NovelToon NovelToon
Sekeping Asa Dalam Sebuah Rasa

Sekeping Asa Dalam Sebuah Rasa

Status: tamat
Genre:Contest / Cintamanis / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa / Tamat
Popularitas:320.5k
Nilai: 5
Nama Author: Gresya Salsabila

Salsabylla Dela Vinci, wanita keturunan Indo-Prancis, memutuskan untuk melabuhkan hatinya pada Ghani Alghibrani, lelaki bijak yang hidup dalam kesederhanaan.
Lelaki itu datang di saat Bylla sedang rapuh. Sikapnya yang tulus berhasil meluluhkan hati Bylla.

Namun, belum sempat mereka menjalin cinta, keadaan memaksa Ghani untuk pergi. Ia meninggalkan Bylla demi merintis karier.
Seiring waktu yang terus berjalan, Ghani berhasil menjadi bintang, banyak yang mengagumi dan bahkan mengidolakan.

Jurang terjal mulai terbentang di antara mereka, kedudukan yang setara malah membuat keduanya berada di titik terjauh. Ketika tak ada lagi jalan untuk bersama, sedangkan hati masih menyimpan rasa yang senada, keduanya hanya menggantungkan asa pada takdir dan kuasa Tuhan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gresya Salsabila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Reymond

Waktu begitu cepat berlalu. Tiga bulan sudah Ghani merintis kariernya di Jakarta. Sejauh ini tidak ada hambatan dalam pekerjaannya, peluncuran album ketiga berjalan dengan lancar.

Kehadirannya diterima baik oleh publik, dalam waktu singkat ia telah memiliki banyak penggemar. Beberapa diantara mereka banyak yang mendukung hubungannya dengan Evelyn. Dan sampai sejauh ini, Ghani dan Evelyn masih berpura-pura menjadi pasangan. Bahkan di album ketiga milik Batas, mayoritas modelnya adalah Evelyn.

Taraf hidup Ghani mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Anak-anak asuhnya mulai mengenyam pendidikan secara wajar, kendati demikian, Arron masih tetap membanting tulang untuk mereka.

Kini Ghani memiliki ponsel pribadi, tak terkecuali ia juga membelikannya untuk Arron. Meskipun bukan ponsel mewah, tapi setidaknya cukup memadai untuk digunakan berkomunikasi.

Selain itu, Ghani juga menyuruh Arron untuk mengurus ATM, untuk memudahkannya dalam mengirim uang.

Di sisi lain, kesehatan Bylla juga cukup membaik. Berkat dokter yang didatangkan dari Paris, ia kini tak bergantung lagi pada kursi rodanya. Meskipun belum sembuh seperti sedia kala, tapi Bylla sudah bisa berjalan dengan menggunakan alat penyangga.

Hubungannya dengan Ghani juga semakin membaik. Lelaki itu tak pernah lupa meneleponnya setiap malam, sebelum mereka mengarungi dunia mimpi. Bylla mulai mengerti dengan posisi Ghani. Perlahan ia mampu menepis rasa cemburunya terhadap Evelyn.

Harapan sembuh yang semakin besar, membuat kepercayaan dirinya kembali bangkit. Ia tak lagi insecure seperti beberapa waktu lalu. Ella dan Kairi sangat bahagia, melihat anak gadisnya kembali semangat seperti sedia kala.

Setelah sembuh total, Bylla mengajak orang tuanya untuk berkunjung ke Paris. Ia ingin berziarah ke makam adiknya, meminta maaf meskipun sudah sangat terlambat.

Ella tak keberatan dengan hal itu, ia berjanji akan mengajak Bylla ke Paris dan membawanya ke makam Mika. Selain itu, ia juga sangat merindukan Menara Eiffel, sebuah tempat yang menjadi awal kisah cintanya bersama Kairi (yang tertarik dengan kisah Ella dan Kairi, silakan baca novel Tentang Rasa)

Sore ini, setelah menjalani terapi rutin yang dilakukan setiap hari, Bylla pergi jalan-jalan bersama orang tuanya. Baru kemarin Kairi tiba di rumah, setelah mengurus beberapa pekerjaan di Paris. Dan sekarang, dia mengajak anak istrinya pergi berbelanja.

