MC kita bernama ZARKEN. suatu hari, dia melihat ada benda jatuh dari langit didepan rumahnya. Tanpa berpikir lagi, dia mengambil benda tersebut dan setelah itu....
Apa yang akan terjadi kepada ZARKEN?...
°°°°°
Penasaran?? Ayo ikuti perjalanan ZARKEN sekarang juga!!!...
👉»Mulai Baca«👈
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DzAFaR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Geng Ular Putih
...[ SELAMAT MEMBACA ]...
Dikamar, Zarken sedang mengetik sesuatu di Laptop D-55 . Dia sedang membalas komentar di akun sosial media K-pop terkenal di Dunia. Dia memakai akun baru dengan nama Bulan Sabit.
"Saya merasa lebih tampan saya dari pada dia." Zarken mengirim komentar dengan Bahasa Inggris.
"Anda hanya bermimpi! Jelas lebih tampan Oppa saya." balas Pengikut 11
"Ya betul, dia hanya iri dengan ketampanan Oppa saya." balas Pengikut 19
"Orang seperti itu cuman iri dengan Oppa korea." balas Pengikut 17
Zarken terus membalas komentar Fans dengan senang hati. Sekarang poin yang dia terima sudah 15.995 poin dan itu terus bertambah.
1 jam kemudian …
Zarken berhenti membalas komentar para Fans K-pop, karena dia sudah puas dengan poin yang dia terima.
"Sistem, berapa poin yang saya miliki sekarang?" tanya Zarken.
[Poin Tan Rumah : 41.000 poin]
Zarken sangat senang dengan jumalah poin yang dia dapatkan.
"Sistem, tukarkan 31.000 poin menjadi uang, dan kirim ke rekening bank saya." kata Zarken.
[31.000 poin ditukarkan menjadi uang senilai 3,1 Milyar Rupiah berhasil! Sisa poin Tuan Rumah : 10.000 poin]
[Uang berhasil di kirim!]
Zarken mendapatkan notifikasi di handphoneya, dia melihat ada uang 3,1 milyar rupiah yang masuk ke rekening Bank nya.
"Elena, tolong kirim nomor kontak pihak yang menjual gedung." perintah Zarken kepada Asisten Elena.
Setelah menerima nomor kontak, dia langsung menelepon dan langsung di jawab.
"Halo, dengan ibu Nani di sini. Ada yang bisa saya bantu?" tanya Ibu Nani.
"Saya mau nannya mengenai gedung berlantai berlantai 15 di Kota Tangerang, apakah masih di jual?" tanya Zarken.
"Iya benar, maaf sebelumnya, ini saya bicara dengan bapak siapa?" tanya Ibu Nani.
"Saya Zarken." jawab Zarken.
"Memang benar gedung berlantai 15 dijual dengan harga 3,4 Milyar Rupiah. Apakah pak Zarken berniat untuk membeli?" tanya ibu Nani.
"Iya, memang saya berniat untuk membeli, jika sesuai dengan apa yang saya inginkan. Apakah saya bisa melihat isi gedungnya sekarang?" jawab Zarken sambil balik bertanya.
"Bisa pak, pak Zarken mau melihatnya kapan?" jawab Ibu Nani sambil bertanya balik.
"Jam 17.00 sore saya akan ke sana." jawab Zarken.
"Baik, kalau begitu saya tunggu kehadiran pak Zarken." kata Ibu Nani.
Setelah menutup telepon, Zarken mandi dan menyiapkan berkas-berkas yang di perlukan nanti. Dia memesan taksi online dan meminta ijin ke Ibunya.
"Bu, Zarken mau pergi keluar dulu." kata Zarken.
"Kamu mau kemana?" tanya Lia yang penasaran.
"Mau ke Kota Tangerang bertemu orang." jawab Zarken.
"Yasudah, jangan malam-malam pulangnya." kata Lia.
"Iya, Bu." balas Zarken sambil tersenyum.
Zarken keluar rumah menunggu mobil taksi online datang.
Beberapa menit kemudia …
Mobil datang, Zarken masuk ke dalam mobil, dan kemudian mobil berangkat.
2 jam kemudian …
Mobil berhenti di depan gedung, Zarken keluar dari mobil lalu berjalan masuk ke dalam gedung, dan dia berjalan menuju meja Resepsionis.
