NovelToon NovelToon
Mantan Suamiku Ayah Dari Anakku

Mantan Suamiku Ayah Dari Anakku

Status: tamat
Genre:Romantis / Nikahmuda / CEO / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Yayuk Handayani

Bisa menjalani sebuah pernikahan yang bahagia, mungkin adalah dambaan bagi setiap wanita yang ada di dunia ini. Namun apalah jadinya nasib dari sebuah pernikahan itu apabila sang suami sudah tak mempercayai istrinya?...

Maura Vinaya, seorang gadis yatim piatu yang berparas cantik. Sungguh memilukan nasib yang harus diterimanya. Di malam pertamanya, sang suami malah menuduhnya dengan tuduhan yang begitu sangat melukai hati dan juga harga dirinya.

Entah apa yang terjadi, laki - laki yang masih belum genap satu hari resmi menikahinya itu, malah dengan begitu teganya menuduh jika dirinya sudah tak suci lagi.

Sungguh memang nasib, akibat dari kesalahpahaman itu, membuat dirinya dan juga sang suami menjadi harus berpisah.

Namun sungguh sayang seribu kali sayang, disaat dirinya dan sang suami telah berpisah, dirinya malah dinodai oleh mantan suaminya sendiri.

Hingga dari kejadian yang begitu memilukan itu, telah mampu menghadirkan adanya malaikat kecil di dalam rahimnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayuk Handayani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pergi

Selamat Membaca

🌿🌿🌿🌿🌿

Suasana sejuk dan menenangkan di pagi hari memang selalu menyapa rumah besar dan mewah beserta penghuninya dalam setiap harinya seperti di hari - hari sebelumnya yang telah berlalu.

Mungkin memang selalu seperti itu, waktu di setiap pagi hari memang selalu memberikan sapaan yang baik bagi para penghuninya, namun sayangnya tidak untuk sepasang suami istri yang belum lama menikah.

Masalah yang tanpa diketahui apa penyebabnya telah membuat tokoh utama dari pemilik rumah ini sudah bersikap tak bersahabat lagi, jadi meski waktu pagi yang sejuk seperti apapun tak akan membuat sepasang suami dan juga istrinya bisa kembali tenang dalam menjalin hubungan dari keduanya.

Seperti di pagi hari ini, setelah akhir dari hubungannya bersama sang suami Rendra, kini Maura sudah bersiap untuk melangkahkan sepasang kaki jenjangnya untuk pergi dan meninggalkan rumah suaminya ini. Suami?, tidak bukan suaminya lagi melainkan Maura akan pergi dari rumah mantan suaminya.

Dengan berbekalkan sebuah koper kecil Maura pun sudah selesai menuruni anak tangga. Maura ingin segera keluar dari rumah ini, sebuah rumah di mana dirinya sudah tidak lagi berhak untuk dirinya pijaki.

Sementara di lantai bawah sendiri, nampak bi Yuni dan juga bi Tuti yang tak lama lagi akan segera menyelesaikan urusan mereka di dapur baru saja usai merapikan meja makan tuannya yang ada di sana.

Disaat kedua asisten rumah tangga yang sudah hampir cukup berumur itu akan kembali menuju ke dapur, mereka cukup terkejut kala melihat nona mudanya sudah melangkah dengan membawa sebuah koper kecil yang sedang ditariknya.

" Loh Yun, itu kan nona Maura, mau kemana nona Maura?, kenapa membawa koper seperti itu? ". Tanya bi Tuti.

" Iya, itu nona Maura, mau pergi kemana nona kita, ayo Tut kita kejar ". Sahut bi Tuti.

Begitu sangat penasaran dengan aksi nona Maura nya, bi Tuti dan juga bi Yuni pun langsung bergegas untuk mengikuti jejak nona mereka.

" Non, non Maura, tunggu ". Seru keduanya yang memanggil - manggil Maura.

Sontak saja panggilan keduanya membuat Maura langsung menoleh ke arah belakang.

" Non, nona Maura mau kemana?, memangnya ada urusan apa hingga sepagi ini nona Maura sudah ingin pergi keluar? ". Tanya bi Yuni setelah mendekati nona nya.

" Iya non, kenapa nona Maura tidak minta diantarkan saja pada tuan Rendra, sepertinya hari ini tuan Rendra tidak pergi ke kantor ". Timpal bi Tuti juga.

Maura hanya sedikit tersenyum mendengar pertanyaan dari kedua asisten rumah tangganya. Baginya mereka adalah orang - orang yang sangat baik.

