• 𝐓𝐀𝐇𝐀𝐏 𝐑𝐄𝐕𝐈𝐒𝐈
• 𝐒𝐋𝐎𝐖 𝐔𝐏𝐃𝐀𝐓𝐄
• 𝐒𝐓𝐀𝐑𝐓 𝟎𝟒 - 𝟏𝟏 - 𝟐𝟎𝟐𝟎
• 𝐅𝐈𝐍𝐈𝐒𝐇 𝟐𝟐 - 𝟎𝟐 - 𝟐𝟎𝟐𝟏
Dira Ananta Saputra, seorang wanita bersifat dingin, gila kerja, kejam dalam dunia bisnis, dan juga yang tidak percaya sama sekali dengan yang namanya 'CINTA'. Ia menganggap bahwa cinta hanya akan membuat orang menjadi lemah. Walaupun dia bersikap dingin tetapi ia bisa sedikit peduli dengan orang-orang di sekitar nya. Dira sendiri memiliki saudara perempuan bernama 'Disa Ananta Saputra' yang sifat nya berbanding balik dengan Dira.
Hingga suatu hari, Dira terpaksa menyetujui perjodohan yang di lakukan kedua orang tua nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A B S T R A C T, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 35
Gauri dan Disa menunggu di luar ruang persalinan, sedangkan Arif berada di dalam menemani Dira melahirkan, Gauri tidak henti-hentinya berdoa untuk keselamatan anak dan cucu nya yang akan segera melihat dunia. sekian lama menunggu akhir nya terdengar suara tangisan bayi, selang beberapa detik terdengar kembali tangisan bayi. senyum Gauri dan Disa langsung mengembang setelah mendengar 2 suara tangisan bayi dari dalam ruangan. Arif keluar dari ruang persalinan dengan wajah masih sedikit tegang
"bagaimana Arif" tanya Gauri bersemangat, "semua nya baik-baik saja bun, tapi kondisi Dira lemah" jelas Arif, "kakak ipar, laki-laki atau perempuan semua" tanya Disa, "sepasang" balas Arif, "ini minum dulu" ucap Gauri menyodorkan sebotol minum ke Arif, "makasih bun" Arif segera meneguk air itu hingga setengah.
suster keluar dari ruangan itu sambil membawa di kembar di gendongan nya, Arif mengambil kedua nya dan mengadzani mereka, setelah itu si kembar di berikan kembali ke suster.
"Gauri, Disa, Arif" panggil Ray di belakang Ray juga ada Ramdan dan juga Farah, "bagaimana" tanya Farah, "semua nya baik-baik saja bu, tapi kondisi Dira lemah" jawab Arif, "kamu yang tenang dulu" kata Farah mengusap punggung Arif
~
~
Dira sudah di pindah kan ke ruang rawat, Gauri dan Farah berusaha menenangkan si kembar yang sedari tadi menangis, "kenapa Dira belum sadar juga" ucap Ray yang merasa kasian dengan kedua cucu nya, "apa mereka haus" lanjut Ray, "mungkin, tapi Dira belum sadar, jadi kita tidak bisa memberi nya ASI" kata Gauri, "bun, coba aku yang gendong" Gauri memberikan salah satu dari anak Dira ke Disa
setelah Disa gendong, bayi perempuan itu langsung terdiam dari tangis nya, "pintar sekali kamu memilih" ucap Disa, setelah memastikan bayi perempuan itu tenang, Disa memberikan bayi perempuan itu ke Gauri
"kakak ipar, coba sini, mungkin dia juga akan tenang" Arif memberikan bayi laki-laki itu ke Disa, baru saja Disa menggendong nya, ia langsung di kasih hadiah oleh bayi laki-laki itu, "hahaha Disa, dia memberi mu hadiah" ucap Gauri, "bunda, aku baru saja menggantikan pakaian ku, tapi dia sudah mengotori nya" rengut Disa
Gauri mengambil alih bayi laki-laki itu dan menaruh nya di box bayi, "itu hadiah pertama Disa, sekarang kamu ke kamar mandi, bunda akan meminta bibi untuk mengantar pakaian mu kesini"
"apa kalian sudah makan, kalau belum aku akan membeli makanan sebentar" tanya Arif, "duduk lah, ayah sudah menyuruh Hendra untuk membeli makan untuk kita" sahut Ray.
Malam hari, di ruang rawat hanya ada Arif. Ramdan, Farah sudah pamit karna masih ada pekerjaan yang harus mereka selesai kan. Gauri dan Ray hanya pulang sebentar dan akan kembali lagi nanti, Disa harus pulang karna besok ia harus ke kampus.
"Arif" panggil Dira pelan, Arif menengok ke arah Dira dan langsung menghampiri nya, "ya, katakan" jawab Arif, "air" pinta Dira lirih tapi masih bisa di dengar, Arif mengambil air di atas meja kecil dan memberikan air itu sedikit demi sedikit ke mulut Dira menggunakan sendok
"dimana anak kita" tanya Dira, "mereka baru saja tidur" jawab Arif, "boleh aku melihat nya" tanya Dira "tentu saja, kau ibu nya" Arif menggendong satu persatu si kembar dan meletakkan di sisi kanan dan kiri Dira
"laki-laki atau perempuan" tanya Dira, "sepasang" balas Arif, "hmm" dehem Dira, "apa kamu sudah menyiapkan nama nya" tanya Dira lagi, "sudah, tapi aku masih menunggu mu" kata Arif.
"siapa" tanya Dira, Arif mendekat ke arah Dira dan membisikkan nama nya, "hmm, karna aku belum tau jenis kelamin nya jadi aku belum menyiapkan nama untuk mereka" ucap Dira
"nanti kamu bisa memberikan nama untuk adik mereka" sambung Arif terkekeh dan langsung mendapatkan cubitan dari Dira sampai Arif meringis
"kenapa kamu mencubit ku" tanya Arif, "salah sendiri, mereka baru saja keluar dan kamu sudah memikirkan membuatkan adik untuk mereka" ucap Dira, "aku hanya bercanda" Arif masih menggosok tangan nya yang terkena cubitan Dira, sebenarnya itu tidak sakit tapi ia ingin mengerjai sang istri
"apa masih sakit" tanya Dira, "sangat, kau mencubit ku terlalu keras" balas Arif, "maafkan aku, aku tidak akan mengulangi nya lagi" ujar Dira membantu Arif mengusap tangan nya
"sudah-sudah, aku hanya mengerjai mu, ini tidak sesakit yang kamu rasakan waktu melahirkan tadi" ujar Arif, "hmm" dehem Dira tersenyum.
jdi pnsrn 🤔