Amila Pranadja adalah anak ketiga dari pasangan terkenal Amora dan Dion Pranadja. Di usianya yang masih muda, ia harus menangani bisnis hotel keluarganya. Bahkan ia pun sudah mandiri dengan tinggal di salah satu rumah milik keluarganya.
Kesibukan Amila dengan bisnis, membuatnya melupakan masalah pribadinya terutama soal pasangan hingga membuat orang tuanya khawatir.
Suatu saat ia bertemu dengan pria berkebangsaan Inggris bernama Louis. Pria itu adalah teman dari kakak iparnya Veronica Jukler.
Pada pandangan pertama, Louis langsung jatuh cinta pada Amila. Namun tidak dengan wanita itu, ia justru berusaha menjauhi Louis karena tak ingin menjalin hubungan dengan pria berkewarganegaraan asing.
Lika liku cinta mereka akan menjadi hal menarik karena Louis akhirnya berinvestasi pada bisnis Novotel, yang membuatnya harus terus kembali ke Indonesia. Investasi yang Louis lakukan salah satu alasannya adalah Amila.
Akankah cinta mereka terwujud...???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 💞💋😘M!$$ Y0U😘💋💞, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 35
HARI PERNIKAHAN...
Hubungan Louis dan orang tuanya semakin membaik sejak kejadian kemarin. Mereka semakin lebih akrab, bahkan Troy Vuitton terus menceritakan silsilah keturunan Vuitton pada Louis. Banyak sekali keluarganya yang tinggal di Skotlandia. Namun hampir semuanya menjadi musuh bebuyutan orang tuanya karena mendapat seluruh warisan Vuitton untuk Louis.
Kakek Louis yakin kedua orang tuanya bisa menemukannya hingga menyuruh keduanya tetap mencari keberadaan Louis. Jika mereka tak berhasil menemukannya, maka kakeknya lebih senang menyerahkan seluruh hartanya pada panti asuhan.
Hari ini adalah hari yang sangat penting bagi Louis. Wanita yang ia inginkan selama hampir setahun akhirnya akan ia nikahi. Amila Pranadja adalah wanita pilihannya untuk menemaninya seumur hidupnya. Dan tentu saja ia akan memberikan kejutan besar pada wanita itu dengan membawa kedua orang tuanya di hadapan Amila.
Louis bahkan sedang membantu ayahnya memakai dasinya membuat Claire terus tersenyum bahagia melihat kedekatan mereka, padahal sebelumnya Louis terus menolak keberadaan mereka.
"Bagaimana menurutmu, apa aku sudah tampan?" tanya Troy Vuitton.
"Kau tetap saja sudah tua, lihatlah putra kita." jawab Claire sambil tertawa.
"Tentu saja ia tampan, aku kan ayahnya." ujar Troy.
Louis akhirnya melepaskan tawanya. "Aku tampan berkat kalian berdua, jadi jangan berdebat lagi tuan nyonya."
Mereka semua tertawa.
"Sudah saatnya kita berangkat, bu Mini dan pak Sarman juga sudah menunggu kita di depan." kata Louis.
"Dimana Hilton dan Celine?" tanya Claire.
"Mereka langsung ke hotel, mereka akan menjadi chef untuk acara resepsi aku juga." jawab Louis.
"Keluarga Pranadja mengizinkan Hilton ikut berpartisipasi?" tanya Troy.
Louis menganggukkan kepalanya.
"Kau sangat beruntung mendapatkan keluarga seperti mereka." ujar Claire.
"Benar ma... Kalian sudah siap kan memberi kejutan untuk menantu kalian." ujar Louis.
"Tentu saja, bahkan aku benar benar ingin segera bertemu dengannya. Ya Tuhan, secantik apa istri anakku." kata Claire.
"Sangat cantik." jawab Louis seraya tertawa. "Ayo..." ajaknya.
Mereka semua keluar dari rumah. Ternyata Kevin mengirimkan seorang supir untuk membawa mereka. Mereka pun langsung menuju hotel Kurnia.
