NovelToon NovelToon
Mr. Edzard, I Want You!

Mr. Edzard, I Want You!

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi
Popularitas:1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Stivani

"Kau begitu angkuh dan dingin, tapi aku menyukaimu."

Sebuah kisah cinta antara gadis yang merupakan pengawal dan seorang pria pewaris tunggal generasi ketiga perusahaan terbesar di Asia, Edzardians Group.

Siapa sangka Selita akan tergila-gila dengan Alvaro Edzard yang dijulukinya sebagai iblis tampan yang juga ternyata merupakan pria angkuh, kasar dan arogan!

Apakah Alvaro yang dingin itu akan membalas cinta Selita? Ataukah dia memiliki gadis di masa lalunya yang akan menjadi penghalang bagi Selita untuk mendapatkan hati Alvaro?

Penasaran? Kuyyy mampir ✨

©Copyright by Stivani, April 2020

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Stivani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 5 : Hari Pertama sebagai Presdir

Dengan wajah yang suram, Seli keluar dari ruang kerja Julian. Jantungnya berdegup kencang ketika berjalan menuju ruang kerja Al, seperti mangsa yang menawarkan diri untuk diterkam di kandang Harimau.

"Ketuk gak yah? duhh gugup banget lagi. Tuhan tolong tambahkan nyawaku."

Gadis itu mengetuk pintu dengan sangat hati-hati. Ketika mendengar suara yang tak asing yang hampir menerkamnya waktu lalu, dahi seli mengeluarkan cairan.

"Masuk!" suara dari balik pintu.

Seli menarik gagang pintu dan membukanya, dia berjalan pelan ke arah Alvaro dengan memejamkan mata. Mungkin ini akhir hidupku. Batin Seli, pasrah.

Melihat tingkah aneh Seli Al kesal dan berteriak. "Woy! ngapain kau mengendap seperti itu?" teriak Al.

Suara nyaring itu menyadarkan Seli, dan segera membuka matanya kaget.

"Ma....maaf Tuan. Aku di suruh Tuan besar untuk berada disamping Tuan Al," ucap Seli dengan cepat namun gugup.

Aku ngomong apa sih! aduhhh takut banget ya Tuhan.

"Kau pikir kau pacarku! Seenaknya saja mengatakan untuk berada di sampingku. Jangan mimpi kau! Menyentuhku pun sudah membuat nyawamu di ujung tebing yang curam. Apalagi mau menempel denganku. Mati kau!" menghempas jemari di samping lehernya.

Dasar gila! siapa juga yang mau menempel sama kamu. hanya wanita yang tidak waras saja yang bakal menyukaimu. Haha. Batin Seli meledek

"Iya Tuan maaf. Aku hanya akan menjalankan tugasku untuk mengawal Tuan dengan baik," menundukan wajah tak berani mengangkatnya.

"Bagus." Bangun dari duduknya dan berjalan meninggalkan ruang itu. Seli pun mengikutinya dari belakang. "Jangan ada pengawal lain yang mengikutiku ke kantor. Aku tidak ingin pengawalan yang berlebihan. Cukup kau saja," menghentikan langkahnya tanpa menoleh ke arah Seli.

"Tapi Tuan?"

Al mengangkat tangan kanannya, pertanda jangan membantah.

Seli menghubungi pengawal lain lewat benda kecil yang sedari tadi menempel di telinganya. Merepotkan saja. Padahal kan bagus banyak yang mengawal, biar keselamatannya lebih terjamin.

Pria yang berjalan di depannya tidak ingin mengadakan pengawalan yang berlebihan. Dia ingin hidupnya normal dan biasa-biasa saja. Julian kakeknya sengaja memperketat pengawalan karena trauma terhadap kejadian 16 tahun lalu yang menewaskan Roland ayah Al.

Kehidupan konglomerat tidak lepas dari ancaman, baik dalam segi fisik maupun batin. Banyak sekali orang-orang serakah dan haus akan kekuasaan yang mencoba memperebutkan posisi sebagai Presdir di Edzardians Group.

Salah satu kejadian yang paling mengenaskan adalah ketika Roland tewas dibunuh oleh oknum seraka yang ingin memperebutkan posisinya sebagai presdir. Roland pun tewas, dan yang mengambil alih kembali perusahaan adalah Julian. Julian sangat mengkawatirkan Al. Jika hal yang sama terjadi kepada Al, Julian bahkan tidak akan memaafkan dirinya sendiri.

