NovelToon NovelToon
Pendekar Naga Pengembara

Pendekar Naga Pengembara

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:14.9k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Tian Shan, pendekar terkuat yang pernah ada, memilih mengorbankan dunia demi satu tujuan—memutar balik waktu.

Ia terlahir kembali di keluarga bangsawan. Namun karena sifatnya yang dianggap aneh dan tubuhnya yang tak mampu berkultivasi, ia dipandang sebagai sampah.

Saat waktunya tiba, ia memilih pergi—bertekad membuktikan dirinya dan membalas segalanya dengan kekuatan yang akan mengguncang dunia.

Mampukah sang legenda menggapai impiannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34: Kebersamaan yang tulus

Matahari sore menggantung rendah, menyirami halaman kediaman keluarga Xinjiang dengan cahaya keemasan yang hangat.

Aroma kayu cendana bercampur dengan wangi bunga liar dari pegunungan di sekitarnya, menciptakan harmoni yang begitu menenangkan.

​Tian Shan duduk di atas bangku batu panjang di bawah naungan pohon ginkgo besar yang daunnya mulai menguning.

Di sampingnya, Xinjiang, pria yang di kehidupan sebelumnya adalah gurunya, namun kini menjadi sahabat sekaligus penyelamatnya sedang menyesap teh hangat dengan perlahan.

​“Kau selalu pandai membuatku cemas, Tian Shan,” ucap Xinjiang sambil meletakkan cangkir porselennya. Matanya yang bijak menatap wajah Tian Shan yang masih sedikit pucat. “Menghilang setahun, lalu muncul kembali dalam keadaan nyaris hancur. Jika bukan karena nasib, mungkin aku hanya akan menemukan namamu di atas batu nisan.”

​Tian Shan tidak langsung menjawab. Ia menatap lurus ke arah cakrawala, di mana awan-awan berarak pelan. “Maafkan aku. Ada hal-hal yang harus kuselesaikan sendiri Tuan Xinjiang.”

​Suaranya rendah, nyaris seperti bisikan angin. Meskipun tubuhnya dibalut perban di balik jubah birunya, kehadirannya tetap terasa seteguh gunung.

​Tak jauh dari mereka, Luo Ling sedang mengawasi Xin Luo yang sedang asyik bermain dengan seekor kupu-kupu.

Namun, perhatian Luo Ling dan suaminya, Xinjiang, sebenarnya tertuju pada sosok wanita yang sedang berdiri di dekat Tian Shan.

​Bai Yaoji.

​Sebagai Rubah Surgawi Ekor Sembilan, kehadirannya begitu memukau, rambut putihnya yang menjuntai tampak seperti helaian perak di bawah sinar matahari.

Namun, yang membuat Xinjiang dan istrinya terheran-heran bukanlah kecantikannya, melainkan cara Bai Yaoji berinteraksi dengan Tian Shan.

​Bai Yaoji mendekat ke arah bangku batu. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, ia duduk di sisi Tian Shan yang lain.

Ia tidak menjaga jarak seperti orang yang baru bertemu; sebaliknya, ia duduk cukup dekat hingga jubah sutranya bersentuhan dengan lengan Tian Shan.

​Dengan gerakan yang sangat alami, Bai Yaoji menjulurkan tangannya, merapikan sedikit jubah Tian Shan yang sedikit tersingkap di bagian bahu agar perbannya tidak terpapar udara dingin.

​“Kau harus tetap hangat,” ucap Bai Yaoji lembut.

​Tian Shan tidak menghindar. Ia hanya melirik sekilas, lalu kembali menatap ke depan.

Tidak ada penolakan, tidak ada kecanggungan yang biasanya ditunjukkan Tian Shan kepada orang asing terutama wanita.

​Xinjiang mengangkat alisnya, menatap istrinya, Luo Ling, yang juga menunjukkan ekspresi bingung yang sama.

​“Tian Shan,” bisik Xinjiang, mencoba memecah keheningan. “Aku baru tahu kau punya teman dari makhluk seperti Rubah Surgawi. Berapa lama kalian sudah saling kenal?”

​Tian Shan terdiam sejenak. Bagaimana ia harus menjelaskan ikatan yang melampaui waktu dan nyawa? “Kami ... baru bertemu beberapa hari yang lalu,” jawabnya singkat.

​Jawaban itu membuat Xinjiang nyaris tersedak tehnya. “Baru bertemu? Tapi kalian terlihat seolah sudah menghabiskan waktu seratus tahun bersama. Lihatlah, dia bahkan tahu titik mana di bahumu yang terasa pegal tanpa kau beri tahu.”

​Bai Yaoji sendiri tampak termenung mendengar ucapan Xinjiang. Jemarinya yang lentik masih bertumpu di lengan kursi, dekat dengan tangan Tian Shan. Di dalam hatinya, ia pun merasa kebingungan yang sama.

​Sebagai makhluk surgawi yang telah hidup sangat lama, ia biasanya sangat waspada terhadap manusia.

Namun, saat pertama kali melihat Tian Shan yang terbaring sekarat, hatinya seolah ditarik oleh sebuah tali tak kasat mata.

