Igrisia Devalona Bharata terlahir dari darah campuran dewa dan peri, hingga memiliki kekuatan dasyat dan di akui sebagai dewi alam. Namun kekuatan itu membuat para dewa merasa takut, hingga membuatnya jatuh ke dunia manusia dan kehilangan segalanya. Tekad dendam yang membara membuatnya bangkit mencari pecahan kristal jiwa, yang kini dimiliki oleh para pangeran di tiap kerajaan. Perjuangan panjang membuatnya berhasil mencapai tujuan. Namun perasaan yang terjalin dan kontak fisik yang terus terjadi membuatnya bimbang, haruskah dia membalas dendam atau tinggal di bumi dan hidup bahagia bersama pangeran yang dicintainya. Persaingan cinta pun tak terelakkan membuat igris harus mengambil keputusan di saat yang paling krusial.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Usu dedek, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tidur selama 100 tahun
Nona ... Nona ... nona ... " Panggil pelan seorang pelayan bernama Ana Smith.
Sambil menepuk nepuk pipi wanita yang terbaring lemah di kasur, Ana berulang kali memanggil kata nona ... nona... Wanita itu tidak lain adalah Igrisia Devalona Bharata seorang dewi yang kini tanpa kekuatan penuh telah tidur selama seratus tahun di sana.
flesback.
Saat terjadi konspirasi dewa kala itu, ternyata tubuhnya melintasi berbagai alam dan jatuh ke alam paling bawah. Di bawah langit yang paling dasar, di dalam hutan rindang daerah pegunungan dia di temukan oleh seorang penasihat negara Neuzella bernama Danji.
Saat itu Danji bersama rombongan sedang malakukan perjalanan pulang dari negara tetangga menggunakan kereta kuda. Tiba-tiba perjalanan mereka terhenti setelah di hadang oleh tubuh wanita yang belumuran darah di tengah jalan dalam keadaan tak sadarkan diri. Danji turun dari kereta kuda dan memeriksa nadi wanita itu (igris)
"dia masih hidup, tapi lemah sekali. bahkan aura kehidupan nya sangat tipis." gumam nya sendiri.
Danji melihat aura aneh yang memancar dari dada igris. Kristal jiwa yang mengeluarkan cahaya lemah. Danji meyakini bahwa wanita yang di temukannya saat itu bukanlah manusia biasa.
Danji langsung memerintahkan para pengawal untuk menolongnya dan membawa igris ke kerajaan Neuzella.
Kerajaan Neuzella adalah kerajaan terbesar dan terkuat sepanjang sejarah manusia. Disana lah raja Hermes tinggal. Raja pertama manusia yang mampu melukai para dewa dan iblis saat perang besar. Raja Hermes adalah pria kekar dan ganas yang melalui kultivasi tingkat tinggi dia mempunyai kekuatan dasyat yang bahkan mampu menembus langit. Perang besar dua ribu tahun lalu bermula ketika raja Hermes berhasil mencuri tombak naga emas milik dewa matahari yang tak lain adalah Zarmit kakeknya igris. Karena para dewa hanya tersenyum dan tertawa saat melihat bangsa iblis semena-mena menyerang bangsa manusia bahkan memakan mereka hidup-hidup.
Raja Hermes yang murka dengan sikap dewa yang tak peduli dengan manusia itu akhirnya punya siasat. Dia pergi ke puncak gunung Monting, puncak gunung itu menembus langit ke tiga saking tingginya. Gunung itu adalah jembatan para dewa nakal untuk turun ke bumi dan menggoda manusia. banyak dewa yang diam-diam bermain wanita di alam manusia. Sehingga tak heran kalau manusia kala itu memiliki darah dewa dan sedikit kekuatan.
Lalu raja Hermes menyelinap masuk ke gudang harta para bangsa iblis dan dewa demi mencuri pusaka. Dia juga melakukan kultivasi tingkat tinggi di alam roh spiritual hingga memiliki kekuatan yang setara dengan iblis dan dewa di masa itu.
Tak terima ada manusia yang bisa membangkitkan kekuatan layaknya dewa, dewan dewa menggelar rapat rahasia bersama iblis. Mereka bekerja sama untuk menyerang alam manusia. Disanalah terjadi perang besar hingga ber abad-abad lamanya. Salah satu dewa terkuat terbunuh, panglima iblis juga mati. Bahkan jutaan nyawa manusia menjadi abu akibat perang itu. Setelah membuat kesepakatan besar, akhirnya ke tiga alam itu mencapai tujuan, yaitu gencatan senjata jangka panjang. Dengan syarat manusia tak boleh ke alam dewa atau sebaliknya. Pintu masuk gunung Monting di segel. Hanya orang-orang yang terbuang dari alam dewa ataupun iblis yang akan datang ke dunia manusia.
