NovelToon NovelToon
Luka Tak Termaafkan

Luka Tak Termaafkan

Status: tamat
Genre:Romantis / Fanfic / Cintapertama / Patahhati / Hamil di luar nikah / Teen Angst / Lari Saat Hamil / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Anak Yatim Piatu / Tamat
Popularitas:65.6k
Nilai: 5
Nama Author: Cheryfey

Seira merupakan seorang gadis yatim piatu yang hidup dengan bibi dan kedua sepupunya. Dia selalu diperlakukan seperti pembantu dan selalu dimarahi jika pulang terlambat.

Seira tidak pernah tersenyum lagi sejak kedua orang tuanya meninggal dunia. Namun sejak dia masuk ke SMA, dia bertemu dengan teman-teman yang baik hati dan menerima dia apapun status sosialnya.

Adapula seorang pria yang diam-diam menyukainya, tanpa mengetahui Seira juga ternyata memendam rasa yang sama dengan pria itu, Dandy namanya.

Mereka lalu mulai dekat dan pacaran. Seira sangat beruntung karen Dandy memperlakukannya sangat istimewa, juga orang tua Dandy tidak mempermasalahkan hubungan mereka berdua.

Namun cinta tak selamanya indah. Satu-persatu masalah mulai muncul. Musuh lama Dandy datang dan mulai mendekati Seira sebagai bentuk pembalasan dendam.

Seira yang tidak tahu apa-apa dijebak, namun Dandy segera datang dan menyelamatkannya. Mereka lalu melakukan sesuatu yang seharusnya tidak mereka lakukan.

Hidup Seira yang sudah lama berantakan, menjadi hancur begitu dia melakukan sesuatu yang seharusnya tak dia lakukan bersama dengan Dandy. Namun semuanya sudah terjadi dan waktu tidak dapat diputar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cheryfey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5 - Takdir Yang Terjalin

Sekarang hari minggu Seira sudah mandi dan membersihkan rumah, serta memasak untuk semua penghuni rumah itu. Sebenarnya kedua anak bibinya sudah lulus kuliah seharusnya mereka pergi mencari pekerjaan atau apa, tapi mereka terlalu malas untuk itu.

Setiap hari dirumah apakah mereka tidak merasa bosan? Oh iya, mereka keluar kalau uang bulanan Seira datang. Mereka akan bersenang-senang hingga lupa waktu. Setidaknya Seira bisa beristirahat dengan tenang kalau mereka pergi.

Makanan sudah siap semua dimeja. Lalu bibinya dan anak-anaknya keluar sambil menguap dan langsung duduk untuk makan. Namun bibinya tiba-tiba menyernyit ketika membuka kulkas.

"Kenapa ada sisa kue?" Ucap bibinya melihat kearah kulkas yang masih tersisa sebagian kue.

"Hahaa kau pikir istimewa hah? Sampai harus merayakan ulang tahunmu." Ledek Jelena teringat hari ini adalah ulang tahun Seira.

"Haha kau merayakan ulang tahunmu sendirian? Menyedihkan sekali!" Jefery tertawa mengejek.

Seira hanya menanggapi dalam diam. Dia kemarin malam lupa harusnya memakannya semua dan jangan menyisakan kue itu.

"Hah, bahkan kau seharusnya sudah tidak ada lagi didunia!" Lanjut Jelena dengan tawa yang mengejek.

"Kenapa tidak ikut orang tuamu saja sih, dasar merepotkan!" Gantian bibinya yang mendecih.

"Aku yakin bahkan orangtuamu pun tidak sudi punya anak sepertimu, lihat mereka malah memilih untuk pergi meninggalkanmu!" Ucap Jefery tidak peduli dengan raut Seira yang menahan tangisannya.

Stop!

Seira sudah tidak tahan lagi. Jangan bawa-bawa orangtuanya, mereka sudah bahagia disana. Seira pun keluar sambil menahan isakannya. Sebelum benar-benar jauh Seira masih mendengar teriakan lantang bibinya.

"Dasar anak tolol, mau kemana kau hah!"

Tapi Seira tidak memperdulikanya, dan memilih untuk mempercepat langkahnya. Seira berlari menuju kemakam orangtuanya. Memang sejak dulu ketika ia merasa sedang sedih ataupun rindu kepada orangtuanya dia akan selalu kesana.