*****
Pernikahan yang di atur oleh Amora Pranadja dan WO nya begitu megah. Hotel Kurnia berhenti beroperasi khusus untuk hari besar tersebut. Tamu tamu hotel yang belum melakukan check out justru mendapat undangan untuk menghadiri pernikahan pemilik hotel Kurnia.
Amila sudah mengenakan gaun pengantinnya yang sangat cantik. Wanita itu terlihat begitu santai membuat Veronica tercengang saat menemaninya.
"Nona cantik apa kau tak tegang sama sekali?" tanya Veronica.
Amila terkekeh. "Pertanyaan macam apa? itu kak, tentu saja aku tegang."
"Tapi kau terlihat sangat santai Ami."
Amila melepaskan sarung tangannya, lalu menarik tangan Veronica. Veronica seketika terkesiap saat merasakan dinginnya tangan Amila. Tapi melihat Veronica seperti itu justru Amila tertawa.
"Mengapa kau bisa menyembunyikan keteganganmu dengan wajah seperti itu?" tanya Veronica.
"Kakak lupa aku seorang pembisnis. Aku pernah menghadapi klien penting, dan perasaan itu hampir sama dengan perasaanku sekarang. Sejujurnya aku gemetar tapi aku berusaha bersikap tenang." jawab Amila.
Veronica menggelengkan kepalanya. "Keluarga Pranadja memang aneh."
Amila kembali terkekeh. "Apa Louis sudah datang?" tanyanya.
"Kau sudah sangat merindukannya ya."
"Aku hanya ingin tahu apakah ia baik baik saja, aku tidak bertemu dengannya hampir satu minggu."
"Ia sangat sehat nona dan sepertinya ia baru sampai." ujar Veronica.
"Kak Vero, sekarang aku tak bisa tenang lagi. Sekujur tubuhku terasa dingin." kata Amila.
Veronica mendekati Amila lalu memeluknya. "Kau ingat saat aku menikah dengan kakakmu. Aku pernah berada di posisi seperti ini. Tapi kau menghiburku dan selalu membuatku tertawa. Dan kau ingat tidak saat bertemu Louis, ia jatuh cinta pada pandangan pertama Ami. Sejak saat itu ia terus mengejarmu, ia sampai berinvestasi di Novotel agar bisa mendekatimu. Ia tak perduli pada kakakmu yang terus mengancamnya supaya mundur, kau tahu ide siapa saat ia menyewa wanita untuk membuatmu cemburu, itu aku..."
"Kak Vero dibalik semua ini."
Veronica melepaskan pelukannya lalu tertawa. "Ia bahkan mengikuti ide bodohku untuk melakukan hal itu. Ya Tuhan, pria baik seperti Louis sangat susah ditemui nona cantik."
"Aku baru tahu perasaanku saat ia membawa wanita lain di hadapanku. Jika aku ingat kejadian itu, sungguh aku sangat malu kak."
"Intinya adalah akhir dari kisah pengejaran Louis padamu. Ia mampu memenangkan hatimu dan kini akan menjadi suamimu."
Suara ketukan terdengar, panitia pengatur acara datang dan memberitahukan bahwa pernikahannya akan segera dimulai.
"Apa kau masih belum tenang?" tanya Veronica.
Amila menggelengkan kepalanya. "Aku sudah lebih baik kak, aku hanya sedang mengingat seberapa gigih Louis menemuiku. Ya Tuhan, jika aku ingat itu aku merasa jahat sekali padanya."
"Dan aku tak menyangka kau ternyata menyukainya setelah dibuat cemburu." ejek Veronica.
"Kak Vero berhentilah menggodaku, aku benar benar malu."
"Oke oke, maaf Ami. Ayo...sudah waktunya." ajak Veronica seraya membantu Amila berdiri.
Amila menarik nafasnya dan menghembuskannya perlahan. "Ya Tuhan Yesus, berikan aku ketenangan."
"Amien." jawab Veronica.
Beberapa panitia membantu pengantin wanita menuju pintu masuk gedung pernikahan. Saat pintu terbuka, disana sudah ada Dion Pranadja menunggunya. Dion tersenyum lebar saat melihat putrinya melangkah semakin dekat. Seketika Dion memberikan lengannya pada Amila.