Raja Hermes yang menyepakati itu kemudian membuat perjanjian jika gencatan senjata akan di lakukan hanya dengan syarat bahwa manusia akan di izinkan memiliki kekuatan untuk perlindungan diri. Akhirnya alam roh spiritual menjadi penengah dan bebas di masuki bangsa manapun. Di alam inilah para manusia menjadi kuat, memiliki roh hewan sporitual yang bervariasi. Mereka juga bisa mengendalikan unsur alam seperti dewa, namun kekuatan yang di dapat hanyalah tingkat ke lima. Hanya manusia pilihan seperti raja Hermes yang mampu menembus alam spiritual hingga tingkat ke tiga. Namun perjanjian darah itu menyebutkan kalau bangsa dewa dan iblis tak boleh mencampuri urusan manusia lagi, terkecuali ada hal tertentu dan hanya orang-orang dengan kekuatan kristal jiwa yang dapat memanggil dewa maupun iblis turun ke dunia manusia.
Pada saat igris terjatuh ke bumi kristal jiwa nya bertebaran ke alam semesta. Hanya tersisa dua kristal jiwa yang masih ada di dadanya saat itu. Kristal jiwa berwana putih yang memiliki kekuatan angin dan kristal jiwa berwana emas yang memiliki kekuatan api. Namun keduanya telah redup karena racun yang di berikan Apolon waktu itu.
Saat ini.
"Danji ... bagaimana ini, apakah wanita ini belum juga bangun? dia sudah tertidur selama seratus tahun," Tanya Ana cemas.
"aku juga tidak tau, seorang peramal mengatakan kalau wanita ini akan membawa perubahan bagi seluruh alam. Tapi aku tak yakin jika dia bisa sadar kembali," ujar nya.
"Bukankah tabib mengatakan tubuhnya sudah sembuh total, uka-lukanya bahkan tenaga dalam nya sudah pulih, raja Hermes sudah menunggu seratus tahun lamanya agar dia bisa sadar dan menanyakan apa yang terjadi." tambahnya lagi.
"kalau nona ini tak bangun juga apa dia akan di buang?" Tanya Ana lagi.
heemmmm ... Danji hanya menggeleng menarik nafas panjang. sesaat sebelum Danji pergi dari ruangan itu tiba-tiba terdengar suara batuk kecil.
"uhuk ... uhuk... dimana ini?"
Igris yang masih berbaring mulai membuka mata. Dia bingung, melihat keadaan sekitar terasa aneh dan janggal.
"dimana aku?"
"Nona sudah sadar..." Teriak Ana kegirangan.
Ana langsung memeluk tubuh kurus Igris. Wajahnya yang pucat menyimpan sejuta kisah kepiluan. Tubuhnya kurus karena terkuras energi kehidupan. Rambut peraknya berantakan. Namun luka-lukanya telah sembuh total. Hanya bekas luka akibat panah di dadanya yang masih membekas. Ana menangis bahagia melihat nona asing yang di rawat nya kini sudah siuman. Igris hanya tersenyum tipis keluar dari pelukan pelayan itu.
"beritahu raja Hermes kalau nona sudah bangun!" Perintah Danji kepada salah satu pelayan di sana.
Danji mendekat dan memeriksa nadinya. Dia terkejut, gelombang darah menunjukan kecepatan yang tak normal. Perlahan tubuh Igris mengeluarkan cahaya putih, seolah cahaya itu membasuh tubuhnya dari segala noda. Kulitnya yang pucat perlahan kembali segar, tubuhnya yang kurus kembali terisi. Rambutnya memanjang dan berkibas seperti sutra. Bibir merah muda nya kini tampak menawan lagi.
"ini dimana? kalian siapa? sejak kapan aku di sini?" Pertanyaan nya bertubi-tubi.
"nona tenanglah, kau baru saja sadar dari tidur panjang. Dari aku kecil aku sudah merawat nona hingga sekarang, selama seratus tahun ini akhirnya perawatan ku membuahkan hasil," ucap Ana menahan tangis.
"seratus tahun? selama itu?" Tanya igris bingung.
Baru hendak igris akan bertanya lagi tiba-tiba terdengar seruan dari depan pintu oleh pengawal
"yang mulia raja Hermes tiba ... "
Tap... tap... tap... langkah kaki berat menghampiri igris yang sedang duduk di ranjang nya. Dia tak memberi hormat layaknya Danji dan Ana kepada pria yang ada di depan nya itu. Igris masih bingung. Pria bertubuh kekar dan sangar itu berdiri tepat di hadapan nya. Mengenakan pakaian berbulu dan jubah emas menandakan orang itu adalah raja.
Raja Hermes duduk di tepi tempat tidur dekat igris. Perlahan dia menggapai tangan igris yang mulus. Igris masih bingung. Pandangan nya kosong.
"Nona ... siapa namamu?"
Suara berat itu bertanya dengan nada lembut.
"Igrisia Devalona Bharata."
"Hahahaha.... " tawanya menggelegar ruangan.
"Bharata? jadi kau adalah keturunan murni seorang dewa?"
"Ya... aku adalah anak dari dewa Oden dan ibuku seorang peri bernama Difty,"
"Bagaimana mungkin seorang dewa punya anak dengan peri kayangan?" sentak raja Hermes tak percaya.
Sang raja itu semakin penasaran. Di gambarnya lagi tangan wanita muda itu.
"Apa yang terjadi di langit sana?