" Ada apa non?, kok nona Maura tersenyum?, ada yang lucu dengan pertanyaan kami non? ". Tanya bi Yuni.

" Mulai sekarang, Maura tidak akan lagi tinggal di rumah ini bi ".

Deg...

" Apa?, maksudnya non? ". Tanya bi Yuni yang cukup terkejut.

" Iya non, maksudnya tidak akan tinggal di rumah ini... nona Maura dan tuan Rendra akan pindah rumah? ". Timpal bi Tuti.

Maura menggeleng pelan dengan senyumannya yang terus terbit. Tentu saja sikap yang ditunjukkan oleh Maura ini membuat bi Tuti dan juga bi Yuni menjadi bingung.

" Maura tidak akan tinggal di rumah ini lagi bi, Maura akan pergi dari rumah ini, karena Maura dan mas Rendra sudah berpisah ".

" Apa?... ". Pekik bi Tuti dan bi Yuni.

" Non, jangan bercanda Non, nona Maura dan tuan Rendra sudah berpisah, yang benar saja non? ". Bi Yuni begitu sangat terkejut bukan main dengan kabar perpisahan dari kedua majikannya.

" Iya non, yang benar saja nona dan tuan Rendra berpisah, nona dan tuan kan masih pengantin baru, mana mungkin tuan dan nona berpisah, nona Maura jangan bercanda seperti ini, tidak lucu non ". Timpal bi Yuni yang tak percaya dengan kabar ini.

" Itu benar bi, Maura dan mas Rendra sudah berpisah, diantara kami berdua sudah tidak ada lagi kecocokan ".

" Bi Yuni dan juga bi Tuti jangan khawatir ya, apapun yang terjadi tetaplah jaga tuan, terima kasih karena selama Maura tinggal di rumah ini, kalian berdua sudah mau menjadi teman yang baik untuk Maura ". Tutur Maura dengan segala kejelasannya.

" Tapi non bagaimana bisa nona dan tuan Rendra berpisah, bukankah hubungan tuan dan nona baik - baik saja? ". Tanya bi Yuni.

Lagi - lagi Maura tersenyum mendengar ujaran dari asistennya ini, sebegitu perhatiannya mereka sehingga begitu sangat peduli pada masalahnya.

" Bi, sudah ya, Maura mau pergi, bi Yuni dan juga bi Tuti tetap baik - baik di sini, mungkin Maura dan mas Rendra hanya berjodoh sesaat saja ". Sahut Maura.

Maura tak menceritakan tentang masalahnya dengan mantan suaminya Rendra. Entah bagaimana reaksi dari kedua asisten rumah tangganya ini jika sampai tahu akan masalahnya dengan suaminya, bukan tidak mungkin jika keduanya akan bercerita pada papa dan juga mama mertuanya, dan Maura sama sekali tidak menginginkan hal itu.

" Bi Yuni dan juga bi Tuti baik - baik ya di sini, Maura pamit pergi dulu ". Putus Maura pada akhirnya.

" Non Maura ". Seru bi Yuni dan juga bi Tuti lalu kedua wanita yang sudah cukup berumur itupun memeluk nona Maura mereka.

Mungkin ini adalah pertemuan terakhir dari ketiganya. Baik bi Yuni maupun bi Tuti sendiri tak ingin ikut campur terlalu jauh urusan tuan dan nona mereka. Kedua asisten rumah tangga itu masih sangat tak percaya jika kedua majikannya sudah berpisah, entah masalah apa yang sudah terjadi namun yang pasti mereka berdua sangat menyayangkan akan perpisahan yang terjadi antara tuan dan juga nona nya.

*****

Brakkk... pyarrr... pyarrr... pyarrr...

Suara pecahan dari barang - barangnya telah memenuhi di hampir setiap sudut kamarnya. Kemarahannya yang begitu membuncah membuatnya menjadi kalap dan membanting benda apapun yang ada di kamarnya.

" Kenapa kamu seperti ini Mauraaa...? ".

Brakkk... brakkk... pyarrr...

Rendra terus membanting benda apapun yang ada di sekitarnya. Rendra sangat marah karena istrinya Maura lebih memilih menandatangani surat perceraian itu daripada berkata jujur padanya.

Brakkk... brakkk... brakkk...

" Apa karena kamu lebih memilih pria itu Maura, iya, benar begitu Mauraaa...? ". Diri Rendra sudah dipenuhi dengan api amarah.

