Ini karya pertama aku semoga kalian suka!
"Apa kau yakin akan bahagia dengannya,apa cintamu untuknya sungguh besar,jika kau yakin akan bahagia dengannya aku siap melepasmu" Ayrin berkata dengan menahan sesak di dadanya.
Lelaki yang di cintai bertahun tahun lamanya mengatakan dengan mudahnya bahwa dia mencintai wanita lain.
"Ya aku sangat mencintainya dan aku yakin aku akan bahagia dengannya, aku akan segera urus perceraian kita"
Bagaimana kelanjutan kisahnya, marii kita simak!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noona, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 34
Waktu begitu cepat berlalau, Sudah dua bulan sejak Insiden kejadian saat Ayrin Interview di perusahaan VICTORI GLOBAL, Kini Ayrin sudah bekerja di Perusahaan itu tepatnya sebagai Sekretaris Reynan Victori, CEO Perusahaan tersebut.
Ayrin sungguh di perlakukan Istimewa oleh Rey, Ayrin hanya mengerjakan pekerjaan yang ringan dan mudah saja, Jika ada ada pekerjaan yang sulit maka Rey akan mengalihkan tugas itu pada Zayn Asistennya, Ayrin sudah sering meminta kepada Rey untuk di perlakukan sama seperti karyawan lainnya, Namun tak pernah di dengar Rey.
Tak sedikit karyawan yang menggosipkan Ayrin memiliki hubungan dengan Reynan CEO tempat mereka bekerja, Bisik-bisik dari mereka sering Ayrin dengar saat tak sengaja dirinya lewat di depan mereka.
Perilakunya sungguh buruk
mungkin dia susah melemparkan tubuhnya di ranjang Tuan Rey.
mungkin dengan Tuan Zayn juga begitu
Apa orang tuanya tidak pernah mengajarkannya hal baik
Menjijikkan
Tidak tau malu
Seperti itu gosip-gosip yang sering Ayrin dengar dan masih banyak lagi, Namun Ayrin tak pernah menanggapinya, Ia lebih memilih diam dari pada harus menanggapi ucapan mereka semua yang ternyata adalah Fans dari Reynan, Mereka iri karena Ayrin dengan mudahnya bisa dekat dengan Reynan CEO tampan idola mereka.
"Ay...kamu ikut denganku menghadiri rapat dengan Perusahaan Citra Jaya" Ucap Rey setelah berada di depan meja Ayrin.
Semenjak kejadian dua bulan yang lalu Rey semakin menunjukan keseriusannya terhadap Ayrin, Menjadikannya wanita yang dimilikinya, Terbukti dengan cara berbicaranya kepada Ayrin yang tidak terlalu Formal, Berbeda jika ia berbicara dengan orang lain bahkan kepada Zayn sekalipun.
"Baik Tuan" Jawab Ayrin.
"Apa yang terjadi dengan pipimu ?, Kenapa ada luka di pipimu ?, Siapa yang melakukan ini ?" Tanya Rey berentetan sambil memengang pipi Ayrin saat melihat ada luka di pipi Ayrin.
"Ohh..ini tidak kenapa-kenapa Tuan, Hanya terkena goresan kuku" Bohong Ayrin, Ayrin tau jelas luka yang di pipinya ia dapat dari mana.
Pagi tadi saat Ayrin baru tiba di Kantor, Tiba-tiba ia ingin ke toilet, Ayrin berjalan menuju toilet yang ada di lantai satu, Saat di depan pintu toilet tiba-tiba ada yang mendorong nya masuk dan hampir terjatuh jika saja ia tak perpegangan pada hendle pintu, Saat membalikan badannya pipinya langsung di cengkram kuat oleh Vivy Seniornya di Perusahaan itu, Vivy memperingatkan Ayrin untuk tidak dekat-dekat dengan Rey karena dia menyukainya, Vivy juga mengancam akan menyakiti Ayrin jika tidak menuruti katanya-katanya, Saat melepaskan cengkramannya dengan sengaja dia menggoreskan kuku panjangnya di pipi Ayrin sehingngga membuat pipi Ayrin sedikit terluka.
