NovelToon NovelToon
SANG PERWIRA

SANG PERWIRA

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Pengantin Pengganti
Popularitas:100.3k
Nilai: 5
Nama Author: Penapianoh

Memiliki jabatan perwira, wajah tampan, di gilai banyak wanita, dan juga terlahir dari keluarga konglomerat tak lantas membuat Aabid diliputi kebahagiaan dalam berumah tangga.

Bagaimana tidak, istri yang ia nikahi masih dalam hitungan hari itu, sedang bersama seorang pria di dalam kamar, kamar yang dipersiapkan untuk malam pertama Aabid bersama istrinya, yang rencananya akan mereka lakukan setelah Aabid pulang tugas, namun...

Penasaran dengan alurnya? yukk baca...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Penapianoh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SANG PERWIRA 6

Dengan cepat Aabid bangkit dari kursi, menutupi wajahnya dengan penutup kepala jaket hoody yang ia kenakan dan berjalan menuju bagian pembayaran.

"Mas."

"Ya."

"Saya ada perlu."

"Iya, ada apa?" tanya pria muda dengan seragam abu-abu tanpa menatap Aabid, karena ia tampak sibuk menulis.

"Mau titip." Dengan terpaksa Aabid melakukannya, karena sudah tidak ada lagi pilihan.

"Emang mau kasih berapa?" Dahi Aabid berkerut.

Matanya menyipit menatap lelaki tersebut.

"Berapa memangnya biasanya?"

"Nggak mahal, 300 aja."

"150, 150 nya lagi kamu ambil besok di kantor polisi sekalian mengantar motor saya."

Seketika petugas loket pun mendongakkan kepala. Ia kaget bukan kepalang melihat siapa yang ada di hadapan.

Wajahnya pucat, mulutnya mengaga tak bisa bergerak.

"Saya titip karena saya tahu siapa kamu."

"P-ak Aabid. Maaf, Pak. Saya kira ...."

"Jangan main-main kamu sama rakyat."

"Sa-saya...."

"Jangan banyak bicara, kirim motor ke kantor saya."

"Siap, Pak Aabid." Pria bername take Ganjar itupun reflek bangkit seraya memberi hormat.

Nama yang disebutkan pun ia suarakan dengan nada keras, sontak semua yang ada di sana menatap ke arah Aabid.

Lalu bisik-bisik mulai terjadi.

Aabid pun tahu apa yang sedang mereka ributkan saat ini. Aabid seorang perwira sekaligus anak pengusaha ternama diselingkuhi dan menjadi duda di usia muda.

Tak mau menambah masalah semakin kusut dengan terus berada di sana yang bukan tidak mungkin ia bisa saja kehilangan kendali, Aabid pun memilih bergegas pergi, tanpa menoleh atau menatap mereka yang masih terlihat begitu antusias berbisik.

Sembari terus melangkah Aabid berucap dalam hati untuk menenangkan diri agar tidak sampai membuat dirinya malu sendiri.

Dengan langkah penuh percaya diri ia melawan perang dalam dirinya terhadap orang di sekeliling yang tampak memandang dengan penuh keprihatinan.

Melawan perang paling berat yaitu saat akal menentang namun hati menginginkan perang.

Aabid masuk ke dalam taksi yang ia pesan beberapa menit setelah berhasil keluar dari tempat memuakkan.

Tanpa bicara ia hanya menunjukkan ke mana sopir harus membawanya melalui ponsel yang diarahkan ke arah sang sopir.

Sekitar seperempat jam perjalanan ia tiba di tempat di mana ia bertugas. Ia pun turun dan bergegas masuk.

Beberapa petugas yang kini berjaga segera berdiri dan memberi hormat pada Aabid.

Aabid hanya menatap sekilas tanpa senyuman sebagai bentuk jawaban. Jauh dari Aabid biasanya.

Ya, Aabid tahu benar bahwa kabar akan rumah tangganya sudah barang tentu menyebar di kalangan mereka.

Maka ia memutuskan untuk tidak banyak bicara atau menyapa.

Langkahnya kembali terhenti kala ia mendengar namanya disebut di sebuah ruang yang ia lewati.

"Kalian itu, bagaimana bisa sampai memberi tilang pada Pak Aabid? Kamu tahu dia itu siapa? Dia itu lulusan terbaik Akademi Kepolisian? Pendidikannya dulu empat tahun, belum lagi dapat beasiswa S2 nya, lah kalian, pendidikan cuma hitungan bulan."

"Kebiasaan buruk di tempat lama seharusnya tidak kalian bawa ke tempat baru!"

"Ma-aaf, Pak. Kami hanya menjalankan tugas dan kami tidak tahu kalau beliau Pak Aabid yang bapak sebutkan tadi, beliau sama sekali tidak menunjukkan kalau beliau anggota polisi dan menunjukkan identitas," jelasnya mencoba untuk membela diri.

