NovelToon NovelToon
Mengejar Cinta Pak Duda

Mengejar Cinta Pak Duda

Status: tamat
Genre:Duda / Angst / Tamat
Popularitas:854.2k
Nilai: 5
Nama Author: Kacan

TAMAT



Karna ayah yang sedang sakit-sakitan membuat Putri Mentari harus menikahi seorang duda beranak satu yang merupakan dosen mata kuliah umum di fakultasnya.

"Kamu jangan berharap lebih dengan pernikahan ini! Aku pastikan pernikahan ini tidak bertahan lama!" - TAMA BATARA

"Ya ampun Pak... Jangan galak-galak napa. Entar makin nambah loh keriputannya." - PUTRI MENTARI.

Tama yang masih mencintai mendiang istrinya membuat pernikahan yang dijalani wanita yang akrab dipanggil Tari itu terasa berat.

Tari yang ceria terus berusaha mendapatkan cinta sang suami.

Akankah pernikahan yang berat ini berubah menjadi pernikahan bahagia?



fb : Kacan
=> Mari follow akun Noveltoon Othor Kacan🤗🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kacan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Belanja Oleh-oleh

Tari dan Tama memutuskan untuk pergi berjalan kaki karena jarak pusat perbelanjaan tidak jauh dari hotel mereka. Hanya lima menit jika ditempuh dengan berjalan kaki.

Sepanjang perjalanan, Tama memasang wajah datar. Tari yang melihat itu hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Padahal senyum itu mudah loh, Pak. Tinggal tarik sisi pipi kiri ke kiri ... yang pipi satunya tarik ke kanan. Kayak begini nih."

Tari menghadang jalan Tama, dia mempraktekkan bagaimana cara tersenyum.

"Mudah kan?" ucap Tari diiringi dengan senyuman manis.

"Minggir! Kalau begini caranya, kita tidak sampai-sampai." Tama menyentuh dahi Tari dengan menggunakan jari telunjuknya, lalu menggeser tubuh Tari dari hadapannya dengan kasar.

"Hu ... gak seru banget jadi orang. Dasar suami flat!"

Mereka berjalan beriringan, lebih tepatnya Tari yang berusaha mengimbangi langkah kaki suaminya yang lebar.

Tak butuh waktu lama, mereka sudah sampai di sebuah toko kue yang menjual berbagai kue khas Bali.

Tari menghampiri etalase yang berisikan pie. "Wah pie susu, pasti Aruna suka nih. Beli yang ini ah ...." Tari mengambil beberapa kotak yang berisikan pie susu.

"Aduh! Lupa ambil keranjang. Pak tolong ambilin keranjang dong, tangan Tari gak muat ni megangin banyak kotak pie!" seru Tari.

"Ambil saja sendiri!" jawab Tama ketus.

"Ya ampun Mas, jangan galak-galak sama keponakannya." Salah satu pembeli menyahuti.

Tama merasa jengkel karna seorang ibu-ibu berambut pendek itu mengira dirinya sedang membawa keponakannya berbelanja. "Memangnya aku setua itu jika di dekat bocah ini?" batin Tama.

"Hihihi, iya nih buk ... bawakan bayi, tapi suami saya yang merasakannya. Jadi, bawakannya marah-marah begitu, aslinya baik banget kok buk."

"Owalah suaminya toh dek, ibuk pikir pamannya adek ... soalnya keliatan masih muda sekali kamunya."

"Nih!" Tama menengahi interaksi antara Tari dengan ibu tadi dengan memberikan keranjang ke pada Tari.

"Emm saya mau lanjut belanja lagi ya, buk. Mari ...." Pamit Tari dengan sopan. Sementara Tama nyelonong begitu saja.

"Iya dek, silahkan."

Tari melanjutkan acara berbelanjanya, kini ia memasukkan beberapa souvenir ke dalam keranjang yang ia tenteng.

"Wih ini si ayah pasti suka." Tari memasukkan kaos dengan corak yang unik.

Tak lupa Tari membeli beberapa oleh-oleh juga untuk kedua sahabatnya, yaitu Nadia dan Raihan.

Sementara itu Tama mengekori Tari dari belakang.

"Apa masih lama?" tanya Tama ketus.

"Emm ... kayaknya udah deh. Ayo Pak kita ke kasir!"

Tama dan Tari berjalan ke arah kasir. Sesampainya di sana, seorang karyawan yang bertugas sebagai kasir mulai menghitung total belanjaan Tari dengan bantuan mesin kasir.

"Totalnya satu juta lima ratus dua puluh ribu, Mbak."

Tari menyenggol pinggang Tama dengan sikunya. Ia memberi kode dengan lirikan mata pada sang suami.

Tama yang ingin cepat menyelesaikan acara berbelanja yang membosankan bagi dirinya, dengan segera mengeluarkan kartu debit dari dompetnya.

