"Tidak peduli apa yang akan terjadi nanti, selamanya kita akan tetap bersama" kata-kata itu terus terngiang dalam pikiran seorang gadis cantik yang berasal dari pinggiran kota.
Dan tempat itu menjadi saksi sejarah dari janji yang pria tampan itu ucapkan.
Dia yang sempat tinggal disana karena sebuah kecelakaan yang merenggut ingatannya, hingga ia ditampung oleh salah satu keluarga dengan kedua putri cantik yang selama ini selalu membantu kedua orang tuanya merawat pria yang entah berasal dari mana.
"Kalau penasaran silahkan ikuti kisahnya 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erny Su, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5
"Tuan, anda dirumah? Lalu yang lain?"ucap gadis cantik yang kini langkah nya terhenti didepan pintu masuk.
"Saya tidak mungkin membiarkan mu sendirian di rumah Di, kenapa kamu masih terus memanggil saya dengan sebutan tuan, kenapa tidak seperti Nina yang memanggil saya mas,"ucap pria tampan yang saat ini baru bisa mengutarakan perasaannya yang selama ini tersimpan dalam hati.
"Saya tidak tahu tuan, tapi hati saya merasa bahwa kita terlalu jauh berbeda, dari penampilan saat pertama kali anda ditemukan. Dari penampilan anda yang sudah jelas bahwa anda bukan orang biasa seperti kami yang ada disini."ucap Dian.
"Di, saya bahkan tidak tau siapa saya sampai saat ini, dan kita sudah tinggal bersama selama tiga bulan lamanya. Tapi sepertinya kamu tidak pernah bisa menerima saya disini, sikap mu begitu dingin dan bahkan tidak sekalipun kamu berinisiatif seperti Nina untuk sekedar mengobrol dengan saya. Saya tau saya beban di keluarga ini Di, saya janji saya akan segera mencari tempat tinggal setelah saya bisa bekerja.
"Cukup tuan, saya tidak pernah menganggap anda sebagai beban. Saya sangat menghargai anda , itulah kenapa saya tidak memanggil anda seperti panggilan yang diberikan oleh Nina, dan satu lagi saya bukan Nina yang memiliki banyak waktu untuk bersantai, saya harus bekerja keras demi keutuhan rumah tangga ayah saya. Dan saya tidak punya waktu untuk sekedar bersantai bahkan mengobrol dengan ayah saya sendiri pun mungkin bisa dihitung dengan jari saya rasa anda juga tau tentang itu"ucap Dian yang kini membuat Alex terdiam.
"Maafkan saya Diandra, saya hanya ingin bisa menghabiskan waktu berdua dengan mu, jika itu sangat keterlaluan saya minta maaf"ucap Alex.
"Tuan, saya bisa mengerti jika anda selama ini merasa tidak nyaman dan sangat kesepian di sini. Tapi saya tidak bisa berbuat banyak saat ini, saya bahkan tidak punya waktu untuk diri saya sendiri... Tapi anda jangan khawatir, teman saya sedang berusaha untuk menemukan keluarga anda, semoga anda segera bertemu dengan mereka dan kembali hidup dengan nyaman disana"ucap Dian yang kini membuat Alex mengeleng pelan.
"Diandra jika boleh aku ingin tetap berada disini, bersama mu dan keluarga mu. Karena saya rasa mereka tidak pernah menginginkan saya berada di antara mereka jika memang saya masih memiliki keluarga. karena sampai saat ini tidak ada satupun orang yang mencari keberadaan saya"ucap pria tampan itu.
"Itu tidak mungkin tuan, bahkan kita tidak punya ikatan darah atau keluarga. Saya yakin mereka yang ada di luar sana pun mempertanyakan itu. tapi mereka tidak berkata secara langsung. Bukankah saya keberatan dengan itu tuan, tapi setidaknya jika ingin tinggal disini untuk selamanya anda harus membuat ikatan yang jelas dengan kami disini. Mungkin bisa jadi saudara angkat, atau menantu keluarga kami seperti keinginan Nina dan ibu yang menginginkan anda untuk menjadi suami Nina"ucap Dian.
