Axelo adalah anak dari pasangan Sela dengan Presdir Axel sedangkan Adrian adik sepupu Axelo anak dari pasangan Seli dengan Presdir Albert.
Dua pemuda tampan mempunyai sifat yang sangat mirip kejam dan anti dengan para wanita yang mendekati dirinya.
Axelo di jebak rekan bisnisnya hingga akhirnya melakukan cinta satu malam dengan seorang gadis yang menjadi kekasihnya.
Adrian yang mempunyai kekasih ternyata selingkuh dan melarikan diri dengan rival bisnisnya hingga suatu ketika Adrian bertemu seorang gadis yang mirip dengan kekasihnya. Dendam Adrian membuat Adrian melakukan cinta satu malam.
Masing-masing orang tua Axelo dan Adrian meminta mereka untuk menikahi gadis tersebut.
Bagaimanakah pernikahan mereka? Apakah berakhir perceraian atau bertahan ketika kekasih masa lalu mereka datang untuk memintanya kembali dengan sejuta penyesalan.
Ikuti novelku yang ke 33
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayuk Triatmaja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Revisi : Kamu mau kemana?
"Aku juga tidak tahu Kak, tadi aku pesan taksi dan ketika sampai di sini sopir taksi tiba-tiba menghentikan mobilnya." Ucap Adelia menjelaskan secara singkat.
"Apakah kamu punya musuh?" Tanya Axelo.
"Aku merasa tidak pernah punya musuh." Jawab Adelia sambil berpikir.
'Apakah mungkin perbuatan Belia? Tapi tidak mungkin dia setega itu sama aku.' Sambung Adelia dalam hati.
"Ya sudah kalau begitu, Kakak akan mengantarmu." Ucap Axelo.
"Aku merasa tidak enak hati Kak, ngerepotin Kakak." Ucap Adelia.
"Tidak apa-apa santai saja, apalagi Kakak tidak pernah merasa direpotkan." Jawab Axelo.
"Ayo Kakak antar." Ajak Axelo.
"Baik Kak." Jawab Adelia.
Mereka pun berjalan ke arah mobil Axelo kemudian Axelo mengendarai mobil dengan kecepatan sedang.
"Mau kemana?" Tanya Axelo.
"Awalnya tadi aku mau ke mall tapi tidak jadi lebih baik pulang saja." Jawab Adelia.
"Memangnya mau ke mall mau beli apa?" tanya Axelo penasaran.
"Tidak beli apa-apa hanya ingin melihat-lihat." Jawab Adelia.
"Biasanya orang pergi ke mall ingin belanja atau jalan-jalan sama kekasih atau bersama teman.
"Aku tidak punya kekasih dan mengenai teman beberapa hari yang lalu kami putus persahabatan." Jawab Adelia.
"Kenapa putus persahabatan?" Tanya Axelo.
Entah kenapa Axelo yang terkenal dengan sifat dingin dan irit bicara kini di depan Adelia dirinya banyak bicara.
"Dia sangat marah ketika aku menasehatinya dan langsung memutuskan persahabatan." Jawab Adelia.
"Biasanya kalau menasehati orang akan senang karena berarti sahabatnya perduli. Memang apa yang kamu nasehati sampai segitu marahnya sahabatmu?" Tanya Axelo kepo.
"Sahabatku sudah mempunyai kekasih yang menurutku sangat baik karena kekasihnya memberikan segala kemewahan seperti apartemen, mobil, kartu kredit tanpa batas, kartu debit dan beberapa aset. Tapi bukannya bersyukur malah selingkuh dengan pria lain dan parahnya pria itu pantas menjadi ayahnya dari pada menjadi kekasihnya." Jawab Adelia.
Deg
Jantung Axelo berdetak kencang bukan karena jatuh cinta tetapi perkataan Adelia sama persis seperti dirinya. Axelo memberikan segala kemewahan untuk menyenangkan hati Belia tapi malah menusuknya dari belakang membuat Axelo menepikan mobilnya kemudian menatap ke arah Adelia.
"Kalau kamu mendapatkan pria seperti itu, apa kamu setia dan tidak selingkuh dengan pria lain?" Tanya Axelo sambil menatap wajah cantik Adelia yang sedang menatap dirinya.
"Jujur, aku bukan tipe orang yang menyukai seseorang karena pria itu karena kaya tetapi aku lebih menyukai pria itu bertanggung jawab, sayang sama aku dan setia. Buat apa kemewahan kalau aku tidak bahagia? Jika aku sudah menemukan pria itu aku akan selalu menjaga hatinya dengan tidak berselingkuh." Jawab Adelia sambil masih menatap wajah tampan Axelo.
"Jika seandainya kamu sudah menemukannya dan memberikan segala kemewahan, apa yang akan kamu lakukan dengan uang pemberian kekasihmu?" Tanya Axelo sambil menatap mata Adelia.
"Sebelumnya aku meminta ijin untuk memakai uang itu untuk merenovasi rumah panti asuhan karena sudah lama aku ingin membantu merenovasi rumah panti asuhan tapi gajiku kecil maka aku hanya bisa menyisihkan uangku untuk makan anak-anak panti asuhan." Jawab Adelia.
Axelo tidak melihat kebohongan di mata Adelia membuat Axelo semakin kagum dengan Adelia.
"Kenapa kamu meminta ijin?" Tanya Axelo dengan wajah bingung.
"Karena itu bukan uangku jadi sudah seharusnya aku ijin apalagi uang yang aku gunakan sangat banyak." Jawab Adelia.
"Kan uangnya sudah diberikan padamu jadi kamu berhak melakukan apapun terhadap uang itu ." Ucap Axelo.
"Memang benar tapi tetap saja minta ijin begitu pula jika sudah menikah aku juga harus ijin karena suatu hubungan harus saling percaya dan jujur." Jawab Adelia.
"Apakah kamu tidak ingin menggunakan uangnya untuk pribadimu?" Tanya Axelo.
"Tidak." Jawab Adelia.
"Kenapa?" Tanya Axelo.
"Apa yang aku punya sudah cukup terlebih aku tidak begitu suka belanja." Jawab Adelia.
Axelo terdiam namun dalam hatinya sangat bangga dengan Adelia karena biasanya wanita akan menghabiskan uangnya sama seperti mantan kekasihnya.
"Sekarang kamu mau kemana?" Tanya Axelo.