NovelToon NovelToon
Five Magic'S Girl

Five Magic'S Girl

Status: sedang berlangsung
Genre:Akademi Sihir / Fantasi / Iblis
Popularitas:370
Nilai: 5
Nama Author: bsf10

5 perempuan dengan keturunan setengah Dewa Dewi yang sangat kuat dan darah mereka yang mengalir dengan kekuatan yang melumpuhkan dan petualangan yang akan mereka hadapi di negeri ajaib Euthopia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bsf10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

4. Awal yang kacau

Suasana aula yang megah itu mendadak mencekam. Sosok-sosok bayangan hitam yang disebut klan Iblis Terbuang mulai merayap masuk, bentuk mereka seperti asap pekat dengan mata merah menyala yang haus akan energi.

"Jangan berpencar!" teriak Azzura. Ia merasakan dadanya bergemuruh, sebuah energi panas dan terang mendesak ingin keluar.

Pertempuran di Aula Utama

Vera adalah yang pertama bereaksi. Saat seekor serigala bayangan melompat ke arahnya, ia secara refleks menghentakkan kakinya ke lantai marmer. "Jangan sentuh teman-temanku!" teriaknya.

Seketika, lantai aula retak dan mencuat membentuk dinding tanah yang kokoh, menangkis serangan itu. Anehnya, seekor burung elang yang bertengger di pilar aula tiba-tiba terbang rendah dan hinggap di bahunya.

“Serang bagian bawahnya, Tuan Putri!” bisik burung itu dalam bahasa yang hanya dimengerti Vera.

"Oke! Rachel, sekarang!" seru Vera.

Rachel menarik napas dalam. Ia merasakan kelembapan udara di sekitarnya meningkat. Dengan gerakan tangan yang anggun, ia memutar tubuhnya.

"Pusaran Air!"

Air dari air mancur di sudut aula terbang membentuk cambuk raksasa yang menghantam bayangan-bayangan itu. Tak berhenti di situ, Rachel mengangkat tangan lainnya, menciptakan udara yang berputar kencang seperti tornado kecil, melemparkan musuh-musuh yang tersisa ke arah pilar.

Melihat musuh yang terlempar, Luna mengambil kesempatan. Ia menyentuh lantai yang basah karena serangan Rachel.

"Membekulah!"

Seketika, air tersebut berubah menjadi kristal es yang tajam, mengunci pergerakan para bayangan hingga mereka tak bisa berkutik. Hawa dingin yang luar biasa keluar dari telapak tangan Luna, membuat musuh-musuhnya membeku menjadi patung es hitam.

Namun, dari langit-langit, lebih banyak bayangan yang muncul. Olivia segera bertindak. Ia merentangkan tangannya ke arah pot-pot tanaman hias dan retakan lantai yang dibuat Vera.

"Tumbuhlah!"

Akar-akar raksasa dan tanaman merambat berduri keluar dengan cepat, melilit tubuh para iblis bayangan itu dengan kuat. Tanaman itu seolah memiliki nyawanya sendiri, menarik musuh ke dalam tanah dan menghancurkan wujud asap mereka.

Terakhir, pemimpin bayangan yang berukuran paling besar menerjang ke arah mereka. Azzura maju ke depan. Kalungnya bersinar menyilaukan.

"Cukup!" teriak Azzura.

Tangannya diselimuti oleh percikan listrik biru yang berderit nyaring. Ia mengayunkan tangannya, melepaskan gelombang api keemasan yang bercampur dengan petir.

BOOM!

Ledakan itu menghanguskan bayangan tersebut hingga sirna. Belum selesai, Azzura mengangkat kedua tangannya ke atas. Sebuah cahaya putih yang sangat murni memancar dari tubuhnya, menyinari seluruh aula. Cahaya itu bersifat suci, membuat sisa-sisa kegelapan menjerit kesakitan dan lenyap menjadi abu.

Keadaan kembali sunyi. Napas kelima gadis itu tersengal-sengal. Mereka saling pandang, tidak percaya dengan apa yang baru saja mereka lakukan.

"Gila... kita beneran punya kekuatan," bisik Luna sambil menatap tangannya yang masih mengeluarkan uap dingin.

"Azzura, kau hampir membakar seluruh gedung!" celetuk Vera sambil mengelus elang yang masih setia di bahunya.

Azzura menatap telapak tangannya yang masih bergetar karena sisa energi listrik. "Aku tidak tahu cara mengontrolnya... itu keluar begitu saja."

Profesor Elian melangkah maju, menatap mereka dengan penuh hormat. "Kombinasi yang luar biasa. Api, Listrik, Cahaya, Air, Udara, Es, Tumbuhan, Tanah, dan Komunikasi Hewan... kalian benar-benar lima elemen legendaris yang diramalkan."

Namun, sang tetua wanita mendekat dengan wajah cemas. "Ini baru permulaan. Jika mereka sudah berani menyerang Akademi, berarti mereka tahu kalian sudah kembali. Kalian harus segera memulai latihan resmi sebelum gerhana merah tiba."

"Gerhana merah? Apa itu?" tanya Olivia serius.

"peristiwa yang terjadi setiap 10 tahun sekali dimana saat itu terjadi kita bisa lebih kuat dari kegelapan klan iblis atau malah akan membuat klan iblis lebih liar" jelas sang tetua wanita

Kelimanya mendengar jawabannya dengan ekspresi wajah yang takut dan khawatir

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!