NovelToon NovelToon
ISTRI PENGGANTI SANG GUS COLD

ISTRI PENGGANTI SANG GUS COLD

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Pernikahan rahasia / Poligami
Popularitas:13k
Nilai: 5
Nama Author: Jeonndhhh

Dibuang dua puluh tahun ke London, Kalea dipaksa pulang hanya untuk menjadi tumbal wasiat kakaknya. Najwa, sang bidadari pesantren yang sedang menjemput ajal, meminta satu hal yang mustahil: Kalea harus menggantikan posisinya sebagai istri Gus Malik.
Kini, si pemberontak berpakaian seksi itu harus terjepit dalam pernikahan "turun ranjang" bersama pria sedingin es yang hanya mencintai kakaknya. Di bawah atap yang sama dengan Najwa yang kian merapuh, sanggupkah Kalea bertahan menjadi bayang-bayang di atas ranjang pria yang menganggapnya penuh dosa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jeonndhhh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Retaknya Langit di Atas Pesantren

Sisa aroma wine yang dibuang Gus Malik semalam seolah masih menempel di langit-langit indra penciuman Lea, meski ruangan itu telah dibersihkan hingga mengilap. Lea terbangun dengan kepala yang berdenyut hebat. Efek alkohol dan tangis yang meledak semalam menyisakan mata yang bengkak dan rasa pahit di tenggorokan.

Ia duduk di tepi ranjang, menatap pantulan dirinya di cermin. Rambut pirangnya berantakan, dan ia merasa seperti alien yang terdampar di planet yang salah. Baru saja ia hendak meraih ponsel untuk memeriksa pesan dari Tom, sebuah suara jeritan tertahan dari arah kamar utama memecah kesunyian pagi.

"Mas... Mas Malik..."

Itu suara Najwa. Namun, nadanya tidak lembut seperti biasanya. Ada nada cekat, rasa sakit yang teramat sangat, dan keputusasaan di sana.

Lea langsung berlari keluar kamar tanpa memedulikan penampilannya yang hanya mengenakan kaos oversize. Di koridor, ia berpapasan dengan Gus Malik yang berlari lebih cepat. Wajah pria itu, yang biasanya kaku dan tenang bak batu karang, kini pucat pasi. Matanya memancarkan ketakutan yang murni.

Begitu Lea sampai di ambang pintu kamar Najwa, pemandangan di depannya membuat jantungnya seolah berhenti berdetak.

Najwa tergeletak di lantai di samping tempat tidurnya. Tangannya mencengkeram kuat seprai yang terseret jatuh. Wajahnya yang biasanya bersinar kini berwarna abu-abu kusam. Dan yang paling mengerikan, darah merah segar mengalir dari mulutnya, mengotori khimar putih yang belum sempat ia lepas sempurna setelah shalat Subuh.

"Najwa! Humaira!" Gus Malik berlutut di samping istrinya.

Pria yang biasanya sangat menjaga jarak itu kini mendekap tubuh Najwa dengan tangan yang gemetar hebat. Ia tidak peduli lagi dengan sorban yang jatuh atau bajunya yang mulai ternoda darah.

"Istighfar, Sayang... istighfar," bisik Malik dengan suara parau. Ia mencoba menyeka darah di bibir Najwa dengan tangannya sendiri, namun darah itu terus keluar seolah tak mau berhenti.

Lea mematung di pintu. Lututnya lemas. "Kak... Kak Najwa..."

Najwa mencoba bicara, namun yang keluar hanyalah suara napas yang berbunyi *ngik* yang sesak. Matanya yang sayu mencari-cari sosok adiknya. Saat ia melihat Lea berdiri gemetar di sana, ia mengulurkan tangannya yang lemah.

"Lea..." suaranya nyaris menyerupai bisikan angin.

"Mas, bawa ke rumah sakit! Tunggu apa lagi?!" teriak Lea histeris, menyadarkan Malik dari keterpakuannya.

Malik segera menggendong tubuh istrinya yang kini terasa sangat ringan—seolah penyakit itu telah mengisap seluruh kehidupan dari tubuh Najwa. "Siapkan mobil! Cepat!" perintah Malik kepada santri yang mulai berkerumun di luar karena mendengar keributan.

Suasana Rumah Sakit Islam di pusat kota terasa begitu dingin. Lea duduk di kursi tunggu kayu yang keras, sementara Gus Malik berdiri membelakangi semua orang, menghadap dinding kaca yang menampilkan langit Jakarta yang mendung.

Arkan, bocah kecil itu, tertidur di pangkuan Lea karena kelelahan setelah menangis sepanjang jalan. Lea menatap keponakannya itu. Wajah Arkan sangat mirip dengan Najwa. Polos, tenang, dan belum tahu bahwa dunianya sedang berada di ambang kehancuran.

"Gus..." Lea memanggil pelan. Suaranya serak.

Gus Malik tidak berbalik. Bahunya yang lebar nampak bergetar. Untuk pertama kalinya, Lea menyadari bahwa pria "sempurna" di mata orang-orang ini hanyalah seorang manusia biasa yang sedang hancur lebur.

"Kenapa lo nggak bilang kalau kondisinya separah ini?" tanya Lea, kali ini tanpa nada ketus. "Kalau gue tahu... gue nggak akan bikin ulah semalam."