"Permisi Mba, saya mau bertemu dengan Ibu Nani." kata Zarken sambil tersenyum.
"Apa Mas sudah membuat janji dengan Ibu Nani?" tanya Resepsionis sambil tersenyum.
"Sudah." jawab Zarken sambil balas tersenyum.
"Baik, kalau begitu Mas bisa menunggu sebentar. Saya akan menghubungi Ibu Nani terlebih dahulu." kata Resepsionis sambil tersenyum.
Zarken mencari tempat duduk dan menunggu Ibu Nani datang.
Beberapa menit kemudian …
Ibu Nani datang.
"Selamat datang Pak Zarken, maaf sudah mau menunggu saya datang." sapa Ibu Nani sambil tersenyum.
"Saya tidak apa-apa untuk menunggu sebentar." balas Zarken sambil tersenyum.
"Kalau begitu kita langsung saja melihat-lihat isi gedung." kata Ibu Nani.
"Baik." balas Zarken.
Zarken dan ibu Nani berjalan menyusuri gedung dan ibu Nani menjelaskan semua fasilitas gedung selama perjalanan.
Setelah melihat-lihat, Zarken cukup puas dengan kondisi gedung, walaupun ada beberapa yang harus diperbaiki.
"Kondisi di dalam gedung masih baik, walaupun ada beberapa yang harus di perbaiki. Kalau begitu mengenai harga, apakah masih bisa di kurangi?" tanya Zarken.
"Harga Akhir kita 3,3 milyar rupiah." jawab Ibu Nani sambil tersenyum.
"Baik, saya deal dengan harganya." ucap Zarken.
Kemudian, Zarken menyelesaikan semua prosedur yang di butuhkan.
Setelah selesai, dia berjalan ke arah restoran yang dekat gedung, namun tiba-tiba dia merasakan firasat buruk, dan benar saja. Ada mobil van berwarna hitam berhenti di dekatnya. Kemudia, keluar tiga orang berbadan besar membawa karung lalu memegang dia, dan menutupi kepalanya dengan karung. Setelah itu. membawa dia masuk ke dalam mobil.
Zarken tidak panik sama sekali, dia mau tahu siapa yang menyuruh orang ini untuk menculiknya. Maka dari itu dia diam saja saat di bawa masuk ke mobil.
Mobil mulai melaju.
1 jam kemudian …
Mobil berhenti di sebuah pabrik kosong, Ke-4 orang membawa Zarken masuk ke dalam pabrik lalu dia di ikat di tiang.
"Saya akan hitung sampai 3, kalau kalian tidak melepaskan saya, jangan harap kalian pulang dengan keadaan utuh." seru Zarken dengan santai.
"Saya mau tahu, apa yang akan anda lakukan kepada kita, dalam keadaan terikat." balas Pria botak dengan nada sombong.
"1! …" kata Zarken mulai menghitung.
Para penculik hanya diam tidak menanggapinya dengan serius.
"2! …"
"3! …, Waktu habis!" selesai mengatakan itu, Zarken langsung melepaskan ikatan, dan mengaktifkan kekuatan mata Xirtex dan mata Telepx.
Para penculik yang melihat Zarken terlepas dari iktan di buat terkejut, kemudian mereka melihat ke mata Zarken yang berwarna merah dan biru. Mereka merasakan niat membunuh yang sangat kuat, sampai-sampai mereka jatuh kelantai.
"Siapa … Siapa kamu sebenarnya?" tanya pria botak dengan sangat takut.
"Kalian tidak perlu tahu siapa saya, yang kalian perlu tahu adalah kalian tidak akan pulang dengan utuh jika kalian tidak menjawab pertanyaan saya!" balas Zarken dengan serius.
"Saya akan menjawab semua yang ingin kamu tahu." jawab pria botak dengan gemetaran.
"Siapa yang menyuruh kalian untuk menculik saya?" tanya Zarken dengan tatapan tajam.
"Saya di suruh Boss Tiger untuk membuat anda menjadi cacat permanen." jawab pria botak.
Zarken mengerutkan kening saat mendengar pria botak bicara.
"Siapa Tiger?" tanya Zarken.
"Boss Tiger adalah salah satu dari 3 orang terkuat di Geng Ular Putih, Geng Ular Putih Adalah Geng bawah tanah terkuat ke dua di Kota Tangerang." jawab pria botak.
