Cinta, gadis yang berusia 18 tahun, jatuh cinta pada pria dewasa yang sudah merawat dirinya dari usia 7 tahun.
Dimas, pria dewasa berusia 40 tahun, juga memiliki perasaan yang sama dengan Cinta, anak yang telah diasuhnya sendiri selama 11 tahun ini.
Apakah kisah cinta mereka bisa menyatu dan berlabuh ke pernikahan ?
Ini revisi dari novel yang sudah terbit sebelumnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
35. Omku Suamiku Part. 34
Sepulang kedua temannya, Cinta bermaksud menemui suaminya kembali, tapi ia ragu, takut mengganggu suaminya yang sedang sibuk, akhirnya ia memutuskan istirahat di kamar, tak perlu menunggu lama ,ia sudah terlelap.
keluar dari ruang kerjanya, Dimas melongok kelantai bawah ,
Sepertinya , sudah pada pulang . Gumamnya pada diri sendiri.
dibukanya pintu kamar, dilihatnya Cinta sudah terlelap, Dimas memilih turun kebawah.
" Mbok , ntar kalau Cinta bangun dan nyariin saya, bilang saya ke Gym, ya " pesannya pada mbok Nah yang sedang menyiram bunga.
Mbok Nah mengiyakan.
Sementara itu di taman kota,
Semua aneka fasilitas yang disediakan oleh Pemko setempat bisa dinikmati oleh semua lapisan masyarakat, ada arena bermain buat anak anak, area bermain dikelilingi bangku bangku yang memanjang mengintarinya, diperuntukkan bagi orang tua yang menunggu buah hati mereka bermain.
Ada juga jalanan dari bebatuan yang disusun sedemikian rupa untuk terapi akufuntur pada talapak kaki, dan di sebelahnya, area yang lebih luas diantara tanaman hias diperuntukan buat yang ingin berjalan kaki atau berlari .
Seorang gadis memakai tshirt putih dan celana olah raga warna abu berlari dengan semangat, walaupun napasnya sudah ngos ngos-ngosan. Ia memakai topi yang menutupi kepalanya, rambutnya yang diikat, dikeluarkan dibelakang topinya.
larinya terhenti begitu menyadari dari ekor matanya melihat seseorang yang dikenalnya.
Memakai setelan hoddie warna abu dan jangan lupakan kacamata hitam yang bertengger dihidungnya yang mancung, manambah nilai ketampanannya.
Hoodie-nya Pak Gun ? Pakai warna abu abu terus, atau punya selusin ?
" Selamat sore Pak " katanya mensejajarkan langkah kakinya.
Lelaki itu menghentikan langkah kakinya ,mengingat ingat siapa gadis muda ini.
" Dunia ini begitu luasnya, tetapi kenapa bisa bertemu kamu lagi " ucapnya begitu ingat siapa gadis itu.
" Berarti kita jodoh " katanya mengedipkan sebelah matanya genit.
" Mata kamu kenapa ? kelilipan ? "
Mengerucutkan bibirnya" Idih Bapak ? jangan sok lugu dech ! "
" Itu gak sopan tau ? Lagi pula gak pantes seorang gadis menggoda pria duluan "
" Ua kalau gak pantes, Bapak saja yang menggoda saya, bagaimana ? " Ia terbahak .
" Hah ? " Lelaki itu terbengong ,gak tahu mau ngomong apa lagi pada gadis rusuh seperti ini, akhirnya ia memilih duduk di bangku panjang yang berjajar dengan jarak tiga puluh meter dari bangku yang satu kebangku yang lainnya, gadis itu mengikuti dan duduk disampingnya .
" Kenapa kamu mengikuti saya ? " tanyanya tanpa memandang ke lawan bicaranya m
" Bapak sendirian, saya juga, 'kan lebih baik kita bersama, berdua lebih baik dari pada sendirian, bukan ?"
Lelaki itu hanya bisa menggelengkan kepalanya.
" Kamu sering joging disini ? "
" Lumayan sering Pak, apa lagi kalau saya lagi galau " ucapnya terkekeh
" Bisa saja kamu " Lalu ia bangkit dari duduknya terus melangkah ke arah dimana mobilnya diparkir.
wanita itu terus mengikutinya dari belakang .
Sebelum ia membuka pintu mobil ,ia berpaling " Kenapa kamu mengikuti saya terus ? "
Gadis itu terkekeh " saya ikut numpang di mobil Bapak, boleh ya ! "
" Gak bisa ! " Tolaknya tegas .
" Bapak tega bange , lihatlah ! hari sudah mulai gelap "
" Bukan urusan saya "
" Gak bisa Pak , pasti akan menjadi urusan bapak , kalau saya diculik terus diperkosa setelah itu dibunuh , mayatnya dibuang di selokan , akan muncul berita dikoran dengan tulisan besar, SEORANG GADIS CANTIK DICULIK ,DIPERKOSA , DAN DIBUNUH KARENA TIDAK DIBERI TUMPANGAN OLEH SEORANG PENGAJAR. BERINISIAL....."
Gadis itu belum menyelesaikan ucapannya sudah di potong " Husss....Kamu ngomong yang enggak enggak , sudah naik ! "
Wanita itu berlari dengan riang mengintari badan mobil dan duduk dikursi depan samping pengemudi.
Gadis yang tidak punya malu itu menunjukkan alamat rumahnya , begitu sampai sebelum tangannya meraih handle pintu, ia masih sempat berucap
" Terimakasih atas tumpangannya ya Pak , dan mengantarkan saya dengan selamat sampai tujuan "
Lelaki itu cuma diam .