Sungguh kemarahan Rendra ini sudah tidak menentu kemana arahnya, hati Rendra telah benar - benar ditutupi oleh api amarah, saat ini apa yang dipikirkannya itulah yang benar.

Rendra masih bersikeras pada keyakinan dan bukti yang telah dilihatnya sendiri. Dan karena bukti itu yang menyebabkan timbulnya permasalahan dalam rumah tangganya telah membuat Rendra beranggapan jika istrinya Maura harus mengakui semua perbuatannya sesuai dengan bukti yang ada. Entah apakah ini memang Rendra yang telah buta mata hatinya hingga apapun yang dijelaskan oleh Maura tak bisa dirinya anggap benar kecuali seperti jawaban yang diinginkannya.

*****

Sebuah rumah kontrakan kecil yang terasa begitu sejuk kini telah kembali di huni oleh pemiliknya. Setelah sekitar satu mingguan lamanya ditinggalkan, ternyata rumah kontrakannya ini masih terlihat bersih tanpa adanya banyak debu yang berserakan.

Maura sudah mulai membuka koper kecilnya, setelah dirinya sampai di rumahnya ini, tak membuat Maura membuang waktu lebih banyak lagi.

Maura sudah mulai memindahkan beberapa baju miliknya yang ada di dalam koper kecil itu ke dalam lemarinya. Sangat miris rasanya nasib pernikahannya ini. Namun harus bagaimana lagi mungkin memang seperti inilah takdir yang harus dirinya terima.

" Haaah... ". Helaan nafas yang cukup panjang setidaknya sedikit mengurangi rasa sesak di dalam dada Maura.

Sebenarnya Maura begitu sangat sedih dan hancur merasakan semua masalah ini, tapi dirinya sudah tak bisa untuk kembali menangis. Rasanya sudah terlalu banyak dirinya menangis sehingga dirinya sudah tak mampu untuk mengeluarkan air matanya lagi.

" Sudahlah Maura, ikhlaskan semuanya, mungkin memang seperti ini takdir hidupmu ". Gumam Maura.

Lalu Maura kembali melanjutkan untuk meletakkan bajunya itu di dalam lemarinya. Satu persatu baju - baju itu telah tertata rapi, dan hanya menyisakan beberapa pasang baju di dalam kopernya hingga semua bajunya itu telah Maura letakkan semuanya di dalam lemari kecuali ada beberapa pasang baju yang tersisa, mungkin Maura akan meletakkan sisa bajunya di lemarinya yang lain.

Drtt... drtt... drtt...

Tiba - tiba saja handphone pintar milik Maura bergetar. Sepertinya ada yang sedang menelponnya, siapakah di waktu yang masih terasa pagi ini yang sudah menelponnya. Tidak mungkinkan sahabatnya Audi yang menghubunginya.

" Kak Dika, tumben dia menghubungi ku? ". Gumam Maura.

" Assalamualaikum, iya kak Dika? ". Sahut Maura setelah mengangkat panggilan itu.

" Waalaikumsalam, ternyata kamu masih mau mengangkat telpon dariku Maura? ". Sahut Andika.

" Ya pastilah Maura mengangkatnya kak, kan kak Dika menelpon Maura, tumben kakak menelpon setelah sekian bulan lamanya? ". Sahut Maura.

" Tidak apa - apa, aku hanya merindukanmu Maura ". Sahut Andika.

" Untuk apa kakak rindu Maura?, ada - ada saja kak Dika ". Sahut Maura.

" Serius aku benar merindukanmu Maura ". Sahut Andika lagi.

Entah mengapa Maura merasa seperti ada yang tak biasa dari sikap seorang pria yang telah dirinya anggap sebagai kakak itu. Tidak biasanya Andika memgucap kata rindu seperti ini.

" Maura, kenapa kamu diam? ". Seru Andika.

" Siapa yang diam kak, Maura mendengarkan kakak kok ". Sahut Maura.

Maura merasakan hal yang tak biasa dari Andika. Mengapa pria yang sudah dirinya anggap sebagai seorang kakak ini terasa bukan seperti kakaknya lagi. Namun mengapa seperti ini rasanya. Bahkan helaan nafas dari Andika bisa Maura dengar dengan begitu jelas. Tidak seperti biasanya, apakah Andika mendekatkan handphonenya pada bibirnya sehingga helaan nafasnya terdengar begitu jelas.

" Maura, apa hubunganmu dengan suamimu baik - baik saja? ".

Deg...

