"Aku jual diri demi 1 Miliar Emas, tapi aku TIDAK JUAL HARGADIRI!"
Lin Qingyan menerima pernikahan kontrak dengan pria lumpuh tak berdaya demi menyelamatkan keluarganya. Semua orang menertawakan dia, mengira dia akan hidup menderita selamanya.
Tapi siapa sangka? Di balik tubuh lemah itu tersembunyi sosok Raja Dunia yang paling ditakuti! Dan dia hanya tunduk pada satu wanita: Lin Qingyan!
Siapa berani meremehkan istri kontrak ini? Bersiaplah digilas habis! Karena aku bukan wanita biasa, aku adalah Ratu yang akan menguasai segalanya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 5 : Mandikan Suami, Jangan Salah Paham!
BAB 5 : Mandikan Suami, Jangan Salah Paham!
Sore harinya, cuaca cukup panas dan gerah. Setelah jalan-jalan dan berbelanja, Lin Qingyan dan Gu Beichen kembali ke kediaman megah mereka.
Lin Qingyan langsung menuju ke kamar mandi dalam yang ukurannya sangat besar dan mewah. Ada bak mandi besar berbentuk seperti danau buatan, air hangat sudah disiapkan oleh para pelayan dengan wangi bunga melati yang menenangkan.
Lin Qingyan keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit tubuhnya, rambutnya basah. Ia menatap Gu Beichen yang masih duduk diam di kursi rodanya.
"Woy, Beichen. Sudah sore, waktunya mandi," kata Lin Qingyan datar. "Kita kan sudah sepakat, aku tidak suka kotor. Badanmu pasti berkeringat dan lengket seharian. Ayo aku bantu mandikan."
Para pelayan yang ada di situ langsung ternganga!
"N-Nyonya... apakah Nyonya yakin? Biasanya Tuan Muda sangat sensitif dan tidak suka disentuh orang lain..." bisik pelayan tua takut.
Lin Qingyan melambaikan tangan santai. "Sudah sudah, kalian keluar saja. Aku yang urus. Lagian kan aku istrinya, wajar kan merawat suami."
"Baiklah kalau begitu..." Para pelayan pun mundur perlahan dan menutup pintu kamar rapat-rapat.
Kini tinggal berdua saja.
Proses Pemandian
Lin Qingyan berjalan mendekati Gu Beichen. Tanpa rasa malu atau canggung sedikit pun, ia mulai melepaskan kancing baju pria itu satu per satu.
Tangannya yang lentik dan dingin menyentuh kulit dada bidang Gu Beichen.
DUM! DUM! DUM!
Jantung Gu Beichen yang biasanya tenang dan stabil tiba-tiba berdetak kencang tak terkendali!
Wanita ini... dia benar-benar tidak tahu malu kah?! Atau dia memang setebal itu perasaannya?!
Gu Beichen ingin menahan tangan itu, ingin berkata 'Hei cewek, aku pria normal dan sehat lho! Jangan buka-buka baju seenaknya!' Tapi dia harus tetap memerankan karakter orang lumpuh yang tidak bisa apa-apa.
Jadi dia hanya bisa diam, menelan ludah, dan membiarkan istrinya melakukan apa saja.
'Nikmatin saja Boss... ini kesempatan emas. Jangan sia-siakan,' batin Gu Beichen mencoba tenang tapi matanya terus menatap wajah cantik Lin Qingyan yang sedang fokus.
Tubuh Gu Beichen ternyata sangat bagus! Meski terlihat lemah, tapi di balik baju tebal itu tersimpan tubuh yang berotot, kencang, dan kulitnya putih bersih seperti porselen. Tidak ada cacat sedikit pun.
Lin Qingyan mengamati fisik suaminya dengan mata penilai.
'Wah... gila ya. Badannya kok malah lebih bagus dari atlet? Kok bisa sakit parah sih orang dengan fisik sekeren ini? Sayang banget.'
"Baguslah, setidaknya tulangmu masih kuat, jadi tidak susah ngangkatmu," komentar Lin Qingyan santai.
Ia pun dengan kekuatan yang luar biasa, menggendong tubuh tinggi besar Gu Beichen dengan mudah! Hup!
Gu Beichen terangkat ke udara! Dia kaget sendiri! 'Waduh! Istriku ini ternyata kekuatan super juga ya?!'
