NovelToon NovelToon
Menikah Karena Amanat

Menikah Karena Amanat

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Perjodohan / Balas Dendam / Duda / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Tamat
Popularitas:454.8k
Nilai: 5
Nama Author: ShasaVinta

" Jadi ku mohon jika tiba saatnya aku harus meninggalkan kalian , ku harap kamu menggantikanku sebagai Istri bagi suamiku dan Ibu dari Anakku . Ku mohon . Aku percaya padamu "

--------####--------
Seorang gadis kecil harus kehilangan Ibunya dan mengalami penderitaan selama bertahun tahun .

Namun setelah Ia berhasil bangkit , kini Ia di hadapkan pada sebuah amanat yang akan mengubah kehidupannya . Mampukah Ia ?

Dan apakah Ia juga mampu untuk membalas orang orang yang dulu telah membunuh Ibunya dan membuat hidupnya menderita ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ShasaVinta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5 . Kirani

Terhitung sudah 3 bulan Brisa bersekolah dan bekerja di toko buku milik Eijaz .

Hubungan Brisa dan Eijaz semakin dekat , namun dengan penafsiran yang berbeda .  Brisa yang menganggap Eijaz sebagai kakaknya , sebagai malaikat penolongnya . Sedangkan  Eijaz mulai menyadari jika Ia menyayangi Brisa sebagai seorang wanita .

Brisa akan merasa menjadi manusia jika Ia berada di luar rumah , sedangkan saat di rumah Ia merasa seperti kembali ke neraka .

Penyiksaan Indri , ibu tirinya tidak pernah berhenti . Setiap hari Brisa akan menerima kekerasan fisik . Bahkan pipi mulus gadis itu sudah mengenal dengan baik rasa sakit tamparan sang ibu tiri .

Namun hari ini mungkin akan menjadi hari terberat bagi Brisa .

Hari minggu seharusnya menjadi hari libur untuk beristirahat , tapi pagi itu Indri baru saja pulang dengan amarah yang meledak ledak setelah mendapati suaminya bermalam dengan seorang ****** .

" Panggil anak sial itu . " perintahnya pada Bi Yum .

Bi Yum tidak ingin Brisa menjadi pelampiasan kemarahan majikannya sengaja berbohong .

" Maaf nyonya , tapi Brisa sedang tidak dirumah . "

" Jangan bohong kamu ! " teriaknya .

Tanpa disangka , Indri berjalan keluar pintu dapur menuju kamar ART dan sialnya karena ia berpapasan dengan Brisa yang akan ke dapur .

" Disini kamu rupanya . Sini kamu . " maki Indri sambil menarik rambut Brisa lalu menghempaskan gadis itu ke tanah di halaman belakang dapur .

" Tidak kamu , Ibumu , bahkan sekarang ayahmu , kalian semua adalah manusia hina . Murahan kalian semua . Brengs*k . " makinya pada Brisa sambil terus melayangkan tamparan di pipi gadis itu berkali kali .

" setelah Ibu mu  , apa sekarang aku harus melenyapkan ****** ayahmu lagi hah ? "  teriaknya di depan wajah Brisa yang sudah membiru dengan sudut bibir mengeluarkan darah .

Tak cukup dengan itu , Indri lalu mendorong keras tubuh kecil Brisa lalu dengan kejamnya Indri menendang dan menginjak tubuh kecil itu .

Bi Yum yang sudah tak tahan melihat Brisa yang meringkuk menahan sakit , dengan berani Ia menarik tubuh majikannya .

" Stop nyonya , anda bisa membunuh Brisa . " ujar  Bi Yum .

" Bagus , biar dia menyusul ibunya saja . "

ART yang lain membantu Brisa berdiri lalu memapah gadis itu keluar menuju pagar rumah .

" selamatkan dirimu dulu Bri... " Ujar ART itu ..

Tanpa mereka semua sadari ,seseorang melihat semua kejadian itu dari jendela lantai 2 kamarnya .

Dengan tertatih tatih , meringis menahan sakit , Brisa berjalan menggunakan dinding sebagai pegangannya .

Tubuhnya sangat sakit , rasanya tulang tulangnya remuk . Entah Ia akan mampu berjalan sampai mana .

Tiba tiba saja tangannya ditarik oleh seseorang . Brisa yang tak punya tenaga lagi hanya bisa mengikuti kemana orang itu membawanya .