Menumpahkan segala keluh kesahnya. Menceritakan segala apa yang dipendamnya. Entah mengapa Seira selalu merasa jauh lebih baik ketika sudah meluapkan semua disana. Memang tidak ada yang akan merespon tentu saja, tapi Seira selalu merasa beban yang ditanggungya sedikit menghilang.

"Terimasih ibu karena sudah melahirkanku kedunia ini. Aku tahu kalian melihatku dari atas sana, namun jangan bersedih untukku. Aku berjanji akan menemukan kebahagiaanku sendiri." Ucap Seira sambil bersimpuh didepan makam ibunya.

"Selamat ulang tahun Seira Christy—"

—wush!

Seira meniup lilin diatas cake kecil yang dia bawa kedepan makam kedua orangtuanya, lalu tersenyum dan melangkah pergi.

...*****...

Seira berjalan sendirian dimalam yang gelap. Dia belum pulang kerumah. Dia akan pulang larut ketika bibi dan kedua sepupunya sudah terlelap. Seira menuju ketaman dan duduk disana sendirian.

Semakin malam udara semakin dingin dan Seira hanya memakai kaus tipis. Sebenarnya Seira habis pulang dari panti untuk curhat dengan Serumi, dia bahkan tadi disuruh untuk menginap namun dia menolaknya karena merasa tidak enak, juga besok dia harus sekolah.

Seira semakin menggigil lalu tiba-tiba dia merasakan sesuatu yang tersampir dipundaknya dan itu adalah jaket. Seira menengok kebelakang, ada seorang pemuda yang sedang tersenyum kearahnya.

"Hei apa kau lakukan disini, ini sudah malam. Dan hanya memakai pakaian itu saja." Ucapnya menegur Seira. Pemuda itu yang sempat ditabrak Seira disekolah kemarin.

"Hanya berjalan-jalan sebentar." Jawab Seira agak canggung.

"Tengah malam begini? Sendirian pula." Pria itu menggelengkan kepalanya.

Seira meringis dan ganti bertanya kearahnya, "Lalu apa yang kau lakukan disini?"

"Biasa sedang mencari udara segar." Ucap pemuda itu sambil menerawang ke langit malam yang bertabur bintang.

"Tengah malam begini?" Seira membalikan pertanyaanya, lalu mereka beruda terkekeh.

Mereka lalu duduk dibangku taman dan sesekali mengobrol ringan. Ternyata pemuda itu asyik juga batin Seira. Pemuda itu pun merasakan hal yang sama.

"Oh iya, dari tadi sudah bicara panjang lebar tapi aku belum tahu namamu." Ucap pemuda itu.

Seira terdiam dan mengulurkan tanganya. "Namaku Seira Christy kau bisa memanggilku Seira."

Ucapan Seira yang terdengar lembut ditambah dengan senyuman manisnya, membuat pemuda itu menatap Seira dengan terpana.

"Dandy Atmajaya, kau bisa memanggilku Dandy." Ucap Dandy setelah selesai mengangumi Seira. Malam semakin larut dan Seira pamit untuk segera pulang kerumah.

"Biarkan aku mengantarmu Seira." Dandy menawarkan diri, dia tak mungkin membiarkan anak gadis berkeliaran sendirian ditengah malam begini.

Seira menolak tawaran itu karena rumahnya tidaklah jauh. "Tidak perlu Dandy, lagi pula rumahku dekat dari sini."

"Eh tidak baik membiarkan anak gadis berjalan sendiri. Tengah malam pula, ayo cepat ku antar." Dandy memaksanya, karena tak enak hati dengan ajakan Dandy akhirnya Seira pun menyetujuinya.

Sebenarnya Dandy membawa mobil tapi tadi Seira berkata bahwa rumahnya dekat dari sini. Hanya melewati tiga gang dari sini maka Dandy memutuskan untuk mengikutinya jalan kaki saja.

Mereka sudah sampai, lampu rumah Seira sudah padam karena sekarang sudah pukul 11 malam. Lalu Seira berdiri canggung didepan rumahnya menatap Dandy yang masih tersenyum menunggunya masuk kedalam rumah.

"Eum terima kasih sudah mengantarku sampai rumah Dandy." Ucap Seira sambil mengembalikan jaket Dandy yang dia pakai.

