NovelToon NovelToon
Pak Guru, Saranghaeyo

Pak Guru, Saranghaeyo

Status: sedang berlangsung
Genre:Menyembunyikan Identitas / Romansa pedesaan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: poppy susan

Saking kayanya, keluarga Suhartanto merasa jenuh dengan kehidupan mereka yang bergelimpangan harta. Akhirnya mereka memutuskan untuk pindah ke desa, mencari suasana baru tanpa fasilitas mewah apa pun.

Akankah mereka mampu bertahan hidup di desa yang semuanya serba terbatas?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 5 Pak Guru Sombong

Setelah cukup lama menunggu, akhirnya Sherina pun berhasil membawa empat bungkus nasi kuning. "Berapa semuanya?" tanya Sherina.

"Dua puluh ribu, Neng," sahut Ibu Onah.

"Hah, dua puluh ribu? serius Bu?" seru Sherina tidak percaya.

"Kenapa Neng? kemahalan ya?" ucap Bu Onah.

"Bukan Bu, justru murah banget. Aku baru pertama kali beli nasi segini cuma lima ribu," sahut Sherina.

"Di kota sama di kampung beda Sher, kalau kita jual agak mahal gak bakalan laku," sahut Nining.

Sherina pun mengeluarkan uang selembar lima puluh ribu. "Ini uangnya," seru Sherina.

"Kembalian tiga puluh ribu ya," sahut Nining.

"Eh, gak usah buat kamu aja," seru Sherina.

"Loh, jangan kembaliannya terlalu banyak," tolak Nining.

"Gak apa-apa, anggap saja buat bonus. Kalau begitu, aku pulang dulu ya," seru Sherina.

"Terima kasih, Neng," ucap Ibu Onah.

"Terima kasih ya, Sher," timpal Nining.

"Iya, sama-sama."

Sherina pun segera pulang ke rumah. "Aku pulang!" teriak Sherina.

"Lu, dari mana Kak?" tanya Syarif.

"Beli sarapan," sahut Sherina.

"Wuidih, apaan tuh?"

"Nasi kuning," sahut Sherina.

"Apaan tuh?" tanya Syarif.

"Lihat aja sendiri."

Sherina membuka dua bungkus nasi kuning itu, tidak lama kemudian Tri dan Wita keluar dari kamar mereka. "Kalian sarapan gak ajak-ajak orang tua, dasar anak durhaka," canda Daddy Tri.

"Baru aja sampai Dad, ayo kita sarapan bersama," sahut Sherina.

"Ini nasi tumpeng ya? kok bentuknya beda?" seru Mommy Wita.

"Ini katanya nasi kuning, Mommy tahu gak berapa harganya?" seru Sherina.

"Lima puluh ribu ya, satu bungkus," sahut Mommy Wita.

"Bukan Mom, cuma lima ribu. Murah banget 'kan," seru Sherina.

"Ih, iya murah banget itu," sahut Mommy Wita.

"Gila, enak banget," seru Syarif.

"Iya, Dek. Kayanya tiap pagi kakak bakalan langganan beli nasi kuning ini tapi belinya harus pagi-pagi sekali karena ngantri banget," sahut Sherina.

"Ngapain beli, nanti Mommy bakalan masakin nasi kuning kaya gini," celetuk Mommy Wita.

Seketika Tri tersedak, untung tidak muncrat. Begitu juga dengan Sherina dan Syarif yang sudah memperlihatkan wajah kagetnya. "Jangan capek-capek sayang, daripada nanti Mommy kelelahan lebih baik kita beli saja," bujuk Daddy Tri.

"Ah, betul sekali kita gak mau bikin Mommy kelelahan," sambung Syarif dengan senyumannya.

"Nanti kuku Mommy rusak loh, bakalan kuning-kuning mana di sini gak ada salon lagi," timpal Sherina.

"Benar juga ya," sahut Mommy Wita.

Ketiganya langsung menghembuskan napas lega mendengar jawaban Wita. "Tapi, Mommy bisa masak yang lain. Nanti Mommy mau lihat-lihat di YouTube menu sarapan yang enak," seru Mommy Wita antusias.