Mobil yang dikemudikan Kairi berhenti tepat di depan pusat perbelanjaan. Ia melepas sabuk pengamannya, dan bergegas turun dari mobil, ia membukakan pintu untuk Bylla yang duduk di bangku belakang.

"Pelan-pelan Bylla," kata Kairi sambil membantu Bylla turun dari mobil.

"Terima kasih Pa," ucap Bylla sambil tersenyum bahagia.

Bylla menoleh ke kanan dan ke kiri, menatap sekelilingnya. Lalu ia semakin melebarkan senyumannya, sudah sangat lama ia tidak datang ke pusat keramaian seperti ini.

"Aku sangat senang Pa, di rumah terus rasanya sangat bosan," kata Bylla seraya menyelipkan rambutnya ke belakang telinga.

"Keadaanmu sudah membaik Bylla, besok-besok kalau merasa bosan pergi saja, kan ada Mama, ada Oma, Opa, dan ada supir juga. Ajak mereka untuk menemani kamu, pasti mau," jawab Kairi sambil menatap anaknya.

"Tapi maunya sama Mama dan Papa," ucap Bylla dengan nada yang manja.

"Ya sudah Papa di sini saja menemani kamu, tapi kalau nanti uangnya habis jangan komen ya," sindir Kairi sambil menaikkan kedua alisnya.

"Kan ada Om Dani di sana, suruh dia yang bekerja, biar uangnya tetap mengalir," jawab Bylla sambil tertawa.

"Ada beberapa hal yang harus dikerjakan Papa sendiri Bylla, tidak semua urusan bisa diwakilkan. Kehadiran Mama masih kurang, ya?" goda Ella sambil menatap anak gadisnya.

"Mama, aku cuma bercanda." Sahut Bylla.

"Ya sudah ayo masuk, keburu tutup nanti," ajak Kairi sambil melangkahkan kakinya.

"Pa, ini masih sore, nggak mungkin tutup!" teriak Bylla sembari menatap punggung ayahnya.

Ella tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepala. Kairi sangat senang menggoda anaknya, meskipun ia sudah menjadi ayah, dan mungkin tidak lama lagi juga menjadi kakek, namun terkadang sikapnya masih kekanak-kanakan. Terlebih lagi jika bersama sang istri, dari dulu sampai sekarang sikapnya tidak pernah berubah.

Mereka bertiga masuk bersama ke dalam pusat perbelanjaan. Kairi berjalan di depan, sedangkan Ella berjalan di belakang bersama Bylla.

Tak lama kemudian, mereka mulai memilih beberapa pakaian, ada kemeja, celana, dress, dan juga baju santai. Selain itu, mereka juga melihat-lihat tas dan sepatu.

"Ma!" panggil Bylla, kala itu ibunya sedang sibuk memilihkan sepatu untuk ayahnya.

"Iya Nak, ada apa?" tanya Ella sambil menoleh.

"Aku ke toilet dulu ya Ma," ucap Bylla.

"Ayo Mama antar, biar Papa menunggu di sini," kata Ella sambil meletakkan sepatu yang dipegangnya.

"Tidak usah Ma, aku bisa sendiri. Toiletnya dekat kok," ucap Bylla sambil tersenyum.

"Bylla, biarkan Mama menemanimu," sahut Kairi seraya menatap Bylla.

"Tida usah Pa, toiletnya dekat kok. Mama dan Papa tunggu di sini saja, belum selesai kan milih sepatunya," jawab Bylla.

"Kamu yakin mau pergi sendiri?" tanya Ella sembari menilik wajah anaknya.

"Yakin Ma, ya sudah aku pergi dulu ya," kata Bylla sambil melangkah pergi, meninggalkan kedua orang tuanya.

Ella dan Kairi menatap punggung Bylla yang berjalan semakin menjauh. Langkahnya masih tertatih-tatih, tapi semakin hari semakin ada kemajuan.