"Pak, kita jangan balik dulu ya. Tadi Tari lihat ada kalung dari kerang cantik banget. Gak jauh kok dari toko ini," jelas Tari, karnra melihat gelagat Tama yang ingin mengeluarkan protes.

"Lima menit. Lebih dari itu saya tinggal!"

"Oke pak bos!" Tari mengacungkan jempolnya dengan riang.

Dengan berlari kecil ia menghampiri toko yang menjual beberapa aksesoris dari cangkang kerang.

Tak butuh waktu lama ia sudah sampai di toko aksesoris itu, karna memang jaraknya hanya selisih dua toko dari toko sebelumnya.

Tari memilih salah satu kalung yang menarik perhatian matanya.

"Pak, yang ini satu ya."

"Yang ini satunya tujuh puluh lima ribu ya, Dek."

Tama merogoh saku belakangnya, berniat mengambil dompet. Namun, gerakan itu terhenti karena Tari sudah mendahuluinya.

"Iya pak, ini uangnya." Tari mengeluarkan uang tunai dari tas selempang mininya dan memberikannya pada bapak pemilik toko.

Setelah membeli kalung yang dihiasi dengan cangkang kerang itu. Ia segera menarik tangan suaminya. "Ayo pak, kita balik."

Tama menghempaskan tangannya, "Tidak perlu pegang-pegang. Saya bisa jalan sendiri."

Tari mengangkat bahunya, berusaha acuh akan sikap Tama barusan.

Sama seperti perjalanan ketika pergi tadi, Tama hanya diam. Padahal hatinya bertanya-tanya, kenapa tadi Tari membeli kalung itu dengan uangnya. Ia pikir Tari tidak punya uang sama sekali. Tapi ia memilih diam.

`

`

`

Ikan nila, ikan sepat

Ikannya dimakan buaya

cerita ini belum tamat

Jadi jangan pergi dulu ya

Maaf kalau gak nyambung😂

Othor gabut banget dah, terlalu sering berlibur di pulau kapuk.

1
Nurul Aisyah
fajar sadboy 😢
Inooy
baru awal udh senyum senyum nih aq 😁

mantap kaka pantun nyaaa 👍👍😄
Katherina Ajawaila
jadi suami terlalu bego makan tuh cinta sm org yg udh ngk ada, jd di manfaatin. sm mantan mertua yg ujung2 nya ya uUD. biar tau rasa pada dosen. 🤷‍♂️
Katherina Ajawaila
ketahuan pasti punya wanita iblis, manta mertua Tama
Katherina Ajawaila
di toko foto copy ada CCTV kan, liat donk sebab musababnya knp 🙈
Katherina Ajawaila
dasar wanita iblis tau diri anakmu udh mampus juga msh maksain kehendak, kamu itu cuman mantan, ngarti ora son
Katherina Ajawaila
seperti nya Tama junior muncul tuh di rahim Tari, makanya Tari mau nya nempel terus
Katherina Ajawaila
demam nyosor sih Tama akhirnya di sosor soang mmg enak 🤭
Katherina Ajawaila
Tari bego kamu hanya buat tempat cuci botol dosen mu, karna dia msh di kendalikan sm mantan mertuanya
Katherina Ajawaila
Tari mmg bego du jadi im. pemuas nasu donk.minumpil habis itu di tunggangin sprt anjing aja kamu? bego amat. ya,
Katherina Ajawaila
lebh baik urus ortu dr pd suami yg munafik hanya ambil keuntungan dr kamu tari. males amat liatnya 🤬
Katherina Ajawaila
gemes liat tari pin2bo
Katherina Ajawaila
tari jgn mau kamu hanya di buat tempat buang lendir nya, makanya jadi wanita itu pinter donk. dikit udah kuliah pasti pelajaran sek dpt di sklh, jgn mau di budakin laki2. pengen tonjok. aja liat Tama sm mm nya Manda 😡kawinin aja itu nenek2menijikkan
Katherina Ajawaila
pasti mmnya Tari yg donor ginjalnya buat mm Widi ya thour 😭
Katherina Ajawaila
seratus buat Fajar, aku dukung. 🌹
Katherina Ajawaila
Tari. jgn terlena, ribet ngurus yg ngk jelas dan tdk di. hargain, balik kanan, mending ikutin fajar, toh. mah ori. kamu, rugi. amat
Katherina Ajawaila
mestinya I kill you Tari. suami robot ini
Katherina Ajawaila
cabut dr rmh rasa neraka, bego aja tari
Katherina Ajawaila
orang udh mati di prioritas, mati aja Tama biar sama. sekalian
Katherina Ajawaila
semoga suami Robot liat ya ada Fajar yg jemput, biar jantungan trus nyusul. Manda kan kesayangannya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!