Malik menarik napas panjang, sebuah tarikan napas yang terdengar menyakitkan. Ia akhirnya berbalik sedikit, namun tetap tidak menatap mata Lea. Ia menatap lantai, suaranya terdengar hampa.

"Dia yang meminta saya untuk menyembunyikannya darimu. Dia ingin kamu pulang karena rindu, bukan karena rasa kasihan," Malik menjeda. "Tapi sepertinya, waktu sudah tidak bisa diajak berkompromi lagi."

Seorang dokter keluar dari ruang ICU dengan wajah yang tak memberikan harapan. Malik segera menghampiri, mendengarkan penjelasan dokter dengan tubuh yang kaku. Lea tidak bisa mendengar dengan jelas, namun ia melihat Malik mendadak limbung, tangannya bertumpu pada dinding untuk menjaga agar ia tidak jatuh.

"Hanya mukjizat, Gus..." hanya potongan kalimat itu yang terdengar di telinga Lea.

Setelah dokter pergi, Malik berjalan perlahan menuju Lea. Ia berhenti sekitar dua meter di depannya. Tanpa menatap wajah Lea, ia bicara dengan nada yang sangat rendah, hampir seperti gumaman putus asa.

"Dia ingin bertemu denganmu. Masuklah."

Lea meletakkan Arkan di kursi dengan hati-hati, lalu melangkah masuk ke ruang ICU yang penuh dengan bunyi mesin *beeping* yang menyiksa. Di sana, di tengah tumpukan selang, Najwa berbaring. Sebuah masker oksigen menutupi separuh wajahnya.

"Lea..."

Lea memegang tangan kakaknya yang kini terasa sangat kurus. "Gue di sini, Kak. Jangan banyak bicara dulu."

Najwa menggeleng lemah. Ia melepaskan masker oksigennya sebentar dengan sisa tenaganya. "Waktu Kakak... nggak banyak. Lea, lihat Kakak."

Lea menunduk, air matanya jatuh tepat di atas tangan Najwa.

"Mas Malik... dia pria yang baik. Jangan lihat dinginnya, tapi lihat hatinya. Janji sama Kakak... jaga dia. Jaga Arkan. Jangan biarkan mereka sendirian saat Kakak pergi."

"Kak, lo bakal sembuh. Kita bisa ke luar negeri, kita cari pengobatan di sana—"

"Lea," potong Najwa lembut namun tajam. "Pulanglah ke pelukan yang halal. Jangan di London lagi. Mas Malik... dia akan menjagamu lebih dari dia menjaga nyawanya sendiri. Kakak percayakan mereka padamu."

Najwa terbatuk lagi, noda merah kembali muncul. Perawat segera masuk dan meminta Lea keluar agar pasien bisa beristirahat.

Di luar, Lea melihat Gus Malik sedang duduk bersimpuh di atas lantai koridor rumah sakit, di atas sajadah kecil yang selalu ia bawa. Pria itu sedang bersujud sangat lama. Lea tidak tahu apa yang ia minta dalam doanya, tapi isak tangis tertahan yang keluar dari punggung Malik yang bergetar sudah cukup menjelaskan segalanya.

Lea bersandar di dinding rumah sakit. Dunianya di London, klub malam, Tom, kebebasan... semuanya terasa memudar, menjadi buram. Yang ada sekarang hanyalah noda darah di baju kakaknya dan seorang pria dingin yang sedang memohon pada Tuhan agar istrinya jangan diambil dulu.

Hari itu, langit di atas pesantren terasa benar-benar retak, dan Lea tahu, ia tidak akan pernah bisa pulang ke London sebagai orang yang sama lagi. Takdir telah mengikatnya di sini, di tanah yang dulu sangat ia benci.

1
6690
wait ini Lea sama Najwa kakak beradik kandung ya? mohon maaf ya Thor, bukannya kalau kandung tidak boleh dinikahi secara bersamaan oleh pria yang sama , kecuali salah satunya sudah meninggal, baru boleh menikah. misalnya boleh menikah dengan suami kakak namun ketika si istri/kakak sudah meninggal. CMIIW
Nda
double up thor
Nda
novelmu luar biasa thor
Ci Ka
ditunggu up nya thor💪
Nda
ditunggu double up nya thor
Sri Jumiati
lanjut up thor
Sri Jumiati
umur kalea brp ya? kok msh kuliah .kan di buang 20 th yll
Jeon Ndhh: Dikirim umur 3-5 tahun → 20 tahun di London → balik ke Indonesia umur 23-25 tahun → sekarang kuliah semester akhir. karna pernah tertunda. kuliah di umur berapa pun boleh kuliah umur 50 tahun pun masih bisa kuliah 🙏
total 1 replies
Sri Jumiati
semangat thor
Sri Jumiati
bagus ceritanyq
Waodeumizahara Waodeumizahara
kapan apload nya thor🙏
Waodeumizahara Waodeumizahara
sangat bagus
Waodeumizahara Waodeumizahara
sangat bagus
Waodeumizahara Waodeumizahara
thor lebih banyaknya lagi dong aploadnya🙏
Waodeumizahara Waodeumizahara
plis, up lebih banyak thor🙏
Waodeumizahara Waodeumizahara
sangat menarik/Heart/
Anonim
GUS GUS AGUUUS AGUUUSSS
Titik Sofiah
lanjut Thor
Titik Sofiah
lanjut lanjut Thor
Titik Sofiah
lanjut Thor
Titik Sofiah
plis doubel up Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!