"Tenanglah, kau seperti robot yang sedang berjalan sangat kaku sayang." goda Dion.
"Papi..."
Dion terkekeh. "Lihatlah pangeran tampanmu disana, tubuh tingginya mampu mendominasi ruangan ini."
"Ia seperti patung, sepertinya ia juga sangat tegang." jawab Amila sambil menatap Louis dari kejauhan.
"Papi pernah mengalami hal yang sama, tapi papi saat itu lebih tenang karena mami mu juga sangat tenang. Jadi..."
"Oke, aku akan tenang sekarang." potong Amila.
Pembawa acara mulai menyuruh mereka masuk. Dion dan Amila pun memasuki ruangan untuk disandingkan bersama Louis. Louis tersenyum lebar saat ia semakin dekat. Dion menyerahkan Amila pada Louis. Dan Pendeta yang mereka datangkan pun mulai membacakan sumpah pernikahan untuk keduanya. Rasa haru di dalam ruangan sangat terasa saat Louis dan Amila berkata "Ya saya bersedia".
Setelah mereka diresmikan sebagai sepasang suami istri yang sah dihadapan Tuhan. Tiba tiba Louis meminta microfon pada pembawa acara.
"Istriku Amila Pranadja Vuitton, cintaku, sayangku, kekasih terakhir dalam hidupku. Aku sudah berjanji pada Tuhan, akan membahagiakanmu selama aku masih bernafas. Aku akan mengikuti apapun keinginanmu, aku tak akan membuatmu menangis. Jika aku melanggar ucapanku, Kevin Pranadja boleh membunuhku." ujar Louis.
Sontak saja semua tamu undangan tertawa mendengarnya.
"Istriku, kebahagiaan pertama yang ingin aku berikan setelah kita menikah adalah mendatangkan dua orang yang sangat ingin menemuimu sejak mereka datang kemari." sambung Louis.
Amila mengerutkan keningnya. "Dua orang, siapa?"
Pintu ruangan terbuka, Hilton dan Celine masuk membuat Amila terkekeh. "Ternyata mereka, aku sudah berkenalan sayang."
"Tunggu istriku, lihatlah yang bersama mereka." ujar Louis.
Hilton dan Celine mengulurkan tangan mereka ke pintu. Ada tangan lain yang menyambut tangan keduanya. Hilton dan Celine membantu kedua orang itu masuk dan menghampiri kedua mempelai.
Amila terbelalak saat melihat keduanya, ketika keduanya sudah sampai, Hilton dan Celine meninggalkan mereka. Sedangkan Louis berpindah tempat ke depan orang tuanya.
"Istriku sayang...kedua orang inilah yang ingin sekali bertemu denganmu. Mereka datang jauh-jauh dari Inggris sebagai mertuamu. Mama Claire Vuitton dan papa Troy Vuitton." kata Louis sambil tersenyum.
Amila terkejut bukan main, Louis ternyata membawa kedua orang tuanya ke Indonesia untuk menghadiri pernikahan mereka. Air mata Amila pun tumpah, ia segera mendekati Claire Vuitton. Wanita tua itu merentangkan tangannya, seketika Amila memeluknya sambil terisak. Suara riuh tepuk tangan tamu undangan pun terdengar, bahkan ada yang ikut menangis saat menyaksikan keharuan mereka.
"Welcome to Indonesia mam and pap." ujar Amila sambil terisak.
Setelah ia melepaskan pelukannya, ia menatap suaminya. "Kau membawa mereka dan mengakui jika mereka..."
"Benar sayang, mereka adalah mama dan papaku. Mereka adalah orang tua kandungku. Tidak ada penyesalan yang akan membuatmu khawatir Ami." potong Louis. "Jika kau ingin tahu apa yang membuat aku menyesal, itu adalah saat aku berdebat denganmu. Maafkan aku istriku." sambungnya.
Amila seketika memeluk Louis. Suara tepuk tangan kembali terdengar apalagi saat Louis akhirnya menarik wajah Amila dan menciumnya sangat lama.
*****
Happy Reading All...😘😘😘
Love You
sukses dan sehat terus untuk Miss 🤗🤗🤗