Jangan lupa follow Ig noer_azzura16 for visualnya ya.
Diandra menjadi sugar baby seorang pria dingin selama tiga tahun lebih ketika dia berada di luar negeri. Selain nama dan nomor ponselnya, Diandra sama sekali tidak tahu apapun tentang pria itu.
Namun, tiba-tiba ayahnya menyuruhnya kembali, setelah mengasingkannya selama 7 tahun, ketika adik tirinya akan bertunangan.
Diandra yang memang punya dendam pada ayahnya dan keluarga baru ayahnya itu. Memutuskan kembali, ada dendam yang harus dia tuntaskan.
Namun, siapa sangka. Jika tunangan sang adik tiri, ternyata adalah seseorang yang mengenal Diandra luar dan dalam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
06- MCI 06
Diandra menutup kembali pintu kamar itu. Dia marah, dia benar-benar marah. Mungkin Kamila dan Genelia memang sengaja menjadikan kamarnya itu gudang. Dan sang ayah yang memang tak pernah perduli padanya, memang tak memperdulikan hal ini sama sekali.
Diandra mengepalkan tangannya. Tapi dia memilih untuk tidak cari keributan di depan para tamu itu. Untuk apa? yang ada, hal itu hanya akan mempermalukan dirinya. Dua wanita licik itu pasti akan menemukan 1001 alasan untuk membuatnya terkesan seperti orang yang gilaa perhatian setelah tinggal lama terpisah dari mereka.
Diandra lebih memilih pergi ke balkon dengan membawa tas kecilnya bersamanya. Dia mengeluarkan ponselnya. Setidaknya, ada foto-foto kenangannya saat kecil di rumah itu. Senyum ibunya membuat Diandra spontan saja ikut tersenyum. Baginya tak ada yang lebih indah dari senyum ibunya itu di dunia ini.
Yang bahkan satu fotonya pun sudah tidak ada lagi di rumah ini. Padahal, dulu rumah ini penuh dengan foto ibunya.
Diandra menyimpan kembali ponselnya. Menatap ke arah bawah. Di pekarangan rumah itu, ada dua mobil mewah selain milik keluarga Kusuma.
Diandra melihat keduanya, dan sangat yakin kalau salah satunya adalah mobil Raez. Naluri jahilnya muncul begitu saja.
'Dia berbohong tentang namanya padaku, baiklah. Anggap saja aku membalas perbuatannya itu!' batin Diandra yang lalu turun dari lantai dua menuju ke pekarangan.
"Non, keluarga tuan Mahendra belum pulang. Kata tuan, non Diandra jangan pulang dulu!" kata pelayan yang melihat Diandra membuka pintu utama.
"Aku tidak akan pulang, aku hanya mau cari angin memangnya ini rumah siapa? ini rumah ibuku. Orang-orang di dalam itu hanya menumpang! suatu hari nanti, mereka harus pergi! oh ya, buatkan kopi untuk supir keluarga Mahendra, aku akan suruh dia istirahat di ruangan supir!" kata Diandra yang segera membuka pintu dan keluar.
"Baik nona"
Diandra berjalan ke arah mobil yang dia yakini sebagai mobil Raez. Ada seorang supir disana, tapi Diandra mendekati mobil itu.
"Pak supir..."
"I... iya nona. Ada apa?" tanya supir itu.
"Pak supir, berdiri sendirian aja di sini kayak tiang bendera. Sana tuh, gabung sama supir yang lain. Sudah dibuatkan kopi!" kata Diandra.
Wajah supir itu langsung terlihat sumringah.
"Wah, terima kasih non!" katanya yang langsung pergi ke ruangan para supir.
Disana, supir itu juga mendapatkan sambutan hangat. Dan langsung duduk mengobrol sambil ngopi.
Diandra yang merasa situasinya sudah aman. Segera berjongkok dan mendekat ke arah salah satu ban mobil Raez. Dia mengambil gunting dari tasnya dan menusuk bagian masuknya udara di ban mobil itu. Terdengar suara...
'Ssssshhhh
Tapi tidak terlalu keras. Diandra sungguh merasa begitu puas. Ketika ban mobil itu benar-benar kempes. Meski tangannya merah, karena menekan gunting. Tapi baginya itu sebanding untuk mengerjai Raez.
'Tuan Raez, eh salah... maksudku tuan Dave. Ini adalah hadiah pertemuan kita di negara ini dariku, untukmu!' batin Diandra yang langsung kembali masuk ke dalam rumah lagi.
Diandra pergi ke teras samping, seingatnya ada pohon Bougenville yang di tanam ibunya dulu. Sayangnya saat dia berjalan ke teras samping. Pohon itu sudah tidak ada. Bukan hanya pohon favoritnya itu saja, tapi semua pohon yang ditanam ibunya tidak ada di sana.
