NovelToon NovelToon
Dijadikan Taruhan

Dijadikan Taruhan

Status: sedang berlangsung
Genre:Idola sekolah / Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta
Popularitas:25.3k
Nilai: 5
Nama Author: Yenny Een

Rani tanpa sadar dijadikan taruhan oleh Wira karena kalah balapan liar dengan Arlo. Arlo rela memberikan motor sport barunya untuk Wira demi untuk mendapatkan Rani.

Arlo memasukkan sesuatu ke dalam minuman dan makanan Rani. Arlo hampir melecehkan Rani. Tapi sesuatu terjadi.

Rani berhasil melarikan diri bersama seseorang dan mengalami kecelakaan. Rani menghilang. Arlo dan Wira mencari Rani karena mereka takut Rani membocorkan rahasia mereka.

Rahasia apa yang tersembunyi?

Apa yang akan terjadi kepada Rani?

Apakah Wira dan Arlo tidak akan melepaskan Rani?

Ikuti kelanjutan ceritanya?!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yenny Een, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5

Dinda tercebur ke dalam kolam ikan. Dinda menggerakkan kedua kakinya dan mengepakkan kedua tangannya ke permukaan.

"To ... toloooong!" Teriak Dinda.

Ada yang menarik kaki Dinda hingga ke dasar kolam mengakibatkan Dinda tenggelam. Dinda berteriak di dalam air. Dari mulutnya keluar gelembung. Dinda hampir kehabisan napas.

Dinda merasa ada tangan yang menarik rambutnya. Tangan itu kemudian berpindah menarik kerah bajunya. Dinda tidak bisa melihat dengan jelas siapa yang menyelamatkannya.

Semua yang ada di kantin kaget saat melihat Bima dan Dinda yang tidak sadarkan diri muncul di permukaan kolam. Rama dan beberapa anak cowok membantu mengeluarkan Bima dan Dinda dari kolam ikan.

Dinda perlahan direbahkan di pinggir kolam ikan. Bima memompa dada Dinda untuk melakukan CPR. Bima berniat memberikan napas buatan. Bima mendekatkan wajahnya.

"Uhuk, uhuk," Dinda terbatuk mengeluarkan air kolam yang banyak ditelannya.

Sebelum Dinda benar-benar tersadar, Bima dengan sigap membawa Dinda ke ruangan UKS. Rama ikut berlari menyusul Bima. Rama yang menunjukkan ruang UKS.

"Makasih, makasih," ucap Dinda kepada Bima.

Dokter yang ada di ruangan UKS memberikan handuk kepada Bima dan Dinda. Mereka berdua ke kamar mandi yang ada di ruangan UKS. Mereka mengganti seragam mereka yang basah dengan pakaian olahraga dari ruang UKS.

Dokter segera memeriksa keadaan Dinda. Dinda banyak kehilangan oksigen. Dinda disarankan untuk beristirahat sebentar di ruang UKS.

Dokter juga sempat memeriksa Bima. Dokter melihat banyak sekali bekas pukulan di belakang Bima.

"Maaf, apa kamu terlibat perkelahian? Banyak sekali lukamu. Luka itu terlihat sudah lama dan ada juga luka baru. Apa kamu juga mengalami kecelakaan?" tanya Dokter.

"Kata Om, saya dan dia, mengalami kecelakaan. Kami berdua ditemukan nelayan di lautan. Kami berdua mengalami amnesia," Bima menunjuk ke arah Dinda.

Dokter memberikan obat untuk Bima. Bima menghampiri Rama yang duduk di samping Dinda. Rama bertanya bagaimana Dinda bisa jatuh ke dalam kolam ikan.

Bima hari ini ditemani omnya mendaftar sebagai siswa pindahan di sekolah. Dan kebetulan Bima merasa lapar. Bima berinisiatif pergi ke kantin sekolah.

Setelah bertanya kepada beberapa orang, Bima menemukan letak kantin. Bima melihat Dinda berdiri memandangi kolam ikan. Dan ada orang yang dengan sengaja mendorong Dinda hingga Dinda tenggelam di kolam ikan.

Bima tidak begitu jelas melihat orang yang mendorong Dinda karena kejadiannya begitu cepat. Yang pasti, dia seorang gadis.

Tidak ada yang melihat Dinda tercebur. Bima langsung masuk ke dalam kolam ikan untuk menolong Dinda.

Rama dan Bima keluar dari ruangan UKS. Rama mengajak Bima untuk makan di kantin. Bima memilih makan bakso. Di saat Bima sedang menikmati baksonya, Rama bertanya kepada abang bakso, apakah tadi melihat orang yang tercebur ke kolam ikan.

Abang bakso hanya mendengar suara keributan di kantin sebelah. Abang bakso tidak sempat melihat karena pada saat kejadian sedang melayani pelanggan.

Tapi temannya abang bakso yang baru keluar dari toilet, sempat melihat temannya Rama berdiri di belakang gadis yang tercebur ke kolam ikan.

"Teman saya yang mana Bang?" tanya Rama pada temannya abang bakso.

"Yang barusan makan sama kamu tadi."

"Yang mana?" Rama mengernyitkan keningnya.

"Gadis yang duduk sama kamu tadi. Pacar kamu," sahut abang bakso.

"Fira?"

Abang bakso dan temannya mengangguk. Rama kembali duduk di depan Bima yang sudah selesai makan bakso. Bima bertanya siapa Fira. Apakah kekasih Rama.

Rama dengan cepat menjawab tidak. Bima kembali bertanya, apakah yang bernama Fira itu suka sama Rama. Rama mengangguk.