"Dia adalah wanita yang tegar, dan juga mandiri, sama seperti kamu," ucap Kairi sambil merangkul bahu Ella.

"Seperti kamu juga," jawab Ella sambil tersenyum lebar.

"Begitukah?"

"Iya. Kamu tahu, sekarang aku sangat senang, Bylla sudah bangkit dari keterpurukannya. Semoga ini menjadi awal yang baik untuk masa depannya." Kata Ella dengan penuh harap.

"Amiinn."

Sementara itu, Bylla berjalan menuju ke kamar mandi. Dengan bantuan alat penyangga, ia lebih mudah menggerakkan kakinya.

Ketika tiba di depan pintu kamar mandi, Bylla tersentak kaget, bahkan ia sampai menghentikan langkahnya. Jantung Bylla berdetak cepat, amarah dan kecewa perlahan menyeruak dalam relung hatinya.

Lelaki yang pernah membawanya terbang ke langit tinggi, lalu menghempaskannya ke dasar bumi. Kini sosok itu menjelma di hadapannya. Lengannya yang dulu selalu merengkuhnya, kini digenggam mesra oleh wanita lain, wanita yang pernah menjadi sahabat dekatnya.

"Reymond, Sania, kenapa aku harus bertemu dengan mereka," batin Bylla sambil memalingkan wajahnya. Kendati hatinya telah berbelok arah kepada Ghani, namun rasa kecewa itu jelas masih ada.

"Bylla, bagaimana kabar kamu?" tanya Sania dengan santainya. Seolah tidak pernah terjadi apa-apa diantara keduanya.

"Sangat baik." Jawab Bylla dengan nada datar.

"Kami juga baik. Lihat Bylla, sudah ada nyawa yang bersemayam dalam rahimku," kata Sania sambil tersenyum, seraya mengusap perutnya yang sedikit membuncit.

"Oh hamil, selamat deh." Ucap Bylla lagi-lagi dengan nada datar.

"Byl...Bylla, kamu, kamu bisa berjalan?" tanya Reymond dengan sedikit gugup. Matanya menatap lekat ke arah kaki Bylla yang menapak di lantai.

Reymond berpikir keras, menurut perkiraan dokter, butuh waktu yang sangat lama untuk menyembuhkan kaki Bylla. Paling cepat tiga tahun, dan paling lama lebih dari lima tahun. Tapi sekarang, Bylla sudah bisa berjalan, meskipun masih menggunakan alat bantu. Besar kemungkinan, Bylla akan kembali normal dalam beberapa bulan ke depan. Itu artinya tidak sampai setahun pengobatan, ia sudah sembuh. Kenapa bisa seperti ini?

"Kenap Rey? Kamu tidak suka, ya?" tanya Bylla dengan diiringi senyuman, namun kilatan matanya terlihat sangat tajam.

"Bu...bukan begitu, maksudku, maksudku___"

"Kenapa gugup, kamu tidak menyesal kan Rey dengan keputusanmu?" tanya Bylla sambil melirik Sania.

Wanita itu membuang muka, terlihat jelas jika ia sangat kesal dengan Bylla.

"Sepertinya kamu sedikit kurusan, kamu baik-baik saja kan, Rey? Kamu bahagia kan dengan kehidupan kamu?" tanya Bylla sambil menatap Reymond lekat-lekat.

Lelaki itu semakin salah tingkah, bahkan ia gelagapan saat menjawab pertanyaan Bylla.

"Aku, aku, aku___"

"Ayo kita pergi Rey, masih banyak yang harus kita beli. Maaf Bylla, kami buru-buru!" sahut Sania dengan cepat, seraya menarik tangan Reymond, dan mengajaknya pergi meninggalkan Bylla.

Bylla tersenyum lebar, ia merasa puas karena berhasil membuat Sania cemburu. Namun senyuman itu memudar, ketika Reymond melangkah tepat di sebelahnya. Reymond membisikkan sesuatu sebelum berlalu pergi. Sesuatu yang berhasil membuat tubuh Bylla terpaku.

