Annisa adalah asli warga Negara Indonesia yang sudah lama merantau di kota Sidney sebagai mahasiswa dan mendapat pekerjaan di RS ternama dikota maju tersebut sebagai Dokter.
Bertemu dengan seorang lelaki tampan jenius yang berbeda keyakinan dengan nya. Apa kah cinta mereka bertemu atau berakhir dengan sendirinya.
ig: @Dedektanjung_
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boru tanjung, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab Keenam
Selepas pulang kerja, Annisa dan juga Clarisa berbelanja dimarket langganannya, lalu singgah dimarket lain untuk membeli cemilan yang biasa mereka makan. Selepas itu mereka menuju rumah Kylin dan mempersiapkan tempat dan hidangan untuk dimakan bersama.
"Kye...Aku bisa numpang shalat dikamarmu?".Tanya Nisa setelah semua nya beres dalam hidangan, hanya menunggu teman yang lain datang.
" Bisa Dok, masuk aja, dikamar aku ada toiletnya juga koq". Balas Kylin mempersilahkan tanpa mempermasalahkan, karna diantara sahabat Annisa sudah paham apa apa dan bagaimana dia beribadah. Karna mereka memiliki toleransi satu sama lain walau memiliki keyakinan yang berbeda.
Disaat Annisa shalat, tak berapa lama yang lain datang, tapi yang tak disangka Prof. Richo juga ikut bersama mereka.
" Loh..! Dokter Richo!". Tanya Kylin saat membuka pintu, tapi Richo hanya memasang wajah santai dan dinginnya. Sedangkan yang lainnya hanya tersenyum tak ingin menanggapi lalu menerobos masuk kedalam rumah Kylin.
" Wahhh..Udah lengkap semua ya?". Takjub Calvin dan langsung duduk, membuka satu persatu cemilan yang terhidang begitu juga dengan yang lain.
" Hmm..Ada yang kurang kayaknya. Gak ada alkoholnya" Sambung Barack kesal.
" Hei!! Ini party untuk Annisa, ya gak mungkin lah kita pake alkohol". Sambung Rino.
"Hai! Bro. Namanya party itu gak seru kalau gak ada alkoholnya. Lagian dokter Annisa gak mesti ikut minum juga kan?". Kukuh Barack.
"Besok ada jadwal operasi. Jangan sampai ada yang masih kerja dalam keadaan mabuk. " Potong Richo.
"Masih inget dengan kejadian bulan lalu, kamu kerja masih dalam keadaan tidak sadar. Berapa kerugian dan malu RS kamu buat??".Sahut Richo lagi dengan tegas menegur Barack, sehingga membuat yang lain diam kaku.
" Ehem ehem. Maaf Prof. Untuk kedepannya tidak akan terjadi lagi." Balas Barack malu sambil meneguk jus yang ada di meja.
" Hai hai..Udah pada ngumpul semua?". Teriak kecil Nisa diruang tamu setelah dia selesai shalatnya.
" Eh..Dokter Richo..". Sapa Nisa terkejut sambil melirik Calvin yang memasang muka lesu dan pasrah.
" Ehemm. Yuk kita mulai makan?" Ajak Clarisa menenangkan kecanggungan karna adanya Prof. Richo, yang biasanya mereka kumpul dengan heboh dan rusuh, hingga kali ini terlihat canggung.
" Hmm. Gimana kalau kita foto foto dulu . Jarang jarang kita ngumpul begini" Ajak Nisa yang duduk tepat di depan Richo karna hanya itu tempat yang tersisa untuk nya.
"Ayok deh, dari pada makan aja. Bosen juga". Balas Calvin.
" Gimana kalau kita main game, biar tambah seru" .Ajak Rino.
" Asyik juga ntuh".Sambut Kylin.
" Boleh." Balas Barack dan Calvin.
Sedangkan Richo hanya asyik dengan cemilannya dan hp nya.
"Main game apa?" Balas Clarisa.
" Tatap mata. Siapa yang kedip luan berarti dia yang kalah. Terus hukumannya bagi yang kalah harus menuruti semua permintaan yang menang. Gimana?" . Jelas Barack.
" Oke juga" Jelas Rino.
" Oke . Siapa takut! " Sambut Kylin dan Clarisa sombong.
" Gimana dokter Annisa dan dokter Richo" Tanya Rino berlahan pada Richo yang asik pada hpnya.
" Hmm.. Siapa takut!. aku pilih clarisa ya untuk lawan main ku. Tau kan tatapan mata ku ini mematikan ( memainkan mata pada Clarisa)" . Tambah Annisa semangat.
" Gak gitu dok. Lawan mainnya harus laki laki dan perempuan, biar lebih seru lagi." Jelas Barack.
" Ha!! Koq gitu, aku apa bisa?" Nisa gugup untuk memainkan ini dengan lawan jenisnya walaupun ntah sama siapa.
" Apa hanya sebatas itu semangatmu. Mundur sebelum memulai!"Ejek Richo, membuat semua tersenyum.
"Oke. Tidak masalah, yuk kita coba" Jawab Nisa gugup.
"Tidak perlu dicoba, kita harus memulainya" Jawab Richo dingin.
