NovelToon NovelToon
Arjuna Mencari Cinta

Arjuna Mencari Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Lari Saat Hamil / Dikelilingi wanita cantik / Playboy / Tamat
Popularitas:611.2k
Nilai: 5
Nama Author: mbu'na Banafsha

Blurb :
ARJUNA, seorang advokat/pengacara/lawyer yang profesional di bidangnya. Namun, karena pesonanya itu, dia kerap didatangi para wanita-wanita cantik hingga gelar 'Play Boy' pun melekat pada dirinya. Ada alasan tersendiri kenapa rumor yang kurang enak disandang itu menyebar begitu saja.

Persidangan telah mempertemukan Arjuna dengan jaksa muda bernama SHADRINA ARIMBIE. Intrik mewarnai kisah cinta mereka hingga terungkap jati diri Arjuna yang sesungguhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mbu'na Banafsha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Anak laki-laki

Setelah mengantar Arimbie sampai naik taksi, Dinda segera menyambangi Arjuna dan Ghibran di tempat yang masih belum selesai ditata.

“Saya tinggal di sini sekarang,” jawab Arjuna sambil mengangkat alisnya.

“Dan tadi itu apa yang terjadi? kenapa kalian ribut seperti anak kecil?”

Arjuna tersenyum sambil membuang napasnya. “Saya tidak sengaja menabrak mobilnya tadi,” jawab Arjuna lagi. “Saya tidak tahu jika dia akan seheboh itu,” Arjuna menggelengkan kepalanya dengan pelan.

“Karena itu mobil kesayangan, hadiah dari seseorang di hari ulang tahunnya beberapa hari yang lalu,” terang Dinda pada Arjuna.

“Sepertinya, Pak Juna harus segera memperbaiki mobil itu sebelum Bu Arimbie pulang,” saran Ghibran yang tengah berdiri menyandarkan tubuhnya pada dinding.

“Tentu saja, sudah saya katakan berkali-kali bahwa saya akan bertanggung jawab!” tegas Arjuna sambil beranjak dari duduknya, lalu keluar untuk mengamati mobil Arimbie yang rusak.

Dinda dan Ghibran pun mengikuti dari belakang. Sama-sama menurunkan kepalanya dan fokus pada goresan di mobil itu yang tidak seberapa.

“Lihat sendiri, 'kan? Ini hanya tergores sedikit saja.” Arjuna mengangkat bahu sambil menaikkan alisnya.

Arjuna meminta kunci mobil itu supaya bisa membawa dan memperbaikinya.

Dinda tampak kelabakan mengingat-ingat di mana kuncinya berada. “Kunci? Di mana, ya? Mungkin Arimbie membawanya tadi.”

“Ahh, sudahlah. Saya akan membeli satu unit mobil yang sama untuk menggantinya.”

“Apa? membeli yang baru?” tanya Dinda sambil mengerutkan dahinya.

“Sama-sama lebay!” seru Ghibran. “Yang satu mobilnya tergores sedikit, tapi ngamuknya kayak kecolongan pacar. Yang satu lagi, disuruh memperbaiki malah nantang mau membeli yang baru. Harganya kan mahal?”

“Gak masalah. Daripada berujung ke meja hijau?” jelas Arjuna yang tidak mau jika Arimbie akan semakin marah.

Dinda dan Ghibran saling melirik lalu menggelengkan kepalanya sambil berdecak.

Siang menjelang sore, Arimbie turun dari taksi. Di halaman ia sudah melihat dua mobil yang sama. Arimbie berhenti sesaat sebelum melanjutkan langkahnya lalu masuk ke toko bunga yang merangkap sebagai tempat tinggal untuknya.

Tiba-tiba, Dinda menghampiri Arimbie yang tengah istirahat di dalam kamar. Dengan ragu ia menyodorkan kunci mobil baru yang di titipkan Arjuna kepadanya.

“Apa, ini?” tanya Arimbie datar.

Dinda menunjuk ke arah halaman dengan menggerakkan mulutnya. “Pak Juna ... dia ganti mobilmu dengan yang baru,” ucapnya.

“Sshh ...,” desis Arimbie seraya memutar bola matanya. “Apa dia pikir, aku sama dengan wanita-wanita murahan itu? yang bisa dia beli dengan barang-barang mewah hanya untuk bersenang-senang.”

“Kembalikan saja kunci itu. Mobilku tidak bisa diganti dengan mobil mana pun.”

“Baiklah. Kalau begitu berikan juga kunci mobilmu. Biar dia bawa ke bengkel untuk memperbaikinya.”

Arimbie menyerahkan kedua kunci mobil lalu merebahkan diri di atas tempat tidurnya. Tiba-tiba, ponselnya berbunyi.