Mereka memasuki pintu kecil , Brisa menyadari jika ruangan itu adalah dapur . 

" Duduklah dulu . " ucapnya .

Brisa berusaha mengangkat wajahnya saat orang itu kembali menyodorkan segelas air dan duduk di hadapannya .

" Kamu ? " ucap Brisa lemah . Dia adalah gadis yang tinggal disebelah rumah . Gadis aneh yang sering  menatapnya .

" Iya . Kenalin aku Kirani Ayunta . Kita teman sekelas di sekolah juga tetangga rumah . " Ujarnya ramah .

Brisa membalas senyumannya . " Aku Brisa . "

" Ssstttt udah udah . Aku tahu kok . Maaf yah selama ini kalau kamu risih karena aku sering mengawasimu . " ujar Kirani .

" Sebenarnya , beberapa tahun lalu aku sempat mendengar keributan di rumah sebelah . Ada seorang Ibu dan gadis kecil yang datang berkunjung namun berakhir dengan pertengkaran . Saat itu aku ikut sedih saat melihat gadis kecil yang sepertinya seumuran denganku menangis . Awal melihatnya berjalan masuk gadis itu tersenyum riang menggenggam tangan ibunya , dan aku sempat iri karena aku tak pernah merasakan memiliki seorang ibu . Tapi akhir yang kulihat saat itu membuatku sadar jika tidak ada yang sempurna di dunia ini . " Kirani mulai bercerita dan Brisa berusaha sekuat mungkin untuk mendengarnya .

" Dan beberapa bulan yang lalu , gadis itu kembali lagi . Dia sudah lebih dewasa , namun tak ada lagi wajah riang yang kulihat . Hanya wajah penuh kesedihan . Aku penasaran apa yang terjadi padanya ? Dimana ibunya ? " lanjutnya lagi membuat air mata Brisa mulai mengalir .

" Fakta lain yang akhirnya ku tahu , kalau gadis itu mengalami penyiksaan di rumahnya . Aku beberapa kali melihatnya dari jendela kamarku . Aku ikut sedih , aku marah , ingin sekali aku menghentikan mereka menyiksanya tapi Ayahku melarang untuk ikut campur . "

" Sejak saat itu aku terus mengawasinya , sampai kami di kelas yang sama . Aku terus mengawasi untuk saat saat seperti ini . Saat penyiksaan yang dia terima sudah terlalu parah , dan aku harus menolongnya . "  Ujar Kirani yang mulai terisak .

" Yang ingin aku tanyakan , mengapa dia membiarkannya ? Mengapa dia  membiarkan tubuhnya di siksa ? Mengapa dia mau menderita ? "  tanya Kirani sambil memegang kedua lengan Brisa .

Tangisan  Brisa semakin menjadi jadi .

" Itu karena aku tak ingin lagi kehilangan orang yang menyayangiku dan  yang ku sayangi . " Jawab Brisa .

" Mereka sudah membunuh ibuku . " ujar Brisa .

Kirani menutup mulutnya dengan kedua tangan .

Ia langsung berdiri memeluk Brisa , merasa bersalah karena sudah membangkitkan kenangan buruk Brisa .

" Sekarang mereka mengancam akan membunuh Mbok Min jika aku kabur atau melapor . Hanya Mbok Min satu satunya yang ku miliki , aku tidak ingin mereka mencelakainya . " ujar Brisa dalam pelukan  Kirani .

Brisa masih terus menangis sampai Ia rasanya sulit bernapas , lalu tubuhnya terasa  lemah , pandangannya buram , dan akhirnya Brisa tak sadarkan diri .

Kirani sangat panik saat  Brisa tiba tiba pingsan .  Dengan sekuat tenaga Ia memapah Brisa dan membaringkannya di sofa .

Kirani merogoh saku celana Brisa dan menemukan ponsel . Ponsel itu adalah ponsel pemberian Eijaz , dengan alasan jika itu adalah ponsel untuk toko buku .

Kirani membuka daftar kontak dan menemukan hanya ada satu nama disana .

" Eijaz ? Apa dia pria yang selalu bersama Brisa yah ? "  gumam Kirani .

Gadis itu mencoba menghubungi nomor tersebut . Tak butuh waktu lama pria itu menjawab panggilan telepon ,

" Halo Bri ... "

" Sorry gue bukan Brisa . Gue Kirani . "

" Tapi ini ponsel  Brisa , kenapa bisa ada sama  lu ? " tanya Eijaz .