Geng Ular Putih!
Zarken jadi tertarik dengan keberadaan Geng Ular Putih ini.
"Di mana Boss kalian sekarang?" tanya Zarken sambil melototinya.
"Di Klub Malam Ular Putih, butuh waktu 30 menit untuk sampai ke sana." jawab pria botak dengan gemetar ketakutan.
"Bawa saya ke sana." kata Zarken.
Lalu ke-4 orang dan Zarken masuk ke mobil menuju Klub Malam Ular Putih.
30 menit kemudian …
Mereka sampai di Klub Malam Ular Putih, kemudian mereka masuk ke dalam tanpa hambatan.
Zarken melihat sekeliling, banyak wanita dan pria sedang menikmati hidup mereka.
Zarken di bawa ke lantai 3 menggunakan lift, ketika pintu di buka banyak pria kekar berpakaian jas hitam berdiri di depan pintu lift.
"Jack, siapa yang kamu bawa kesini? Ini area terlarang untuk pengunjung biasa." tanya salah satu Pria kekar.
"As, saya membawa orang ini untuk bertemu Boos. Ini sangat penting." jawab Jack dengan ragu-ragu.
"Kamu tidak bisa membawa bocah ini masuk, silakan bawa dia pergi atau saya akan bertindak kasar." seru Pria kekar dengan nada serius.
Jack hanya bisa melihat ke Zarken, dia tidak tahu harus berbuat apa.
"Saya tidak punya banyak waktu, kalau tidak nanti saya akan di marahi oleh Ibu kalau pulang terlalu malam." selesai mengatakan itu, Zarken langsung meninju dada Pria yang di panggil As.
"Bamm! …"
"Krrttkk!!! …"
As terlempar sejauh 3 meter dan kemudian dia pingsan.
Pria kekar lainnya yang melihat hal tersebut mulai menyerang Zarken Secara bersamaan.
Zarken mengeluarkan Pedang Syren dan mulai menebas pria kekar yang menyerangnya.
"Arrgghh!! ... arrggghh!!! ..."
"Arrgghh!!! ..."
"Arrgghh!!! ..."
Terdengar banyak teriakkan kesakitan, 15 pria kekar semuanya terkapar di lantai dengan penuh darah ada beberapa yang mati.
Jack yang melihat hal tersebut di buat merinding diseluruh tubuh, dia bergumam, 'Beruntung saya membuat pilihan yang benar, kalau tidak …'
Zarken memegang Pedang Syren yang penuh dengan darah, dia tidak merasakan yang namanya rasa takut atau yang lainnya. Mungkin ini sifat dari keterampilan Raja Pembunuh Bayaran.
Zarken menyimpan Pedang Syren, lalu dia menoleh ke Jack, dan berkata, "Pimpin jalan."
Jack mengangguk dengan rendah hati, kemudian dia memimpin Zarken ke ruangan Boss Tiger.
Sampai di depan pintu, Jack membuka pintu, dan terlihat di dalam ada seorang pria kekar berusia sekitar 33 tahunan sedang bersama seorang wanita.
Tiger melihat pintu terbuka, dia terkejut melihat Zarken yang ada di depannya. Dia tidak tahu apa yang terjadi diluar, karena ruangannya kedap suara.
"Jack, mengapa kamu membawa anak ini ke sini?" tanya Tiger dengan wajah marah.
"Ini Boss ..." sebelum dia menyelesaikan kalimatnya, Zarken memotong pembicaraan.
"Apakah kamu yang bernama Tiger?" tanya Zarken sambil duduk di sofa menyilangkan kakinya.
"Iya benar, saya Tiger. Kamu bocah ingusan, berani-beraninya datang dengan santai." seru Tiger dengan nada marah.
Zarken mengeluarkan niat membunuh yang sangat kuat, membuat wanita yang ada di pangkuan Tiger pingsan seketika.
Tiger yang merasakan niat membunuh Zarken di buat merinding di seluruh tubuh.
...****************...
...Like, favoritkan, rate bintang 5, tinggalkan komentar, vote, follow author, dan kalian juga bisa memberikan tip lho~...
...[ TERIMA KASIH ] ...
^^^Written by : DzAFaR^^^
keep on going..