Selama 10 tahun menjalin ikatan pernikahan, Farel dan Amira belum juga di karuniai seorang anak hingga sebuah tragedi kecelakaan menimpa Amira yang membuatnya hilang tanpa jejak.
Di tengah keterpurukannya, Hana yang merupakan sahabat baik Amira datang ke dalam kehidupan Farel. Sinta menggunakan kesempatan itu untuk menyatukan Farel dan Hana agar ia segera mendapatkan seorang cucu.
Satu tahun pernikahan Farel dan Hana, Amira kembali ke dalam kehidupan Farel dibantu oleh Raihan. Amira semakin berani melawan orang - orang yang telah merebut semua kebahagiaannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DianPutri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35 - Kebahagiaan Amira
Setelah beberapa hari di Rumah sakit, Akhirnya Raihan pun di perbolehkan pulang oleh Dokter. Raihan pun di jemput oleh Amira.
"Raihan,"
"Amira ngapain kamu kesini bukannya Michael yang akan menjemputku,"
"Iya sih memang seharusnya Michael yang akan menjemputmu. Tapi aku sudah menyuruhnya untuk tidak menjemputmu karena sudah ada aku yang akan menjemputmu, Raihan,"
"Kenapa perasaanku sepertinya tidak enak," Gumam Raihan.
...****************...
"Tuh kan sudah aku duga," Ucap Raihan dengan wajah yang menunjukkan ekspresi takut sambil memegang erat seatbelt yang terpasang di tubuhnya.
Raihan telah duduk di kursi penumpang dengan Amira yang telah duduk di kursi mengemudi. Amira pun telah memakai seatbelt dan bersiap untuk mengendarai mobilnya.
"Amira, kamu gak mau gitu kalau kita tukarkan posisi aja biar aku yang di situ kamu yang di sini,"
"Kamu kenapa sih Raihan kok kayak orang ketakutan gitu,"
"Bukannya apa - apa nih ya Amira kamu itu udah dua kali buat aku celaka dan salah satunya adalah karena kamu mengemudi dengan kecepatan tinggi,"
"Aku itu masih mau hidup tau, Amira,"
"Udah kamu tenang aja, Raihan. Kamu percaya aja sama aku ya,"
"Kamu pakai seatbeltmu yang benar dan tutup aja matamu Raihan,"
Raihan pun menutup matanya dan Amira pun mulai mengendarai mobilnya menuju ke rumah.
"Bodohnya aku kenapa lah aku menuruti perkataanmu untuk tutup mata, Amira,"
Amira pun hanya menjawab perkataan Raihan dengan senyuman yang lembut.
...*********************...
Sesampainya di Rumah, Amira langsung memakirkan mobilnya di depan Rumah utama dan menyuruh Raihan untuk membuka matanya.
"Kita udah sampai Raihan sekarang kamu bisa buka matamu,"
"Kita udah sampai mana nih, sampai Rumah atau....,"
"Atau apa, atau akhirat maksudmu,"
"Kamu ini ada - ada aja tau, Raihan," Amira pun tertawa terbahak - terbahak.
"Kok kamu ketawa sih Amira,"
"Ya ketawa lah habisnya semenjak kepala kamu tuh kena Vas bunga dan koma. Kamu kok jadi aneh kayak gini sih," Amira pun menertawakan Raihan kembali.
"Makanya kamu bukan dulu matamu, Raihan,"
"Biar kamu bisa lihat sendiri kita itu sampainya di rumah atau di Akhirat,"
Raihan pun perlahan membuka matanya dan melihat bahwa ia dan Amira telah sampai di depan Rumah Utama.
"Ini benaran Rumah kamu kan Amira bukan Akhirat,"
"Ya beneran ini Rumah aku lagipula ya Raihan mana ada orang ke Akhirat naik mobil,"
"Kamu ini ada - ada aja tau, Raihan,"
"Udah ah yuk turun,"
Raihan dan Amira pun turun dari mobil.
"Oh ya Raihan kamu langsung aja istirahat di Rumah Pavilliun ya. Aku mau siap - siap dulu soalnya aku harus pergi ke kantor hari ini,"
"Iya, Amira,"
Mereka pun berpisah di depan Rumah Utama, Amira masuk ke Rumah Utama sementara Raihan kembali ke Rumah Pavilliun untuk beristirahat.
...*****************...
Tak lama kemudian, Amira telah keluar dari Rumah utama dengan mengenakan pakaian yang sangat rapi. Dan betapa terkejutnya, Ia saat melihat Raihan sudah menunggu dirinya dengan duduk di kap sebuah mobil mewah yang jelas - jelas itu bukanlah miliknya ataupun juga milik Farel.
"Raihan, kamu ngapain sih,"
"Kamu itu harus istirahat tau, Raihan,"
"Dan darimana lagi kamu dapatkan mobilmu ini,"
"Aku kan Bodyguard kamu Amira jadi udah tugasku untuk menjaga dan melindungimu setiap saat dan setiap waktu.
"Dan kalau soal mobil ini, aku tadi menyuruh Michael mengantarkannya kesini dan mobil ini khusus aku beli memang untuk mengantarkanmu kemana saja ratuku,"
"Raihan kamu jangan terlalu berlebihan deh sekarang kamu kembali ke Rumah Pavilliun dan istirahatlah,"
"Amira kamu itu berhutang nyawa padaku karena kamu sudah membuatku celaka dua kali dan salah satunya adalah....,"
"Oke, oke, iya ya kita berangkat sekarang ya Pak Raihan,"
"Siap Bu Amira," Ucap Raihan sambil tersenyum.