Diandra kembali mendengus kesal.
'Aku akan catat semua ini, daftar kesalahan kalian ini semakin banyak semakin bagus. Aku akan buta perhitungan satu persatu!' batinnya.
Hingga satu jam berlalu. Romi memanggil Diandra.
"Diandra"
Diandra yang duduk santai di dekat kolam renang segera menghampiri ayahnya dengan langkah yang sangat lambat ke ruang tengah.
"Nak Dave dan keluarganya sudah mau pulang. Dua hari lagi, kita semua di undang ke acara perusahaan mereka. Dan minggu depan adalah hari pertunangan nak Dave dengan Genelia. Beri selamat pada adikmu dan calon suaminya!" kata Romi.
Pria itu sungguh ingin menunjukkan kalau keluarganya di bawah kepemimpinannya sebagai kepala keluarga sangatlah harmonis dan patuh.
Diandra tentu saja tersenyum. Tapi arah pandangnya tertuju pafa Siska.
"Nyonya, selamat ya. Nyonya mendapat calon menantu yang sangat baik! sampai nyonya akan terkejut sangking baiknya dia...!"
"Diandra!" sela Kamila.
Diandra menoleh ke arah Raez.
"Adik ipar, selamat ya!"
Tangan Raez terkepal. Bagaimana bisa wanita itu memanggilnya adik ipar.
Rahang Raez terlihat mengeras. Amalia yang melihat Raez menatap tajam ke arah Diandra, dan tangannya juga terkepal di sebelahnya segera meraih tangan adiknya itu.
"Dave, Diandra kan kakaknya Genelia. Wajar kalau dia..."
"Sudah malam, kita bisa pulang sekarang?" tanya Raez.
"Oh iya, sudah malam. Nak Dave pasti sangat sibuk esok hari. Kami akan antarkan ke depan!"
Semuanya berjalan ke arah depan. Begitu supir di panggil, dan akan masuk ke dalam mobil. Raez terkejut melihat ban mobilnya kempes. Dia sudah bisa menduga siapa yang melakukannya, namun ketika dia menoleh ke arah Diandra. Wanita itu malah buang muka.
'Wanita ini, benar-benar!'
"Nak Dave, mobilmu... biar supir yang mengantar..."
"Tidak perlu, masalah seperti ini. Aku bisa selesaikan dengan mudah!" kata Raez kesal sambil melirik Diandra.
'Cih, sombong sekali. Pulang jalan kaki sana!' batin Diandra sangat puas.
Tak lama, mobil lain datang. Sementara mobil itu akan di bawa ke bengkel oleh supir yang lain. Setelah semua pergi. Diandra juga berjalan ke arah pagar.
"Mau kemana kamu?" tanya Romi.
"Mau pulang!" jawab Diandra tanpa menoleh.
"Pulang kemana? Diandra jangan macam-macam. Genelia akan bertunangan minggu depan. Dan lusa ada acara..."
"Tenang saja ayahnya Genelia. Aku akan datang ke acara itu, kirimkan saja lokasinya. Jika aku tinggal disini, apa kamu tidak takut anak kesayanganmu itu bangun tidur, dan tiba-tiba kepalanya sudah botak?" tanyanya benar-benar tanpa menoleh.
Genelia langsung merangkul lengan ibunya.
"Bu..."
"Sayang tenanglah, dia hanya membual!" kata Kamila.
"Ck" Romi hanya bisa berdecak kesal.
Sementara itu setelah Diandra keluar, mobil Celine datang lagi menjemputnya.
"Lebih dari satu jam, ada apa?" tanya Celine.
Diandra masuk ke dalam mobil dan menggunakan sabuk pengamannya.
"Aku akan ceritakan padamu nanti di jalan, sekarang ayo pulang. Aku harus bersih-bersih. Aura di rumah itu sekarang benar-benar gelap!"
"Lebih gelap mana sama sarang dedemit?" tanya Celine asbun.
"Lebih parah rumah itu!"
"Ha ha ha!"
Mobil Celine pun meninggalkan rumah besar keluarga Kusuma. Tanpa mereka sadari, sebuah mobil mewah lain, tengah mengikuti mereka dari jarak yang cukup aman. Hingga kemungkinan besar mereka tidak akan menyadarinya.
Di dalam mobil itu, si pengemudi pria tampan nan rupawan itu berkata.
"Wanita nakal, lihat apa yang akan aku lakukan padamu saat kamu ada di depanku!"
***
Bersambung...
Ternyata Raez sudah tau jika Diandra berbohong soal hamil palsu.. 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ucapan Diandra bikin ngakak.. Raez lagi esmosi, bisa² nya di ngelece..🤣🤣🤣🤣🤣
Takdir mereka di tangan author, aku mah pasrah aja bacanya 🤣