NovelToon NovelToon
DAO TERLARANG KAISAR SEGALA ELEMEN

DAO TERLARANG KAISAR SEGALA ELEMEN

Status: tamat
Genre:Epik Petualangan / Anak Genius / Fantasi / Tamat
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Abai Shaden

Di dunia di mana takdir ditentukan oleh kemurnian akar spiritual, Wang Tian terlahir sebagai kutukan. Memiliki lima elemen dasar yang saling bertabrakan, ia dicap sebagai "sampah abadi" dan dibuang ke Perpustakaan Terlarang yang terlupakan. Namun, di balik debu sejarah, ia menemukan Sutra Kaisar Sembilan Unsur—sebuah teknik terlarang yang mengajarkan bahwa kekuatan sejati bukan berasal dari kemurnian, melainkan dari kekacauan primordial.

​Demi mengubah nasib, Wang Tian menempuh jalan yang diharamkan: menghancurkan pusat energinya sendiri untuk membangun Pusaran Primordial yang mampu melahap segala elemen alam semesta. Dari murid pelayan yang dihina, ia bangkit menjadi anomali yang mengguncang tatanan langit.

​Perjalanannya penuh darah dan pengkhianatan. Ia harus menyembunyikan kekuatannya dari 12 Klan Kuno yang angkuh dan 4 Sekte Penguasa Arah Angin yang mengincarnya sebagai ancaman dunia. Di tengah pelariannya, ia dipertemukan dengan empat wanita luar biasa—termasuk sang Ratu Kegela

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abai Shaden, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 6 : Pembantaian di Lapangan Latihan

Matahari naik tinggi, menyengat batu giok putih di lapangan latihan utama Sekte Awan Putih. Udara dipenuhi dengan dentingan pedang kayu dan teriakan semangat dari para murid luar yang sedang berlatih di bawah pengawasan instruktur. Di tengah kerumunan itu, Li Chen berdiri dengan angkuh, jubah birunya berkibar ditiup angin pegunungan. Ia baru saja menyelesaikan demonstrasi teknik Pedang Logam Penghancur, membelah sebuah tiang kayu setebal paha manusia dengan satu tebasan yang bersih.

"Lihat itu! Kakak Senior Li memang luar biasa," puji salah satu pengikutnya, seorang pemuda kurus bernama Zhang yang selalu menjilat setiap langkah Li Chen. "Dengan kekuatan di puncak Ranah Pembersihan Tubuh Tingkat 4, Kakak Senior pasti akan dipromosikan menjadi murid dalam bulan depan!"

Li Chen menyeringai, menyapu keringat di dahinya dengan sapu tangan sutra. "Tentu saja. Di sekte luar ini, siapa yang bisa menandingi bakat elemen Logam milikku? Kecuali para jenius dari 12 Klan Kuno, tidak ada yang bisa menghentikan langkahku."

Tiba-tiba, tawa mereka terhenti saat melihat sosok yang sangat mereka kenal berjalan perlahan dari arah jalan setapak belakang. Itu adalah Wang Tian. Namun, ada sesuatu yang berbeda pagi ini. Wang Tian tetap mengenakan jubah abu-abunya yang kumal, wajahnya tetap tertutup debu, dan kepalanya tetap tertunduk seolah-olah ia masih menjadi pelayan yang ketakutan. Akan tetapi, langkah kakinya tidak lagi terdengar berat. Ia berjalan seolah-olah kakinya tidak menyentuh tanah, bergerak dengan keanggunan yang tidak wajar.

"Heh, Sampah! Apa yang kamu lakukan di sini?" teriak Li Chen, suaranya menggelegar di seluruh lapangan latihan, menarik perhatian puluhan murid lainnya. "Bukannya aku menyuruhmu membersihkan kotoran di perpustakaan? Apakah tendanganku kemarin belum cukup membuatmu sadar?"

Wang Tian berhenti sepuluh langkah di depan Li Chen. Ia perlahan mengangkat kepalanya. Untuk pertama kalinya, para murid di sana melihat sorot mata Wang Tian yang sebenarnya. Itu bukan mata seorang pelayan yang memohon ampun; itu adalah mata seekor naga yang sedang menatap seekor serangga. Dingin, tajam, dan penuh dengan aura kehancuran yang terpendam.

"Kakak Senior Li," ucap Wang Tian, suaranya rendah namun bergema dengan aneh di telinga semua orang. "Saya datang untuk menagih hutang. Jatah nasi saya, martabat saya yang Anda injak, dan rasa sakit yang Anda berikan selama sepuluh tahun ini... hari ini, saya akan mengambil semuanya kembali dengan bunga."

Lapangan latihan mendadak sunyi senyap. Kemudian, tawa menggelegar pecah dari mulut Li Chen dan pengikutnya. Murid-murid lain saling berbisik, menganggap Wang Tian sudah kehilangan akal sehatnya karena terlalu sering dihina.