Seketika ketiganya tidak jadi lega, mereka kembali meringis dengan senyuman yang dipaksakan. Mereka sudah tahu sehoror apa masakan Wita. Sayangnya, mereka merupakan orang-orang yang merasa tidak enakan apalagi kepada Wita jadi mereka tidak berani mengatakan kalau masakan Wita tidak enak karena takut menyakiti hatinya.

Setelah selesai sarapan, tiba-tiba pintu rumah Tri ada yang mengetuk. "Biar Mommy yang buka pintu," seru Mommy Wita.

Wita segera membuka pintu dan ternyata itu adalah Pak RW. "Selamat pagi, Bu Wita," seru Pak RW.

"Eh, Pak Rw. Selamat pagi, ada apa ya, Pak?" tanya Mommy Wita.

"Saya mau bertemu dengan Pak Tri," sahut Pak RW.

"Oh, silakan masuk Pak RW." Wita mempersilakan Pak RW untuk masuk.

"Dad, ini ada Pak RW," seru Mommy Wita.

"Eh, Pak RW. Silakan duduk Pak," ucap Daddy Tri.

Pak RW pun duduk, bahkan Sherina dan Syarif juga masih ada di situ. Sedangkan Wita pergi ke dapur untuk membuatkan kopi. "Ada apa Pak? jadi kaget pagi-pagi disamperin Pak RW," seru Daddy Tri dengan senyumannya.

"Pak Tri jangan kaget, saya tidak ada maksud apa-apa kok. Hanya saja, kemarin Pak Tri sempat bilang minta kerjaan 'kan?" seru Pak RW.

"Ah iya, Pak Rw. Kenapa memangnya?" seru Daddy Tri.

Wita datang dan menyimpan kopi untuk Pak Rw, lalu Wita ikut duduk di samping Tri. "Begini Pak, juragan lagi membutuhkan pekerja untuk di perkebunan teh, apa Pak Tri bersedia?" tanya Pak RW.

"Daddy, mau kerja?" seru Syarif tidak percaya.

"Iya, daripada gabut diem di rumah," bisik Daddy Tri.

"Ini di perkebunan loh Dad, memangnya Daddy bakalan kuat?" seru Mommy Wita.

"Kuatlah, Mommy jangan menyepelekan tenaga Daddy," sahut Daddy Tri dengan semangatnya.

"Yakin, Dad?" tanya Sherina tidak percaya.

"Yakin, 'kan dibantu sama Syarif juga," sahut Daddy Tri.

"Lah, kok jadi Syarif sih?" Syarif kaget dengan ucapan Daddynya.

"Kita itu laki-laki Syarif, jadi harus bekerja," ucap Daddy Tri penuh semangat.

"Semangat, Dek!" ucap Sherina sembari mengepalkan tangannya.

"Jadi, bagaimana Pak Tri?" tanya Pak Rw.

"Boleh Pak, saya dan putra saya akan bekerja. Kapan kita mulai bekerja?" tanya Pak Tri.

"Besok juga boleh, tapi sekarang Bapak dan Syarif harus ikut dulu dengan saya bertemu dengan juragan," sahut Pak Rw.

"Boleh, dengan senang hati. Ayo, Syarif!" ajak Daddy Tri.

Akhirnya mereka pun pergi menuju rumah Juragan. Juragan Tama adalah orang paling kaya di kampung itu, namun sayang Juragan Tama juga terkenal dengan sifatnya yang angkuh dan tidak mau disama ratakan dengan warga kampung itu. Juragan Tama merupakan Ayah dari Ariel, yang tidak lain dan tidak bukan orang yang selalu berseteru dengan Sherina.

Ketiganya berjalan kaki, dan selama perjalanan perkebunan luas yang bisa memanjakan mata. "Ini semua perkebunan milik Juragan Tama, Pak," seru Pak Rw.

"Waduh, kaya juga ya ternyata," sahut Daddy Tri.

"Iya, Juragan itu orang paling tersohor di kampung ini bahkan se-Kecamatan," sahut Pak Rw.

"Cetek banget se-Kecamatan, Daddy lebih terkenal lagi satu Negara," bisik Syarif.