" Yah..Kita mulai ya...Gimana kalau aku sebagai wasit permainan ini. Karna kita kurang pemain untuk wanitanya." Potong Calvin.
" Jadi, dokter Rino bepasangan dengan orang yang berhadapan dengannya yaitu KYlin. Dokter Barack dengan Clarisa..Daaann Annisa bermain dengan dokter Richo." Jelas Calvin kembali mengarahkan permainan.
Sedangkan Annisa kesal dengan arahan itu. Menatap tajam ke arah Calvin, tapi malah tak diperdulikan oleh Calvin. Hingga yang lainnya diam menahan tawa.
" Yok kita mulai!" Ajak Rino pada Kylin yang memang duduk berhadapan.
" Yuk. Siapa takut. Kalau aku menang, dokter harus mau menuruti semua kemauanku."
"Liat aja nanti, siapa yang bakal menang".
Mereka memulai permainan dengan saling bertatapan mata yang tajam. Dan tiba tiba saja, Kylin yang tak bisa menahan kedipannya.
"Yeeess. Aku menang!". Sorak Rino membuat semua ribut, lalu Kylin hanya terdiam lesu.
"Besok aku kabari apa hukumannya ya??".
" Yaaaa....".Balas Kylin lagi.
" Baiklah, sekarang giliran dokter Barack dan Clarisa. Ayo mulai sekarang!".
" Oke .Siapa takut". Balas Barack sombong.
Sedangkan dengan gaya cool Clarisa ikut dalam memainkan permainannya.
Dengan mata biru Clarisa, paras wajah yang cantik. Banyak lelaki yang tergila gila padanya tapi banyak juga yang kecewa dengan penolakannya.
Tatapan itu pun berlangsung lama, hingga akhirnya permainan ini dimenangkan oleh Clarisa.
"Yeeeyy". Teriak ,Clarisa dan juga Annisa, sambil adu tos dan saling mengejek ke arah Barack.
" Jadi, hukumannya apa?". Tanya Barack lemas.
" BENTAR".
Clarisa bangkit dari tempat duduk nya, hingga tak berapa lama kembali dengan membawa 10 botol air mineral 600ml. Lalu meletakan botol botol itu diatas meja tepat arah Barack.
"Apa ini?". Tanya Barack, membuat yang lain bingung.
"Habiskan semua air dalam botol ini!".
"APA!"
" Ini hukumannya, biar tau khasiat banyak minum air mineral dari pada alkohol".
" Dok. Gak ada yang lain dok?. jadi pacar sebulan gitu, contohnya". Pinta Barack membuat yang lain tertawa.
"Hei! Gak liat cincin dijari aku. Aku sudah bertunangan tau...". Balas Clarisa jutek.
" Pacar bohongan juga gak kenapa napa dok?". Balasnya lemas sambil membuka satu persatu botol air mineral.
" Hahah. Dokter Clarisa kamu lawan. Ini kamu minum sekarang". Papar Calvin membuat yang lain tertawa terbahak bahak. Sedangkan hati Annisa udah gugup dan pikirannya pun sudah bercampur aduk.
" Aduh . Koq sama dokter Richo sih. Trus kalau aku menang harus kasih hukuman apa ya" Batin Annisa memikirkan, sedangkan Richo hanya santai mengotak atikkan hp dan cemilannya.
" Hmm..Dokter Richo, bisa kita mulai?" Tanya Calvin berlahan, membuat mata yang lain tertuju pada Annisa dan Richo.
Dengan sigap Annisa mempersiapkan untuk memulai pandangannya pada Richo, tekad bulat pada dirinya memasang tatapan tajam untuk dapat mengalahkan Richo.
"YOK". Balas Richo seketika sambari menatap dingin mata Annisa, hingga keduanya saling menatap.
Tapi sayang, hanya hitungan detik saja setelah Richo menatap Annisa, Annisa langsung berkedip dan wajahnya mulai memerah sampai sampai bergelagat aneh.
" Yahh.. Baru bentar udah langsung kedip, gimana sih dok, mana tatapan mematikannya?". Ejek Kylin.
Dan mereka juga menyadari bahwa wajah Annisa mulai memerah, hingga salah tingkah karna tatapan Richo. Hanya saja mereka menahan tawa dan celotehan mereka.
"PERMISI. Mau ke dapur dulu, mau ambil minum". Pinta Annisa grogi dan langsung pergi buru buru kedapur.
" Kan disini masih banyak minuman dok?".Jawab Rino.
"Ia.. Kalau masih kurang, ini masih ada 5 botol lagi".Sambut Barack, menunjukkan botol minumannya yang tersisa.
" Hey .!Enak aja, cepat habisin itu!". Bentak Clarisa.
Mereka pun tertawa dan mulai ribut kembali akan aktifitas mereka. Sedangkan Richo hanya menunjukkan senyum tipis di ujung bibirnya, dia tak menyangka bisa membuat wajah Annisa memerah dan menjadi pemalu didepannya.
**Maaf ya teman teman, kalau masih banyak Typo..
Tapi jangan lupa Like, coment dan Vote nya yaa
Sehat selalu**