Bersambung...

1
S IE YU
bagai mana dengan kbr andra?
gaby
Halah Melani omong doang, nyatain cinta tapi Ghani beli soto mbayar, kasih gratis dong kalo emang cinta. Lagian kan itung2 amal sm anak2 terlantar di panti. Melani pelit, pantesnya pny jodoh org pelit jg.
MFay
ayo berakhir bahagia semua Thor
Lulu Nais
thor,,semua karyamu sudah aku baca..ad brp yg ku baca membuatku menangis..
karya mu thor lain dari yg lain.keren n bgus😘😘😘😘
IG👉Salsabilagresya: Terima kasih banyak kakak🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
Dewi Sariyanti
sebenernya reymond itu baik, dasarnya aja kena pengaruh orang tua yg jahat
Dewi Sariyanti
Kamu kan nyarinya yg fisiknya sempurna rey, udah dapet kan plus dapet bonus anaknya 😁
Dewi Sariyanti
pasti cuplikan yg awal itu pas ghani hilang kabar, bylla mau nikah sama ruben
Dewi Sariyanti
Aq gemes bgt pengen nonjok reymond. Dr awal waktu muncul sania pas jemput bylla yg mau pesta ulang tahun, aq kyak udah ada firasat, sania ini sahabat yg bakal menghianati bylla, ternyata benar kan.
Dewi Sariyanti
Si mika ini egois dan bermuka dua, di depan orang tua bilang takut kakaknya khawatir, tp dlm hati sebenarnya gk mau kalo kakaknya ada kasih sayang orang tua di bagi, ya namanya sama2 anaknya ya harusnya adil, bylla anaknya mama papa mu jg kok mika.
Dewi Sariyanti
Aku rasa si mika ini punya penyakit parah, trus ngelarang orang tua nya buat kasih tau bylla.
Jong Nyuk Tjen
terimakasih thor , bnyk kalimat2 yg sangat bermakna d bab ini .
Jong Nyuk Tjen
ceritanya bagus thor , beda am cerita yang lain. Biasanya yg tajir itu s cowok tp kali ini yg tajir s cewekny .
Jong Nyuk Tjen
tlng tny thor , buku2 ny ad d NT ga ya ?
IG👉Salsabilagresya: nggak ada kak, hanya ada buku cetaknya aja. Kapan hari ada beberapa sampel bab di sini, tapi sekarang udah kuhapus
total 1 replies
Rini Haryati
keren dan mantap
Bundanya Robby
mampir ya Thor semangat 💪💪💪
IG👉Salsabilagresya: mkasih banyak kakak
total 1 replies
Mega
haisss,,, maaf thor aku jd ngk suka sm tokoh utama perempuannya,kesannya kayak perempuan gampangan,gampang bgt pindah2 ke hati laki2,apa segitu ngk lakunya atau gimana ya,perempuan itu HARUS punya rasa gensi dan egois walau pun dikit,tp di sini ngk ada sama se x,yg ada mlh kayak ngk laku jd mau sm laki ini sm laki itu,,, haisssss,,,,
Mega
mika org yg tdk mau bersyukur,begitu banyak yg menyayangi dia,tp dia berfikir picik,pengen semua di ambil tp ngk sadar diri,maaf bukan mendoa kan tp kl udh tau dia punya penyakit buat apa di bikin kacau semua,,,, pdhl mereka pd sayang sm mika tp kelakuannya tdk sadar,,, dgn berbuat bgni yg ada malah bencu karna sengaja memisah kan kasih sayang org2 terdekat dia,,,,
🌻Ruby Kejora
Sukses ya buat kk😍... Ga nambah karya baru, kk...
IG👉Salsabilagresya: Terima kasih banyak, Kak. Insha Allah bulan depan, Kak, sekarang masih namatin yg noda
total 1 replies
Siti Fatimah Fatimah
sweet banget 😊😊😊😊
Siti Fatimah Fatimah
bayi impor nih🤭🤭🤭
IG👉Salsabilagresya: hehehe
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!