"Saya hanya ingin menjadi suami mu Diandra"balas Alex yang kini membuat Dian membulatkan matanya.
"Tuan bercanda anda tidak lucu"ucap gadis cantik itu sambil memasuki rumah.
"Saya tahu kamu menolak saya karena saya seorang pengangguran kan Di?"ujar Alex.
"Tuan jangan suka menebak-nebak seenaknya. lagipula kalau anda menikahi saya, sama saja saya menghancurkan keluarga ini. Saya yakin anda juga tau apa alasannya dan lagi saya belum siap untuk menikah. jadi Nina atau saudara angkat hanya itu yang bisa anda pilih"ucap Dian.
"Saya tetap pilih kamu Diandra, dan mulai besok saya akan mencari pekerjaan agar bisa segera membebaskan mu dari perbudakan ibu tirimu itu"balas Alex yang kini membuat Dian geleng-geleng kepala lalu pergi menuju kamar nya yang ada di belakang.
"Diandra saya janji saya akan berusaha untuk membahagiakan mu."ucap Alex yang kini berdiri menatap kepergian gadis yang selama tiga bulan ini dia kagumi.
Sementara itu di suatu tempat, tepatnya di luar kota, seorang wanita cantik yang kini tengah berbadan dua kembali ke kediaman keluarga besar suaminya. setelah pencarian yang kesekian kalinya setelah suaminya dinyatakan hilang dalam kecelakaan mobil.
Ya, dia adalah Anggun menantu keluarga Tama, keluarga konglomerat yang cukup terkenal di kota nya. Tapi sayang ketenaran keluarga dan perusahaan yang selama ini dipimpin oleh Gideon Alexander Tama tidak bisa menjamin keselamatan sang tuan muda yang merupakan putra tunggal dari keluarga Tama yang memiliki tiga menantu dari kalangan elit politik tersebut.
Ya, Gideon memiliki tiga ibu tiri dengan anak bawaan mereka dan masing-masing dari ketiganya sudah memiliki anak perempuan dari tuan Alexander Tama, dan Gideon Alexander Tama adalah putra satu-satunya selain kelima anak tiri laki-laki nya.
Gideon juga memiliki banyak saudara sepupu yang siap untuk menggantikan posisi nya sebagai pewaris tahta kerajaan bisnis keluarga Tama, meskipun mereka terlahir dari saudara perempuan tuan Alexander Tama yang juga memiliki nama belakang keluarga dari para suami mereka.
Anggun sendiri merupakan gadis yang dipilih oleh kakek dari Gideon, yaitu tuan Tama yang kini terus berusaha melakukan pencarian secara diam-diam terhadap cucunya itu setelah ia mengetahui bahwa ada kejanggalan dalam kecelakaan tersebut.
Anggun yang baru menikmati keindahan bulan madu bersama sang suami pun harus kehilangan pria yang telah membuat dia jatuh cinta pada pandangan pertama sejak mereka dipertemukan dulu.
Dan kini buah hati nya sudah tumbuh di dalam sana meskipun mungkin suaminya tidak tau akan hal itu.
Ya, usia kehamilannya kini sudah menginjak usia empat bulan, dan anggun tetap merahasiakan kehamilan nya itu atas perintah tuan Tama untuk menjaga keselamatan calon penerus keluarga Tama.
Dan untuk sementara waktu perusahaan kembali dikendalikan oleh tuan Alexander Tama, karena tidak ada yang mampu untuk itu selain tuan Alexander dan tuan Tama saat Gideon tidak ada.
Hari ini asisten pribadi Alex yang setia tengah berada di luar kota untuk melakukan pencarian setelah salah satu pelaku penganiayaan tertangkap.
Dia adalah Steven, asisten pribadi yang merupakan anak dari asisten pribadi tuan Alexander Tama.
Sampai hari ini Steven kembali menemukan jalan buntu dalam pencarian tersebut.
Sementara yang dia cari saat ini tengah menatap lekat wajah cantik yang sejak tadi sibuk membuat sarapan pagi di dapur.