"Sudah fix ini, intinya rasa cemburu," Bima tersenyum sinis.

Rama masih belum menemukan bukti bahwa Fira adalah orang yang mendorong Dinda ke kolam ikan. Rama akan mencari informasi tentang Fira di sekolah.

Rama dan Bima kembali menuju ruangan UKS. Dinda diperbolehkan pulang lebih awal. Rama meminta bantuan Bima untuk mengantarkan Dinda pulang ke rumah.

Dokter Ardalan sudah menunggu di parkiran. Bima meminta maaf karena omnya lama menunggu. Bima cerita kejadian yang baru saja mereka alami di kolam ikan dekat kantin.

Dokter Ardalan meminta Bima dan Dinda masuk ke dalam mobilnya. Dokter Ardalan mengambil peralatan medis dan langsung memeriksa mereka berdua.

Dinda harus banyak istirahat. Jika Dinda mengalami sesak napas, nyeri dada, muntah dan batuk yang terus-menerus, Dinda harus segera memeriksakan diri ke rumah sakit.

Dokter Ardalan juga memeriksa Bima. Dokter Ardalan sangat perhatian kepada keponakannya. Setelah melihat luka-luka Bima, Dokter Ardalan tidak langsung menghubungi keluarganya. Dokter Ardalan langsung memindah Bima untuk tinggal dan bersekolah di kota Goldie.

Dokter Ardalan dengan mobilnya mengantar Dinda pulang ke rumah. Sepanjang perjalanan, Dinda tertidur pulas di mobil. Mereka tidak langsung ke rumah Dinda. Dokter Ardalan menepikan mobilnya di taman kecil pinggir jalan.

Dokter Ardalan dan Bima duduk di kursi panjang sambil memandangi laut di depan mereka. Dokter Ardalan memberitahu Bima, orang tuanya yang berada di kota Agate mencarinya.

Bima yang masih belum sepenuhnya mengingat siapa dirinya, merasa asing dengan keluarganya. Bima sedikit pun tidak ada keinginan untuk kembali pulang. Bima bertanya kepada Dokter Ardalan, apakah luka yang ada di belakangnya luka bekas pukulan.

Dokter Ardalan secara perlahan mencoba mengembalikan ingatan Bima. Bima anak kedua dari dua bersaudara. Ayah Bima mendidik mereka dengan keras. Bima dan kakaknya harus menuruti semua keinginan ayahnya.

Ayahnya ingin Bima dan kakaknya mewarisi perusahaannya suatu hari nanti. Kakak Bima bersekolah jurusan bisnis. Takdir hidupnya sudah dipilih oleh ayahnya. Bahkan calon istrinya sudah dipersiapkan.

Kakak Bima memilih untuk menuruti kemauannya ayahnya. Bagaimana dengan ibunya. Ibunya Bima tidak tahan dengan cara hidup suaminya yang sangat keras. Dia selalu menentang keinginan suaminya yang kadang tidak masuk akal.

Ibunya Bima diusir dari rumah dan diceraikan. Bima dan kakaknya dilarang menemui ibunya. Sejak saat itulah Bima berontak. Bima hanya ingin hidup sesuai kemauannya. Hidup ini dia yang punya.

Bima ingin menjadi pembalap profesional. Ayahnya Bima tidak mengizinkan Bima balapan. Setiap kali Bima ketahuan melakukan balapan, Bila selalu dihukum dengan memukul punggung Bima dengan sebilah bambu.

Dulu punggung Bima selalu diobati oleh ibunya. Ibu dan ayahnya selalu bertengkar hebat. Ibu Bima membelanya. Ibu Bima pernah merebut sebilah bambu yang ada di tangan ayah Bima dan memukulkannya ke punggung ayah Bima.

Ayah Bima marah besar. Ayah Bima melakukan kekerasan kepada ibunya Bima. Ibunya Bima dipukul, ditendang, dijambak. Bima yang tidak tahan melihat ibunya disiksa, melawan ayahnya. Bima menarik kuat ayahnya hingga terjengkal.

Ayah Bima murka. Ayah Bima mengamuk. Dia melempar apa saja yang ada di dekatnya. Dia tidak bisa mengontrol emosinya. Dia memukuli Bima dan ibunya sampai mereka berdua dilarikan ke rumah sakit.

"Maafkan Om, Bima. Andai saja Om masih di kota Agate, kamu tidak akan seperti ini," Dokter Ardalan meneteskan air mata.

Seketika badan Bima tidak bisa bergerak. Detak jantungnya sangat cepat. Bima merasakan luka di punggungnya nyeri. Bima juga merasakan sakit di area kepalanya. Terlintas di ingatannya seorang pria mengayunkan tangannya ke seorang wanita yang sedang memeluk Bima.

"AAAAAGGGHH!"

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Na!
😭
Fang
lanjut 💪
Fang
tinggal demi Rani 🤭, kasihan papanya 🤣
Fang
😱
Mauk
kembaran Wira 😱
Al!f
Siapa
Rose
Salfok sama covernya. 😍
Wings
Covernya cihuy badai
Al!f
Ada yg beda, covernya 👍👍👍👍👍
Queen
Gila, covernya mantap. Kereeeeeen 👏👏👏👏
Kimberly
makin cakep aja covernya Thor. suka ❤❤❤❤❤
Andi
Covernya mantap 💪
Bho Tak
Aku suka covernya ❤
Ais
wawwwww covernya keren 😍😍😍😍
Mauk
😱😱😱😱
Mauk
Terserah author aja dah 🤣
Mauk
Ihhhh
Mauk
Kenzo ternyata
Mauk
kok bisa 😱
Mauk
Yah ko it 😱
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!