NovelToon NovelToon
Mendadak Menikah Karena Sebuah Janji

Mendadak Menikah Karena Sebuah Janji

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Action / Contest / Tamat
Popularitas:662.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rose noor

Di Nikahi laki-laki dingin dan arogan, yang baru saja bertemu beberapa jam lalu? karena sebuah insiden, sepetinya mustahil. Akan tetapi itu terjadi kepada Crystal. Di selamatkan dan bawa pulang demi sebuah tanggung jawab. Ia malah dinikahi Nervan, karena untuk memenuhi janji pada sang Ibu yang baru saja sadar dari koma.

Bagaimana kisah bab demi bab yang memuat aksi kocak, menjengkelkan, menyedihkan, romantisme, hingga pertengkaran dan permusuhan, mari baca! Terima kasih.

MENDADAK MENIKAH KARENA SEBUAH JANJI.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rose noor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

5. Harus Menepati Janji

"Iya tahu Mas! Mas bukan pelayanan Aku! dan bukan siapa-siapanya aku, tapi jangan lupa, Mas yang sudah mengakibatkan kakiku sakit, jadi harus bertanggung jawab kan?" Crystal mengingatkan Nervan akan tanggung nya.

"Well..lo tuh jadi cewek cerewet sekali," ucap Nervan sambil mengangkat Crystal, Crystal menatap Nervan lembut, sedangkan dengan reflek tangan nya ia lingkarkan pada leher Nervan. Entah mengapa Nervan pun menatap hangat Crystal untuk sesaat.

"Mas, koq membawa aku kerumah mu? nanti bagaimana kalau Istrimu marah? aku takut," celoteh Crystal.

"Lalu? harus gue bawa kemana? Kalau Istri gue marah? paling juga lo habis di unyel-unyel. Atau mungkin hal terburuk nya, langsung di rebus sama doi! lalu di buat rendang, sheeeh!" jawab Nervan dengan wajah datar nya dan menakut-nakuti Crystal, namun di akhir kalimat ia menyeringai sinis.

"Xhiiii.. Istri Mas horor," ucap Crystal bergidik.

Nervan tak bicara lagi. Ia membawa Crystal masuk kedalam rumah nya. Di dalam beberapa orang pekerja rumah tangga menyambut nya.

"Loh ini siapa dan kenapa, Mas Evan?" tanya salah seorang Art yang agak berumur.

"Keserempet mobil Evan, Mbok! ya sudah tolong bantu Evan mengobati nya," ucap Nervan.

"SubhanAllah," ucap Art tersebut dan mengikuti Nervan yang membawa Crystal naik ke lantai atas dan masuk ke dalam sebuah kamar besar tak kalah nyaman dan mewah dengan kamarnya Crystal.

"Ya sudah, lo diam di sini. Nanti Mbok Mah yang akan mengobati kaki lo! gue mandi dulu," ucap Nervan yang menurunkan pelan tubuh Crystal di atas tempat tidur, membantu Crystal meluruskan kakinya dan menyandarkan tubuhnya pada kepala dipan.

"Terimakasih, Mas," ucap lembut Crystal. Lagi-lagi rasa hangat dan bahagia kembali memasuki relung hati Nervan saat Crystal menyebutkan kata 'Mas' dengan lembut.

"Mas Evan, Sepertinya kaki Nona ini terkilir, dan harus segera mendapatkan perawatan! kalau tidak, maka kakinya akan semakin membengkak dan mungkin akan menimbulkan demam juga," ujar Mbok Mah.

"Lalu, apa yang harus kita lakukan Mbok? Evan hendak membawa dan mengobatinya di rumah sakit oleh Dokter, dia menolak dan parahnya lagi Mbok! ini anak tidak memiliki tempat tinggal, maka dari itu Evan bawa pulang karena bingung harus bagaimana," tukas Nervan.

"Mungkin, harus di tangani ahli patah tulang atau semacam ahli therapis terkilir begitu Mas Evan," timpal Mbok Mah.

"Aduh! tolong Mas," tiba- tiba Crystal berteriak kecil.

"Ada apa?" tanya Nervan sedikit panik.

"Aku lapar Mas! burgerku masih berada di dalam mobilnya Mas," ucap Crystal.

"Gue fikir, kaki lo yang sakit. Hanya lapar!" ucap Nervan menghela nafas.

"Iya Mas, aku lapar sekali! tolong bawakan burgerku kemari ya!" ucap Crystal dengan nada manja nya.