" Brisa pingsan , sekarang ada di rumah gue . "

" Hah ? Kirim alamat lu , gue kesana sekarang . " Eijaz mulai panik .

" Rumah gue tepat di sebelah kiri rumah Brisa. Cepetan yah , gue tunggu . "

Kirani lalu memutuskan sambungan teleponnya .

Kirani menunggu dengan tak sabar kedatangan Eijaz .

Sesekali Ia mencoba menyadarkan Brisa dengan cara cara yang Ia baca di internet tapi tidak berhasil .

Akhirnya orang yang ditunggu tunggu tiba . Eijaz berlari masuk kedalam rumah Kirani mencari keberadaan  Brisa .

Betapa terkejutnya Eijaz melihat kondisi gadis yang mengisi hatinya beberapa bulan terakhir .

" Apa yang terjadi ? Siapa yang melakukan ini ? " tanyanya menatap tajam pada Kirani .

" Nanti saja ku jelaskan , sebaiknya kita bawa ke rumah sakit dulu . "

Eijaz setuju . Ia segera menggendong Brisa ke mobilnya menuju rumah sakit terdekat .

Saat ini Brisa sudah ditangani oleh dokter . Tidak ada yang membahayakan , Brisa juga sudah sadar tapi masih harus tetap di rawat karena gadis itu butuh lebih banyak istirahat .

Setelah memastikan Brisa sudah kembali tertidur , Kirani keluar untuk menemui Eijaz .

Perlahan Kirani duduk disamping Eijaz .

"  Brisa udah tidur . " ujarnya .

Eijaz hanya mengangguk .

Cukup lama saling diam , lalu Eijaz mulai bersuara .

" Apa yang terjadi pada Brisa itu KDRT ? " tanyanya .

" Tau dari mana lu ? "

" Gue udah pikirin ini berkali kali . Sejak pertama gue lihat sudut bibirnya luka beberapa bulan yang lalu . " Ujar Eijaz .

" Ditambah kejadian hari ini . Cuma 1 menit waktu yang lu butuhin untuk minta tolong ke rumahnya . Kenapa lu malah  nunggu gue . " lanjutnya .

Kirani mengedikkan bahunya .

" Gue akan laporin ini semua . Gue pastikan orang itu akan mendapatkan balasan setimpal . " ujar Eijaz .

" Ini gak semudah yang lu pikirin . Nyawa orang lain taruhannya . " balas Kirani .

Tanga  Eijaz mengepal . " Lalu gak masalah jika  Nyawa Brisa yang jadi taruhannya ? "

" Tenangin diri lu . Sebaiknya kita tunggu sampai keadaan Brisa lebih baik lalu kita bicara dengannya . " Ujar Kirani .

.

.

.

.

.

 "Jika satu mimpi jatuh dan hancur berkeping-keping, jangan pernah takut untuk mengambil salah satu dari kepingan itu dan memulai lagi." - Flavia

.

.

.

.

.

To be continue

1
Susana Widjaja
Luar biasa
Ratu Fadira
bawang jahat bngt ini bikin mata gw bengkak😭😭😭😭😭😭
Rita Khairina
Luar biasa
Fenti
aku mampir kak 😁
Hearty💕💕
Selamat ya Romi dapat boss ajaib
Hearty💕💕
Eijaz parahkah sakitnya?
Hearty💕💕
Bener....
Hearty💕💕
Duh penjahat nih kayaknya
Hearty💕💕
Serem bener part ini... dunia sedang dalam kejatuhannya
Hearty💕💕
Cie 😀😍
Hearty💕💕
Sedap Gio....
Hearty💕💕
Ya pasti sesak karena nggak tahu merek bahas apa sebenarnya
Hearty💕💕
Udah jadian nih Gio ❤ Amora
Hearty💕💕
Sakitnya hati ini.....
Hearty💕💕
Akhirnya Gio nggak patah hagi lagi

Echa juga semangat kejar gadis masing²
Hearty💕💕
Wow Franda sampai segitunya
Hearty💕💕
Terim kasih Kk, sudah diajak jalan² ke Raja Ampat
Hearty💕💕
Jadi keluarga beneran nih 😍
Hearty💕💕
Maksudnya apa ya?
Hearty💕💕
Hebat nih Papanya Dafha
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!