Susan siswa baru kelas 10 yang baru saja menyelesaikan ospeknya ternyata disukai oleh cowok populer disekolahannya sejak berada dibangku SMP. Levy berpacaran dengan Susan secara diam diam, Levy yang didepan para penggemarnya bersikap dingin namun tidak apabila dia didepan Susan. Levy selalu perhatian pada Susan hingga ada konflik besar yang menimpa keduanya namun semua itu tidak menggoyahkan rasa sayang mereka berdua.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daisy Puppy 1412, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
aesthetic love
...Susan melihat video dirinya dan Levy sedang membongkar barang barang yang berada di ruang kerja papanya, “dasar pengkhianat” teriak Susan....
...“Yang pengkhianat itu papamu, coba kalau dulu papamu gak serakah gak mungkin papamu aku kirim ke neraka apalagi mamamu, mamamu yang sudah buat Nayla berpaling dari om”....
...“Om sadar dan ingat papa sudah berbuat banyak hal baik untuk om cuma om saja yang kurang puas, mamaku gak salah yang salah om” teriak Susan....
...Om Leon kesal mendengar ucapan Susan hingga menampar Susan, “jaga ucapan kamu anak kecil, tahu apa kamu!!” Teriak om Leon....
...Susan yang sedikit takut langsung berdiri menggebrak pintu dengan keras, berteriak meminta tolong pada mbok inem dan pak Bardi. “Mbok pak Bardi”....
...“Berisik” teriak om Leon....
...“Mana barang itu Susan?” Teriak om Leon memegang dagu Susan....
...“Aku gak ngerti maksud om” ucap Susan mencoba melepas cengkraman omnya....
...Omnya yang tersulut emosi langsung menyeretnya ke kamar mandi, “om lakukan ini untuk memberikan pelajaran pada keponakan om agar lebih menghargai, menghormati dan lebih menurut pada om” ucap om Leon tersenyum sinis sambil menutup wastafel agar air yang keluar memenuhi wastafel tersebut....
...Wajah Susan dicelupkan kedalam air hingga dia kesulitan bernafas, tangannya memegang pinggiran wastafel menahan cengkeraman om Leon yang terus menerus memasukkan wajahnya ke dalam wastafel....
...“Gimana sudah kapok?” Tanya om Leon mencengkram leher bagian belakang Susan....
...“Om jahat” teriak Susan....
...“Itu belum seberapa haha” ucap om Leon tertawa puas sambil menarik tangan Susan menuju kamar lalu melemparnya dilantai sampai dahinya berdarah karena terbentur meja....
...“Ah” ...
...“Gimana?” Ucap om Leon dengan ekspresi jahatnya....
...“Ada di laci meja kerja papa” ucap Susan....
...“Mesti dikasih pelajaran dulu baru nurut” ucap om Leon pergi meninggalkan Susan....
...Susan yang ditinggalkan om Leon sendiri tersenyum sinis menatap om Leon....
...Om Leon ke ruang kerja kakaknya mengambil flashdisk lalu pergi....
...Mbok inem yang bersembunyi di ruang belakang menaiki tangga dengan langkah terburu-buru membantu Susan lalu mengobati lukanya, “non gak apa apa”. Susan menjawab hanya menggelengkan kepala pelan....
...Ulang tahun perusahaan pun dimulai, banyak tamu undangan yang datang termasuk bos Tommy. Bos Tommy berjabatan tangan dengan Leon seperti tidak kenal, Leon mempersilahkan bos Tommy untuk menikmati hidangan yang disediakan....
...“silahkan bos” lirik Leon tersenyum sinis didepan bos tommy yang dibalas dengan bos Tommy dengan senyuman sinis juga....
...Pengacara Rosa datang bersama Susan, “kamu datang bersama guru kamu San” sindir Leon....
...“Jaga sikapmu baik baik” bisik Leon di dekat Susan....
...“Sadar posisi ya Bu guru Rosa soalnya disini yang datang orang penting semua” celetuk Leon sengaja menyindir....
...Pembawa acara memulai acara, dia mempersilahkan Susan selaku perwakilan dari perusahaan Gani untuk mengucapkan sepatah atau dua patah kata....
...“Selamat siang, saya Susan anak dari bapak Gani pemilik perusahaan ini. Saya disini mewakili beliau, saya senang semua tamu undangan berkumpul di aula untuk memeriahkan ulang tahun perusahaan. Saya bangga mempunyai papa yang semangat kerjanya tinggi, sayang dengan istri serta anaknya hingga di akhir hayatnya beliau masih memberikan fasilitas yang memadai untuk hidup saya begitupun dengan mama saya di akhir hidupnya beliau juga masih memikirkan bahkan mempersiapkan hal baik untuk masa depan saya. Hanya saja disini saya ingin mengumumkan secara resmi bahwa saya ingin mengganti wali asuh saya”....
...“Maksud kamu apa San?” Tanya Leon menahan rasa kesalnya....
...“Nona Susan jangan mengada-ada, bagaimana bisa nona mengganti wali asuh sedangkan di dalam surat wasiat sudah tertulis bahwa wali asuh sah nona adalah Leon om nona sendiri” celetuk bos Tommy menyahut obrolan....
...“Ya kecuali kalau nona punya saudara dari pihak ibu yang bisa dijadikan wali” ucap pengacara Rama....
...“Saya persilakan Tante Nayla untuk naik keatas panggung” ucap Susan....
...Nayla melangkah masuk ke aula dengan badan tegap, dengan rasa percaya diri....
...“Nayla” ucap Leon tercengang melihat sosok Nayla yang dikiranya meninggal ternyata masih hidup....
...“Gak gak mungkin kamu” teriak Leon....
...“Perkenalkan ini Tante saya bernama Nayla. Beliau adik kandung mama saya” ucap Susan....
...“Kenapa pak Gani dan Bu Namira tidak pernah bercerita kalau masih ada adik kandung dari pihak Bu Namira?” Tanya pengacara Rama....
...“Untuk apa diceritakan kalau ujung ujungnya surat wasiat itu akan tetap dipalsukan” ucap pengacara Rosa menyahut obrolan....
...“Jaga ucapan anda” teriak Leon sambil menunjukan wajah Rosa dengan jarinya....
...“Sepertinya pengacara Rama tahu sanksi apa bagi orang yang mengubah surat wasiat, sanksi bagi orang yang menyuap demi melancarkan aksinya, sanksi bagi orang yang melakukan KDRT terhadap keponakannya sendiri” ucap pengacara Rosa dengan tegas....
...Pengacara Rama dan Leon merasa terkejut aksinya terbongkar, bos Tommy masih terlihat tenang walau dalam otaknya sudah kacau....