"Tidak boleh makan di kamar," tukas Nervan ketus.

"Lalu, aku harus menahan lapar? kalau aku mati bagaimana?" pertanyaan konyol Crystal.

"Mati? ya mati saja! masalah kecil. Tinggal di kubur! begitu saja masa harus repot," ucap asal Nervan dengan tanpa beban apapun.

"Iiiikhhh, Mas itu jahat sekali! dasar cowok tidak berperasaan," ucap Crystal mendengus kesal.

"Mbok, awasi anak kecil ini, jangan biarkan dia makan di kamar! apalagi di atas kasur! minta tolong Pak Arwin mencarikan ahli therapis yang Mbok maksud," ucap Nervan sebelum ia beranjak dari kamar tersebut.

"Baik Mas Evan!" jawab Mbok Mah. Nervan berlalu begitu saja meninggalkan Crystal yang mulai berkaca-kaca karena menahan lapar.

"Pria kejam!" gumam Crystal.

"Maaf Non! Mas Nervan memang paling tidak suka kalau ada orang makan di kamar, apalagi di atas kasur, atau di dalam mobil nya. Mas Nervan itu harus segalanya Perfect. Makan di meja makan, tidur di kamar, pokok nya harus sesuai tempat dengan fungsinya," tutur Mbok Mah.

"Oh Namanya Nervan," gumam Crystal. "Iya, tidak apa-apa Mbok. Terimakasih Mbok, o yah Nama aku Crystal biasa di panggil Cysa." Crystal memperkenalkan diri.

"Saya Mbok Rimah! akan tetapi Mas Nervan dan keluarganya, biasa memanggil Mbok dengan sebutan Mbok Mah," balas Mbok Mah.

"Oh begitu ya Mbok!" tukas Crystal.

"Injeh Non. Mbok turun sebentar ya! mau minta tolong Pak Arwin untuk mencari ahli therapis terkilir." pamit Mbok Mah.

"Baik, Mbok," ucap Crystal. Mbok mah berlalu dari kamar yang di tempati Crystal. Sedangkan Crystal berusaha tertidur untuk menahan lapar nya.

---

Di kamar Nervan.

Nervan sudah selesai mandi dan berganti pakaian.

"Heh, Crystal. Anak kecil yang menggemaskan, Usianya dua puluh dua, seriusan?" gumam Nervan dengan pertanyaan untuk dirinya.

Saat Nervan sedang termangu, hanyut dalam lamunan tentang Crystal yang bawel namun imut dan cantik, suara panggilan masuk dari ponsel Nervan mengejutkan nya. Ketika ia lihat itu panggilan dari Papinya.

"Iya, Pih! ada perkembangan dengan kondisi Mami?" tanya Nervan saat menerima telepon dari Papinya.

"Iya Nak! Alhamdulillah berita baik, Mami mu baru saja siuman," suara Papi Nervan di ujung telepon sana.

"Alhamdulillah, serius Pih? Mami sudah siuman?" tanya Nervan sumringah pada Papinya, masih dalam bertelepon.

"Serius Nak! masa sih Papi bercanda, kapan kamu ke sini? dan ingat janjimu yang tadi kamu utarakan," suara Papi Nervan.

"Baik Pih, nanti malam Evan ke sana. Iya tahu Pih! Evan ingat tentang apa yang Evan katakan tadi siang, dan Evan harus menepati janji." ucap Nervan agak sedikit tak bersemangat. Akhirnya Nervan dan Papinya selesai betelepon dengan Nervan segera menutup telepon nya.

Di kamar yang di tempati Crystal.

Terlihat sorang wanita setengah baya baru saja tiba, ia masuk bersama Mbok Mah.

"Assalamu'alaikum Non!" sapa wanita itu.

"Wa'alaikum salam, maaf Ibu ini siapa?" tanya Crystal.

"Ibu seorang ahli therapis yang akan membantu menyembuhkan terkilir nya Non," jawab wanita tersebut.

"Ouh," ucap Crystal singkat.

"Baiklah, mari kita mulai, tapi maaf Non. Non harus tahan ya, karena akan sedikit sakit! apalagi ini sudah mulai membengkak," ucap perempuan ahli therapis itu setelah mengamati kaki Crystal.

"Baik Bu! yang penting kaki saya cepat sembuh dan segera dapat di pergunakan untuk berjalan kembali." ujar Crystal. Mbok Mah duduk di bangku kecil yang ada di dekat tempat tidur.