"Jangan membohongiku, Kau tau aku paling tidak suka jika ada yang membohongiku" Ucap Rey dengan menatap dalam mata Ayrin mencari kebohongan atas ucapannya.
"Ti..ti...tidak Tuan, Saya tidak berbohong" Tergagap Ayrin, melihat kesana kemari Menghindari tatapan mata Rey.
"Bahkan jika kau tidak mau memberi tahu ku, Aku bisa mencari tahunya nya"
"ZAYN...ZAYN...ZAYN" Teriak Rey memanggil Zayn, Ayrin panik saat Rey memanggil Zayn, Karena ia sudah tau apa yang akan terjadi.
"Tuan sungguh ini hanya luka yang tergores kuku ku" Beo Ayrin meyakinkan Rey namun tak di hiraukan.
"Ya Tuan..Ada apa ?" Jawab Zayn saat sudah di dekat Rey, Matanya menatap Ayrin seolah bertanya "Apa yang anda lakukan nona sampai Tuan Rey semarah ini". Rey Akan seperti orang gila jika sesuatu terjadi kepada Ayrin, Seperti saat ini, Hanya luka kecil Tapi Rey sudah berteriak-teriak.
"Cari tau siapa yang membuat pipi Ayrin terluka" Diam sejenak menatap tajam Ayrin "Jika dia karyawan disini pecat dia dan beri dia pelajaran Karena sudah berani melukai wanitaku"
"Tuan Apa yang anda lakukan, Tidak ada yang melukaiku ini kesalahanku sendiri" Cegah Ayrin, Beralih menatap Zayn "Zayn jangan lakukan itu, Kumohon"
"Baik Tuan, Akan saya lakukan seperti perintah Tuan" Tak mendengarkan permintaan Ayrin, Zayn menuruti perintah Tuan nya, Setelah itu Zayn pergi melakukan Tugasnya.
("Apa yang kau lakukan Zayn kenapa kau menurutinya, Apa memberi balasan kepada orang yang bersalah membuat mu senang") Ucap Ayrin dalam hati saat Zayn telah pergi.
"Ikut aku" Rey menarik tangan Ayrin membawanya masuk kedalam ruangannya.
Setelah masuk keruangannya nya Rey mendudukkan Ayrin di sofa kemudian ia mengambil kotak obat yang ada di ruangannya, Mengobati Luka Ayrin dengan sangat hati-hati.
"Apa ini sakit" Tanya Rey saat membersihkan luka Ayrin menggunakan alkohol.
"Tidak Tuan, Ini hanya luka kecil tak akan menyakiti" Jawab Ayrin.
"Auwhhhh" Teriak Ayrin kesakitan saat Rey menekan kuat lukanya..
"kau berteriak kesakitan, Masih bilang jika ini tidak sakit"
"Bagaimana tidak sakit jika Tuan menekannya Kuat seperti itu" Jawab Ayrin bersungut-sungut dengan menatap Rey, Membuat Rey gemas,
"Tu...tuan,,A..a..apa yang k..kau lakukan" Jatung Ayrin berdegup kencang saat wajah Rey semakin mendekat kepadanya.
Rey membisikan sesuatu yang membuat Ayrin salah tingkah "Cantik dan Lucu" bisik Rey, Setelah itu menjauhkan bibirnya dari telinga Ayrin. Senyum tipis di sudut bibir Rey saat melihat wajah salah tingkah Ayrin.
Selamat malam semuanya,,, beri Author dukung ya biar semangat nulisnya😀😀😀 Gumawo🙏
we are one EXOSaranghaja 😍
gak bosan aku membacanya..
cerita mu Menyentuh Hati dan Menceritakan Kehidupan Dunia yg Nyata...
menarik ceritanya