"Apa aku tidak salah dengar? Sampah lima elemen ingin menagih hutang padaku?" Li Chen tertawa hingga matanya berair. "Baiklah, karena kamu begitu ingin mati, aku akan mengabulkannya di depan semua orang. Aku tidak akan menggunakan pedangku. Cukup satu tangan untuk mematahkan setiap tulang di tubuhmu!"

Li Chen merangsek maju. Ia mengalirkan energi elemen Logam ke tangan kanannya, membuat tinjunya berkilau seperti perunggu yang membara. Dengan teriakan keras, ia meluncurkan pukulan lurus ke arah wajah Wang Tian. Pukulan itu membawa tekanan angin yang cukup kuat untuk meretakkan batu.

Wang Tian tetap diam. Ia tidak menghindar, tidak pula memasang kuda-kuda bertahan. Saat tinju Li Chen hanya berjarak beberapa senti dari hidungnya, Wang Tian mengaktifkan Langkah Bayangan Kematian yang diberikan oleh Lin Xia.

Syuut!

Tubuh Wang Tian seolah-olah menjadi asap hitam yang memudar. Tinju Li Chen hanya menghantam udara kosong dengan bunyi Wush yang keras.

"Apa?!" Li Chen terbelalak. Ia belum sempat bereaksi ketika ia merasakan sebuah sentuhan dingin di bahunya.

"Terlalu lambat, Li Chen," bisik Wang Tian tepat di telinganya.

Wang Tian mengalirkan sedikit energi primordial abu-abu ke telapak tangannya. Tanpa menggunakan teknik yang rumit, ia hanya mendorong bahu Li Chen dengan telapak tangan terbuka. Namun, di balik dorongan sederhana itu, ada kekuatan dari Ranah Penguatan Tulang Tingkat 9 yang telah dipadatkan secara ekstrim.

KRAK!

Suara tulang yang patah terdengar sangat jelas di tengah keheningan lapangan. Li Chen terlempar sejauh sepuluh meter, berguling-guling di atas batu giok sebelum akhirnya menghantam tumpukan senjata kayu hingga hancur berkeping-keping. Ia memuntahkan darah segar yang banyak, bahu kanannya tampak remuk dan posisinya tidak wajar.

"Arghhh! Tanganku! Tanganku hancur!" raung Li Chen penuh kesakitan.

Seluruh murid yang menonton membeku. Zhang dan pengikut lainnya gemetar hebat, kaki mereka terasa lemas melihat tuan mereka dikalahkan hanya dengan satu dorongan ringan oleh orang yang mereka anggap sampah.

"Siapa... siapa kamu sebenarnya?" tanya seorang instruktur sekte yang baru saja tiba, wajahnya pucat pasi melihat aura yang terpancar dari tubuh Wang Tian. Aura itu tidak lagi bisa disembunyikan; ia meledak keluar seperti gunung berapi yang bangun dari tidur panjang.

Wang Tian tidak menjawab instruktur itu. Ia berjalan mendekati Li Chen yang sedang mengerang di tanah. Setiap langkah Wang Tian terasa seperti dentuman palu di hati Li Chen.

"Kamu bangga dengan elemen Logammu?" tanya Wang Tian dingin. Ia mengangkat tangannya. Tiba-tiba, energi elemen Logam dari seluruh senjata di lapangan latihan seolah-olah ditarik oleh daya magnet yang sangat kuat. Pedang-pedang besi mulai bergetar dan terbang mengelilingi Wang Tian, membentuk sebuah lingkaran pedang yang mematikan.

"Logam bukan hanya tentang kekerasan, Li Chen. Ini tentang kehendak," ucap Wang Tian. Dengan lambaian tangan, salah satu pedang melesat dan menancap tepat di antara selangkangan Li Chen, hanya berjarak satu inci dari organ vitalnya.

Li Chen pingsan seketika karena ketakutan yang luar biasa. Celananya basah oleh urine.

Wang Tian menoleh ke arah murid-murid lainnya. "Mulai hari ini, Perpustakaan Terlarang bukan lagi tempat pembuangan. Jika ada di antara kalian yang berani menginjakkan kaki di sana dengan niat buruk, aku tidak akan hanya mematahkan tulang kalian. Aku akan menghapus keberadaan kalian dari dunia ini."

Saat ia hendak pergi, langit tiba-tiba berubah menjadi gelap. Sebuah tekanan yang jauh lebih besar dari apa pun yang pernah dirasakan Wang Tian turun dari angkasa. Sesosok pria tua dengan jubah putih panjang dan jenggot yang menjuntai turun dari udara, berdiri di atas awan tipis. Itu adalah Penatua Agung Sekte Awan Putih, seseorang yang telah mencapai Ranah Nascent Soul.