“Assalamualaikum, Bunda ...,” sapa Arimbie pada ibunya.

“Waalaikum salam, sayang. Gimana kabarmu?”

“Alhamdulillah, baik, Bund. Kalian semua di Bandung gimana, kabarnya?”

“Sangat baik. Jangan khawatir.”

“Hhhm ... Arimbie kangen sekali sama Bunda, Ayah, Kak Satria dan Arya. Kapan kalian ke sini?”

“Kenapa tidak kamu saja yang pulang ke Bandung, Bie? Jarang sekali kita ngumpul di rumah. Dan calon mertuamu itu loh. Nanyain kamu terus.”

“Oh, ya. Gimana kabar Mamah Lisa? Sampein salam dari Arimbie, ya, Bund.”

“Dia baik-baik saja. Memangnya kamu belum meneleponnya?”

“Belum sempat, Bund. Tapi besok Arimbie mau telepon Mama Lisa, Arimbie kangen dia.”

Mereka ngobrol cukup lama di telepon sampai hari hampir gelap.

...***...

Pagi-pagi, Arimbie keluar untuk menyiram tanaman-tanaman miliknya. Karena ini adalah hari liburnya, dia mengizinkan Dinda pulang ke rumah orang tuanya. Jadi, Arimbielah yang akan menjaga toko bunga hari ini.

Tangan kiri sibuk menuangkan air sedikit demi sedikit ke dalam pot bunga. Sedangkan tangan kanan tengah memegang ponsel yang menempel di telinganya.

Karena asik berbicara di telepon, ia tidak menyadari bahwa seseorang sudah berdiri cukup lama di belakangnya. Dan karena terlalu lama berdiri, ia coba mengucapkan kata “permisi” dengan pelan. Namun, Arimbie masih belum menyadarinya hingga orang itu terpaska menepuk pundak Arimbie dari belakang.

Dia adalah Arjuna yang datang untuk mengembalikan kunci mobil yang sudah selesai diperbaiki.

Tepukan Arjuna sedikit mengagetkan Arimbie yang langsung menoleh ke arahnya. Karena Arimbie belum selesai ngobrol di telepon, dia mengangkat jari telunjuk di bibirnya lalu menunjukkan telapak tangannya sebagai isyarat supaya Arjuna menunggu sebentar.

“Mama Lisa, Arimbie tutup dulu teleponnya, ya. Nanti kita sambung lagi, oke.”

“Baik, Bie,” sahut wanita di balik telepon.

“Dah, mama ....” Arimbie menutup telepon dan memutar kembali badannya menghadap Arjuna.

Arjuna mengulurkan tangannya yang tengah memegang kunci mobil milik Arimbi. “Silakan diperiksa dulu mobilnya.”

“Nanti saja saya periksa. Saya harus menyiram tanaman dulu sekarang.”

“Baiklah. Kalau ada yang kurang, hubungi saya.” Arjuna membalikkan badannya menuju toko roti, stelah itu dia duduk di kavling untuk sekedar menikmati udara pagi sambil minum kopi. Tiba-tiba, ia terganggu dengan semburan air yang entah dari mana asalnya.

Ternyata, Arimbie tengah menyiram tanaman yang ada di kavling dengan menyemprotkan air ke semua arah. Dia tidak tahu jika Arjuna tengah duduk di balik tanaman Bugenvil.

Arjuna yang kaget tiba-tiba berdiri dari tempat duduknya. Dia kira turun hujan di pagi hari ternyata hanya air kran dari tangan Arimbie. “Ahh, ya, ampun. Ada apa dengan wanita itu? kenapa dia menyiramku?” gumamnya sambil berlari karena harus mengganti pakaiannya.

“Maaf, Pak pengacara! Saya tidak sengaja!” seru Arimbie. Sambil menepiskan senyumnya ia tetap melanjutkan aktifitas.

Arjuna hanya menunduk sambil memandangi pakaiannya yang basah, sehingga ia tidak bisa melihat seorang anak laki-laki yang tengah berlari ke arahnya.

Hampir saja bertabrakan. Untungnya sang anak bisa menghindar dengan cepat. Namun, entah kenapa anak itu lari dari hadapan Arjuna lalu sembunyi di belakang mobil miliknya.

Tak lama kemudian datang seorang pria dewasa. Pandangannya berkeliling ke semua arah dan mencoba menemukan sesuatu yang dicarinya.

“Maaf, Tuan. Apa Anda melihat seorang anak laki-laki berumur 9 tahun? tingginya kira-kira segini,” ucapnya sambil mensejajarkan tangan dengan dadanya.