Ya, pagi hari nya keduanya sudah bangun lebih awal, rencananya saat ini Alex ingin ikut berjualan bersama Dian.
Alex sudah tampak fresh dengan t-shirt berwarna putih polos, dan celana jeans panjang yang dibelikan oleh Dian satu minggu lalu, meskipun lewat sang ayah.
...*****...
Sudah sepuluh menit mereka duduk berhadap-hadapan di meja yang sama, bahkan sesekali mereka saling tatap saat salah satunya tidak memberikan jawaban yang tepat atas pertanyaan mereka masing-masing.
"Tuan, sebaiknya anda dirumah saja dan istirahat. Saya tidak ingin anda kenapa-napa dan keluarga anda menyalahkan keluarga saya nantinya jika terjadi sesuatu pada anda"ucap Dian.
"Diandra please, sekali saja bisa tidak jangan memanggil saya dengan sebutan itu. Saya bukan tuan mu"ucap Alex yang dibalas gelengan kepala oleh Dian yang tetap teguh pada pendirian, apalagi setelah melihat sebuah majalah yang selama ini disembunyikan oleh Nina dan entah apa maksud dan tujuannya.
Majalah yang menunjukkan sang pewaris tahta kerajaan bisnis di luar kota sana, dengan identitas yang sama. Hanya saja Dian belum memberitahukan tentang itu pada pria yang ada di hadapannya karena tidak ingin ada kesalahan sebelum pencarian berhasil dilakukan.
Tapi pria yang semalam telah mengungkapkan perasaannya terhadap Diandra itu, terus memaksa Diandra untuk bisa menerima cintanya.
"Di, boleh saya tahu berapa harga kalung yang telah kamu jual untuk membayar biaya perawatan saya waktu itu?"tanya Alex yang kini membuat Dian terdiam.
"Di,"lirih Alex lagi.
"Siapa yang memberi tahu Anda tuan?"tanya Dian.
"Itu tidak penting, saya tanya sekali lagi. Berapa harga kalung itu?"ujar Alex lagi.
"Sudahlah ini sudah siang, ayo kita berangkat jika tuan ingin ikut"ucap gadis cantik itu.
"Diandra, bisakah sekali saja berikan saya jawaban yang serius?"ucap Alex.
"Maaf tuan, saya tidak bisa memberitahukan itu, lagipula saya bukan orang yang suka mengungkit-ungkit tentang apa yang sudah saya lakukan"ucap Dian yang kini bangkit dari duduknya dan membawa piring milik keduanya ke belakang.
"Di, suatu saat nanti aku ingin mengganti itu dengan yang lebih"ucap Alex yang mengikuti Dian yang kini sedang mencuci piring dan gelas bekas mereka berdua.
"Tidak usah tuan, saya ikhlas membantu ayah saya. Karena ayahlah yang telah membantu anda saat itu. Jadi lupakan saja semua itu, kalung itu tidak lebih berharga dari nyawa orang yang telah ayah saya tolong "ucap Dian yang kini membuat Alex semakin mengagumi Dian.
"Diandra tidak peduli apa yang akan terjadi nanti, kita akan terus bersama "ujar Alex yang kini menghentikan pergerakan tangan Dian karena mendengar sebuah janji yang terucap dari pria yang ada di belakang nya itu.
"Tuan, sepertinya hari ini cuaca tidak menentu sehingga anda terus berbicara melantur, sebaiknya anda istirahat dirumah, besok kita akan ke rumah sakit untuk melakukan cek up "ucap Dian yang kini membuat Alex terdiam sambil menatap lekat wajah cantik itu.
Setelah memastikan keadaan rumah baik-baik saja, gadis itu pun bertolak pergi ke luar rumah menuju mobil, tapi saat ingin membuka pintu mobil Alex tiba-tiba menahan pergerakan nya.
"Ada apa tuan, jangan buat orang lain salah sangka terhadap kita. tolong minggir"ucap Dian.
"Diandra saya jatuh cinta padamu please jangan bersikap cuek seperti ini lagi"ucap pria tampan dengan tinggi 185 cm tersebut.