Tiba di kantor Al.

Para wartawan yang sedari tadi menunggu kedatangan Al mulai lesu, karena sosok yang dinanti-nantikan tak kunjung datang. Banyak sekali media yang siap untuk meliput berita kedatangan orang nomor satu di perusahaan itu. Mobil berwarna hitam melaju dengan sangat pelan ketika melewati kerumunan orang yang membawa benda elektronik di masing-masing tangan mereka.

"Tuan, kita sudah sampai. Apa Tuan tidak ingin memperketat pengawalan?" Seli mengambil kebijakan, karena melihat banyak sekali orang yang menyerang Al dengan macam-macam pertanyaan.

"Tidak. Bukakan pintu!"

"Baik Tuan." Seli menghela nafas panjang, mempersiapkan dirinya untuk menghadapi segerombolan orang yang haus akan jawaban. Seli keluar dan membukakan pintu untuk Al.

"Selamat siang Pak, apa benar anda Bapak Alvaro Edzard pewaris tunggal dari perusahaan Edzardians Group?" Lemparan pertanyaan menghujani Al.

"Saya bukan bapak kau!" jawab Al kesal.

"Bagaimana perasaan anda ketika menjadi seorang presdir muda?"

"Apa anda mengenal nona Letisya?"

"Apa hubungan anda dengan nona Letisya?"

Mendengar pertanyaan itu membuat Al geram. Dia mengepalkan tangan dengan ekspresi yang terlihat marah.

Siapa Letisya? kenapa mendengar nama itu wajah pria gila ini berubah menjadi Iblis. Seli penasaran dengan nama yang disebutkan itu.

Al hanya menatap tajam seorang reporter yang berani menyebutkan nama itu. Al tidak ingin kehidupan pribadinya di ekspos di media sosial.

Berbagai pertanyaan menghujani Presdir muda Edzardians Group. Salah satu reporter membuat pria itu geram. Seli yang dengan susah payah menahan para reporter itu supaya tidak menyambar Alvaro, akhirnya kewalahan dengan pertahanannya. Dia terjatuh di dada kekar Al.

Brukkkkk...

Wajah Al dan wajah Seli hanya berjarak sekitar 5cm. Al Refleks memeluk Seli dan menatap lekat gadis itu. Jantung Seli berdebar sangat kencang. Baru kali itu Seli merasakan debaran jantung yang berbeda dengan debaran yang sebelumnya dia rasakan saat bersama Al.

Para reporter berhenti melemparkan pertanyaan. Seketika suasana berubah menjadi hening. Al melepaskan pelukannya dan mendorong Seli sehingga posisi badannya kembali berdiri tegak.

Perasaan macam apa tadi. Batin Seli.

"Berani sekali kau memelukku."

"Maaf Tuan." Seli menunduk malu.

Pipi Seli berubah menjadi warna merah merona, jantungnya pun masih berdetak hebat. Apaan sih pria ini. Dia kan yang duluan memelukku,, cihhh.

Al sudah tidak bisa mengendalikan emosinya lagi, dia mengepalkan tangan dan melemparkan pandangan tajam kearah para reporter. Melihat wajah Al yang seperti itu, para reporter bergegas mundur dan ketakutan. Al berjalan meninggalkan mereka dan diikuti Seli dari belakang. Seluruh Karyawan berbaris rapi menyambut kedatangan pemimpin baru mereka. Seoang pria paruh baya menyapanya dengan senyum ramah.

"Selamat datang Al," ucap seorang pria paruh baya sembari memberikan bunga sebagai tanda ucapan selamat datang.

"Paman Haris?" menerima bunga dan diberikan kepada Seli untuk dia pegang.

"Kamu sudah tumbuh dengan baik Al, paman merasa bangga padamu," memeluk Al erat.

Al tidak membalas pelukannya. Dia segera melepaskan pelukan Haris dan mundur satu langkah ke belakang. Haris adalah teman dekat Roland ayahnya. Haris memiliki jabatan sebagai wakil presdir Edzardians Group.

"Mari Al paman antarkan," merangkul bahu Al.

"Jangan sok akrab dengan saya, saya tidak suka orang asing menyentuh saya dengan sembarangan!" gerutu Al sinis.

"Rupanya kamu masih menyimpan dendam sama paman ya? Hehe sifat kau tidak berubah sama sekali Al," berusaha mencairkan suasana.