Seketika itu Maura langsung tertegun. Maura tertegun dengan pertanyaan kakak Andika nya. Apa maksud Andika bertanya seperti ini, seolah Andika sedang mengerti akan masalah yang terjadi pada nasib hubungannya dan juga Rendra.

" Maura, apa kamu baik - baik saja? ". Tanya Andika.

" Baik kak baik, Maura baik kok ". Sahut Maura.

" Baguslah kalau kamu baik - baik saja. Kamu masih belum menjawab pertanyaan ku Maura, bagaimana, apa hubunganmu dan suamimu baik - baik saja, maklum, di acara pernikahanmu aku kan tidak datang ". Ujar Andika.

" Baik kok kak baik, hubunganku dengan mas Rendra baik - baik saja ". Sahut Maura.

" Sukurlah kalau hubungan kalian baik - baik saja. Maura kalau ada masalah dengan kehidupan rumah tanggamu jangan lupa untuk cerita padaku ya, jangan kamu tanggung sendiri masalahmu ". Peringat Andika.

" Iya kak ". Sahut Maura.

" Ya sudah kalau begitu aku matikan handphone ku dulu ya, kamu baik - baik di sana ". Sahut Andika.

" Iya kak ". Sahut Maura.

Dan benar, Andika benar mematikan panggilannya itu.

Apa yang ditanyakan oleh Andika membuat perasaan Maura menjadi tersentil sekaligus juga bingung.

Maura merasa sedikit bersalah karena sudah membohongi Andika tentang hubungannya pernikahannya dengan Rendra yang sudah berakhir, tapi mengatakan yang sebenarnya pada Andika pun juga tidak mungkin karena ini tentang kehidupan pribadi rumah tangganya.

Namun hal yang paling membuat Maura tersentak kaget di sini adalah, mengapa Andika tiba - tiba saja menanyakan soal hubungannya dengan suaminya, seolah Andika mengetahui jika hubungannya dengan Rendra sedang tidak baik - baik saja.

" Sudahlah Maura, jangan diingat lagi ". Maura sudah merasa cukup jenuh dengan masalah yang dihadapinya ini.

Entah Andika yang memang akan mengetahuinya atau tidak, yang pasti hubungannya dengan Rendra memang sudah berakhir. Maura harus lebih membimbing dirinya untuk bisa melupakan mantan suaminya itu, karena jika diingat terus rasanya hanya akan membuat perasaannya semakin sakit saja.

Dan Maura pun akhirnya kembali meletakkan sisa bajunya yang ada di koper itu. Hari ini adalah hari awal bagi Maura untuk memulai semuanya sendiri lagi. Mungkin setelah ini dirinya akan kembali bekerja di toko kue milik sahabatnya Audi.

Luka dan rasa sakit di hatinya memanglah belum sembuh, namun dirinya harus tetap berjuang dan bertahan demi kelangsungan hidupnya.

Bersambung..........

🙏🙏🙏🙏🙏

❤❤❤❤❤

1
sasatar77 tarsa
sebenarnya siapa yg udah fitnah Maura
Yayuk Handayani: Terima kasih sudah mampir kak.
total 1 replies
ayu cantik
suka
Yayuk Handayani: Terima kasih kak 🙏
total 1 replies
Sri Darmayanti
cek dong fotonya .. A U
Enung Samsiah
good tandatangani aja dan pergi yg jauuuh,,,, tinggalkn lelaki bodoh itu
Enung Samsiah
pemain ulung Casanova bilng ngkk suci lagi,,, sungguh terlalu,,,
Enung Samsiah
satu kata tuk si Rendra,, bodohhhh,,,
Safa Almira
banget bagus
Yayuk Handayani: Terima kasih kak.
total 1 replies
Nadia
bulet ini yg bikin cretia
Nadia
itu Maura gak kerja kah?
Nadia
ini yg bikin cerita oleng 😁🤭
Nadia
ada toh cerai bisa dibikin candaan, ituselepas itu ancaman atau tidak namanya udah cerai ya cerai
Mira Nio
Mudah kepancing ssma mulut berbisa si lakor
Kristin Tangkil
akhirnya
Kristin Tangkil
the best alurnya
Kristin Tangkil
nangis aku bacanya... thor kamu berhasil buat aku menangis
Kristin Tangkil
Rendra rendra dasar...kasian maura
Kristin Tangkil
rendra ini Casanova tapi bego.. apa gk punya anak buah yg buat nyelidiki.. main percaya aja
LA ODE YASIR
tolol banget Maura hedeeh
NaNa
Luar biasa
mama Titis
sukaaa...happy ending
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!