NovelToon NovelToon
Buronan Cinta 'Pak Komisaris'

Buronan Cinta 'Pak Komisaris'

Status: sedang berlangsung
Genre:Dark Romance / Cinta Terlarang / Enemy to Lovers
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Elprasco

Kehidupan Rafan sebagai komisaris polisi menjadi kacau balau setelah bertemu dengan gadis cantik bernama Myra.

Kriminal kejam yang selama ini ia cari, tak sengaja datang ke hadapannya menjelma bagai malaikat.

Bagaimana Rafan menahan diri agar tidak terseret pada kegilaan semata?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elprasco, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jejak dan penghinaan

Keheningan menyelimuti ruang pemantauan. Sorot mata Rafan terpaku pada layar monitor, menonton rekaman CCTV pada malam pembunuhan dengan ketengangan.

Gambar bisu di hadapannya memicu berbagai spekulasi, terutama saat dua pria asing itu tertangkap kamera.

"Jangan-jangan... selain kelompok pembunuh bayaran, mereka juga menculik para wanita---dan wanita yang kulihat tadi juga salah satu sandera mereka!" gumam Rafan lirih.

"Bagaimana, Pak?" sahut Andre penasaran.

"Perjelas gambarnya. Cari identitas mereka berdua," perintah Rafan tegas. "Pastikan apakah mereka anggota sindikat pembunuh bayaran atau bukan."

Rafan menyusun strategi di atas spekulasi yang dibangun. Namun, di sisi lain, tindakan gegabahnya tadi siang telah menyisakan dampak besar bagi Myra.

Terkejut, marah dan malu bercampur menjadi satu. Baginya, Rafan kini menempati urutan teratas dalam daftar bajingan yang harus diberi pelajaran.

Pria itu dengan lancang menyusup dan melihat bagian terdalam dari privasinya, sesuatu yang tak pernah dilihat oleh siapa pun.

"Kenapa dia bisa masuk ke dalam?" Myra mondar-mandir di kamarnya. "Aku yakin tidak mendengar suara dobrakan."

"ARGH, SIALAN!"

BRAK!

"Kenapa pintu depan terbuka lebar? Habis ada tamu?" tanya Sukma baru saja masuk sambil terheran.

Myra hanya diam, menatap Sukma dengan tatapan sinis yang mematikan.

"Apa ada tamu? Kenapa kamu diam saja---"

"Iya, ada tamu!" bentak Myra, memotong ucapan Sukma dengan tajam. "Ini karena ulahmu yang keluar tanpa menutup pintu."

Sukma menekuk bibir, mencibir pelan. "Hanya masalah kecil, kenapa kamu sampai semarah ini? Memangnya siapa yang datang?"

"Polisi. Dia menyelinap masuk ke kamarku dan melihatku telanjang!" seru Myra, matanya membulat penuh amarah.

Seketika, tawa Sukma pecah. "Apa? T-telanjang? BUAHAHA!" Sukma terbahak-bahak memegangi perutnya, hampir terjungkal.

Gelak tawanya semakin membakar emosi Myra. "Teruslah tertawa, setelah ini aku akan memberimu hadiah liburan satu arah ke liang lahat."

Tawa itu mati seketika. Sukma terdiam, merasa nyawanya terancam. Ia tahu Myra tidak pernah bermain-main dengan ucapannya.

"Maaf... aku tidak sengaja. Ehem!" Sukma segera merubah ekspresinya, menyapu bersih sisa tawa di wajah ovalnya. "Setelah dia mengintipmu, apa yang kamu lakukan? Apa mayatnya sudah kamu taruh di halaman belakang?"

"Jangankan menembak---dia keburu lari mendengar teriakanku," desis Myra frustasi.

"Berarti dia berhasil kabur. Bagaimana kalau dia ketagihan dan kembali lagi untuk mengintipmu?" ejek Sukma menahan tawa.

"Hentikan khayalan konyolmu! Dia itu polisi, bukan pemerkosa. Pasti dia ke sini untuk menyelidiki sesuatu! kita harus berhati-hati agar tidak memancing kecurigaan mereka," sahut Myra, meski dalam hati merasa jengkel setiap kali mengingat wajah pria lancang itu.

"Ya... siapa tahu, kan? Zaman sekarang, banyak pria hidung belang yang memakai seragam," Sukma bergumam lirih.

"Cukup! Urusi saja kontrak yang belum selesai itu," potong Myra dingin. "Cepat keluar dan selesaikan semuanya. Jangan masuk sebelum kupinta."

"Kenapa?" Sukma bertanya polos.

"Aku butuh waktu untuk menenangkan pikiran."

...----------------...

Kediaman Rafan,

Di ruang tengah yang luas dengan tembok putih polos, Rafan termenung menyandarkan tubuhnya ke sofa. Teh di tangan sudah mendingin, namun pikirannya masih mendidih.

"Gadis itu... dia pasti sangat syok saat melihatku," gumamnya pelan.

Wajah Myra terus terbayang dalam benak, paras elok berambut hitam yang berkilau serta manik mata cokelat yang seolah mampu menjerat siapa pun.

Keindahan yang tersembunyi di balik rumah misterius mampu menggetarkan hati Rafan.

"Sepertinya umurnya tidak jauh berbeda dariku," batin Rafan.

"Sudah berapa lama dia berada di sana? Tapi kenapa tidak ada laporan orang hilang atau kasus penculikan yang cocok dengannya?"

Rafan memejamkan mata, anehnya bayangan kulit mulus Myra enggan pergi. Ia sadar, penyelidikan ini bukan sekedar tugas. Ada sesuatu yang jauh lebih berbahaya dan mungkin menggairahkan, menanti di balik rumah itu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!