Sebelum menutup pintu mobi, bibirnya gak bisa diam " Pak , nama saya Maya, Pak , Bapak jangan lupa ! " Ujarnya dengan senyum manis .
...*****...
" Bie ...Ntar jam istirahat, temani Cinta makan bakso setan dikampus ya ! " ucapnya memecah kesunyian di dalam kabin mobil.
Dimas menoleh kesamping kiri memandang istrinya " Kedua teman kamu gak masuk hari ini ? "
" Gak ada hubungannya dengan mereka berdua Bie, Cinta pengen makan bakso berdua sama kamu , setelah selesai makan bakso, kita ke ujung kampus sebelah barat , diujung jalan itu ada penjual rujak uleg , nah kita kesana Bie " Mulutnya sudah berkelamut membayangkan apa saja makanan yang akan disantapnya nanti.
Dimas menelan salivanya membayangkan kedua jenis makanan yang mengakibatkan perutnya mendadak terasa mulas,baru membayangkannya saja perutnya sudah bergejolak .
" Bie , kamu gak mau nemani Cinta ? " tanyanya dengan wajah yang sudah terlihat sedih .
" Hemm ... bagaimana kalau aku meminta tolong seseorang membelikan kedua jenis makanan yang kamu bilang tadi , dan kita makannya diruanganku saja " usul Dimas .
" Memangnya ayah dari bayi dikandungan Cinta ini ,anak seseorang yang kamu sebutkan tadi ? bukan anak kamu Bie ? " ucap Cinta sewot.
Glek.
Dimas kembali menelan salivanya dengan susah payah.
Oh,jadi ceritanya ,dia sedang mengidam.
" Oke oke, kita lakukan apa yang kamu mau nanti siang ya " Dimas membujuk.
" Benarkah ?" wajah Cinta langsung berbinar .
Dimas tersenyum mengangguk .
Tepat di jam istirahat,
Cinta sudah berada di depan ruangan Dimas, begitu melihat istrinya, Dimas bergegas menghampiri, mereka berdua berjalan beriringan menuju ke kantin, di tengah lorong menuju keluar, keduanya berpapasan dengan Gunawan yang melangkah menuju ruangannya.
" Mau kemana ? tumben ,gak bosen apa dirumah ketemu, dikampus juga nempel terus " Gunawan mencibir menggoda .
" Damn, makanya jangan jadi bujang lapuk, andai satu hari ada dua puluh lima jam, selama itu juga kami akan selalu melekat , karena bersama seseorang yang kita cintai , hidup ini serasa indah " ucap Dimas memanasi .
" Huek "
Gunawan pura pura muntah.
Ditinjunya bahu Gunawan pelan " Aku merayu istriku sendiri , bukan merayu dirimu "
" Sudah, ntar kalau didengar sama yang lain gak enak " ujar Cinta menggeret lengan suaminya menjauh.
" Eh tunggu ! kalian mau kemana ? " tanya Gunawan penasaran, karena kalau pulang , tidak mungkin, setahunya Dimas masih ada jadwal kelas.
" Kenapa ? Mau ikut ? Enggak enggak " ucap Dimas berlalu sambil melambaikan tangannya.
Sesampainya dikantin suasana begitu ramainya, suara tawa, teriakan pesanan yang beragam, dentingan sendok dan garpu yang beradu dengan mangkuk atau piring, itulah suanana salah satu kantin dikampus pada umumnya.
Begitu melihat sosok Dimas yang diam mematung, petugas kantin segera menghampirinya dan mencarikan tempat duduk yang ternyaman yang ada dikantinnya.
Cinta memesan makanan yang diinginkannya.
Semangkuk bakso setan yang diidamnya sedari pagi berada dihadapannya ,matanya berbinar menatap, diberinya kecap dan saos serta sambal yang lumayan banyak, dilihat dari warna serta aromanya saja ,sudah bisa ditebak kalau rasanya pasti pedas sekali.
Cinta mengambil sesendok dan menyodorkannya kearah Dimas, dahi Dimas mengernyit, kepalanya menoleh ke kanan dan kekiri, melihat situasi kantin, dilihatnya beberapa orang memperhatikannya. Beberapa mahasiswa atau mahasiswi yang beradu pandangan padanya cepat mengalihkan matanya.
Tidak jauh dari mereka , Clara, Maya dan Andra, memperhatikan keduanya dengan mulut menganga.
Dimas hanya menghela napas.
" Bie, tangan Cinta sudah capek nich " ucapnya protes karena tangannya masih menggantung diudara di depan mulut Dimas .
" Sayaaanggg, yang mau bakso ini kamu , bukan aku " Dimas menekan suaranya.
" Cinta lagi gak kepengen, Cinta mau kamu yang makan baksonya, Bie "
Mulut Dimas masih terkunci,bkali ini Dimas malu dengan tingkah absurd Cinta.
Mungkin ini yang Cinta rasakan saat aku memperlakukan dirinya terlalu posesif .
Menganggap semua yang ada dikantin adalah makhluk astral yang tak kasat mata, akhirnya Dimas membuka mulutnya.
Sebutir bakso dengan rasa yang super pedas memasuki mulutnya, telinga Dimas berdenging karena efek super pedas yang melewati tenggorokan, telinga dan wajahnya Semerah tomat, keringat langsung bercucuran dari pelipisnya.
Cinta terus menyuapinya sampai bakso didalam mangkuk habis tidak bersisa, senyum kepuasan terus terukir di bibir manis Cinta.
...******...
...🌻🌻🌻🌻🌻...
suka bnget sama ceritanya 😍😍😍😍