Mereka berdua pun masuk ke dalam mobil dan setelah itu, Raihan pun langsung mengendarai mobilnya menuju ke Perusahaan Amira.
Di dalam perjalanan, Raihan membuka atap mobilnya.
"Amira sekarang kamu berdiri lah dan berteriak sekencang - kencangnya,"
"Terserah kamu mau teriak apa aja pokoknya lepaskan semua keluh kesah di hatimu,"
"Untuk apa sih kayak gitu, Raihan,"
"Biar hati kamu lega, Amira,"
"Aku tau beberapa hari ini kamu punya banyak sekali masalah dengan Farel,"
"Lakukanlah kata - kataku, pasti hatimu akan langsung lega nantinya,"
Amira pun mengikuti perkataan Raihan dengan berdiri dan berteriak sekencang - kencang sementara itu Raihan mengurangi kecepatan mobilnya agar Amira tidak terjatuh.
"Ayo teriak Amira,"
"Aaaaahhhhhhh," Teriak Amira.
"Dasar suami pengkhianat kamu Farel," Teriak Amira kembali.
"Terus Amira keluarkan semua keluh kesahmu,"
"Untukmu Hana semoga karma itu nyata. Dasar sahabat berwujud wanita ular kamu Hana," Teriak Amira kembali.
"Dan untuk kamu Mama Sinta, jangan terus menyalahkanku jika aku tidak bisa memberikanmu cucu. Kenapa kamu tidak tanyakan saja pada anakmu itu," Teriak Amira kembali.
"Pokoknya aku akan membalas kalian semua, kalian harus ingat itu," Teriak Amira kembali.
"Bagaimana, Amira,"
"Seru sekali Raihan," Ucap Amira sambil tertawa bahagia.
"Tapi heran kenapa jalanan ini sepi sekali biasanya jalanan ini sangat ramai hingga menimbulkan kemacetan,"
"Itu karena aku yang sudah menyuruh Michael untuk mengosongkan jalanan ini,"
"Jadi tidak ada yang boleh lewat di jalanan ini kecuali mobilku,"
"Hah memang bisa, Raihan,"
"Bisa dong apa coba yang gak bisa di lakukan oleh seorang Raihan Mahendra,"
"Hebat kamu, Raihan,"
Raihan pun tersenyum kepada Amira begitu juga dengan Amira.
"Pegangan Amira aku akan menaikkan kecepatan mobil ini,"
Amira pun langsung berpegangan pada bagian kaca depan mobil dan ia pun sangat menikmati setiap hebusan angin yang mengenai wajahnya.
"Aku senang bisa membuat Amira tersenyum lepas seperti ini," Pinta Raihan dalam hatinya.
...*******************...
Sesampainya di Perusahaan Amira, Amira pun langsung turun dari mobil dan langsung bergegas masuk ke dalam perusahaannya karena memang ada meeting penting yang harus ia hadiri. Setelah Amira turun dari mobil, Raihan pun langsung mengendarai mobilnya meninggalkan perusahaan Amira.
...****************...
Mobil Raihan sampai di depan rumahnya, pintu gerbang rumahnya pun langsung terbuka. Raihan langsung mengendarai mobilnya masuk ke dalam Garasi. Di dalam Garasi Miliknya, terlihat banyak sekali mobil mewah milik Raihan yang terparkir disana. Setelah memakirkan mobilnya di dalam Garasi, Raihan pun langsung turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam Rumahnya.
Di dalam Rumahnya sudah banyak sekali pelayan yang menyambut kedatangan Raihan dan di hadapannya sudan berdiri Michael yang siap melayaninya.
"Selamat pagi, Pak Raihan,"
"Ada yang bisa saya bantu, pak,"
"Michael saya mau marah sama kamu kenapa kamu tidak menjemput saya dan kamu membiarkan Amira menyetir mobil sendiri,"
"Maaf, pak. Saya tidak bisa menolak permintaan dari Bu Amira,"
"Lain kali kamu harus lebih tega lagi pada Amira, Michael,"
"Baik, Pak,"
Raihan pun berjalan melewati Michael dan langsung berjalan menuju ke kamarnya. sesampainya di dalan kamarnya, Raihan langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu. Setelah itu, ia masuk ke ruang wardrobe miliknya. Di dalam ruang wardrobe itu, terdapat banyak sekali pakaian, sepatu, jam dan barang - barang branded milik Raihan lainnya.
Ia mengenakan pakaiannya seperti biasa, seperti Raihan yang merupakan seorang pengusaha muda sukses. Setelah berpakaian sangat rapi, Raihan kembali ke Garasi mobil miliknya dan kali ini Raihan menggunakan mobil warna hitan yang menjadi favoritenya. Ia pun langsung masuk ke dalam mobil itu dan langsung mengendarai mobilnya keluar dari Garasi.
Para satpam rumahnya yang mengetahui mobil Raihan telah keluar dari Garasi pun langsung membukakan pintu gerbang untuk Raihan dan setelah pintu gerbang terbuka, Raihan pun langsung mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju ke suatu tempat.
"Hallo Readers, ini adalah novel pertama author. Mohon maaf kalau ada typo dan kesalahan yang lainnya. Berikan like dan pilih episode favorite kalian, dukungan kalian sangat berarti untuk melanjutkan Novel ini"
Terima Kasih🥰🤗🤩