"Sssttt... diam kamu!" seru Daddy Tri.

"Apa Pak?" tanya Pak Rw.

"Ah tidak apa-apa, Pak," sahut Daddy Tri.

Tidak lama kemudian, mereka pun sampai di rumah Juragan Tama. Rumah beliau memang besar dan luas, tapi kalau dibandingkan dengan rumah Tri memang jelas jauh lebih besar rumah Tri hanya saja tertolong dengan halaman yang sangat luas sedangkan rumah Tri halamannya hanya setengah dari halaman rumah Juragan Tama. "Ini rumahnya?" tanya Daddy Tri.

"Iya, Pak."

Pak Rw lebih dulu berjalan di depan, diikuti oleh Tri dan juga Syarif. Seorang pria muda nan tampan menyambut kedatangan mereka, dan dia adalah Ariel. "Den, ini orang-orang yang ingin bekerja di perkebunan Juragan," seru Pak Rw.

Ariel menatap ke arah Syarif. "Bukanya kamu yang kemarin malam memborong sate Mang Usep?" tanya Ariel.

"Iya," sahut Syarif dengan senyumannya.

"Berarti dia keluarganya wanita menyebalkan itu," batin Ariel.

Ariel pun mempersilakan mereka untuk masuk karena Ayahnya sudah menunggu di dalam. Bagaimana nasib Tri dan juga Syarif, apakah mereka akan kuat bekerja di perkebunan? sedangkan selama ini Tri hanya bekerja santai dan duduk manis di kursi empuk.

1
Sri Yatun
badru mail sama Nining aja bgtu apa LG Ariel liat rumah nya apa g pingsan,liat perusahaan nya sja dh minder apa lagi rumah nya bak istana
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
4 sekawan kumpul ...nanti ada monyet nya si Ariel 🤣
Naysila mom's arga
akhirnya mereka kumpul. lagi 🤣🤣🤣🤣
Sri Yatun
di nantikan selanjutnya sprt apa bungungan keny dan Sherin dan sp jodoh sherin
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
boti kayanya si kenny ya 🤣
ꪶꫝNOVI HI
othor typo 😅😅
ꪶꫝNOVI HI
kenny kayak nama cewek deh 🤣🤣
Naysila mom's arga
ini namanya kenny apa prima kak 🤣🤣🤣
Patrick Khan
heleh nyesel pretttt 😂😂😂😂klo kena gini aja tobat sadar.. kemaren2 sombong nyeeeee😂😂😂
Sri Yatun
menantikan jodoh Sherin siapa...?dan sesukses apa nanti Sharif adenya Sherina,apa Rossa sekarang sudah berubah...?atau mlh membenci....?
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
jangan2 si Kenny gay 🤣.... semulus2 nya laki2 pasti ada kesan macho nya 🤣
Naysila mom's arga
jangan sampai tuh laki yg mau di kenalin boty 🤣🤣🤣🤣
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
baru sadarkah Lo Ariel kalo Lo itu hanya seujung kuku Sherina aja 🤣...makanya jangan sombong blangsak kan Lo

oh Ariel punya sekolah TK juga ya ..kirain SD di kampung itu aja dulu ...rasakan sekarang susah kau jadi tukang ojek
ꪶꫝNOVI HI
jangan di keluarkan mereka semua nya ya thor 😁😁
Naysila mom's arga
semoga Sherina gx mudah luluh dengan prubahan Ariel,
Patrick Khan
.yaaaa tinggal di kota keluarga Tama.. kan JD ketemu trs sm sm serin nti.. bikin sumpek jakarta aja 😂😂
Patrick Khan
lega di bawah polisi smw😂😂😂
Sri Yatun
apa bisa di tebus....? semoga saja tidak buat pelajaran takut nya keluar mlh fuja dan Rosa dendam, pindah ke mana dan d penjara d mana....? apa masih satu kota dengan Sherin...? kalo iya bakal ketemu dong
Naysila mom's arga
semoga gx bisa di tebus deh, keenakan tuh mereka di penjara cuma bentar
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
orang jahat kok takut sama orang jahat aneh ...gede goak doang 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!