"Mari Ibu lihat sebentar ya Non," ucap Ahli therapis, lalu ia menyentuh kaki Crystal yang terkilir.

"Aaaaaaaa..." teriak Crystal.

"Belum Non! Ibu baru menyentuh nya saja untuk memastikan," ucap ahli therapis itu membuat Crystal tersipu malu.

"Oh, belum ya Bu! hihi," ucap Crystal salah tingkah.

Ternyata teriakan Crystal menusuk telinga Nervan, karena pintu kamar Crystal yang terbuka lebar dan kamar Nervan yang percis di hadapan kamar yang Crystal tempati.

"Aish...Anak kecil itu," gumam Nervan.

Ada perasaan tidak enak dalam hati Nervan saat ia mendengar Crystal berteriak, kalau bukan karena terserempet mobil nya, mungkin kakinya tidak akan terkilir. Sedangkan saat ini dirinya juga sedang di landa bingung untuk mewujudkan janji pada Maminya, yaitu menikah dan memberikan menantu untuk Maminya, begitu ia siuman.

Kini ucapan nya terkabul. Seperti keajaiban, saat ini Maminya sadar dari koma. Namun Nervan tidak tahu harus mencari perempuan di mana? untuk ia nikahi secara instan malam ini juga.

"Huffff, harus ku cari di mana calon istri dadakan ini?" tanya Nervan pada dirinya dengan bergumam.

Bersambung.....

1
bibuk Hannan & Afnan
jangan jangan musuhnya itu ortunya crystal
Heryta Herman
angkuh sombong egois mau menang sendiri..itu sifat jeleknya papi harsyal...apalagi ya yg kurang disebut dari sifat jeleknya papi harsyal??
tlng tmn" bantu cari kejelekan sifat papi harsyal yaaa...
Heryta Herman
papi harsyal sakit jiwa
Heryta Herman
papi harsyal egois...
Heryta Herman
aneh....
Heryta Herman
ga pernah ngurusi anak" tiba" sok peduli si papi harsyal...kemaren" kemana aja pi....
Heryta Herman
huhuhu..ga banget lah..katanya trauma tapi masih bisa hubungan suami istri...
truma apa itu...lagian cysa juga sprti perempuan murahan...sangat mudah di tipu dgn kata" rayuan evan...keenakan evan...cuna segitu aja penolakan cysa...
terserah lah thor...
Heryta Herman
ga tau lah mau komen apa..orang trauma ga bisa dkt dgn si pwnyebab trauma..tapi ini...sbnte bisa di dkti sbnte tdk bisa...haaah..sdh lah...pusing sndiri bacanya...
Heryta Herman
pwnyesalanmu ga berguna van..hati yg sdh twrsakiti bisa memaafkan tapi tdk unruk melupakan sampai mari sekalipun...akan mwnjadi trauma dan boomerang untukmu suatu hari nti..terlajak perahu blh di undur,twelajak peebuatan dan kata buruk padahnya..
Heryta Herman
jngn sampai kamu menyesal van...kamu melecehkan istrimu sendiri...kamu memamg pria bejat ga punya akhlak...
Heryta Herman
ga suka cara evan yg kasar...kenapa juga cysa tdk berontak...bodoh...mau"nya di perlakukan sprti jalang...
Heryta Herman
tang ting tung crystal untung evan buntung...
hahaha....emang enak di cuekin lu van...hahaha
Heryta Herman
hhuuuhhh..dasar pelakor...ga ada malu nya yaaa...
Heryta Herman
preeeet laah...hahahaha...
Heryta Herman
cerita nya nano",thor...bikin perasaan sprti naik turun bukit dan gunung,menyebarangi sungai dan lautan...hahahaha..
Heryta Herman
evan akan menerima balasannya...dia akan jadi budak cinta yg parah...lihat saja...
Heryta Herman
makanyq evan..jngn syka swmbarqngan ngomong.. yg maha kuasa melihat dan mendengar kata" mu...semua nya akan berbalik padamu.. ingat itu
Heryta Herman
hheeeeeh..menikahi perempuqn tanpa perstujuannya...ini gimana ini...
ini kejahatan..kok bisa sih...
hadddeeeeeuuh
Heryta Herman
hiiiii..jorok banget sih..
ga apa" cysa,nti ada saatnya kamu bls perbuatan evan...sabaaar
Sunny Kwok
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!