“Hmm, mungkin dia ke sana,” jawab Arjuna sambil menunjuk ke arah yang berlawanan. Dan setelah laki-laki itu benar-benar hilang dari pandangannya, ia segera berjalan menuju mobilnya.

Arimbie yang tahu benar bahwa Arjuna sedang berbohong, segera menghampiri. “Pengacara, kenapa Anda berbohong?” tanya Arimbie sambil mendekat

“Shhuuttt ...,” Arjuna memberi isyarat lalu membujuk anak laki-laki supaya keluar dari persembunyiannya.

“Dia sudah pergi, sekarang keluarlah dari persembunyianmu!” perintah Arjuna.

Sang anak keluar dengan perlahan. Ia menutupi seluruh wajahnya dengan telapak tangan.

Arimbie coba mendekat lalu menurunkan kedua tangan anak itu. Mereka tercengang saat melihat kondisi wajah sang anak yang penuh dengan memar di wajahnya.

“Ya, ampun!” ucap Arimbie, kaget.

“Dek, apa yang sudah pria itu lakukan padamu?” tanya Arjuna yang curiga pada pria yang bertanya padanya beberapa saat yang lalu.

Sang anak hanya menggelengkan kepalanya sambil menunduk.

“Bisakah saya pulang sekarang?” tanyanya karena tidak mau ditanyai banyak hal.

“Tunggu! aku akan mengobati lukamu dulu.” Arimbie menarik tangan anak lelaki itu lalu membawanya ke dalam toko bunga. Arjuna pun mengikutinya dari belakang karena menurutnya ada yang tidak beres dengan anak itu.

“Kalau kamu mau bercerita, aku akan membantumu,” ucap Arjuna sedikit membujuk. Namun, anak itu tetap diam.

...—BERSAMBUNG—...

Assalamualaikum ....

Mohon maaf, up-nya lama. Apa kalian masih menunggu kelanjutan cerita Arjuna ...? Semoga saja kalian tidak pernah bosan untuk tetap menunggu.

Sebagai ucapan terima kasih untuk readers tersayang, saya ingin memberikan sedikit kenang-kenangan untuk 5 orang terpilih, di akhir cerita Arjuna ini.

Give away diberikan untuk kategori :

1) 1 orang Voter terbanyak (penyumbang Vote terbanyak)

2) 1 orang Komentator terbanyak & terbaik (komentar readers di nilai dari awal sampai akhir cerita)

3) 1 orang Promotor terbaik (Mempromosikan karya Author di sosial media)

4) 2 Orang Runner up terpilih.

Semua pemenang akan mendapat 1 eksemplar buku solo berupa novel cetak karya Author yang berjudul RISALAH JODOH saat ini sedang dalam masa pre-order.

Bagi pemenang yang sudah memiliki buku ini, hadiah akan diganti dengan buku yang lain. Karena masih ada 2 buku antologi lagi yang sudah terbit. Kalian bisa kepoin di akun sosial media Author.

FB. Anie Mbu'na Banafsha

IG. mbuna_banafsha

WA. 083818911578

TG. 083818911578

-Terima kasih-

1
Iziy
mewek bener aku mbacanya sampai berulang ulang kali gua baca
Yant08
Luar biasa
titiek
arimbie buta
titiek
lagi galau ketemu cerita ini ya mewek lah 😭😭😭😭😭
titiek
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
titiek
beruntung arjuna punya adik2 yg bs menghibur dia
titiek
untung byk arjuna 🤣🤣🤣
titiek
🤣🤣🤣🤣 syukuran tu Adrian. emang enak
titiek
nah kan mak bapak nya reunian
titiek
bakalan reuni ini
titiek
muridku ad kembar 2.muka beda besar badan beda. kakaknya kecil kurus, adiknya gendut tinggi.
titiek
anaknya Aliiiiii
Trisnawati Ilyas
masih nymak sambil goyang jempol🤭🤭🤭
Masdayani Sidauruk
keren thor!!
ᴹᴮ𝓕𝓐𝓜✿𝔐𝔟𝔲𝔫𝔞: Terima kasih🙏
total 1 replies
Masdayani Sidauruk
konyol dan seru..
NandhiniAnak Babeh
Karya yg bagus..
hanya 🌹yg dapat mewakili perasaan ku saat membaca nya 🥰🥰🥰
NandhiniAnak Babeh: sama² author 🤗
total 2 replies
NandhiniAnak Babeh
dari semalem sehabis marathon.. hp error' jadi ga bisa komen..
🙏🙏🙏🙏🙏
NandhiniAnak Babeh
masih belum nyambung otakku Thor..
ku simak terus ya Thor
NandhiniAnak Babeh
absen reader baru Thor 🙋🙋🙋
Lisa Citra
semoga ada lanjutan ceritanya mbu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!