NovelToon NovelToon
GILA! IDOLA SMA-KU JADI ATASAN YANG GENIT BANGET

GILA! IDOLA SMA-KU JADI ATASAN YANG GENIT BANGET

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / CEO / Idola sekolah
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nona Abu

Zea pernah diam-diam mencintai Bara, sang kakak kelas di SMA . Namun sebuah kejadian memaksanya pergi, meninggalkan perasaan itu tanpa sempat terungkap.

Sepuluh tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka kembali dalam posisi yang berbeda yaitu Bara sebagai atasan dan Zea sebagai bawahan.

Perasaan lama yang Zea kira telah hilang, ternyata masih tersimpan rapi. Tanpa ia sadari, Bara pun menyimpan hal yang sama selama ini.

Namun waktu telah mengubah banyak hal. Rahasia masa lalu, jarak yang dulu tercipta, dan keadaan sekarang menjadi penghalang yang tak mudah dilewati.

Kini, keduanya harus memilih bertahan dalam diam, atau akhirnya memperjuangkan cinta yang sempat tertinggal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Abu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kisah ini dimulai dari SMA

"Zea! buruan dong, nanti kita telat masuk gerbang!" teriak Mita sambil menarik tangan Zea agar berlari lebih cepat.

Zea tertawa kecil berusaha mengikuti langkah sahabatnya itu. "Iya-iya, pelan-pelan dong mit. Nanti jatuh lho."

Mereka akhirnya berhasil masuk ke area sekolah tepat sebelum bel berbunyi. Suasana pagi di SMA Bintangku selalu begitu, ramai dan penuh semangat. Namun, suasana itu seketika menjadi lebih heboh saat beberapa siswi berteriak pelan dan mulai berbisik-bisik.

"Eh itu Bara! Kak Bara lewat situ!"

"Wih ganteng banget sih hari ini!"

Refleks, Zea menghentikan langkahnya. Matanya otomatis mencari arah yang ditunjuk oleh teman-temannya. Dan benar saja, di ujung koridor utama, tampak seorang pemuda tengah berjalan santai bersama teman-temannya.

Itu Bara Wijaya.

Kakak kelas yang paling populer se-sekolah. Tinggi, atletis, dengan seragam yang dikenakan dengan gaya santai namun tetap rapi. Wajahnya tampan dengan tatapan yang teduh namun terlihat keren. Dia adalah kapten basket, Ketua OSIS, dan jelas saja idola semua siswi dari angkatan bawah sampai atas.

"Gila sih, makin hari makin ganteng aja tuh cowok," gumam Mita sambil melotot takjub.

"Ze, lo lihat nggak? Senyumnya itu lho... bikin meleleh!". Lanjutnya.

Zea hanya tersenyum tipis, jantungnya mulai berdetak lebih kencang dari biasanya. "Iya... kelihatan kok." kata Zea yang berusaha untuk tenang.

"Lo nggak seneng apa gimana? biasanya juga lo paling anteng sih," tanya Mita sambil menatap heran sahabatnya.

Zea menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Ngapain heboh Mit ? kita kan tahu sendiri, dia itu kak Bara. Puncak gunung, kita di bawah. Ngapain juga berharap lebih, kan dia nggak bakal pernah peduli sama kita." Ujar zea.

Sepersekian detik tiba-tiba zea melamun, entah sedang memikirkan apa. Mita keheranan.

" Yah elah, ngelamun lagi nih anak. Ya udah ayo masuk kelas, nanti Pak Budi marah lho," ajak Mita sambil menarik tangan Zea.

Namun, saat mereka berjalan melewati koridor, langkah Zea tiba-tiba tercekat. Bara dan teman-temannya berjalan berlawanan arah, dan kini mereka hanya berjarak beberapa langkah saja.

Aroma parfum pria itu sangat wangi dan maskulin. Zea bisa melihat jelas rahang tegas dan mata indahnya.

"Hei, hati-hati!" seru salah satu teman Bara saat tas Zea hampir tersenggol.

Zea buru-buru mundur dan menunduk dalam. "Ma-maaf kak ..." gumamnya pelan, wajahnya langsung memerah padam.

Bara yang sempat menoleh, kini berhenti melangkah. Dia menatap gadis yang menunduk itu dengan tatapan penasaran.

" Mita?" panggil Bara pada sahabat Zea.

"I-iya Kak Bara!" jawab Mita langsung kaku dan salah tingkah.

Bara tersenyum kecil, senyum yang selalu berhasil membuat seluruh siswi klepek-klepek.

"Masuk kelas aja sana, nanti telat lho." Matanya lalu beralih menatap Zea yang masih menunduk. "Kamu juga Zea, jangan melamun terus."

Deg!

Jantung Zea serasa mau copot. Suara berat dan lembut itu terdengar sangat jelas.

"I-iya, makasih Kak..." jawab Zea terbata-bata tanpa berani mengangkat wajah.

Bara pun kembali berjalan pergi bersama teman-temannya, meninggalkan Zea yang kini terpaku dengan jantung yang berdegup sangat kencang.

"Astaga Zea! dia ngomong sama kita lho! Sumpah! Eum, tadi dia juga perhati'in lo!" Mita langsung mengguncang-guncangkan bahu Zea dengan heboh.

Zea terdiam, karena masih shock ketika bara mengenali namanya.

"Gila ya! Kak Bara yang dingin itu ngomong sama kita! Lo sadar nggak sih?!" kata Mita, dengan nada bicara yang penuh semangat.

Zea memegangi dadanya, mencoba menenangkan detak jantungnya yang tak karuan. Dia mendongak perlahan, menatap punggung Bara yang semakin menjauh.

"Dia... ngomong sama gue ?" tanya Zea pelan, tak percaya.

"Iyalah! meskipun cuma sebentar, itu tetep aja interaksi! Woy Zea, jangan melamun terus dong!" seru Mita.

Zea tersenyum kecil, menyimpan rasa bahagia itu sendirian di dalam hati.

Terima kasih sudah menyapa, Kak Bara... batinnya.

Bagi dunia, Bara adalah idola yang sempurna. Tapi bagi Zea, Bara adalah dunianya. Cinta diam-diam pada kakak kelas yang mulai tumbuh subur, yang ia simpan rapat-rapat sebagai rahasia terindahnya.

1
paijo londo
aduuuh zea kamu bikin bara gregetan campur penasaran tuh🤦🤦🤭🤭🤭
paijo londo
lucu ya kalo malu malah g mau ketemu🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!