"Jangan buat diri anda menyesal karena telah mengatakan hal itu pada gadis kampung seperti saya tuan, sebaiknya anda simpan kata-kata itu untuk seseorang yang mungkin sedang menunggu kepulangan anda sampai saat ini"ucap Diandra.
"Apa kamu sudah tahu sesuatu tentang saya?"tanya Alex yang kini mulai curiga.
"Tunggu disini, saya sudah bisa menebak bahwa anda akan salah faham terhadap saya"ucap Dian yang kini kembali kedalam rumah setelah membuka pintu utama.
Dian tidak sadar bahwa saat ini Alex sedang mengikuti nya. Gadis cantik itu terus mencari keberadaan majalah yang ia lihat beberapa waktu lalu.
"Kamu sedang apa Diandra, kenapa membuka lemari Nina. Apa yang kamu cari"ucap Alex yang kini membuat Diandra terdiam sesaat kemudian meraih benda yang dia cari.
"Saya tidak tahu apa ini bisa membantu anda untuk mengingat semuanya."ucap gadis cantik itu sambil menyerahkan majalah tersebut lalu merapikan barang-barang Nina kembali seperti sedia kala.
"Kamu dapat ini darimana "ucap Alex yang kini bergantian menatap kearah majalah dan kearah Diandra.
"Nina pemilik majalah itu, jadi anda bisa tanyakan itu padanya. Meskipun mungkin nanti saya yang akan disalahkan oleh ibu dan anak itu."ucap Dian.
Alex pun kembali fokus menatap lekat majalah dari salah satu majalah bisnis ternama."Diandra,"ujar Alex saat melihat wanita yang berdiri mendampingi nya di sampul majalah tersebut.
"Sekarang sudah mengerti bukan apa yang saya maksud tuan, disitu tertulis jelas bahwa anda sudah beristri. Dan dialah isti anda"ucap gadis cantik yang kini berbalik dan hendak pergi, tapi belum satu langkah Alex kembali menahan pergelangan tangannya.
"Diandra please jangan berubah, saya tidak ingin kembali jika kamu terus bersikap seperti ini terhadap saya"ucap Alex.
"Tuan, saya harap anda bisa melupakan saya disini jika suatu saat nanti anda sudah kembali pada keluarga anda"ucap Dian.
"Kenapa Diandra?"tanya Alex.
"Tidak apa-apa, tapi itu yang terbaik... Sudah siang anda sebaiknya tinggal di rumah dan bersiap untuk kembali pada keluarga anda. Handphone itu masih bisa digunakan untuk menghubungi nomor telepon keluarga anda"ucap Dian yang kini berlalu pergi tapi lagi-lagi Alex mengikuti nya dan masuk lebih dulu kedalam mobil, tempat di jok kemudi dia duduk.
Dian pun hanya bisa menghela nafas berat setelah itu ia duduk dan menutup pintu mobil yang jendela nya kini dibuka setengah.
Alex pun melajukan mobilnya menuju tempat dimana mereka akan berjualan. Alex pun sesekali melirik kearah gadis cantik yang kini hanya menatap ke luar jendela.
"Diandra,"lirih Alex.
"Ada apa tuan?"balas gadis cantik itu.
"Seandainya wanita itu bukan istri saya, apa kamu bersedia menikah dengan saya?"ucap Alex yang kini membuat Dian mengeleng pelan.
"Kenapa?"tanya Alex.
"Saya bukan Cinderella yang memiliki peri pendamping yang akan merubah penampilan saya menjadi seorang putri cantik. Saya hanya gadis desa yang selamanya hanya akan bergelut dengan debu dan lumpur. Kita terlalu jauh berbeda dan saya pun tidak pernah punya keberanian untuk memimpikan cerita dongeng itu"ucap Dian.
"Kalau begitu saya pun tidak akan pernah kembali kesana. Karena saya tidak ingin kehilangan gadis yang sangat berharga dalam hidup saya saat ini.
"Sudahlah tuan, lupakan anggap itu angin lalu karena saya yakin setelah ini anda akan kembali bahagia bersama mereka"ucap Dian.
"Tidak tanpa mu.