"Anak muda, kau memiliki bakat yang mengerikan dan teknik yang tidak berasal dari sekte ini. Jelaskan darimana kau mendapatkan kekuatan terlarang itu, atau kau akan dihukum mati karena mengkhianati sekte!" suara Penatua Agung itu mengandung kekuatan jiwa yang membuat murid-murid tingkat rendah langsung jatuh berlutut.

Wang Tian merasakan dadanya sesak. Meskipun ia telah mencapai puncak Ranah Penguatan Tulang, perbedaan antara dia dan Ranah Nascent Soul masih terlalu jauh—seperti perbedaan antara butiran debu dan gunung.

Pusaran Primordial di Dantiannya berputar kencang, mencoba melawan tekanan tersebut. Wang Tian mendongak, menatap langsung ke mata Penatua Agung tanpa rasa takut sedikit pun. "Kekuatan ini adalah milikku. Takdirku adalah milikku. Sekte ini tidak pernah memberiku apa pun selain penghinaan, jadi apa hak Anda menanyakan darimana kekuatanku berasal?"

"Lancang!" Penatua Agung mengangkat tangannya, bersiap melepaskan serangan yang bisa meratakan seluruh lapangan latihan.

Namun, sebelum serangan itu jatuh, sebuah tawa dingin dan merdu terdengar dari bayang-bayang pepohonan di pinggir lapangan. Kabut hitam tiba-tiba muncul, menyelimuti Wang Tian dan melindunginya dari tekanan Penatua Agung.

"Bermain-main dengan seorang anak kecil... apakah ini standar Sekte Awan Putih yang agung?" Lin Xia muncul, berdiri di samping Wang Tian dengan keanggunan seorang ratu. Kehadirannya membuat tekanan dari Penatua Agung hancur seketika.

Mata Penatua Agung membelalak kaget. "Ratu Kegelapan... Lin Xia? Apa yang Anda lakukan di wilayah kami?"

"Aku hanya sedang menjemput muridku," ucap Lin Xia sambil melirik Wang Tian dengan senyum penuh arti. "Dan jika kau berani menyentuh sehelai rambutnya saja, aku akan memastikan Sekte Awan Putih menjadi sejarah dalam satu malam."

Lin Xia memegang bahu Wang Tian. "Ayo pergi, Wang Tian. Tempat kecil ini sudah tidak bisa lagi menampung naga sepertimu. 12 Klan Kuno sedang mengadakan turnamen di Kota Giok. Di sanalah panggungmu yang sebenarnya dimulai."

Dalam kepulan asap hitam yang pekat, Lin Xia dan Wang Tian menghilang dari pandangan, meninggalkan Sekte Awan Putih dalam kekacauan dan ketakutan yang mendalam. Wang Tian telah pergi, meninggalkan identitas pelayannya selamanya, menuju dunia yang lebih luas di mana para dewa dan kaisar menunggu untuk ditantang.

Statistik Bab 6:

* Karakter: Wang Tian, Li Chen (Dikalahkan), Lin Xia (Penyelamat), Penatua Agung (Antagonis baru).

* Lokasi: Lapangan Latihan Sekte Awan Putih -> Menuju Kota Giok.

* Pencapaian: Mengalahkan musuh masa kecil, mengungkapkan kekuatan di depan publik, secara resmi menjadi murid/proyek Lin Xia.

* Status Kultivasi: Ranah Penguatan Tulang Tingkat 9 (Puncak).

* Elemen yang Terkuak: Manipulasi Logam tingkat tinggi melalui Energi Primordial.

1
septian arista
ke mana lin sia?
septian arista
cerita pertemuannya dengan naga kok berbeda sama bab yang sebelumnya
Abai Shaden: author lagi pusing,,maaf ya,,,
kurang ngopi
total 2 replies
septian arista
Baru kali ini ada cultivator yang melakukan terobosan di penginapan yang dan menghancurkan penginapan itu karena terobosannya
septian arista
selalu saja ada tuan muda sebuah klan yang bersikap arogan dan sangat angkuh
Abai Shaden
terimakasih masukkan nya
Abai Shaden
nanti di season II nya,,,
jalur kultivasi lebih panjang,adegan baku hantam,,,,tar kita bikin dia berdarah
Joe Maggot Curvanord
terlalu cepat op thor ga ada ber darah2nya
Abai Shaden: kita bikin berdarah nanti di NEW SAGA WARISAN PRIMORDIAL
total 1 replies
Nanik S
Mantap
Nanik S
ikut Tes Lagi
septian arista: cepat banget kenaikan kultivasinya
total 1 replies
Nanik S
Sama sama bermarga Lin
Nanik S
Pertemuan awal
Nanik S
Oky Lanjut
Nanik S
Awal yang bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!