padat kini dipaksa untuk "runtuh" ke dalam (Collapse) agar bisa membentuk kepadatan yang baru.

Ini adalah konsep Struktur Bintang. Bayangkan sebuah besi yang ditempa ribuan kali hingga ukurannya mengecil namun beratnya tetap sama. Itulah yang terjadi pada kerangka Wang Jian. Meskipun penampilannya tampak lebih ramping dan atletis, berat tubuh Jian sebenarnya meningkat drastis. Jika ia melompat ke tanah tanpa kontrol angin, ia akan menciptakan lubang sedalam sepuluh sentimeter.

Bulan Ketiga: Dominasi di Rantai Makanan

Bulan ketiga adalah masa di mana Wang Jian mulai aktif berburu. Ia tidak lagi menghindar dari monster Peringkat 2. Ia membutuhkan pertarungan hidup dan mati untuk menstabilkan struktur tulang barunya.

Ia bertemu dengan Macan Tutul Bayangan Angin, monster yang terkenal dengan kecepatannya yang bisa menyamai kultivator Ranah Nascent Soul. Namun, bagi Jian yang sudah memahami "Napas Angin", gerakan macan itu seperti membaca buku yang terbuka.

Jian tidak menggunakan senjata. Ia menggunakan tangannya. Setiap pukulannya kini membawa "Bobot Gravitasi" dari Inti Bintang. Saat tinjunya mengenai kepala Macan Tutul tersebut, tidak ada luka luar yang terlihat, namun seluruh tulang tengkorak monster itu hancur menjadi debu karena getaran internal.

Di akhir bulan ketiga, reputasi "Hantu Hutan" mulai menyebar di kalangan petualang. Mereka bercerita tentang seorang pemuda yang berjalan tanpa suara, namun memiliki kekuatan fisik yang mampu meruntuhkan pohon raksasa hanya dengan satu tendangan.

Zhuo Fan dan pasukannya mulai ketakutan. Dari sepuluh orang, kini hanya tersisa tiga. Sisanya tewas bukan karena Jian, melainkan karena Jian sengaja menggiring mereka ke wilayah monster-monster berbahaya tanpa mereka sadari.

Bulan Keempat: Terobosan yang Menyakitkan

Tepat di pertengahan bulan keempat, Wang Jian merasa fondasinya sudah mencapai batas maksimal. Seluruh kerangka tubuhnya kini tidak lagi berwarna putih, melainkan memiliki kilau kebiruan metalik yang aneh—sebuah tanda bahwa ia telah menyerap 80% energi Inti Bintang Bumi.

Ia duduk di bawah Air Terjun Surgawi sekali lagi, namun kali ini ia berada di titik terjatuh yang paling dalam, di mana tekanan air mampu menghancurkan baja biasa.

"Empat bulan... aku telah menahan ranahku selama empat bulan hanya untuk momen ini," Jian berteriak di tengah gemuruh air.

Ia melepaskan seluruh sumbat energi di Dantiannya. Energi Angin Primordial yang selama ini ia tekan meledak keluar, berputar di sekeliling tulangnya yang baru.

KRAAAAK!

Suara itu terdengar seperti petir yang menyambar di dalam tubuhnya. Lapisan terakhir dari impuritas sumsum tulangnya diperas keluar, menguap menjadi kabut perak di bawah guyuran air terjun.

[PROSES KENAIKAN RANAH]:

* Fondasi: Struktur Bintang Bumi (Sempurna).

* Energi: Angin Primordial Tingkat Menengah.

* Hasil: Mencapai Ranah Penguatan Tulang Bintang 6!

Meskipun "hanya" naik satu bintang dalam empat bulan—sebuah kecepatan yang dianggap lambat bagi jenius klan utama—kualitas bintang keenam milik Wang Jian berbeda. Jika bintang keenam biasa berarti tulangmu sekeras baja, bintang keenam milik Jian berarti tulangmu memiliki Massa Gravitasi.

Ia kini bisa mengontrol berat tubuhnya sendiri. Ia bisa menjadi seringan bulu untuk berlari di atas permukaan air, atau menjadi seberat gunung untuk menghancurkan musuh di bawah kakinya.