"Oke sama-sama." Dandy menerima jaket yang diulurkan oleh Seira dan langsung memakainya.

Seira masuk ke dalam rumah setelah mengucapkan kata hati-hati diajalan kepada Dandy. Seira membuka gorden kaca untuk melihat kepergian Dandy.

Dandy sebenarnya tadi sedang menjenguk bibinya disana. Karena dapat panggilan jika keponakannya Beny merindukannya. Beruntung hari ini hari minggu Dandy pergi kerumah bibinya dan main sepuasnya dengan Beny.

Rumah bibinya sangat jauh dari kota, ketika akan pulang, Dandy tidak sengaja melihat seseorang sedang duduk ditaman tidak jauh darinya. Karena merasa seperti pernah melihatnya dia menepikan mobilnya dan turun untuk menghampirinya.

"Apa yang dilakukanya sendirian tengah malam begini."

Dandy melihat dia menggigil, dengan cepat menyampirkan jaketnya untuknya. Perempuan itu pun menoleh kearahnya. Dan berakhirlah mengantarkanya sampai kerumahnya. Ketika sampai dirumah Dandy tersenyum sendiri.

"Dia sangat manis." Ucapnya sambil terus membayangkan senyuman Seira hingga terlelap.

Dilain tempat Seira pun sama, didalam kamarnya terus terbayang wajah Dandy yang tampan. Dandy benar-benar baik. Bahkan wangi parfum Dandy masih menempel dibajunya.

"Seira berhentilah memikirkanya. Ayo cepatlah tidur!"

1
Baobei
Untuk ending bagus banget ngena. Terimakasih autor yang telah bekerja keras untuk menyelesaikan ini. Semangat untuk kedepanya, ditunggu karnya selanjutnya
Baobei: Sama sama thor,,
total 2 replies
Ahiko Chan
Hal yang paling berharga untuk sementara waktu adalah mencoba memasukkan kebahagiaan ke dalam kehidupan orang lain
Ahiko Chan
Hal-hal buruk terjadi ketika orang baik berpura-pura tidak ada yang salah
Ahiko Chan
Jangan membuat keputusan dengan marah atau mempermalukan musuh setelah mengalahkannya
Ahiko Chan
Saya meminta Anda untuk tidak membenci, karena kebencian tidak meninggalkan ruang bagi seseorang untuk bersikap adil dan itu membuat Anda buta dan menutup semua pintu pemikiran
Ahiko Chan
Ini sedikit terlambat. Saya sedikit terlalu pergi. Sedikit terlalu lelah hanya bertahan
Ahiko Chan
Kehidupan ini dulu begitu benar mengabaikan kesalahan
Ahiko Chan
Penjahit penjahit mereka menggulung pesawat kertas
Ahiko Chan
Tidak bisa mengikuti, Anda membenci terlalu lambat
Ahiko Chan
Saya percaya bahwa Anda melewati masa lalu Anda dan Anda belajar apa yang Anda pelajari untuk alasan apa pun.
Ahiko Chan
Jangan pernah khawatir tentang hal-hal yang tidak mengkhawatirkan Anda
Ahiko Chan
Lakukan apa yang Anda inginkan, jika itu adalah sesuatu yang Anda sesali pada hari berikutnya, tidurlah larut malam
Ahiko Chan
Bagaimana mungkin kita tidak berbicara tentang keluarga padahal hanya keluarga yang kita punya
Ahiko Chan
Hal-hal yang paling kita inginkan adalah hal-hal yang paling cepat menghancurkan kita
Ahiko Chan
Hubungan seperti narkoba. Mereka membunuh Anda atau memberi Anda perasaan terbaik dalam hidup Anda
Ahiko Chan
Sulit melihat orang berubah, tetapi lebih sulit mengingat siapa mereka dulu
Ahiko Chan
Masa lalu tidak dapat diubah atau dilupakan, diedit atau dihapus. Itu hanya bisa diterima
Ahiko Chan
Beberapa dari kita melakukan banyak hal untuk membuat orang lain bahagia. Sedihnya, sebagian dari kita bahkan tidak mengenal seseorang yang akan melakukan hal yang sama untuk kita
Ahiko Chan
Jadilah dirimu sendiri dan biarkan semua orang mencintai orang itu
Ahiko Chan
Gulung satu maka saya akan menyalakannya. Pesan satu dan saya akan membelinya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!