Lin Qingyan menaruhnya perlahan ke dalam air hangat yang penuh busa sabun. Byur!
Aksi Cuci-Cuci yang Berbahaya
"Mandi yang bersih ya," kata Lin Qingyan. Ia mengambil spons besar dan sabun cair khusus.
Ia mulai menggosok punggung, lengan, dada, dan kaki Gu Beichen dengan gerakan cepat dan kuat.
"Keras sedikit tidak apa-apa kan? Biar kotornya lepas. Aku tipe orang yang kalau kerja harus tuntas."
Tapi sayangnya... bagi Gu Beichen yang normal dan sehat, sentuhan ini adalah siksaan terindah di dunia!
Setiap kali tangan halus Lin Qingyan menyentuh kulitnya, api di dalam tubuh Gu Beichen semakin membara! Matanya yang gelap memerah menatap punggung wanita itu dengan hasrat yang tertahan kuat!
'Sabar Beichen... sabar... Dia cuma menganggapmu pasien. Jangan bergerak... jangan bergerak...'
Tiba-tiba, Lin Qingyan berhenti menggosok. Dia melihat ada luka bekas operasi palsu di bahu Gu Beichen.
"Hmm... lukanya sudah kering kok. Kenapa dokter bilang parah banget sih?" gumam Lin Qingyan.
Tanpa pikir panjang, dia mendekatkan wajahnya, lalu meniup-niup pelan area bahu itu. "Sudah ya, jangan sakit-sakit lagi. Nanti aku yang repot."
BOOM!!!
Sensasi sentuhan bibir dan hembusan napas hangat itu langsung meledak di sistem saraf Gu Beichen!
Dia tidak tahan lagi! Tangannya yang besar secara refleks langsung mencengkeram pergelangan tangan Lin Qingyan yang sedang memegang spons!
Cengkeramannya kuat! Sangat kuat!
Lin Qingyan kaget! "Eh?! K-Kamu kenapa?!"
Mereka berdua saling tatap. Mata Lin Qingyan lebar karena kaget, mata Gu Beichen gelap dan membara!
Suasana di kamar mandi itu tiba-tiba jadi sangat panas dan romantis!
Aksi Polos Lin Qingyan
Tapi Lin Qingyan adalah Lin Qingyan. Otaknya langsung berpikir logis dan tidak melenceng.
"Wah! Hebat juga tanganmu!" seru Lin Qingyan malah senang. "Ternyata kekuatanmu masih ada ya! Bagus bagus! Berarti harapan sembuh masih besar!"
Dia malah melepaskan tangannya dan menepuk kepala Gu Beichen seperti memuji anak anjing.
"Baguslah, terus dilatih ya. Nanti kalau tanganmu sudah kuat, aku ajari angkat beban biar makin bugar. Siapa tahu tahun depan kamu bisa jalan!"
Gu Beichen: "..."
Dia terpana. Wanita ini... serius atau pura-pura bodoh sih?! Suasana sedemikian romantis dan hot bisa-bisanya dia bahas angkat beban?!
'Menarik... Sangat menarik.' Gu Beichen tersenyum dalam hati. 'Kau berhasil membuat Ratu Es ini mencair perlahan, tapi caramu unik sekali, Lin Qingyan.'
Gu Beichen kembali melemahkan tangannya, berpura-pura tadi itu refleks tidak sengaja. Dia menatap Lin Qingyan dengan tatapan manja dan lembut.
"Iya... iya... aku akan latihan... demi kamu..." bisiknya pelan seolah orang sakit.
"Nah gitu dong!" Lin Qingyan tersenyum lebar. Senyum itu sangat cerah dan manis, membuat Gu Beichen terpana lagi.
"Yasudah cepat selesai mandinya, nanti masuk angin. Aku tunggu di luar ya."
Lin Qingyan pun keluar meninggalkan Gu Beichen sendirian di dalam air.
Begitu pintu tertutup...
Gu Beichen perlahan berdiri di dalam bak mandi! Air menetes dari tubuh bidangnya yang sempurna. Dia menatap pintu dengan senyum nakal dan menggoda.
"Mengajari aku angkat beban ya Istriku..."
"Besok... mari kita latihan 'beban' yang lain ya... yang lebih berat dan lebih seru..."
SELESAI BAB 5 ✅🛁❤️