Pertarungan Terakhir: Akhir dari Zhuo Fan

Zhuo Fan akhirnya menemukan Wang Jian di tepi air terjun. Kapten pemburu itu tampak kuyu, matanya merah karena kurang tidur dan stres.

"Kau... kau iblis kecil! Kau menghancurkan seluruh pasukanku!" raung Zhuo Fan. Ia melepaskan seluruh Qi Ranah Pemurinian Qi Bintang 7-nya. Sebuah pedang besar berlapis api muncul di tangannya. "Mati kau!"

Zhuo Fan menebas dengan teknik Api Pemusnah Dunia. Udara di sekitar air terjun menjadi panas menyengat.

Wang Jian berdiri tegak, membiarkan air terjun menghujam punggungnya. Ia tidak menghindar. Saat pedang api itu hanya berjarak beberapa senti dari lehernya, Jian mengangkat dua jarinya.

TANG!

Suara logam beradu dengan logam bergema keras. Pedang Zhuo Fan terhenti tepat di jari Wang Jian.

"Bagaimana mungkin?!" mata Zhuo Fan hampir keluar dari kelopaknya. "Jari manusia menahan pedang kelas Perunggu milikku?!"

"Pedangmu terlalu ringan, Kapten," ucap Wang Jian dingin.

Jian menggerakkan tangannya sedikit, memberikan tekanan gravitasi pada pedang tersebut. Pedang itu seketika patah menjadi ribuan serpihan. Sebelum Zhuo Fan sempat berteriak, Jian sudah berada di depannya, tangannya mendarat di dada sang kapten.

"Gaya Berat: Runtuhnya Langit."

Zhuo Fan tidak terlempar. Sebaliknya, ia terhantam ke bawah, ke atas tanah. Tekanan gravitasi yang dilepaskan Jian membuat tubuh Zhuo Fan amblas ke dalam tanah hingga sedalam dua meter, menghancurkan seluruh organ dalam dan meridiannya dalam sekejap.

Zhuo Fan tewas seketika dengan mata melotot tak percaya.

Refleksi dan Langkah Selanjutnya

Wang Jian mengambil tas penyimpanan milik Zhuo Fan. Di dalamnya terdapat sebuah peta kuno menuju bagian terdalam hutan, tempat di mana sisa-sisa Klan Naga dikabarkan bersembunyi.

"Empat bulan ini memberiku fondasi yang tak tergoyahkan," gumam Jian sambil menatap tangannya yang kini tampak bersih tanpa luka sedikit pun. "Tapi aku merasakan sesuatu... Angin ini mulai berubah. Ada getaran listrik di dalamnya."

Tanpa ia sadari, karena terlalu sering berlatih di bawah tekanan ekstrem dan gesekan udara yang konstan, elemen Angin Primordial miliknya mulai bermutasi. Benih dari Elemen Petir mulai tumbuh di sudut Dantiannya.

"Waktunya keluar dari bagian luar hutan ini. Aku butuh lawan yang lebih kuat. Aku butuh... Long Wei."

Wang Jian melesat, meninggalkan Air Terjun Surgawi yang kini hanya menjadi saksi bisu lahirnya seorang monster baru yang akan menghancurkan kesombongan klan-klan besar di Benua Tengah.

Status Wang Jian di Akhir Bab 5:

* Ranah: Penguatan Tulang (Bintang 6).

* Kekuatan Fisik: Mampu menahan senjata Kelas Perunggu dengan tangan kosong.

* Teknik Utama: Langkah Angin Tanpa Jejak (Mempunyai efek ilusi suara), Gaya Berat (Manipulasi berat tubuh internal).

* Elemen: Angin Primordial (Mulai bermutasi menjadi Petir).

1
evelyn Syaquita
new saga
adalah bacaan wajib bagi penggemar genre kultivasi yang mencari cerita dengan kedalaman emosional dan aksi yang memukau. Meskipun memiliki beberapa kiasan (tropes) klasik genre Xianxia, eksekusinya tetap terasa segar dan membuat ketagihan.
evelyn Syaquita
Tahapan dari Qi Condensation hingga [Tahap Tertinggi] dijelaskan dengan detail yang memuaskan, membuat pembaca ikut merasakan jerih payah sang protagonis dalam bermeditasi dan menerjang kesengsaraan langit (Heavenly Tribulation).😍😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!