Kedua polisi tersebut dipindah tugaskan bertepatan dengan Aabid yang juga ditugaskan ke Manado. Itu yang menjadi alasan mereka.

"Menjalankan tugas, sekalian pungli?!" sahut Aabid memasuki ruangan.

Seketika ketiga orang yang ada di dalam ruangan itu pun berdiri tegak memberi hormat.

Beberapa hari yang lalu, Aabid memberitahukan atas tindakan pungli yang ia alami. Ia pun meminta untuk segera ditindak lanjuti.

"Maaf, Pak. Kami tidak ...."

"Terlepas dari tahu atau tidak tahu siapa saya. Poin utamanya adalah kalian sudah melakukan pungli dan itu sangat tidak dianjurkan. Jelas dilarang."

"Siap, Pak. Maaf."

"Serahkan ke Divisi Propam, proses sesuai aturan, supaya tidak ada lagi penyelewengan!" perintah Aabid.

"Siap, Pak."

"Tapi, Pak."

Aabid melangkah pergi, tak mau memperpanjang masalah yang sudah jelas pelanggaran.

Diiringi dengan degup jantung yang terus bertalu, Aabid melangkah ragu menuju ruangan yang menjadi tujuan utamanya datang ke mari.

Sesampainya di depan ruangan tersebut, Aabid mengetuk pintu setelah berdiri dan berpikir cukup lama di depan ruangan yang tertutup rapat.

"Masuk," seru seseorang dari dalam.

"Selamat siang, Pak," ujar Aabid dengan nada tegas sembari memberi hormat setelah membuka pintu.

"Siang, duduklah, Aabid," perintah pria berkumis tebal yang tidak lain adalah atasan Aabid.

Aabid pun melangkah maju dan segera mendudukkan diri di depan pria tersebut, meski sungkan karena tidak berseragam, namun ia tetap harus melakukannya.

"Apa ada yang mau kamu sampaikan, Aabid?"

Aabid menganggukkan kepala, kemudian ia merogoh sebuah kertas yang sudah ia siapkan sejak dari rumah. Kertas yang sudah ia masukkan ke dalam amplop itu pun ia letakkan di atas meja dan disodorkan ke arah lelaki bernama Hakam.

"Apa ini?" tanya Hakam meraih amplop tersebut.

"Maaf, Pak. Saya memutuskan untuk mundur. Saya mengundurkan diri."

1
Reni Anggraeni
up LG atuh🤭
aliyya
makin rame aj nich,ayu udh dorong selina ampe kebentur dinding,jgn sampai Aabid melihat nanti makin g bisa d bebas in bpak lo ayu,tp gpp sich jd g ad yg berani bikin keluarga harun sakit hati lg,biar mereka kapok ,,,🤭❤️❤️❤️
bude gemoy
ayo....lanjut tambah greget.....
double up Thor 🙏
bude gemoy
up lagi thor.....😍😍😍😍😍
aliyya
wallpaper nya foto spa y,,,?
trs d rmh selina ad tamu spa,,,? jd penasaran 🤔🤔🤔
Danny Muliawati
mksih Thor lumayan banyak update nya😄
Reni Anggraeni
udah unboxing aja 🤭
aliyya
akhirnya udh bisa menyatu selina dan Aabid,besok selina mo d boyong ke jakarta am Aabid,selina harus kuat dan sabar nanti takut ketemu radina yg akan bt ulah bt balas dendam,,,(sotoy)🤭🤣🤣🤣
Intan Nurwulan
Up ka othor
Price Nada
lanjut Thor
aliyya
ceee ileyyyy,,,
d tanya in tuh selina klo Aabid cinta sama selina gmn ,,,?
mau gak bikin generasi penerus,,,?
🤣🤣🤣🤣🤣
Reni Anggraeni
up LG kk
Siti Siti Saadah
sudah memang buat jujur
Danny Muliawati
semakin seruuuuuu semangat thor
raditya Sujana
ceriganya terlalu bertelele kk, udah waktunya abaid bicara jujur berihal hatinya, jangan terlalu monoton,, tp aku ttp suka, ttp penasaran juga,, 10bunga deh buat kk biar daubel update nya💪💪💪💪kk
Intan Nurwulan
Knpa pd gengsi ya,coba saling jujur kalo mrk sdh mulai ada rasa. Jd gemezzzz😁
Reni Anggraeni
kak kok kmarin up 1 tok
Intan Nurwulan
Double up ka othor
Kharisma Afifa
ayo kang aabid segerah beraksi👍😄
Yus Marni
selalu tambah penasaran aku thor,lanjutt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!