Saat ia berada di dekat pria ini, aroma tubuh Tian Shan, campuran antara hawa dingin salju dan kayu kering terasa begitu akrab, seolah ia pernah menghirup aroma itu di dalam mimpi-mimpi panjangnya selama ribuan tahun.

​"Kenapa aku merasa sangat aman di sini?" batin Bai Yaoji sambil melirik profil wajah Tian Shan yang kaku. "Kenapa seolah-olah seluruh jiwaku bersorak lega saat melihatnya bangun?"

​“Paman Tian! Kakak Cantik!”

​Xin Luo berlari mendekat, memecah suasana melankolis itu. Anak laki-laki itu memegang sebuah bunga kecil dan memberikannya kepada Bai Yaoji.

​“Kakak Cantik sangat cocok dengan Paman Tian. Kalian berdua sama-sama pendiam, tapi Paman Tian jadi terlihat lebih sering tersenyum kalau ada Kakak,” celetuk Xin Luo dengan kepolosan seorang anak kecil.

​Luo Ling segera mendekat dan menggendong Xin Luo sambil tertawa canggung. “Maafkan dia, Xin Luo memang suka bicara sembarangan.”

​“Tidak apa-apa,” jawab Bai Yaoji, ia mengambil bunga itu dan menyelipkannya di telinganya sendiri, lalu tersenyum manis ke arah Xin Luo. Senyuman itu begitu cerah hingga membuat halaman itu terasa lebih hidup.

​Tian Shan melihat interaksi itu dengan pandangan yang melembut. Meski ia tetap diam, hatinya merasa hangat.

"Ku harap kalian akan selalu seperti ini... bahkan ketika aku sudah tidak ada," Batin Tian Shan.

​Matahari mulai tenggelam, mengubah warna langit menjadi ungu kemerahan. Xinjiang berdiri dan menepuk pundak Tian Shan.

​“Masuklah jika udara mulai terlalu dingin. Luo Ling sudah menyiapkan bubur ginseng untukmu. Dan kau, Nona Bai, silakan anggap rumah ini sebagai rumahmu sendiri. Kami berhutang banyak pada Tian Shan, jadi siapa pun temannya adalah keluarga kami.”

​Xinjiang dan keluarganya masuk ke dalam rumah, meninggalkan Tian Shan dan Bai Yaoji dalam kesunyian yang nyaman di bawah pohon ginkgo.

​Angin sore bertiup perlahan, menerbangkan beberapa helai daun kuning yang jatuh ke pangkuan mereka.

Bai Yaoji menyandarkan kepalanya sedikit ke arah bahu Tian Shan, tidak benar-benar menyentuh, namun cukup dekat untuk merasakan hawa panas dari tubuh pria itu.

​“Aku tidak tahu kenapa,” bisik Bai Yaoji perlahan, matanya menatap daun-daun yang gugur. “Tapi saat aku duduk di sini bersamamu, aku merasa seolah-olah pencarianku selama ini telah berakhir. Rasanya ... seperti pulang.”

​Tian Shan menutup matanya sejenak, menikmati momen kedamaian yang begitu langka ini.

Ia tidak menjawab dengan kata-kata, karena ia tahu kata-kata tidak akan pernah cukup untuk merangkum perasaan yang telah ia bawa melewati siklus kematian.

Ia hanya menggerakkan tangannya sedikit, menyentuh ujung jari Bai Yaoji dengan lembut, sebuah janji bisu bahwa kali ini, ia tidak akan membiarkan wanita itu mengorbankan apa pun lagi bahkan untuk dirinya.

​"Beberapa hari lalu aku mengira kau dan Tuan Xinjiang sudah bertemu lama. ternyata hanya kebetulan saja."

"Ya, aku melihatmu terluka parah dan Tuan Xinjiang juga berlari ke arahmu," Jawab Bai Yaoji.

1
Aman Wijaya
gaaas pooolll Thor 💪💪💪 terus
Aisyah Suyuti
bagus
Nanik S
NEXT 💪💪💪
Nanik S
Shiiiiip
Nanik S
Lanjutkan Tor
Nanik S
Mengenang mas lalu Lewat Kua
✞👁️👁️✞
lanjit thor💪
Nanik S
Satu satunya orang yang tidak dibunuh oleh Tian Shan di Alam Abadi
✞👁️👁️✞
/Pray/
✞👁️👁️✞
pecahan jiwa
✞👁️👁️✞
lanjut💪
Nanik S
cuuuuuuust👍👍👍
Nanik S
Lanjutkan Tor🙏🙏
Nanik S
Bai Yaoju bukankah dulu kekasih Tian Shan dimasa lalu sebelum rekarnasi
Kenaya: Iya/Pray/
total 1 replies
✞👁️👁️✞
pendekar tersantuy tian shen🔥
Kenaya: /Ok//Pray//Pray//Pray/
total 1 replies
✞👁️👁️✞
apa trio Tian akan berkelana bersama?
✞👁️👁️✞
🔥🔥
✞👁️👁️✞
mantap
lanjut thor💪
✞👁️👁️✞
🐬🐬semangat
✞👁️👁️✞
tian shan!! kau pergi tanpa berpamitan😁
Kenaya: ketemu lagi kok nanti/Grievance//Pray/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!