Gadis yang sedari tadi berdiri di belakangnya, memperhatikan percakapan dingin antara Al dan Haris. Ada apa dengan ekspresinya. Hatinya memang dingin seperti es balok. Pamannya saja dicuekin begitu setelah 16 tahun tidak bertemu. Pusing aku lama-lama dengan sifatmu Tuan! gumam Seli dalam hati.

Haris menuntun Al menuju ruangannya. Dalam perjalanan mereka terlihat kaku dan membisu. Haris pun tidak berani lagi mengeluarkan suara. Setibanya di ruang itu, Al memandangi sosok lelaki yang berdiri tepat di sampingnya.

"Trima kasih sudah mengantarkan saya," ekspresi datar.

"Jangan sungkan Al. Kita adalah keluarga. Hehe."

"Kalau paman sudah tidak ada lagi kepentingan disini, silahkan keluar, saya ingin istirahat sebelum rapat perdana dimulai," ujar Al

"Haha, baiklah Al. Selamat beristirahat," berjalan beberapa langkah ke depan dan tiba-tiba menoleh kebelakang. "Al, apakah kamu sudah bertemu Letisya? Paman akan mengatur pertemuanmu dengannya," melanjutkan langkahnya keluar ruangan.

Seli melihat perubahan ekspresi diwajah Al setelah mendengar nama itu. Al hanya terdiam tanpa suara dan membaringkan tubuhnya di atas sofa. Seli meletakkan bunga yang di pegangnya dan menata bunga itu di atas meja dengan rapih.

***

16 tahun yang lalu.

"Al berjanjilah padaku untuk selalu mengingatku," ucap gadis kecil sebaya dengannya.

"Iya aku janji akan selalu mengingatmu," memegang tangan gadis kecil itu.

Al berjalan sambil menoleh kebelakang. Gadis kecil itu menangis sangat hebat ketika melihat Al kecil meninggalkannya untuk pergi jauh.

"Tuan.... Tuan.... Apa Tuan tidur?" Sebuah tangan yang menyentuhnya membuat Al terbangun dari tidurnya." Rapatnya akan segera dimulai. Pak Haris menyuruhku membangunkan Tuan," ucap Seli dengan hati-hati.

Pakaian Al menjadi basah akibat cairan keringat yang keluar dari tubuhnya. Al bermimpi tentang gadis kecil di masa lalunya.

Apa Tuan sadar kalau dia tadi mengigau?

Bersambung...

*Epilog :

Seli berdiri dan memperhatikan tubuh pria tampan yang tertidur pulas. Kalau di perhatikan pria iblis ini sangat manis dan tampan ketika tidur, ya Tuhan pengen banget menyentuhnya. Tangan Seli tanpa sadar mulai menyentuh wajah tampan pria itu. Tiba-tiba tangannya di dekap erat oleh pria yang disentuhnya.

"Iya aku janji akan selalu mengingatmu." Raut wajah yang sedih seperti merasakan kehilangan orang yang di sayangi. Seli terkejut dan pura-pura membangunkannya untuk menghilangkan kecanggungan yang tercipta.

Jangan lupa like, komen dan vote yah :)

 

1
Erni Cahaya Nst
smangat thor👍👍❤️❤️
⭐️asteri
kayaknya perlu di revisi thor.. baru 3 hari Square dr koma udah bisa di banting dan ga kenapa2
⭐️asteri
otor masa orang abis operation dan baru bangun dr koma bisa didotong sampe jatuh
⭐️asteri
kalimatnya bukan very much ,tapi too much
⭐️asteri
Lumpur sawah kan ga bau toorr
⭐️asteri
kalimatnya ambigu. mengeras dan kaku xixiix
Puspita Sari
nti KL seli udh diem gabbanyak omong AL kelabakan hahhaha
Kiki Oktaviani
awalnya kejam akhirnya pasti bucin deh 😊
Ami Kerto Surat
masakin sambel plus lalapan ikan asin udah
Ami Kerto Surat
vera
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
kereeen👍👍👍🤩
Yanti Teku
ih Seli sfatx gak suka aq
Yanti Teku
tolong perbaiki sifatnya Selly,,,terlalu ikut campur
Yanti Teku
cobalah Seli cuek aja gitu Napa????biar Al pnsaran SMA kmu Seli.
Susana
😅😅
Susana
wah, Tuan Muda.
Sriningsih Rds
😆😆😆ngakak gegara ethan ma bobby👍👌
aunty destye
best👍👍😍
Ria
lanjut
Sidieq Kamarga
Hi hi hi hi hi 😂😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!