fatimah azzahra yang kerap di panggil fafa atau patimah oleh teman dekat maupun orang lain. fatimah sudah 3 tahun nikah bersama Hengki Affandi.dari pernikahan itu belum juga mendapatkan seorang pun anak sampai ia di usir oleh suaminya.
beberapa tahun hengki dan fatimah berpisah dan gak pernah ketemu,di suatu hari hengki bertemu dengan fatimah dan kedua anak kembar fatimah dari pernikahan mereka.
apa kelanjutannya baca ajah yah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ridwan jujun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Extra_Part_End
Pernikahan Fatimah dan Ali kini sudah menginjak usia 5 tahun kurang. Keharmonisan tetap tercipta dari keluarga kecil itu. Apalagi ditambah dengan gadis kecil di rumah itu yang selalu membuat suasana semakin hangat.
"Ummi, dimana kaus kaki rai yang ada di meja ruang tamu?!" teriak Raikal yang saat ini sedang mencari-cari kaus kakinya yang entah melayang kemana.
"Ummm topi iyyan dimana? Tadi masih berada di kasur?!" Rayyan ikut berteriak, karena 1 jam lagi kelasnya akan dimulai. Sedangkan topi kesayangannya tidak ketemu.
Begitulah setiap pagi, siang maupun sore suasana di kediaman Fatimah. Ada-ada saja yang hilang dari ke-dua putra kembarnya itu. Entah itu kaus kaki, topi, bahkan buku pelajaran mereka. Fatimah sebenarnya sudah bosan mendengar teriakan yang memekakkan telinganya itu, tapi apa boleh buat jika gadis kecilnya itu sangat jahil kepada ke-dua Abangnya.
Zita Putri Ali, nama yang diberi sendiri oleh Ali untuk putri tercintanya itu, saat anak itu baru lahir. Kini usia putrinya itu sudah menginjak 4 tahun kurang. Ia tumbuh menjadi gadis kecil yang cantik dan sangat jahil kepada kedua Abangnya.
"Coba Abang tanya sama Zita," teriak Fatimah dari dapur. Karena saat ini Fatimah sedang membuat sarapan pagi untuk semua keluarganya.
Diam? Ya hanya itu satu kata yang tercipta. Kedua putra Fatimah sepertinya sudah mengikuti ucapan sang ibu untuk mencari gadis kecil nan jahil itu. Mereka mengelilingi rumah guna mencari keberadaan gadis kecil itu.
"Zita, kamu dimana Sayang, abang mau pergi kuliah nih, nanti abang telat gimana coba?" Raiyyan memanggil gadis kecil jahilnya itu dengan sedikit membentak. Tak ada suara sahutan yang menanggapi ucapan Raiyyan.
"Kesayangan abang, Zita mau nggak abang kasih permen lolipop?" Perkataan itu keluar dari mulut Raikal yang memang sedang memegang satu buah permen lolipop kesukaan gadis kecilnya. Raikal menyimpan begitu banyak permen lolipop di dalam kamarnya untuk jaga-jaga jika gadis kecilnya membuat ulah.
"Benalkah Abang?" Gadis itu tiba-tiba sudah berdiri di belakang Raikal yang membuat pemuda itu terkejut dengan kehadiran gadisnya yang secara tiba-tiba.
"Iya, Zita mau tidak?" tanyanya menyodorkan permen lolipop itu ke arah Zita.
Gadis kecil itu dengan semangat menganggukkan kepalanya dan mengambil permen itu, tapi belum sampai tangan mungil itu Raikal sudah menarik kembali tangannya. "Mana dulu kaus kaki abang?"
Zita mengambil kaus kaki serta topi yang ia simpan di dalam bajunya kepada Raikal, lalu mengambil permen itu dari tangan Raikal dan berlari menuju dapur tempat sang ibu. Raikal memberikan topi kepada adik kembarnya, lalu mereka berdua hanya menggeleng kepala melihat tingkah lucu gadis kecil mereka.
Raikal dan Rayyan ikut menyusul Zita yang telah dulu pergi ke dapur. Terlihat gadis kecil itu sedang duduk di meja makan sambil memakan permen kesukaannya dengan nikmat. Bahkan ia tidak protes sedikitpun saat kedua Abang kembarnya menciumi dirinya. Padahal ia sudah susah dalam memakan permennya.
Fatimah menghidangkan sarapan pagi ini dengan dibantu kedua putranya. Nasi goreng yang menjadi sarapan pagi mereka sudah tersedia di atas meja. Semua anak-anak Fatimah sudah duduk di kursi mereka masing-masing termasuk Fatimah. Hanya satu orang yang akan mereka tunggu, siapa lagi jika bukan kepala keluarga rumah itu.
Derap langkah kaki sudah mulai mendekat. "Selamat pagi para kesayangan abi," sapa Ali berjalan ke arah istrinya guna mencium kening serta ke-dua pipi kekasih halalnya itu. Dilanjutkan dengan ke-tiga buah hati tercintanya.
Beginilah setiap pagi Ali kepada keluarga kecilnya. Ia tidak pernah membedakan antara anak kandung dan anak tiri. Bagi Ali semua anaknya sama.
Mereka makan dengan diam hanya dentingan sendok dan garpu yang menghiasi meja makan pagi ini. Hidangan yang menurut seluruh keluarga itu hidangan paling lezat yang mereka makan. Mereka tidak bohong memang nyata jika masakan Fatimah sangatlah enak.
Di rumah itu hanya ada Fatimah dan keluarga kecilnya. Karena Sinta dan Santi hanya pulang ke rumah jika suami mereka tidak sibuk bekerja. Mereka berdua mengikuti kemana suami mereka pergi. Baik itu keluar negeri maupun keluar kota. Mereka sangat setia dengan lelaki yang sudah berani menghalalkan mereka tanpa diajak yang namanya pacaran.
Sedangkan Ibu Hilda sudah meninggal saat usia Zita baru menginjak 2 tahun. Keluarga itu dirundung rasa sedih saat itu. Kenapa tidak, orang yang sudah mereka anggap sebagai Ibu dan Nenek itu sudah pergi meninggalkan mereka untuk selama-lamanya.
Fatimah menatap satu persatu wajah penyemangat dirinya. Mulai lelaki halalnya hingga berakhir pada gadis kecilnya itu. Fatimah tidak pernah menayangkan jika ia akan mendapatkan kebahagiaan tiada tara seperti ini. Dulu ia berfikir jika dia akan hidup bertiga dengan ke-dua putranya. Tapi apa boleh buat jika skenario Allah mengatakan hal lain. Maka Fatimah hanya bisa menerima dengan ikhlas dan rasa syukur.
END
Rezki, umur, dan maut kita tidak pernah tau. Meski kita pernah menjalin sebuah hubungan serius dengan seseorang yang sudah kita labuhkan perasaan kepadanya, tidak akan pernah menjamin jika kita akan tetap bersamanya hingga jannah. Jadi kita sebagai hamba Allah harus bersyukur dengan apa yang sudah ditakdirkan untuk kita. Jangan pernah marah atas apa yang ditakdirkan. Karena kita harus yakin bahwasanya dibalik rasa sedih yang pernah tercipta akan ada masa bahagia yang akan kita terima diakhir nanti. Jadi intinya itu kita harus ikhlas dan syukur.
walaupun singkat tapi mantap sekali 👍👍
teruslah berkarya dan sehat selalu 😘😘
makasih banyak kak thor 😘❤️